
Setelah Dee dan Demir berpamitan dengan keluarga Rizki mereka memutuskan untuk segera pulang. Dee berterima kasih pada Demir telah membawanya ke bukit Moko.
Tempat itu memberikan kesan yang indah dan menyenangkan untuknya.Dee tak akan pernah melupakan moment mereka berdua.Mereka saling mengungkapkan isi hati dan perasaan mereka. Mereka sudah menjadi sepasang kekasih dan tak ada lagi jurang diantara mereka berdua.Mereka bersikap layaknya dosen dan mahasiswa ketika di kampus.Diluar kampus mereka adalah sepasang kekasih.
Mereka bak sepasang remaja yang sedang jatuh cinta.Mereka saling menatap penuh cinta dan selalu berpegangan tangan seolah tak mau dipisahkan.Mereka bergandengan tangan semenjak menuruni bukit Moko.Dee sangat bahagia,wajahnya terlihat lebih segar dan ceria.
Demir telah menjadi sumber kebahagiaannya. Jika tahu Demir akan semanis ini mungkin sudah dari dulu Dee menerima ajakan Demir berpacaran dan menikah ketika mereka keciduk ciuman oleh Nona.Pipi Dee memerah mengingat kejadian itu.
Tak ada lagi kesedihan di wajah Dee karena ia telah berdamai dengan masa lalu dan menerima kenyataan.Dee menerima jika Vira bukan ibu kandungnya.Walau begitu ia akan tetap menganggap Vira ibu kandungnya dan ia akan ikut tinggal bersama Vira.
Masalah Fahad ia telah berlapang dada menerima dan akan menyembuhkan lelaki itu dari gangguan jiwanya.
Dee yakin jika Fahad gila karena perbuatan Vira.Mana mungkin Fahad lelaki yang dulunya normal dan seorang pengusaha kaya bisa menjadi gila jika bukan karena ulah Vira.Lelaki itu sudah 21 tahun dirawat di rumah sakit jiwa namun tidak pernah sembuh.Jika tidak ada campur tangan Vira mungkin Fahad sudah sembuh sejak lama.
Vira melampiaskan dendamnya dengan mengurung Fahad di rumah sakit jiwa.Menurut Vira,Fahad layak mendapatkan semua itu karena telah bersikap buruk pada Sera dan membuang Dee.
Sepanjang perjalanan dua insan yang sedang di mabuk asmara selalu berpegangan tangan.Netra Dee tak lepas dari wajah tampan sang dosen.Walau selisih usia mereka 11 tahun namun tak akan jadi penghalang cinta mereka.Dee berjanji akan selalu mencintai Demir dan akan siap menjadi istri seorang Demir Alfarizi.Lelaki seusia Demir sudah tak mungkin main-main dalam menjalin hubungan asmara.Arah hubungan mereka ke depan sudah diucapkan oleh Demir.
Lelaki itu hanya menunggu kesiapan Dee.Jika Dee sudah siap menikah maka Demir akan segera melamar.
Dee merasa beruntung dicintai oleh Demir. Seburuk apa pun masa lalu keluarganya lelaki itu menerimanya dengan lapang dada.
“ Kenapa menatap Mas kayak gitu sayang?” Demir merasa risih dipandangi oleh Dee.
Mata kekasihnya itu tak lepas menatapnya sedari tadi.
”Ada yang salah dengan Mas?”
Dee menggeleng seraya tersenyum.
“ Ga ada yang salah sama Mas.Aku hanya kagum sama Mas.Mas sangat tampan dan aku baru menyadarinya.”
Demir tersenyum sumringah dan wajahnya berseri mendengar pujian Dee.
“ Baru tahu ya jika Mas tampan? Bukankah selama ini Mas jadi idola karena ketampanan Mas?”
“ Selama ini ketampanan Mas tertutupi sama sikap ketus,dingin dan killer Mas.Jadi seorang Deniza Sefa tak pernah bisa melihat ketampanan dan kegagahan seorang Demir Alfarizi.”
