Bukan Pacar Sewaan

Bukan Pacar Sewaan
LIMA


__ADS_3

Dee membereskan barang barang di kost.Masa sewa kostnya sudah berakhir. Gadis itu memutuskan untuk pindah kost yang sama dengan Luna dan Nayla. Mereka tak mau berpisah lagi.Kost Dee yang sekarang jaraknya lumayan jauh dari kampus UI.


Luna dan Nayla membantu Dee beres beres.Mereka sedang mempacking buku-buku Dee ke dalam kardus.Dee seorang kutu buku. Kamar kost hampir di penuhi koleksi bukunya. Mulai dari buku kuliah,biografi,komik,cerpen,sejarah dan buku agama. Dee sudah bisa buka perpustakaan dirumah karena koleksi bukunya sangat banyak. Ia selalu menyisihkan uangnya tiap bulan untuk membeli buku.


Tak salah Dee begitu cerdas karena ia hobi membaca buku. Semua jenis buku dibacanya dengan lahap. Kemampuan membacanya juga luar biasa.Ia bisa menyelesaikan baca novel hanya dalam beberapa jam.


Semua barang Dee sudah tersusun rapi dan mereka menunggu mobil pindah barang. Barang Dee tak terlalu banyak sehingga cukup satu kali angkut. Mereka bertiga memutuskan tinggal satu atap.


Mereka mengontrak sebuah paviliun  yang memiliki dua kamar besar,ruang tamu, dapur dan kamar mandi.Mereka lebih leluasa dan tak perlu antrian untuk mandi.Mereka merasa lebih hemat jika mengontrak sebuah pavililun. Jika ngekost mereka bayar kamar satu juta perbulan sementara dengan sewa paviluin hanya membayar 12 juta pertahun dan dibagi tiga.Mereka cukup bayar 4 juta setahun dan mereka menghemat 8 juta untuk kost.


Dengan bahagia Luna dan Nayla menerima penawaran Dee untuk sewa paviliun dan mereka bisa korupsi uang kost sebanyak 8 juta kiriman orang tua mereka. Mereka bisa memanfaatkan  uang itu untuk belanja.


" Alhamdulilah ya genk.Rejeki anak solehah.Hemat 8 juta uang sewa kost," Luna mengipas uang lembaran seratus ribuan. Ia bahagia membayangkan bebas belanja online.


" Hei kalian harus kembaliin uang sisa itu ke orang tua kalian.Orang tua kalian sudah berdarah-darah cari duit buat kuliah kalian dan kalian malah berfoya - foya," Dee mengingatkan kedua temannya seraya menyusun barang di kamar.


Dee memutuskan tidur dikamar sendiri karena koleksi bukunya menghabiskan banyak tempat sementara Nayla dan Luna sekamar.


" Ya ampun oneng.Ga bisa liat teman senang," protes Nayla mendelik kesal.


" Bukan gue ga bisa liat teman senang cuma kalian jangan keterlaluan sama orang tua kalian. Biaya kuliah kedokteran itu sangat mahal.Orang tua kalian kerja banting tulang membiayai kuliah kalian. Bisa jadi emak bapak lo kredit di bank demi biayai kuliah kalian.Ingat orang tua kalian PNS. Kita tahu sama tahulah penghasilan PNS.Anak orang tua kalian bukan hanya kalian.Masih ada anak yang harus di biayai. Jangan egois.Biaya sekolah itu mahal apalagi di jaman sekarang semua pada naik sementara gaji ga naik," Dee menasehati kedua temannya.


Luna dan Nayla tertunduk lesu menyadari keegoisan mereka. Mereka masih beruntung masih ada orang tua sementara Dee hanya anak yatim piatu yang dibesarkan di sebuah panti asuhan. Mungkin ia anak haram yang di buang oleh keluarga.Nasib Dee sangat malang.


Memiliki masa lalu yang buruk gadis 21 tahun itu ingin mengubah nasib dan akan membuat orang tua kandungnya menyesal karena telah membuangnya di panti asuhan ' Kasih Bunda'.


