
Cinta itu perang, yakni perang yang hebat dalam rohani manusia. Jika ia menang, akan didapati orang yang tulus ikhlas, luas pikiran, sabar dan tenang hati. Jika ia kalah, akan didapati orang yang putus asa, sesat, lemah hati, kecil perasaan dan bahkan kadang-kadang hilang kepercayaan pada diri sendiri.
~Buya Hamka ~
Demir masih menunggui Dee di ruang rawat inap.Pria tampan berwajah bak pangeran Arab itu masih setia dan tanpa kenal lelah menunggu.Dee belum juga sadar karena efek anestesi belum hilang.
Demir menatap Dee penuh cinta.
Demir merasa kasihan melihat Dee harus berakhir di rumah sakit akibat kecemburuan seorang wanita.
Demir dan Jacky sedari tadi melihat Dee dan Bryan di restoran.Mereka kebetulan juga makan di restoran yang sama dengan Dee dan Bryan.Bak minyak tanah Jacky mengomporinya hingga api cemburu itu berkobar sangat besar.
Demir terbakar cemburu melihat Dee dan Bryan makan bersama apalagi melihat mereka tertawa bersama dan Dee memegang kedua pipi Bryan dengan mesra.Demir serasa mau berganti posisi dengan Bryan.
Tangan Demir mengepal kuat hingga kuku tangannya memutih karena cemburu buta.Jika tak ada Jacky yang menyabarkannya mungkin Bryan sudah babak belur di hajar Demir.
Demir iri pada Bryan.Dee bisa tertawa begitu lepas bersama bule itu namun tidak dengannya.Ketika mereka bersama malah selalu bertengkar.Mereka bak Tom & Jerry yang tak pernah akur.
Demir tersenyum penuh kemenangan mengingat Clara,tunangan Bryan. Setidaknya wanita gila itu bisa menghentikan Bryan untuk mendekati Dee.Berkurang juga satu saingan Demir untuk mendapatkan Dee.Setidaknya Bryan tidak akan menjadi penghalang lagi. Menghadapi wanita gila itu saja Bryan sudah kesusahan apalagi mendekati Dee.
Dee tidur begitu lelap.Menurut Demir Dee semakin cantik jika tidur.Matanya lentik, bibirnya seksi,wajahnya ayu.Tak bosan Demir memandang wajah cantik Dee, Mahakarya Tuhan yang paling sempurna dan paling agung.
Bosan karena menunggu Dee.Demir iseng-iseng memotret wajah Dee dari berbagai angle.Setidaknya Demir memiliki koleksi foto Dee yang bisa ia lihat menjelang tidurnya nanti.
Demir merapikan rambut Dee yang berantakan di daun telinganya.Tak bosan dan tak lelah Demir memandangi wajah cantik mahasiswinya.Ia mengelus wajah Dee dengan lembut.
Dering ponsel mengagetkan Demir.Dengan cepat dosen tampan itu menjawab panggilan telpon.
Mami Calling......
π " Assalamualaikum abang," sapa Nona manja kepada anak lelakinya.
π " Walaikumsalam mami," jawab Demir dengan wajah bahagia.
π " Lagi dimana bang? Udah malam belum balik?"
π " Ya Allah mami maaf," Demir melirik jam tangan.
Ternyata sudah pukul sembilan malam. Jika bersama Dee waktu berjalan terlalu cepat.Pantas saja Nona menghubunginya.
π " Maaf lupa abang kabari mi.Baru liat jam mi," ucap Demir penuh penyesalan.
π " Ya udah gapapa.Mami cuma khawatir aja.Abang pergi lama tapi tidak mengabari mami.Abang pulang jam berapa?"
π " Kayaknya abang ga pulang mi," ucap Demir melirik Dee yang tertidur pulas di ranjang.
π " Nginap dimana bang?"
π" H-mmm.H-mmmmm itu," Demir ragu-ragu untuk mengatakan bahwa ia dirumah sakit menunggui Dee.
π " Hm apa?" tanya Nona penuh selidik.
" Ayo jujur ? Kualat lo bohong sama mami."
