
2**00 koment + 300 like gue langsung triple up.Kalo ga nyampe up cuma satu satu.
😁😁😁😁.Please jangan gebuk hayati.....
❤❤❤**
" Ga ada tapi-tapi.Aku yang menjadi dosen pembimbingmu."
Klek!! Lutut Dee lemas mengetahui bahwa dosen pembimbingnya Demir si pria kutub nan miskin senyum.
Demir tak miskin senyum lagi malah murah senyum sekarang.
Sementara itu Demir tersenyum penuh kemenangan.Dee tak bisa jauh-jauh lagi darinya.Demir sengaja menemui Buk Lidya meminta untuk dijadikan dosen pembimbing skripsi Dee.Jadi ia punya alasan untuk selalu berdekatan dengan Dee.
" Kenapa Oppa bisa jadi dosen pembimbingku?" ucap Dee membiasakan diri memanggil Demir 'Oppa'.
" Ya bisalah.Aku dosenmu.Bukannnya banyak mahasiswa bimbingan denganku."
" Kenapa bisa Oppa?" tanya Dee gemetaran.Jika Demir jadi dosen bimbingannya maka bisa saja mereka khilaf lagi.
" Ya bisalah.Kamu kadang aneh Deniz.Sepertinya kamu keberatan jika aku menjadi pembimbingmu!"
Dedek takut terpesona denganmu babang. Terpotek-potek hati dedek nanti babang.
" Ga dosa kok jika terpesona denganku SAYANG," celetuk Demir menggoda Dee
Kampret dia kayak cenayang aja.Tahu aja isi hati gue.Batin Dee.
" Jangan mengumpat dalam hati Deniz,"
Dee semakin kaget dan terperangah.Kedua kalinya pria kutub itu mengetahui isi hatinya.
" Oppa sejak kapan jadi cenayang? Kenapa tahu saja isi hatiku?" tanya Dee seraya memakan sarapan pagi fasilitas rumah sakit.
" Hatiku dan hatimu terhubung Deniz. Jadi aku tahu isi hatimu."
Gombalan receh macam apalagi ini.Dasar pria kutub !
" Saya tidak gombal Deniz."
Kampret.....lagi lagi dia tahu.
Dee tersedak dan memuntahkan makanannya.Pria kutub itu benar-benar cenayang.Tahu saja isi hatinya.Buru-buru Dee mengambil segelas air.
Demir segera menepuk punggung Dee.Ia mengelus pelan punggung Dee.Tak ada penolakan dari gadis itu.Ia pasrah Demir mengelus punggungnya.
" Makanya kalo makan hati-hati sayang.Tersedak jadinya kamu."
" Gara-gara kamu Oppa.Jangan panggil aku sayang.Geli mendengarnya."
" Geli apa horny?" goda Demir tersenyum nakal.
Puk Puk Puk !
Dee memukul dada Demir dengan gemas. Entah kesambet jin apa kenapa si pria kutub menjadi genit dan sedikit mesum.
Sepintas Dee mengingat jin jawa kocak dalam iklan rokok Djarum 76.Mungkin Demir sedang dirasuki jin djarum 76.
Demir dan Dee tak menyadari jika tubuh mereka merapat.Bahkan Dee masih saja memukul dada Demir walau tidak kencang.Demir rela dipukul Dee asal mereka bisa sedekat ini.
" Lain kali kalo makan itu hati-hati.Jangan terlalu banyak pikiran apalagi memikirkanku," ucap Demir kepedean.
Demir sengaja menggoda Dee agar wajah gadis itu merona kembali.Demir gemas sendiri melihat wajah Dee merah seperti kepiting rebus.
__ADS_1
" Deniz wajah kamu merah kayak kepiting rebus.Aku suka.Humaira," panggil Demir di telinga Dee.Sepintas posisi mereka seperti orang yang sedang berpelukan.
Puk...Puk...Puk.....Dee memukul lengan Demir.
Wajah Dee merona lagi.Gadis itu melampiaskan dengan memukul dada Demir lagi.Demir pasrah dipukuli asal bisa dekat dengan Dee.
Entah siapa yang memulai.Bibir mereka menyatu.Demir dan Dee memejamkan mata menikmati ciuman di bibir mereka.Walau pasif namun sangat manis. Dee seolah lupa diri dan ia benar-benar khilaf.Demir memegang pinggang Dee dengan posesif sementara Dee telah mengalungkan tangannya di leher Demir.
Dee jatuh dalam pesona seorang Demir Alfarizi.
Seolah mendapat lampu hijau.Demir melumat bibir bawah Dee.Ia bahkan melesakan lidahnya ke dalam mulut Dee seraya mengabsen seluruh isi mulut Dee.
Dee membalas ciuman Demir dengan melakukan hal yang sama.Bunyi decapan orang berciuman menggema di dalam ruangan.
Demir terus melumat,mencecap dan menghisap lidah Dee. Ia benar-benar candu mencium Dee.
Dee agak sedikit kaget ketika Demir menggigit bibir bawahnya.Demir benar-benar bernafsu menciumnya.Dee seakan kehilangan nafas karena bibir Demir tak mau lepas dari bibirnya.
Dee menikmati sapuan bibir Demir di dibibirnya.Tanpa malu Dee membalas sehingga ciuman mereka semakin panas.
" Gue datang di waktu yang ga tepat," gerutu Tomi memasuki ruang rawat Dee.
Tomi bersikap biasa saja menangkap Demir dan Dee berciuman.Sementara itu dua orang cucu adam yang kena ciduk kelabakan.Kedua kalinya mereka ke GAP ciuman.Memalukan sekali !