“ Sayang,” panggil Demir manja.
“ Iya sayang.”
“ Yang jelek-jelek dari Mas jangan diingat dong.Tadi ngobrol apa aja sama Uty?”
“ Kak Uty cerita masalah dia sama Mas dan Rizki.Aku salut liat kak Uty.Bisa bertahan dengan kondisi seperti itu.Dia bukannya gak mau ngomong sama Mas cuma kondisinya saat itu tidak memungkinkan.Gimana dia mau mikirin perasaan Mas sementara perasaannya sendiri aja ga jelas gitu. Nasibnya ga kalah lebih buruk dengan Mas. Dia dicap wanita murahan dan pengkhianat. Dihakimi sedemikian buruk tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi.Seharusnya dari dulu kak Uty berani ngomong pasti Mas ga bakal jadi monster yang menakutkan seperti ini,” ucap Dee seraya ketawa.
“ Deniz itulah namanya jodoh.Andai Uty lebih cepat ngomong ke Mas ga mungkin Mas ketemu kamu.Ini namanya takdir sayang.Kamu dipersiapkan menjadi jodoh Mas,” bibir Demir monyong isyarat ingin mencium Dee.
“ Jangan cium.Bau jigong karena Mas belum gosok gigi,” ucap Dee tertawa terkikik.
Demir kehilangan mood gara-gara dibilang bau jigong.Seketika wajahnya menjadi muram. Dee mentowel-towel lengan Demir namun lelaki itu tidak meresponnya sama sekali.
“ Sayang.....aku cuma becanda,” ucap Dee penuh penyesalan.
Mendengar Dee memanggilnya ‘sayang’ menbuat Demir bahagia dan air mukanya langsung cerah.
“ Coba panggil sekali lagi Deniz.” Demir lebih suka memanggil Dee dengan nama Deniz.Kayak nama cowok cuma Demir suka memanggilnya itu karena berbeda daripada yang lain.
“ Sayang,” panggil Dee manja seraya tersenyum.
Ia tak menyangka hanya memanggil sayang membuat lelaki itu sangat bahagia.Jika Demir selalu bersikap manis dan imut seperti ini ia akan selalu memanggil sayang.
“ Sayang aku mau ke panti melihat adik-adikku.Bisakah kamu mengantar aku ke Bogor?” pinta Dee sedikit memelas.
“ Maaf aku merepotkanmu sayang.”
“ Kamu tidak merepotkan sayang.Aku senang jika kamu mengajak kesana.Sekalian aku ingin mengenal adik-adikmu.” Demir menggenggam erat tangan Dee.
“ Aku ingin menceritakan semuanya dengan bunda.Aku sudah menemukan keluargaku.”
“ Perkenalkan aku sebagai calon suamimu.”
“ Sayang ini terlalu cepat.”
“ Aku ingin cepat menikah denganmu agar si bule dan Alex tidak mengganggumu lagi.”
“ Mas jangan berlebihan.Aku bisa menjaga diri dan tak terpengaruh dengan mereka.”
__ADS_1
“ Kamu memang tidak terpengaruh tapi mereka akan tetap mengejarmu.Mas tahu siapa Alex.Dia bahkan berani merebut mengganggu pacar Mas dulu.Setidaknya dengan kamu menjadi istri Mas si Alex bakal tahu diri.”
Dee tersenyum lucu menatap Demir.Ia mencubit pipi Demir karena gemas.
“ Mas ga bakal kehilangan aku kok.I’m Yours.”
“ Terima kasih sayang.” Demir mencium tangan Dee.
Hati wanita mana yang tidak meleleh mendapatkan perlakuan manis seperti ini.Dee ingin menghentikan waktu saat ini juga dan menikmati kebahagiaan dengan Demir.
“ Sebelumnya kita makan dulu.Mas lapar.”
“ Ok bos,” jari Dee membentuk emoji OK.
