Bukan Pacar Sewaan

Bukan Pacar Sewaan
LIMA PULUH SATU


__ADS_3

Dengan mengendap-ngendap,menggunakan jaket dan kacamata hitam Dee menghampiri mobil Demir yang parkir di ujung jalan.Bak maling yang takut ketahuan Dee melihat sekeliling.Merasa sudah aman Dee masuk ke mobil Demir.Gadis cantik itu melepas jaket dan kacamatanya.


“ Total banget aktingnya sayang.Kita kayak pasangan selingkuh saja harus sembunyi-sembunyi gini.Mas bukan sugar daddy dan kamu bukan Jedun kenapa gini amat sayang,” rajuk Demir sok manja seraya menghidupkan mesin mobil.


“ Sabar sayang.Menjelang aku selesai skripsi.Abis itu kita go public.”


“ Sayang mau dong di godain?” celetek Demir manja.


“ Jangan dengerin Guntur.Otaknya rada konslet.”


“ Jika kamu lakuin apa yang dibilang Guntur Mas gak keberatan kok sayang.Mas dengan senang hati ACC skripsi kamu.”


“ Mas jangan mulai,” ucap Dee agak kesal.


“ Kita mau kemana sayang?”


“ Antar aku ketemu Bryan dan Clara.” Dee memasang tampang sok imut


.


“ Mas ga mau.Kenapa sich kamu masih mau ketemu sama bule itu.Kamu mau selingkuh?” tuduh Demir tak beralasan.


Telinga Dee panas mendengar ucapan Demir.Gadis itu tidak terima dituduh yang bukan-bukan.


“ Coba ulangi sekali lagi Mas.Mendadak kuping aku tuli,” sarkas Dee menatap Demir dengan amarah.Ia tak terima dituduh berselingkuh.


“ Maaf sayang Mas keceplosan,” ucap Demir menyadari kesalahannya.


“ Kalo aku selingkuh ga perlu bilang-bilang sama Mas buat ketemuan ma Bryan.Malah aku minta diantar sama Mas.Selingkuh darimana ? Kalo aku selingkuh mungkin aku jalan aja ma Bryan tanpa kasih tahu Mas.Aku ga terima dituduh kayak gini.Sikap posesif Mas bikin aku muak tahu ga.”


“ Sayang......” Demir melunak dan berusaha merayu Dee.


“ Ga usah panggil aku sayang.Turunin aku disini !”


“ Tapi sayang.....”


“ Turunin aku disini atau aku lompat ?” Dee memberikan Demir pilihan sulit.


Mau tidak mau Demir menghentikan laju mobil.Dee segera keluar dari mobil dengan rasa kesal setengah mati.Tega-teganya Demir menuduhnya akan berselingkuh.Demir terlalu posesif pada Dee sehingga tanpa sadar menyakiti Dee.


Dee memainkan jarinya di smartphone.Ia memesan gojek.Ketika babang gojek telah datang Dee membuang muka meninggalkan Demir yang termenung.Lelaki itu sadar ucapannya telah menyakiti kekasihnya.


❤❤❤


Kondisi Fahad sudah semakin membaik. Sedikit demi sedikit lelaki baya itu telah ingat siapa dirinya.Potongan kenangannya di masa lalu melintas di ingatannya.Menikah dengan Sera, selingkuh dengan Rudi,Sera melahirkan lalu meninggal dan memberikan bayinya pada Rudi untuk dibuang.


Kepingan masa lalu suramnya membuat Fahad menyesal.Ia tak punya hati nurani menyakiti hati istri yang sangat mencintainya, mengabaikan Sera ketika hamil padahal kondisi Sera sangat lemah ketika hamil.Fahad juga tega mengabaikan anak mereka.Tak pernah sekali pun ia menemani Sera untuk memeriksa kandungannya.


Fahad menganggap anak mereka tak pernah ada dan bayi dalam kandungan Sera adalah pembawa sial karena semenjak hamil Sera tak pernah bisa melayaninya di ranjang karena hamil dalam kondisi payah.Fahad yang seorang biseksual tergoda rayuan Rudi teman gay.Semenjak Sera hamil ia dan Rudi berselingkuh di belakang Sera.


Fahad memegangi kepalanya.Kepalanya nyut-nyutan karena teringat masa lalu.Ia merasa sangat berdosa karena telah menyia-nyiakan istrinya dan anak mereka.Fahad akan pergi ke makam Sera dan mencari anak mereka.


Namun ketika sampai di pintu ia tak bisa keluar karena ada teralis besi yang menghalangi dan ia dikunci dari luar.Fahad masih dirawat di rumah sakit jiwa.


“ Siapa pun diluar tolong bukakan pintunya,” teriak Fahad kencang seraya memukul teralis besi dengan sendok.


