Bukan Pacar Sewaan

Bukan Pacar Sewaan
SEBELAS


__ADS_3

Demir gelisah menunggu Dee di dalam mobil.Ia memarkir mobil di depan kost Dee.Sudah lama ia menunggu namun anak kicik itu belum juga muncul.Malam ini ia akan memperkenalkan Dee sebagai kekasihnya.Keluarga besarnya sudah tak sabar bertemu dengan calon istrinya.


Demir sengaja menunggu di dalam mobil karena takut ketahuan oleh kedua sahabat Dee.Jika Luna dan Nayla sampai tahu hubungannya dan Dee,mereka akan membocorkannya di kampus.Luna dan Nayla mulutnya ember,tak bisa jaga rahasia.Apalagi Luna si cewek bermulut pedas.Ucapannya frontal dan terlalu blak-blakan.Kepedasan mulut Luna lebih pedas dariada cabai rawit.Dee menutup rapat mulutnya perihal hubungannya dengan Demir


Fakultas kedokteran akan gempar mengetahui Demir dan Dee berpacaran walau hanya bohongan.


Demir melirik jam tangannya.Sudah setengan jam ia menunggu.Anak kicik itu belum juga muncul.Demir memberi julukan 'anak kicik' yang artinya anak kecil. Perbedaan usianya dan Dee sebelas tahun.Menghadapi Dee sama dengan menghadapi Onya.Susah memang berurusan dengan anak ABG dan alay seperti Dee.


Kesabarannya sudah habis dan ia tidak bisa mentolerir keterlambatan Dee.Ia merasa sudah cukup lama menunggu.Anak kicik itu membuatnya habis kesabaran. Deniza Sefa beraninya kamu mempermainkanku? Gumam Demir dalam hati.


Demir adalah pria ontime.Ia paling tidak suka melihat orang terlambat.Makanya ketika ada mahasiswa yang telat ketika ia mengajar maka ia akan mengusir mahasiswanya.Jika terlambat lebih baik tidak masuk sama sekali.Demir sangat tegas dan zero toleransi.


Resiko menjadi orang dosen tampan.Banyak gadis yang tergila-gila padanya baik dosen atau pun mahasiswa.Banyak mahasiswi tanpa malu merayu Demir ketika mereka terlambat.Namun Demir tak bergeming.


Pernah ada mahasiswa cantik yang telat masuk kelas dan mahasiswi itu dengan berani merayunya.Mahasiswi itu menawarkan kencan dalam tanda kutip agar Demir mengijinkannya masuk kelas.Bukannya tertarik tetapi Demir malah  mengusir mahasiswi tersebut dan mempermalukannya di depan kelas. Tanpa perasaan Demir mengatakannya di depan kelas jika mahasiswi tersebut menawarkannya kencan dalam tanda kutip. Gadis itu malu di permalukan dan semenjak kejadian itu ia pindah kampus.Demir sudah menghancurkan harga diri mahasiswi itu dan ia tak punya muka lagi berkuliah di UI.


Demir meraih ponsel dan menelpon Dee.


" Anak kicik bisakah kamu lebih cepat?"tanya Demir dengan geram.Emosinya sudah di ubun-ubun.


" Sabar sedikit Oppa.Aku masih berdandan.Sedikit lagi selesai," rayu Dee dengan suara lembut.Ia sedang tidak mood untuk  bertengkar dengan Demir.


Mendengar suara Dee yang begitu lembut  Demir tidak jadi emosi.Ia mengurungkan niatnya untuk memarahi Dee.


"Sayang apa bisa dandannya lebih cepat? Aku sudah karatan menunggumu dimobil," kata Demir menyindir.Suaranya  juga lembut seperti Dee.Tapi Demir merasa ini bukan dirinya.Jujur ia mau muntah ketika memanggil Dee 'sayang'.


" Sebentar lagi Oppa."Dee masih berusaha bicara selembut mungkin." Oppa matikan telponnya dulu.Jika terus-terusan menelpon kapan aku selesai berdandan?"

__ADS_1


" Baiklah.Aku beri kamu waktu lima menit.Jika tidak juga muncul aku akan turun mengetuk pintu rumahmu," ucap Demir tegas seraya mematikan telpon.


Di dalam kamar Dee menggerutu kesal.Pria kutub nan miskin senyum itu selalu saja mencari masalah dengan dirinya.Dee lama berdandan karena ingin tampil cantik di depan keluarga Demir dan membuat orang tua Demir yakin dan percaya dengan hubungan mereka.Dee mengambil tas dan keluar dari kamarnya.


" Semuanya aku pamit ya,"ucap Dee ketika melewati ruang tamu yang sekaligus menjadi ruang keluarga.Ia meninggalkan Vira,Nayla dan Luna yang sedang asyik menonton drama Korea.


"Lo mau kemana?"tanya Luna penuh selidik.Penampilan Dee begitu cantik dengan dress panjang selutut,bermotif bunga danberwarna hitam.Dee juga berdandan cantik dengan make up natural bak wanita Korea.