Tiga jam lebih dalam perjalanan akhirnya Dee dan Demir sampai di Bogor tepatnya di panti asuhan Kasih Bunda.Ketika Dee datang adik-adiknya langsung berhamburan mengejarnya.Mereka memeluk Dee dengan erat.
“ Kak Dee kami kangen,” ucap gadis kecil bernama Ana.
“ Kami juga kak.Kenapa lama sekali ga pulang.Kami rindu,” cebik seorang anak laki laki bertampang bule.Dia bernama Bagas.
“ Kami rindu kak Dee.We miss you,” ucap mereka terisak tangis.Anak balita yang berjumlah 10 orang itu melepaskan rasa rindunya.
“ Kakak juga kangen sama kalian,” ucap Dee memeluk adik-adiknya satu persatu.
Demir tertegun melihat Dee begitu dekat dengan adik-adik asuhnya itu.Rata-rata adik asuhnya ini anak dari korban kawin kontrak yang begitu marak terjadi di Bogor.Hal yang lumrah jika anak-anak disini berwajah bule dan Timur Tengah.
“ Kenapa begitu lama pulang kak.Apa kakak tidak lindu sama kami?” tanya Ara begitu polos.
“ Kak lindu itu belat biar kami aja.Kakak jangan.” Dee dan Demir tertawa mendengar ucapan adiknya.
Dee geleng-geleng kepala anak balita cadel bisa tahu jargon dari film DILAN.Sudah pasti anak-anak balita ini tahu karena pengaruh televisi.
“ Mana yang lain?” tanya Dee melirik sekitarnya.Tak biasanya panti sesepi ini.Anak asuh disini berjumlah 60 orang.
“ Pada sekolah kak.Kami blom sekolah makanya masih di rumah,” jawab Farhan bijaksana.Walau usianya masih 5 tahun tapi anak ini pemikirannya dewasa tak sesuai dengan umurnya.
Dengan gemas Demir menggendong Farhan.Balita berwajah bule itu membuatnya gemas dan pengen punya anak.
“ Dah cocok belum?” tanya Demir dengan wajah sumringah Farhan menatap heran padanya karena tiba-tiba digendong oleh Demir.
“ Sudah Mas.”
Demir bak mendapatkan musuh baru disini.Farhan terlihat tidak senang melihat kedatangannya.Bagi Farhan Dee adalah kakaknya dan tak boleh ada cowok yang lain yang merebutnya.
“ Itu namanya Om Demir sayang.” Dee memperkenalkan Demir pada adik-adiknya.
“ Om itu siapa kak? Bukannya teman kakak om bule yang sering bantu kami beli baju dan makan?” tanya Ana dengan polos.
Demir mengepalkan tangan cemburu karena Dee pernah membawa Bryan kesini dan lelaki bule itu bisa dekat dengan adik-adik Dee.
“ Sering dia kesini sama kamu? “ tanya Demir ketus.
“ Bryan donatur tetap disini Mas.Wajar anak-anak kenal mereka.Jangan jealous.I only love you.Only you in my heart.You are my future husband .” Dee sengaja bicara dalam bahasa Inggris agar adik-adiknya tidak tahu jika ia baru saja menggombali Demir.
Demir bahagia mendengar ucapan Dee.Gadis itu paling bisa mengontrol emosinya.Ia tidak mau kalah dengan Bryan.Demir akan menjadi donatur tetap disini agar adik-adik disini dapat sekolah dan tinggal dengan layak.
“ Ada tamu rupanya,” sapa Arini mendekati Dee.
“ Bunda,” ucap Dee berlari menghampiri Arini dan memeluknya.Dee melepaskan rasa rindunya pada ibu asuh yang telah membesarkannya.
“ Kayak anak kecil aja.Itu siapa Dee?” Arini menunjuk Demir.
Dosen muda nan tampan itu mendekati Arini dan menyalaminya.