π " Abang nginap di rumah sakit mami."
π " Siapa sakit? Abang? Abang kecelakaan?" tanya Nona panik.Bisa-bisanya Demir tak memberitahunya jika sedang dirawat di rumah sakit.
π " Bukan abang mi tapi Dee," kata Demir malu-malu. Ia takut di bully Nona.
π " Kok Dee bisa dirawat di rumah sakit?" tanya Nona khawatir. " Mami kesana ya bareng Onya."
π " Panjang ceritanya mi nanti abang ceritakan.Besok aja mami kesini bareng sama papi.Dee dirawat di rumah sakit papi."
π " Baiklah kalo begitu.Pesan mami jangan abang apa-apain calon mantu mami.Awas aja!" ucap Nona mengancam Demir.
π " Apa-apain gimana maksud mami?" tanya Demir tak terima.Seolah dia lelaki cabul yang akan memanfaatkan kesempatan.
π " Ya kamu grepe-grepe atau cium Dee," ucap Nona menghakimi.
π " Bisa - bisanya mami nuduh abang kayak gitu."
π " Ya bisalah.Buktinya kemaren mami ciduk abang ciuman di ruang tengah."
π " Abang tutup telponnya dulu. Assalamualaikum," sungut Demir menahan malu.
β€β€β€
Bryan murka melihat sikap Clara.Dengan kasar Bryan mendorong Clara hingga jatuh.Untung Clara jatuh di sofa jika jatuh di lantai mungkin ia akan meringis kesakitan.Gadis bule itu menangis terisak-isak. Ia mengakui kesalahannya dan ia khilaf bertindak terlalu kejam pada Dee.
__ADS_1
Bryan mengamuk memecahkan barang-barang yang ada di ruang tamu apartemennya.Ia melepaskan sakit hatinya dengan memecahkan barang-barang seperti asbak,pigura foto,vas bunga.
Tangis Clara makin keras melihat kemarahan Bryan.Clara telah membangunkan singa tidur.Sorot matanya tajam menatap Clara dengan penuh kebencian dan dendam.
Dua orang pengawal Clara ingin menghentikan Bryan namun mereka di kunci dari luar.Mereka tak bisa berbuat banyak.Hanya berharap Bryan tidak bertindak gegabah.Jika tidak Bryan bisa dalam bahaya.Tuan Smith,ayah Clara tidak akan melepaskan Bryan dan keluarganya.
Clara anak seorang pengusaha kaya di Jerman.Ayahnya memiliki bisnis mall,pertambangan dan tekstil.Mereka salah satu dari sepuluh orang terkaya di Jerman.
Tuan Smith banyak membantu keluarga Bryan setelah papa Bryan meninggal dunia.Tuan Smith yang membiayai kehidupan keluarga Bryan.Tuan Smith jugalah yang mengantarkan Bryan menjadi seorang CEO seperti sekarang ini.
Ketika Clara jatuh cinta kepada Bryan dan berniat menikah dengan Bryan dengan senang hati mama Bryan menyetujui keinginan Clara karena selain balas budi juga untuk memperkuat hubungan dua keluarga.
Clara sangat mencintai Bryan namun tidak dengan lelaki itu.Selama ini Bryan hanya menganggap Clara sebagai adik.Tak ada perasaan cinta layaknya seorang kekasih hanya rasa sayang seorang kakak kepada adik.
Walau cintanya bertepuk sebelah tangan namun gadis itu tak pernah menyerah untuk mendapatkan cinta Bryan.Bryan cinta pertama dalam hidup Clara. Semenjak Tuan Smith membawa Bryan dan mamanya tinggal bersama keluarganya ia sudah menaruh hati pada sosok Bryan.
Pria tampan itu sudah berhasil mencuri perhatian dan cintanya.Clara terhipnotis dengan ketampanan Bryan yang memiliki mata biru, bibir seksi, hidung mancung.
Bryan merasa menjadi lelaki bodoh yang tidak bisa melindungi wanita yang dicintainya.Ia malah tak berdaya ketika Clara menganiaya Dee dengan kejam.