Dee dan Demir terlonjak kaget.Mata mereka membulat melihat kedatangan Tomi.Mereka melepaskan bibirnya.Wajah Dee memerah karena malu.Dee tak tahu lagi mau menaruh mukanya dimana.Ia khilaf dan terbawa suasana.
" Jangan malu Deniza.Biasa aja.Anggap aja saya ga liat ," goda Tomi mendekati Dee.Gadis itu tertunduk malu.
" Saya mau memeriksa lukamu.Jika tidak apa-apa kamu bisa pulang hari ini."
Tomi mengecek luka di kepala Dee.Ia membuka amplop yang berisi hasil CT Scan Dee yang ia ambil sendiri di labor.Tomi akan membacakan hasil CT Scan.
Demir melirik tajam pada Tomi.Matanya mengisyaratkan ancaman.
Lo ga boleh pulangin dia secepat itu Tom! Gue masih mau berduaan dengan dia disini! Batin Demir.
" Kepalamu masih pusing Deniza?"tanya Tomi memasukan kembali hasil CT Scan ke dalam amplop.
" Ga terlalu lagi dokter," jawab Dee gugup.Ia masih malu dengan kejadian tadi.
" Kami masih perlu tinggal beberapa hari lagi.Jika tidak pusing baru kamu boleh pulang."
" Tidak usah malu.Saya juga ciuman dengan pacar saya dan juga pernah keciduk," Tomi tersenyum nakal memukul lengan Demir.
Dee semakin salah tingkah dan makin Blusing.
❤❤❤
" Kampret lo Mir.Pagi-pagi gue udah di suguhi tontonan bokep.Untung gue visit sendiri coba bawa perawat dah gempar seantero rumah sakit.Untung gue bukan lambe turah kalo ga lo dah viral mesum di rumah sakit," goda Tomi bicara di taman yang berada di depan ruang rawat Dee.
" Anjirrrr lo," maki Demir kesal.
" Makanya segera dihalalin anak orang.Main sosor aja cipok anak orang. Ntar kalo khilaf baru tahu rasa lo."
" Malah mau khilaf gue," tantang Demir tersenyum licik.
" Anjir mesum lo,"maki Tomi tertawa ngakak.
" Biarin.Mesum cuma sama Dee."
" Ternyata lo dah move on.Gue kira belum."
" Kampret lo! Setelah lo liat adegan panas kami masih bilang gue blom move on?"
__ADS_1
" Ketahuan mesum aja lo bangga," Tomi menjitak kepala Demir.
" Biarin.Yang penting mesum sama cewek bukan cowok.Untung lo yang nge-GAP coba kalo mami gue bakal berabe urusannya dipaksa nikah gue," kekeh Demir tersenyum nakal.
" Gila lu ndro.....Jadi tante Nona dah pernah ciduk kalian ciuman?" Demir mengangguk.
" Anjir lo gak tahu malu kampret.Keciduk dimana lo?"
" Rumah."
" Buseng lo kampret ga liat-liat tempat buat mesum.Kenapa kalian ga nikah aja? Halal kalo bermesraan dan dapat pahala lagi.Masa burung lo cuma buat pipis Mir."
" Kampret lo nyet.Mulut lo."
" Benar yang gue bilang.Burung lo cuma buat pipis doang.Saatnya lo nikah dan gunakan sebagaimana mestinya."
Demir menjepit kepala Tomi di ketiaknya.Dokter muda nan tampan itu berteriak kencang karena leher diapit diketiak Demir.
" Kalo ngomong itu mikir Tom.Kadang lo lemes kayak cewek.Kalo dah nikah ga perlu lo ajarin"
" Ampun Mir.Ampun," teriak Tomi memohon pengampunan.
Demir melepaskan jepitan ketiaknya dileher Tomi.Dokter muda nan tampan itu mengambil oksigen sebanyak mungkin.Napasnya sesak.
" Lo mau bunuh gue?" Tomi menatap sinis pada Demir.
" Kalo ga dosa," canda Demir tersenyum lucu.
" Anjirrrrr.Kapan anak orang lo halalin?Kalo kayak gitu gaya pacaran lo mending kalian nikah aja."
" Gue belum pacaran sama Deniz."
" Gila kalian ga pacaran aja kayak gitu apalagi pacaran dah enaena pasti."
" Gue dah ajak dia menikah tapi dia ga mau."
" Ga pacaran tapi langsung nikah mana mau tu cewek.Sinting."
" Gue taaruf Tom."
" Taaruf kepala lo," ucap Tomi sebal menempeleng kepala Demir.
" Kalo taaruf ga main sosor kampret.Kesel lama-lama gue ngobrol sama lo."
Demir tertawa terbahak-bahak melihat reaksi kesal Tomi.Bahagia rasanya membuat sahabatnya emosi dan naik darah.
" Lo nemu dimana tu Deniza?Masih kecil.Ga sia-sia lo jomblo satu dekade bisa dapet daun muda," goda Tomi menampilkan senyum nakal.
" Dia mahasiswi gue."
" Anjir menang banyak lo."
" Trus lo sirik sama gue?"
" Bisa dibilang begitu.Beruntung lo dapet dia nyet.Masih muda dan seger.Idola om om itu cewek lo."
" Enak aja bilang idola om om."
" Om om genit suka daun muda," celetuk Tomi.
" Sekali lagi lo bilang cewek gue idola om-om gue pecat lo," ancam Demir meradang.
" Kampret lo nyet.Ancaman lo. Mentang-mentang lo pewaris tahta rumah sakit ini seenaknya aja sama gue."
__ADS_1
" Lo bikin kesel gue."
" Sama lo juga bikin kesal gue."