Bukan Pacar Sewaan

Bukan Pacar Sewaan
DELAPAN BELAS


__ADS_3

Deniza POV


Gue jadi aneh belakangan ini.Gaje banget pokoknya.Perasaan gue kayak gado gado ga bisa gue deskripsikan.Tadi pagi gue berpapasan sama pria kutub nan miskin senyum itu.Entah kenapa gue gugup ketemu dia ketika Bryan jemput.Gue berasa kayak pacar yang kepergok selingkuh dan gue gelagapan.


Kami saling memandang.Mata gue dan mata dia bertemu.Sumpah gue deg-degan dan ga tahu mau bilang apa.Mendadak gue bisu dan ga nyapa dia.Abis gue grogi dan gugup.


Jantung gue berdetak lebih kencang. Detakannya ga normal kayak biasanya. Jantung gue kayaknya perlu di EKG untuk mempelajari irama jantung yang tidak teratur, serangan jantung dan masalah lainnya.Apakah ini cinta atau ketakutan. Entahlah gue ga tahu, pokoknya gaje. Perasaan deg-degan ini pernah gue rasakan ketika polisi lalu lintas melakukan pemeriksaan kendaraan bermotor. Ketika itu gue lupa bawa SIM dan STNK.Gue deg-degan liat tu pak polisi.Apakah ini juga di kategorikan gue jatuh cinta?


Nah pada ngawur gini kan gue. Salahkanlah si dosen kutub nan miskin senyum itu.Dia yang udah bikin gue kayak gini.Otak gue udah rada konslet semenjak dia mencuri ciuman pertama gue. Sekali kena cium langsung ganas dan gue ga bisa berkutik.Gue hampir mau mati karena kaget dan shock.


Ciuman laknat namun nikmat itu selalu membekas di ingatan gue.Rasanya ga rela menghapus memori ciuman itu dan imbasnya otak gue terkontaminasi pikiran mesum.Ga bisa kesenggol dikit langsung bacok.Serem kan gue?


Hampir tiap malam gue keingat ciuman itu dan gara-gara itu gue mengalami insomnia alias susah tidur.


Jika mau makan ingat tu ciuman.Ketika mau belajar juga ingat ciuman.Ketika mau tidur malah makin ingat tu ciuman.Ketika lagi nonton film Korea dan ada adegan kissing, gue berasa jadi pemeran cewek dan si Demir pemeran cowok.Nah mulai gila kan gue????


Ya gue mulai gila semenjak ciuman itu.First Kiss gue dicuri sama dosen gue sendiri,dosen killer pula.Untung dia tampan kayak dr Gamal Albinsaid idola gue.Kalo ga dah overdosis ruginya gue.


Efek ciuman itu gue jadi kagak fokus.Gue ga fokus kuliah dan imbasnya gue blom dapat inspirasi buat ajuin judul proposal skripsi.Otak gue rada macet dan macetnya ngalahin kemacetan kota Jakarta.Hebat gue kan?


Terserah kalo lo semua nilai gue aneh dan lebay.Ini emang ciuman pertama gue.Gue dibesarin sama bunda Arini dengan pemahaman agama yang kuat. Bunda selalu larang gue pacaran dan ga boleh bersentuhan sama lawan jenis karena jatuhnya zina.


Gue belum pernah pacaran apalagi ciuman.Makanya sekali gue dapat ciuman dari dosen populer di kampus reaksi gue kayak gini.Lebay dan aneh.


Gue gugup ketemu ma Pak Demir apalagi semenjak ciuman itu.Untung aja gue jago akting sehingga gue bisa bersikap wajar tiap ketemu dia. Jujur Pak Demir itu tampan kayak pangeran Arab,hidungnya mancung,tinggi,kulit sawo matang khas Indonesia,dan rada-rada mirip dr. Gamal Albinsaid atau bisa gue bilang mereka kembar. Bedanya Pak Demir dengan dr. Gamal adalah kepribadian.dr Gamal santun dan ramah sementara Demir kebalikan dari itu.


Sekarang gue lagi nemani Bryan buat liat apartemen yang akan ia tempati selama tinggal di Jakarta.Bule itu emang ga bisa jauh-jauh dari gue.Cielah pedenya gue.Bryan cari apartemen di kawasan salemba juga dekat dari kampus dan dekat dari rumah gue.