" Kau gila Clara.Kau menyakitinya.Jika terjadi sesuatu dengan Dee aku tak akan pernah memaafkanmu.Aku tak akan mengampunimu," teriak Bryan dalam bahasa Jerman. Ia menunjuk Clara.
Clara menangis tersedu-sedu.Ia sangat takut melihat kemarahan Bryan.Tak pernah ia melihat Bryan semarah ini.Clara merasa di depannya bukan Bryan tapi orang lain.
Bibir Clara gemetar karena takut. Wajahnya pucat dan memutih layaknya mayat.Ia menyesal atas perbuatannya dan menyesal telah menghadirkan sosok lain Bryan.Ternyata Bryan sangat menakutkan ketika marah.
" Maaf Bryan.Aku memang jahat dan bersalah," ucap Clara terbata-bata.
" Aku tak sengaja melakukannya karena aku terbakar cemburu.Maafkan cinta ini membutakanku.Kau milikku dan aku tak ingin orang lain memilikimu.Kau puas?" pekik Clara menumpahkan perasaannya.
" Aku jauh-jauh datang dari Jerman menyusulmu kesini namun apa yang aku dapat.Kamu bermesraan dengan Dee.Apa arti aku dalam hidupmu Bryan? Aku tunanganmu dan kamu berselingkuh disini.Hati wanita mana yang tidak sakit?" sentak Clara kesal menghapus air mata yang jatuh di pipinya.Ia harus kuat dan tak boleh lemah.
Bryan mendekati Clara dengan tatapan nanar.Wajah Bryan dan Clara hanya berjarak lima centi.Clara bisa merasakan napas mint Bryan.Jantung Clara berdegup dengan kencang karena mereka belum pernah sedekat ini sebelumnya.
" Ra.Aku bertunangan denganmu karena dipaksa mama.Aku menyayangimu sebagai adik," ucap Bryan melunak.
" Hentikan omong kosongmu Bryan.Aku tak percaya ucapanmu.Kenapa kamu tidak berani menolak pertunangan kita di depan papaku?"
Air muka Bryan berubah keruh.Ia tak bisa menjawab pertanyaan Clara. Sebenarnya ia bertunangan dengan Clara dibawah tekanan mamanya.Mama Bryan takut jika Tuan Smith mengambil kekayaan yang telah ia berikan jika Bryan menolak bertunangan dengan Clara.
Tuan Smith telah banyak membantu keluarga mereka.Mereka bisa menikmati hidup mewah karena ayah Bryan sahabat baik Tuan Smith.
Tuan Smith juga memberikan mereka tempat tinggal dan pendidikan yang terbaik untuk Bryan dan adik-adiknya.Menurut mama Bryan tak ada salahnya membalas budi keluarga Smith dengan menikahi Clara,anak tuan Smith,apalagi Clara sangat mencintai Bryan.
" Bukan tidak bisa Bryan tapi kau yang tak pernah memberikan aku kesempatan untuk berada dihatimu."
" Aku tidak bisa."
" Kau bisa Bryan jika kamu ingin," kata Clara lantang.
" Aku akan membatalkan pertunangan kita.Aku tak bisa menikah tanpa ada raaa cinta."
Tangan Clara menampar pipi Bryan dengan keras.Bekas tamparan Clara memberikan bekas merah di pipi Bryan.
" Segampang itu kamu memutuskan pertunangan kita.Kamu pikir aku ini apa?Mainanmu?"
" Aku pikir kamu lelaki baik.Kau tak lebih seorang pengecut.Kau menyakiti diriku. Asal kau tahu jika aku menjaga hati dan keperawananku hanya untukmu! Tahukah kau jika aku diperolok teman-temanku karena aku masih perawan. Aku jaga hati dan tubuhku hanya untuk dirimu? Tak bisakah kau melihatnya?Asal kau tahu banyak anak pengusaha menyukaiku tapi aku menolaknya demi kau Bryan." ucap Clara berapi-api.