“ Buka pintunya!” teriak Fahad tidak sabar.Ia ingin segera ke makan Sera dan meminta maaf pada sang istri yang telah dulu berpulang ketika melahirkan anak mereka.


Mita,perawat yang selama ini merawat Fahad datang dengan lari tergopoh-gopoh.


“ Ada apa Pak?” tanya Mita panik seraya menatap Fahad yang mengguncang teralis pintu.


“ Lepaskan aku dari sini.Aku ingin ke makam istriku,” ucap Fahad tegas.

__ADS_1


“ Bapak sudah ingat siapa diri Bapak? “


“ Sudah.Aku Fahad Setiawan.Aku dibuat gila oleh kembaran istriku.Puas kamu? Telponkan Vira sekarang juga.Bebaskan aku!”


“ Baik Pak,” jawab Mita agak ketakutan.


“ Kamu tidak usah takut padaku.Maafkan aku membuatmu takut,” ucap Fahad menyesal


.


“ Tidak Pak.Saya senang anda akhirnya Bapak ingat semuanya.Saya sudah sepuluh tahun merawat Bapak.”


“ Terima kasih telah merepotkanmu selama ini.Bisa telponkan Vira untukku?” pinta Fahad lebih lembut.Ia tak mau membuat Mita takut padanya.


“ Baik Pak,” kata Mita merogoh smartphone di saku bajunya dan menghubungi Vira.Ia hanya sebentar berbicara di telpon mengabari Vira.


“ Buk Vira bilang tunggu sebentar Pak.Beliau OTW katanya.”


“ Terima kasih Mita.”


Satu jam kemudian.............


Vira datang ke rumah sakit bersama Doni.Kemana-mana asisten merangkap anak angkatnya itu selalu siaga untuknya.Vira bukannya apa-apa.Takut jika Fahad mengamuk.Jika ada Doni disampingnya ia akan tenang.


Mita menghampiri Vira dan memberi tahu keberadaan Fahad di taman rumah sakit.Karena Fahad sudah sembuh dan tak mengamuk lagi maka Mita membebaskan Fahad dari kamarnya.


Vira menghampiri Fahad yang sedang asik duduk seraya memandang langit.


“ Ada apa memintaku datang?” Vira to the point.


Jujur saja ia masih memiliki dendam pada Fahad karena menyakiti Sera ketika masih hidup.Membuat Fahad gila belum mampu mengikis dendam dihati Vira.


“ Kenapa masih marah padaku? Masih belum puas membuat aku menjadi gila selama 21 tahun?” sarkas Fahad menyindir Vira.


“ Duduklah kita sudah tua.Kau tidak akan mampu berdiri lama disana,” titah Fahad pada Vira.Menatap wajah Vira sedikit banyak menghapus rasa rindunya untuk Sera.


“ Aku tidak setua itu bajingan,” umpat Vira kasar.Doni yang geleng-geleng kepala melihat sikap ibu angkatnya.


“ Bu jangan seperti itu.” Doni mengingatkan Vira.” Ingat pesan Dee.”


“ Dee apa Deniza Sefa anakku?” tanya Fahad pada Doni.


“ Iya Pak,” jawab Doni singkat.


Wajah Fahad berseri-seri mendengar nama Dee.Setidaknya Vira berhasil mempertemukan anaknya.Fahad akan meminta pengampunan pada Dee.


“ Apa pesan Dee pada Vira? “ tanya Fahad penasaran.


“ Dee meminta Ibu berhenti merecoki obat syaraf untuk Bapak dan dia mau Bapak sembuh,” ucap Doni melegakan hati Fahad.


Hati Fahad bak di tetesi embun di pagi hari.Walau ia sangat jahat dan kejam tapi anaknya tidak membencinya.Malah menginginkannya untuk sembuh.


“ Vira aku minta maaf padamu karena kejadian di masa lalu.Aku menyesal dan sangat menyesal.Aku benar- benar mencintai Sera.Aku sadar akan cintaku padanya ketika dia meninggalkanku.Ampuni aku Vira.” Fahad berlutut di depan Vira.


“ Aku tahu kamu sangat membenciku karena dulu aku hanya memanfaatkan Sera untuk menutupi identitas diriku seorang biseksual.Aku menyesal,” ucap Fahad sambil menangis.


Hati Doni bak teriris sembilu melihat penyesalan di mata Fahad.Lelaki itu benar-benar menyesal dengan perbuatannya dulu.Permintaan maaf Fahad pada Vira kelihatan tulus.Vira pun tak memungkirinya.


“ Sejak kapan kamu ingat semuanya?” tanya Vira masih ketus.