" Biasa,"ucap Dee tersenyum manis dan tak lupa mencium tangan Vira." Pamit ya mi. Assalamualaikum."


" Walaikumsalam," jawab Vira singkat.


Vira menoleh pada Luna dan Nayla dan ingin menanyakan kemana Dee pergi.


" Dee pergi menemui pacar sewaannya mami," jawab Luna seakan mengerti arti tatapan Vira.


" Pacar sewaan maksudnya?"tanya Vira tak mengerti.


" Kekasih kontrak gitu?"tanya Vira kepo.Luna dan Nayla mengangguk.Vira mengelus dada.Anak zaman sekarang ada-ada saja ulahnya.


Sementara itu Dee sudah sampai di rumah orang tua Demir.Demir memarkir mobil di garasi.Jujur saja Demir pangling melihat penampilan Dee malam ini.Ia tak bisa memungkiri jika mahasiswinya itu sangat cantik. Mata Demir tak bisa berkedip ketika Dee masuk mobil.Pantas saja anak kicik itu lama karena dia dandan begitu cantik.Jika dikampus seperti ABG labil pada umumnya namun malam ini dia menjelma menjadi wanita dewasa nan anggun.Demir merasa mereka berdua pantas bersanding.Jika dilihat sekilas tidak akan ada yang tahu jika selisih usia mereka sangat jauh.


Demir tahu jika cewek dandan membutuhkan waktu yang lama.Apalagi ketika cewek membuat alis.Jangan ada yang berani mengganggu cewek ketika membuat alis jika tidak ingin di hajar.Marahnya cewek ketika diganggu membuat alis hampir sama dengan marahnya cewek ketika PMS.


Dee melepas sabuk pengaman.Gadis itu melirik kaca dan melihat penampilannya apakah ada yang kurang rapi atau bagaimana.Dee membuka pintu mobil namun dicegah oleh Demir.


" Apa kita tidak latihan dulu sebelumnya?"tanya Demir tertunduk malu.

__ADS_1


" Latihan maksudnya?"tanya Dee kurang mengerti maksud ucapan Demir.


"Latihan menjadi sepasang kekasih."


" Tidak perlu," Dee tersenyum kecut."Jam terbangku sudah tinggi Pak dan ini keahlianku.Bapak tidak perlu khawatir."


" Jangan panggil aku Bapak.Berapa kali harus kukatakan? Jika kita hanya berdua jangan panggil aku Bapak.Aku dosen ketika berada dikampus dan sekarang kamu adalah pacarku walau hanya sewaan.Aku tak meragukan kemampuanmu tapi aku grogi.Sikap gugupku bisa saja membongkar sandiwara kita."


"Oppa," panggil Dee manja layaknya cewek Korea memanggil kekasihnya.Suaranya lembut dan mendayu.


Oh Jantungku!Kenapa berdebar begitu kuat? Perasaan macam apa ini? Kenapa aku menjadi gugup begini?Suara anak kicik ini sungguh menghipnotisku. Kenapa dia menjadi centil seperti? Ya Tuhan aku tidak kuat jika terus berdua dengan anak kicik ini.Ia sanggup menggoyahkan imanku! Gumam Demir dalam hati.Jujur ia takluk dengan pesona mahasiswinya.


"Oppa,"  panggil Dee sekali lagi." Sayang kenapa kamu diam saja?"


Ya ampum cobaan apalagi ini?Dee memanggilnya sayang.Apakah Dee tidak sadar jika Demir gemetar di panggil 'sayang'.Gadis ini terlalu  mudah memanggilnya sayang?Apa anak kicik ini selalu mesra dengan penyewanya?batin Demir lagi. Pria itu bersikap datar seperti biasa supaya Dee tidak curiga dengan perubahannya.Ia tak mau menjadi bahan ledekan Dee.


" Aktingmu sangat bagus," pujian Demir terdengar seperti  sindiran untuk Dee.


"Baru tahu ya?"balas Dee tersenyum licik.Ia memasang wajah sensual di depan Demir.Ia ingin melihat apakah Demir bisa tergoda apa tidak.


"Jangan menatapku seperti itu sayang." Demir bersikap sewajar mungkin untuk menutupi kegugupannya.


Ac mana Ac? Kenapa hawa di dalam mobil ini mendadak panas?pekik Demir dalam hati. Dee sukses memporak porandakan dirinya malam ini.


Deniza Sefa anak kicik yang licik.Siapa sangka dia memiliki dua kepribadian.Di kampus bersikap bak anak suci,kutu buku dan terpelajar.Namun ketika menjalani profesinya bisa berubah menjadi gadis dewasa nan cantik,sensual dan menggoda.


" Ada yang salah sayang?" goda Dee melirik Demir.

__ADS_1


Suara ketukan pintu mobil menyelamatkan Demir dari pertanyaan Dee.


" Woi turun woi,"teriak seorang gadis mengetuk kaca mobil." Kalo mau mesum jangan disini!"


__ADS_2