Bryan tertegun mendengar ucapan Clara bahwa ia masih perawan.Bryan tak menyangka jika Clara mempertahankan keperawanan demi dirinya.Biasanya gadis di Jerman seusia Clara dipastikan tidak perawan.Rata-rata gadis Jerman kehilangan keperawanan ketika SMA.Bryan takjub mendengar ucapan Clara.Seketika hatinya melunak pada Clara.Gadis itu benar-benar mencintainya.
Bryan mencium kening Clara dengan penuh kasih sayang." Tidurlah.Besok kita bicara lagi.Kamu pasti lelah melakukan perjalanan jauh."
Clara tersenyum bahagia.Bryan menciumnya dengan penuh cinta.Baru pertama kalinya Bryan menciumnya hangat walau hanya di kening.Clara sudah cukup bahagia menerima sikap manis Bryan.
" Tidak.Aku belum mengantuk.Aku akan membuka pintu karena kamu telah mengunci Daniel dan Jack.Aku takut mereka melaporkanmu pada papa." Clara beranjak menuju pintu.Ia membukakan pintu.
Terlihat Daniel dan Jack setia menunggu di depan pintu masuk apartemen Bryan.
" Anda tidak apa-apa nona?" tanya Jack khawatir.
Clara menggelengkan kepala.
" Masuklah! "
Jack dan Daniel memasuki apartemen Bryan.Kedua pengawal itu diperintahkan Tuan Smith untuk menjaga Clara selama di Indonesia.Clara belum pernah ke Jakarta sehingga Tuan Smith tidak berani melepaskannya pergi sendiri.
" Apa kaliam melaporkan pertengkaranku dengan Bryan pada papa? " tanya Clara menyelidik.
" Tidak Nona," jawab Daniel dengan kepala tertunduk.Sebagai bawahan ia tak berani melihat Clara ketika bicara.Clara adalah majikannya.Lancang namanya jika bicara menatap Clara.
__ADS_1
" Bagus.Kalian tidak boleh mengatakan apa pun pada papa termasuk penganiayaan tadi.Jangan sampai papa tahu aku menganiaya seorang gadis disini.Mengerti?"
Jack dan Daniel manggut-manggut.
" Mengerti Nona."
" Sekarang kalian pergi," Clara melambaikan tangan mengusir kedua pengawalnya.
" Maksud Nona?" tanya Daniel pura-pura tidak mengerti.
" Tinggalkan aku berdua disini bersama calon suamiku," tegas Clara menatap Bryan.Bryan membuang muka ketika Clara menatapnya.
" Tidak bisa nona.Tuan sudah memerintahkan kami agar tidak meninggalkan nona," kata Daniel melihat Jack.
Mengerti akan tatapan Daniel,Jack ikut menyambung ucapan Daniel.
" Benar nona.Kami harus menjaga anda 24 jam.Kami tak akan meninggalkan anda sedikit pun."
Clara berdecih kesal karena kedua pengawalnya keukeh dengan pendiriannya.Mereka bersikeras menjaga majikannya.Clara menjadi gemas sendiri karena pengawalnya tidak mau pergi.
" Kalian pergilah.Aku beri kalian libur dan silakan kalian bersenang-senang," ucap Clara memukul dada Daniel dan Jack bergantian.
Daniel dan Jack tidak bergeming.Mereka tetap dengan posisinya.
" Daniel,Jack kamar di apartemenku tidak cukup.Hanya ada dua kamar.Aku tidak mungkin tidur sekamar dengan kalian.Kalian tidur saja di hotel.Stafku akan mengaturnya untuk kalian." Bryan angkat bicara.
" Tapi tuan," kata Daniel ragu-ragu.
" Kalian tidak usah khawatir dengan Clara.Aku akan menjaganya.Mengingat Tuan Smith saja aku harus berpikir dua kali menyakiti Clara," kelakar Bryan menatap Clara.Mata Clara membulat karena Bryan menyinggung ayahnya.
Daniel dan Jack mengalah dan mereka mau menginap di hotel.
Bryan meraih handphone dari jasnya danΒ menelpon Citra,sekretarisnya.