“ Demir bunda,” ucap Demir memperkenalkan diri.
“ Kayaknya ini teman spesial.Apa anak bunda sudah menentukan pilihan sekarang?” goda Arini membuat pipi Dee memerah.
“ Bunda,”cebik Dee manja.
“ Yuk ke dalam.Bunda mau bicara sama Dee.Yuk nak Demir.” Arini mengajak Dee dan Demir masuk
.
Dee serasa bernostalgia melihat keadaan panti.Di tempat inilah ia dibesarkan dan di didik oleh Arini.Keadaan panti lebih baik daripada keadaan dulu.Gedungnya sudah direnovasi oleh Bryan dan mereka sudah menempati gedung baru bukan gedung reot yang pernah ia tempati dulu.Makan anak-anak panti sudah teratur tiga kali sehari dan bisa makan lauk pauk bukan tahu dan tempe lagi.Sudah banyak jasa Bryan untuk panti asuhan ‘Kasih Bunda’.Dee tak bisa melupakan jasa Bryan untuk Kasih Bunda.
Salah seorang petugas panti menyuguhkan minum dan cemilan untuk Dee.
__ADS_1
“ Kenapa ga bilang-bilang kesini Dee? Itu leher ma kepala kenapa ada perban?” tanya Arini menatap Dee dari ujung kepala sampai ujung kaki.
“ Luka ini Dee dapat karena ingin tahu siapa jati diri Dee,” ucap Dee tegar tanpa air mata.
Apa yang terjadi padanya tak perlu ditangisi lagi dan ini sudah takdir hidupnya.
“ Maksudnya?” mata Arini melotot kaget.
Tanpa ragu Dee menceritakan semuanya tanpa ada yang dikurangi satu apa pun.Ia melukai lehernya agar Vira mau bercerita tentang masa lalunya.Arini tak dapat menyembunyikan kekagetan dan emosinya ketika menceritakan bagian Fahad.Arini bahkan mengutuk perbuatan Fahad yang tega-teganya menyakiti anaknya sendiri.
Arini mengutuk Fahad dalam hati karena tidak tega mengucapkannya di depan Dee.Arini malaj takjub dan bangga karena Dee tak menangis sama sekali.Tak ada air mata sedih dan sikap manja seperti biasanya.
Arini menghapus air matanya.Cerita Dee sangat menyedihkan untuknya.Sebagai seorang ibu hatinya tak kuasa mendengar penuturan Dee.
“ Alhamdulilah Dee kamu dah tahu jati dirimu.Bunda lega mendengarnya nak Pantas saja beberapa waktu yang lalu ada laki-laki muda dan perempuan mirip kamu datang kesini menanyakan kamu.Bunda kaget karena wanita baya itu mirip banget sama kamu.Mami kira dia itu mama kandung kamu ternyata tante kamu.”
“ Jika bunda tahu kenapa ga bilang sama Dee?”
“ Tante kamu minta bunda untuk diam.Katanya dia yang akan menceritakan semuanya saat waktunya udah tepat.Bunda bahagia lo nak ketika tahu kamu ada keluarga.Bunda mengucap syukur kepada Allah akhirnya kamu kumpul sama keluarga kamu.”
“ Terima kasih bunda telah membesarkan Dee selama ini.Jika tidak ada bunda mungkin masa depan Dee tak seperti ini,” ucap Dee menyandarkan kepalanya di bahu ringkih Arini.
“ Gak perlu terima kasih nak.Sudah kewajiban bunda.Jika kamu dah tinggal sama buk Vira jangan lupakan kami ya Nak.Rajinlah berkunjung kesini.Kamu salah satu anak kebanggaan bunda.Kuliah kamu gimana?”
“ Dee udah skripsi bunda.Abis itu jika dah sarjana kedokteran Dee koas baru dech bisa dipanggil dokter,” ucap Dee tersipu malu.