“ Seminggu yang lalu.Apakah kau sudah memaafkan aku Vira? “ tanya Fahad lembut.Andai wanita yang ada di depannya Sera mungkin Fahad akan memeluknya dan menumpahkan segala perasaannya.


“ Aku memaafkanmu demi Dee.”

__ADS_1


“ Bagaimana keadaannya?”


“ Dia baik-baik saja.Dia cantik seperti Sera dan mahasiswa cerdas.Dia kuliah kedokteran di UI melalui program beasiswa.”


Mata Fahad mengembun.Ia telah menyia-nyiakan anaknya dan bahkan tega membiarkan Rudi membuang Dee yang masih bayi.


“ Apa yang terjadi dengan Rudi?”


“ Masih sempat juga menanyakan kekasih gay mu itu?” Vira terlihat emosi karena Fahad membahas Rudi.


“ Kau jangan berpikiran negatif dulu.Setidaknya kau jangan melakukan hal yang sama padanya.”


“ Dia sudah mati.Aku tak sengaja membunuhnya ketika mencari tahu keberadaan Dee.”


“ Lebih baik Rudi mati daripada sepertiku,” ucap Fahad diluar dugaan Vira.


“ Godaan lelaki sialan itu merusak rumah tanggaku dengan Sera.Aku yang baru saja hijrah tergoda dengan rayuan bajingan itu.Berkali-kali aku menolaknya tapi lelaki sialan itu mengancamku.Jika aku tak kembali padanya dia akan menyebarkan video intim kami dan akan membunuh Sera dan anak kami.”


Vira dan Doni terbelalak tidak percaya dengan fakta yang dikatakan oleh Fahad.Lelaki itu kembali merajut kasih dengan Rudi dibawah ancaman.


“ Bukannya aku tak mau memperhatikan Sera ketika hamil tapi Rudi melarangku.Dia sangat cemburu pada Sera.Maafkan aku tidak bisa menjadi suami yang baik untuk adikmu dan ayah yang baik untuk keponakanmu.Aku bertobat Vira.”


Hati Vira tersentuh mendengar ucapan Fahad. Lelaki itu jujur dan Vira merasakannya.Dari mata Fahad terlihat lelaki itu menyesali semua perbuatannya.


“ Sekarang apa yang kau inginkan?”


“ Keluarkan aku dari sini.Aku ingin menemui ibuku.Aku yakin ibu menantikan kepulanganku.Aku sudah menghilang selama 21 tahun.”


“ Kau yakin ibumu masih hidup? “


“ Aku yakin ibu masih hidup dan merindukanku. Hatiku berkata demikian.Ibu menanti kepulanganku.”


“ Lalu bagaimana dengan Dee? Dia menunggu kau sembuh.”


“ Aku akan menemui anakku setelah bertemu dengan Ibu.Aku harus memantaskan diri menjadi ayahnya Dee.Aku tak mau membuat putriku malu apalagi dia menjalani hubungan dengan pewaris rumah sakit harapan Demir Alfarizi.Kudengar lelaki itu sudah tak sabar mempersunting putriku.”


“ Darimana kamu tahu?”


“ Kau pikir hanya kau yang punya mata-mata", kelakar Fahad mencandai Vira.


“ Aku meminta Mita menceritakan tentang Dee Terima kasih kau tidak memisahkan aku dan Dee.”


“ Sebenarnya aku ingin memisahkan kamu dan Dee tapi gadis itu lebih galak daripada aku.Terpaksa aku mengalah daripada Dee meninggalkanku.Gadis itu terbiasa hidup mandiri.”


“ Berarti dia mirip denganmu. “ Fahad terkekeh.


“ Doni urus administrasi kepulangan Fahad,” titah Vira pada Doni.


“ Baik Bu,” ucap Doni meninggalkan Fahad dan Vira.


“ Mungkin aku tidak tahu malu.Bisakah kau memberiku uang untuk pulang ke Sukabumi menemui ibuku?”


“ Baiklah.Pergilah bersama Doni.”


“ Aku ingin pergi sendiri.”


“ Pergi dengan Doni atau tidak sama sekali?”


“ Aku akan pergi dengan Doni.Oh ya aku menulis surat untuk Dee Berikan ini padanya.” Fahad memberikan sepucuk surat pada Vira.


“ Katakan pada Dee.Aku tak kabur.Aku perlu menemui ibuku dan ziarah ke makam Sera.Mungkin agak satu bulan aku pergi.Maaf aku membawa Doni begitu lama.”


“ Terserah padamu.Doni akan mengurus semuanya.”

__ADS_1


“ Terima kasih atas kebaikanmu Vira.” Fahad memegang kedua tangan Vira.Mami Dee terlonjak kaget karena disentuh oleh Fahad.


Ada getaran aneh yang dirasakan Vira karena sentuhan Fahad.


__ADS_2