" Citra siapkan satu buah kamar hotel dekat apartemenku dan kirim supir ke apartemenku sekarang juga." Bryan memberikan perintah.
Tiga puluh menit menunggu supir yang diminta Bryan telah datang.Jack dan Daniel diantar menuju hotel.Hanya ada Bryan dan Clara di apartemen.
" Sebaiknya kamu mandi dulu dan kita bicara," kata Bryan lagi." Mandilah aku akan memasak makan malam untukmu."
Clara menggeleng." Biar aku saja."
" Tidak.Kamu tamuku sekarang.Bawalah kopermu ke kamar dan mandi sekarang.Jangan membuat mood-ku memburuk Ra," ucap Bryan seraya merebus air untuk merendam spagheti.
" Baiklah kalau begitu." Clara mencari aman.Gadis itu menuruti perintah Bryan untuk mandi.
Ketika Clara kembali ke meja makan dua porsi besar spagheti telah tersedia di meja makan. Baunya saja sudah membuat Clara lapar.Gadis itu segera melahap habis makanannya karena lapar.
Clara bahkan bersendawa keras ketika selesai makan.Bryan tertawa lucu melihat aksi konyol Clara.Gadis kecil itu tetap saja tidak berubah.Selalu konyol jika bersama dengannya.
" Apa enak?"tanya Bryan.
" Enak sekali dan aku suka."
" Clara aku ingin bicara serius denganmu. Maafkan sikap kasarku tadi.Aku hanya terlalu khawatir dengan Dee.Aku tak tahu bagaimana keadaannya.Dia gadis yatim piatu." Bryan mulai bercerita.
Clara tertunduk lesu mengingat perbuatannya.Mengetahui fakta Dee anak yatim piatu menambah rasa bersalahnya.
" Bryan maafkan aku.Bisakah kamu mengantarkanku besok menemui wanita itu? Aku ingin meminta maaf. Kecemburuanku telah menyakiti orang lain," ucap Clara tulus.Ia benar-benar menyesal.Bulir air mata mengalir dari pelupuk matanya.
" Bisakah kau hubungi dia untuk menanyakan dimana ia dirawat Aku menyesal sangat menyesal."
" Ketika kamu mandi aku sudah menghubungi handphonenya.Tapi handphone mati.Aku rasa kehabisan baterai."
" Kerahkan orang-orangmu untuk mencari keberadaanya."
" Baiklah," Bryan mengangguk.Ia menghubungi anggotanya untuk mengecek keberadaan Dee.
" Clara aku ingin bicara serius tentang kita," ucap Bryan perlahan.Ia ingin bicara dari hati ke hati tanpa perasaan emosi.
" Apa yang ingin kamu bicarakan?Bukankah dari tadi kita sudah bicara?"
" Hubungan kita harus ditinjau ulang.Kita tak bisa melanjutkan hubungan ini karena kita tidak saling mencintai.Kamu layak mendapatkan pria yang lebih baik dariku dan juga mencintaimu.Kita salah telah bertunangan.Aku akui aku pengecut.Menikah itu bukan hidup bersama sehari dua hari tapi seumur hidup Clara.Aku hanya menganggapmu sebagai adik.Rasa sayang yang aku miliki hanya rasa sayang kakak kepada adik. Kau layak bahagia Clara."
Clara terdiam mendengar ucapan Bryan.Ia berusaha tegar menerima kenyataan jika Bryan tidak pernah mencintainya.
" Kamu tidak bisa menerimaku karena wanita itu?" tanya Clara enggan menyebut nama Dee.Ia lebih suka memanggil Dee dengan sebutan 'wanita itu.'
" Iya," jawab Bryan tanpa ragu.
__ADS_1
Clara memijit pelipisnya.Kepalanya terasa sakit mendengar pengakuan Bryan.Tak hanya kepala,hatinya juga sakit.
" Ajak aku temui wanita itu besok.Jika dia juga mencintaimu aku akan melepaskanmu Bryan.Jika tidak kamu harus menikah denganku!" kata Clara dengan tegas.