Bunda Arini, kepala panti asuhan sangat menyayangi dirinya seperti anak kandung.Dee berjanji jika sudah sukses menjadi seorang dokter ia akan menjadi donatur tetap untuk panti. Adik-adiknya di panti sangat membutuhkan biaya untuk sekolah. Adik-adiknya harus sukses di masa depan.


Mengingat kehidupannya di panti Dee jadi rindu dengan sosok bunda Arini. Tanpa disadari air mata mengalir dari pelupuk matanya. Dee menyeka air matanya. Ia sangat rindu dengan suasana panti,bunda Arini dan adik-adiknya. Sudah setahun ia tak pulang.Ia sibuk memperjuangkan nasibnya.Bekerja banting tulang menghidupi dirinya sendiri dan membiayai kuliahnya.


Walau ia kuliah kedokteran melalui program bidik misi dan di beri uang saku oleh pemerintah setiap satu semester ia tetap harus kerja keras karena buku-buku kuliah kedokteran sangat mahal. Satu buku harganya bisa jutaan.

__ADS_1


Dee menangis haru mengingat nasibnya yang begitu malang dan kurang beruntung. Ia anak yang dibuang dan tak  pernah merasakan kasih sayang dan hangatnya sebuah keluarga.Ia harus membiayai dirinya sendiri semenjak kecil. Ia berjanji pada dirinya sendiri jika nanti menikah dan memiliki anak ia akan membahagiakan anaknya dan tak akan membuat anaknya merasakan nasib seperti dirinya.


Dee menangis terisak. Luna dan Nayla terkejut melihat Dee tiba - tiba menangis.


" Dee lo kenapa nangis?"tanya Nayla lembut seraya memeluk Dee dari belakang.


" Kenapa Dee? Jangan nangis.Gue ikutan sedih liat lo nangis," Luna ikut memeluk Dee.Mereka berpelukan dalam haru.


" Gue keingat nasib gue yang malang aja. Gue ga tahu siapa orang tua gue.Kenapa gue dibuang? Mungkin gue anak haram atau anak hasil perselingkuhan hingga dibuang seperti sampah seperti ini," tangis Dee makin kencang." Dari kecil gue harus berjuang sendiri.Gue pernah jualan koran,trus jualan goreng keliling.Ingat masa kecil gue sedih banget.Gue harus mengubah nasib gue. Bunda Arini tidak sanggup membiayai kuliah kami.Kami di panti hanya tamatan  SMA. Kami adalah kumpulan anak-anak buangan orang tua kami."


" Lo ga boleh ngomong gitu Dee.Ga ada dalam agama kita anak haram.Bayi lahir dalam keadaan suci.Perbuatan orang tuanya yang haram dan hina hingga kalian lahir ke dunia. La Tahzan Dee. Nasib kita sudah di tentukan di sebelum kita lahir ke dunia ini. Gue yakin lo bakal jadi dokter terkenal di masa depan.Lo pekerja keras dan pantang menyerah," ucap Luna menghibur Dee. Tumbenan Luna bisa bijaksana seperti ini.


" Iya Dee.Luna benar. Lo ga boleh menangisi nasib buruk lo.Lo masih punya kami yang sangat menyayangi lo. Lupakan masa lalu lo. Lo hidup di masa sekarang bukan di masa lalu." Nayla ikutan menguatkan Dee.


" Gue pengen lupain namun kadang- kadang gue keingat aja.Gimana gue mau nikah besok sementara asal usul gue enggak jelas? Apa kata calon suami dan calon mertua gue kelak?" Dee tiba-tiba melankolis dan ngawur.


" Deniza Sefa.Itu ga perlu lo pikirin sekarang.Fokus lo sekarang kuliah lalu tamatin sarjana kedokteran, koas trus lo jadi dokter residen lalu dokter spesialis dan buka praktek.Jika lo dah sukses ntar cowok pada antri sama lo dan calon mertua lo bakal bangga punya mantu seorang dokter.Ingat ga lo ketika kita SD jika ditanya sama guru cita citanya apa pasti semua jawab ingin jadi dokter." Luna mulai berceloteh panjang lebar kayak emak emak dan memancing tawa Dee.