Gue dan Bryan sekarang berada di Capitol Park Residence.Gue kaget juga sekelas CEO seperti Bryan mengambil hunian disini.Terlalu sederhana untuk seorang CEO perusahaan maskapai asing.Mungkin karyawannya salah kasih tahu apartemen kali.


"Babe. Apa benar ini apartemennya?Apa tidak salah seorang CEO seperti kamu tinggal disini? Mungkin karyawanmu salah? Jauh dari kesan mewah lo." tanya gue kepo.Kepo dan gue dua hal ga bisa di pisahkan.


Gue jadi kagak rela Bryan si bule ganteng, bermata biru gue tinggal disini. Masa perusahaan dia kasih fasilitas terlalu sederhana untuk CEO ?


"Babe.Aku yang minta.Aku sengaja pilih disini biar dekat kemana-mana.Mau ke kantor,ke kampus kamu dan rumah kamu.Bukankah kawasan ini termasuk strategis?" tanya Bryan dalam bahasa Indonesia. Ia sudah mulai fasih bicara dalam bahasa Indonesia.Siapa dulu dong gurunya...Gue...


"Oh begitu,"jawab gue ber-oh ria.Bryan ga mau jauh-jauh dari gue gitu.Ne bule lama-lama nempel kayak lem Cina. Nempel trus dan ga mau lepas


"Babe.Gimana menurutmu?Apa apartemen ini bagus?"

__ADS_1


"Bagus babe.Cuma terlalu sederhana untuk seorang CEO seperti dirimu."


"Aku mau menjadi penerus Mark Zuckerberg pendiri facebook.Walau seorang CEO tetap sederhana," kelakar Bryan tertawa manis.


Duch senyumnya Bryan manis banget. Lama- lama gue bisa diabetes liatin senyum dia.Mungkin senyuman Bryan ada kandungan alkoholnya karena senyumannya memabukan buat gue.


Gue harus bisa menguasai diri gue.Pleaseeeee......dewi iblis dalam diri gue pergi jauh-jauh.Dewi malaikat tolong gampar dewi iblis biar ga ngehasut gue lagi.


"Babe.Are you okay?" Bryan menatap gue aneh.Pantes dia liatin gue kayak gitu karena dari gue dah gila sendiri.Bukan diri gue yang biasanya.


"Ok babe,"gue maksain senyum sama Bryan.Dia tarik tangan gue buat menjelajahi setiap sudut apartemennya.


Dari luar emang sederhana.Ketika gue dah masuk ke dalam.Interiornya bagus banget dan waw amazing.


Kayaknya Bryan udah mengganti semua furniture yang ada.Semua furniturenya mewah dan elegan.Dekorasi kamarnya di dominasi warna hitam dan putih.Hitam dan putih adalah warna kesukaan Bryan.



Ruang tamu




( source: google)


Gue jatuh cinta dengan interior apartemen Bryan.Sederhana tapi wah gitu.Kalo gini model apartemennya gue setuju jika Bryan tinggal disini.


"Gimana babe?" tanya Bryan melirik gue.


"Bagus.Semoga kamu nyaman tinggal disini babe," dengan wajah tanpa dosa gue mentowel dagu Bryan.Emang ini tangan gue rada ramah ( RAjin menjaMAH) cowok ganteng.Apalagi cowok seganteng Bryan.


"Lebih nyaman jika kamu mau tinggal disini bareng aku," ucap Bryan pelan.Walau pelan gue masih bisa dengar ucapan Bryan.


Nah kacau kalo gini.Bryan minta gue dan dia tinggal bareng alias kumpul kebo.Cukup kebo aja yang kumpul gue kagak ikutan.Masa gue disamain sama kebo?Preett.....


"Sorry babe.Ga bisa.Kita ga bisa tinggal bareng karena kita bukan suami istri.Jerman dan Indonesia itu berbeda.Di Jerman lumrah cowok dan cewek seatap tanpa ikatan pernikahan kalo disini tabu dan merupakan aib," gue coba kasih pengertian buat Bryan.


"Apakah kita harus menikah biar bisa tinggal bareng?" tanya Bryan polos.

__ADS_1


Tumben nich bule lurus banget dan ga mudeng sama ucapan gue.


"Bisa dibilang gitu,"jawab gue sekenanya."Babe bunda Arini ngucapin makasih.Makasih udah jadi donatur tetap kasih bunda.Panti udah ga kesulitan biaya operasional lagi semenjak perusahaan kamu donasi."


"Sama sama babe.Kamu belum menjawab  pertanyaanku.Apakah kita harus menikah agar bisa tinggal bersama?"