“ dr Deniza Sefa SpoG,” ucap Arini bangga.Dari semua anak asuhnya hanya Dee yang berprestasi dan akan menjadi dokter.
“ Baik-baik skripsinya.Kerjain dengan benar dan dengerin dosen pembimbing kamu.Jangan ngelawan dan trus senangin hatinya biar cepat di ACC skripsinya.”
“ Beres bunda.Aman kalo gitu,” ucap Dee sumringah.
“ Jangan aman-aman aja Dee.Dengerin nasehat bunda.Dapat dosen killer susah lo kamu.”
Dee tersenyum manis menatap Demir.Dua insan yang sedang kasmaran itu saling memandang.Arini menatap mereka heran
.
“ Ga boleh pandang-pandangan jika blom muhrim,” ucap Arini mengagetkan Dee dan Demir.
“ Selesaikan kuliah dulu Dee baru pacaran.Ntar gara-gara pacaran skripsi kamu ga kelar.”
“ Tenang aja bunda.Lagia. dosen pembimbing Dee ada di depan bunda.”
“ Jadi........”Arini tak sanggup melanjutkan ucapannya.” Jadi Demir ini dosen kamu? Kok bisa kalian dekat? Setahu bunda kamu dekat ma Bryan.”
“ Bisalah bunda.Kami cinta lokasi jika jadi dibikin FTV bakal dikasih judul Cintaku bersemi di kampus UI atau Dosenku adalah kekasihku,” ucap Dee mencandai Arini.
“ Ketularan sableng Nayla sama Luna kamu.”
“ Namanya juga sahabatan bunda.”
“ Buk Vira udah tahu hubungan kamu sama Demir.”
“ Sudah bunda.Saya juga udah lamar anak bunda buat jadi istri saya tapi dia belum kasih jawaban.” Demir memprovokasi Dee.
“ Kalo niat baik itu disegerakan Dee.Kamu beruntung lo Demir mengajak kamu ke pelaminan.Banyak lo wanita diluar sana digantung sama pacarnya.”
“ Iya bunda.Tenang saja.Dee selesaikan kuliah Dee dulu.”
“ Jangan kelamaan sayang ntar yang ada setan lo.Demir jaga Dee buat bunda ya.Bunda merestui hubungan kalian.Buat Dee bahagia dan ga boleh nangis lagi.”
“ Siap laksanakan bunda.”
“ Dee kamu sudah tahu segalanya.Bunda ingin memberikan kamu sesuatu.”
“ Apa bunda?”
“ Tunggulah sebentar.Bunda ambil dulu di kamar.”
Sepuluh menit kemudian Arini kembali pada Dee dan Demir.Ibu asuh Dee itu memberikan sebuah kotak perhiasan.
“ Bukalah.Itu milikmu.”
Dengan mata berkaca-kaca Dee membuka kotak perhiasan dan menemukan sebuah gelang bayi yang bertuliskan ‘Deniza Sefa’.Air mata Dee dengan lancang jatuh membasahi pipinya.
“ Sepertinya mama kamu sudah tahu jika anak yang dikandungnya berjenis kelamin perempuan.Ketika kamu diantar kesini dulu oleh Rudi.Gelang itu sudah terpasang di tanganmu.Bunda menyimpan gelang ini agar kelak menjadi petunjuk siapa orang tua kandungmu.Bunda bahagia Dee kamu sudah temukan orang tua kandungmu.Tanpa tes DNA pun bunda yakin Ibu Vira adalah orang tua kamu.Wajah kalian sangat mirip.Walau bunda sempat kaget karena Ibu Vira adalah kembaran mamamu.Setidaknya kamu memiliki keluarga.Bunda juga dengar dari Ibu Vira jika papamu masih hidup.Semoga dia cepat sembuh dan Allah memberikan hidayahnya untuknya.”
__ADS_1
“ Terima kasih bunda,” ucap Dee dengan mata berkaca-kaca.Ia tak ingin menangis tapi air matanya turun begitu saja.