Dugggh pertanyaan Bryan bikin gue jantungan.Untung Bryan yang ngomong coba kalo Pak Demir dah pingsan mampus gue.Oh kok gue kepikiran sama Pak Demir lagi sich? Nah nah kissing effect bikin gue rada konslet.


"Dalam agamaku.Pasangan yang bukan suami istri tidak boleh tinggal bersama karena jatuhnya zina dan dosa.Jadi jika mau tinggal serumah harus ada ikatan pernikahan.Nah aku dan kamu bukan suami istri jadi kita ga bisa bareng.Lagian aku ga mau citraku buruk dimata teman-teman karena kumpul kebo."


"Apa itu kumpul kebo?"


" The term given to men and women who live in the same house without marriage ties."


"So.Will you marry me?" Bryan merunduk memegang tangan gue.


Kesambet apa itu bule? Bisa-bisanya lamar gue karena pengen gue tinggal bareng dia.Siapa sich cewek yang ga mau dilamar,tapi ga kayak gini juga kali.Masa lamar gue karena mau tinggal bareng? Gue tepok jidat liat ulah konyol Bryan.


" Hahahahahahah," gue ketawa ngakak megang perut melihat ulah konyol Bryan.


Tatapan Bryan langsung aneh ketika melihat gue ketawa.Entah apa yang di pikiran dia gue ga mau tahu.Yang jelas dia konyol aja mengajak gue nikah biar bisa temani dia tinggal disini.


"Babe.I'm serious.I want to marry you.I've liked you for a long time.I am falling in love with you.Aku sangat mencintaimu Deniza Sefa.Aku jatuh cinta semenjak pertama kali mengenal dirimu.Aku dulu tidak berani mengatakan cinta ini karena kita tak mungkin bersama.Jerman dan Indonesia terlalu jauh.Mustahil untuk kita untuk bersatu dan menjalani LDR.Tapi sekarang Tuhan seperti menuliskan takdir indah untuk kita sayang.Aku sekarang sudah bekerja dan menetap di Indonesia. Aku yakin hubungan kita akan berhasil. Aku serius dengan hubungan kita.Aku tidak mau pacaran lagi dan aku mau kamu menjadi istriku."


Jleb pengakuan cinta Bryan bikin gue melongo.Gue ga nyangka ternyata dia menaruh hati sama gue.Mendengar pengakuan Bryan,gue berasa diterjang gempa.Dia sukses memporak porandakan hati gue.Nah gue bingung sama perasaan gue sendiri.Di satu sisi gue bahagia akhirnya dia ngakuin perasaannya,tapi disisi lain gue biasa aja.Ga ada euforia sama sekali.


"Babe kenapa kamu diam? Kamu juga suka sama aku kan?"Bryan memegang kedua pipi gue.


"Babe kenapa kamu diam aja?"Bryan memegang kedua pipi gue.


Bryan mulai mendekati gue.Dia mendekatkan wajahnya ke wajah gue. Hidung gue dan hidung dia beradu.Gue dapat merasakan napas mint Bryan.Jarak bibir gue dan dia hanya beberapa senti.Gue deg-degan dan napas gue ngos-ngosan.Tak ada suara diantara kami.Kami hanyut dengan suasana dan perasaan gue ga menentu.Cara Bryan memperlakukan gue  begitu lembut dan beda dengan sikap pria kutub itu.Nah lagi-lagi dia muncul di ingatan gue.


Bryan memiringkan wajahnya.Sepertinya dia akan melanjutkan aksinya mencipok gue.Sepintas ingatan cipok sama Pak Demir melintas di otak gue.Gue memalingkan wajah gue ketika bibir Bryan hampir mendarat di bibir gue.


Gue liat Bryan kecewa dengan penolakan gue.Wajahnya mendadak mendung. Seketika suasana menjadi canggung.Dering ponsel menyelamatkan gue dan gue segera ambil ponsel dan mengangkatnya.


Pria Kutub Calling.....


"Deniz kamu susul aku.Jangan lupa beli minum.Lokasi aku share via WA," ucap Demir seraya memutuskan panggilan.

__ADS_1


"Bryan aku harus pergi,"ucap gue canggung.Alhamdulilah banget di pria kutub itu nelpon walau nyebelin perintah seenak jidat.Setidaknya dia sudah menyelamatkan gue dari situasi rumit bersama Bryan.


__ADS_2