" Yakin banget lo ngomong gitu Lun." Nayla kurang setuju dengan pendapat Luna.


" Bukan yakin lagi.Yakin sekali malah.Kakak gue,Lila udah membuktikannya.Dulu aja ketika Kak Lila cuma jadi pegawai honor di kantor pemerintahan ia dianggap remeh oleh tetangga dan teman - temannya.Ketika udah kerja di Bank Daerah dan jadi pejabat.Semua tetangga sok baik sama kakak gue,banyak cowok yang ngejar dan para mak mak langsung incar buat dijadiin mantu. Jadi pepatah yang bilang 'Ketika kita sukses orang akan tahu siapa kita dan ketika kita gagal kita akan tahu siapa teman kita' benar adanya.Jadi Dee lo jangan patah arang.Kita harus berjuang demi masa depan kita."Luna mengangkat tangan keatas simbol semangat.


" Setuju kita harus sukses. Ga boleh sedih sedih.Kita hanya boleh bahagia.Gue mau kita bersahabat dunia dan akhirat dan persahabatan kita harus abadi sampai napas kita berhenti.Kita ga boleh dipisahkan karena harta,tahta dan cowok,"ucap Nayla semangat mengucapkan sumpah persahabatan.


" Kok poinnya ada cowok sich?" protes Dee dan Luna tak setuju.


"Iya donk. Itu ga bisa dihilangin. Itu poin paling penting.Gue aja bilang Gong Yo suami gue kalian pada cakar gue.Padahal itu cuma kelakar gue aja.Nah ntar kalo kita sama sama suka cowok yang sama bisa perang pake pisau kali," kata Nayla tertawa lucu.


" Udah ga waras ini anak." Luna tepok jidat. Kesedihan Dee seketika hilang karena dihibur kedua temannya.


" Kalo gue ga waras tugas kalian sebagai sahabat buat obatin gue."

__ADS_1


" Obat?" Dee mencoba berpikir bagaimana mengembalikan kewarasan Nayla.


" Gimana cara kami membuat lo normal lagi?" tanya Luna Bloon.


" Masa kalian lupa sich?" Nayla mengedipkan mata genit.Seketika Dee dan Luna merinding. Mereka merasakan hawa aneh.


" Iya apa?"tanya Dee ketus." Perasaan gue enggak enak ya."


" Gue juga," cerocos Luna.


"Masa dah lupa.Kalo gue lagi ga waras cara ngobatinnya cuma satu."


" Apa?" tanya Dee dan Luna kompak.


" Nonton film porno," ucap Nayla lucu.Ia langsung dilempar bantal oleh Dee dan Luna.


" Dasar mesum!" Dee menjitak kepala Nayla."Pikiran lo ga jauh jauh dari selangkangan.Kemaren aja nonton bokep lo basah ampe rembes ke kasur gue dan ketika tidur lo mendesah.Sangat menjijikan."


" Dee jangan marah gitu ah," ucap Nayla dengan nada manja." Wajar atuh gue basah abis nonton bokep.Tandanya gue normal.Mending gue nonton bokep daripada seks bebas."


" Awas aja lo seks sebelum nikah.Gue orang pertama yang gorok leher lo," ancam Luna dengan wajah seram.


" Ya siapa juga yang mau ngeseks sebelum nikah.Rugi atuh. Dilarang oleh agama dan haram juga," ucap Nayla sok alim.


" Nonton bokep juga dosa.Zina mata," jawab Dee ketus mengingatkan Nayla.


" Bete gue liat kalian sok alim semua. Sok bilang zina mata.Giliran gue mutar video bokep kalian ikut nimbrung dan nonton tanpa berkedip."


"Siapa juga ga tahan nonton film desahan. Ibaratnya film bokep mood booster gitu," ucap Dee tertawa ngakak. Luna juga ikutan tertawa ngakak.


Mereka aneh bin ajaib. Sok menjudge hobi Nayla nonton video bokep padahal mereka juga suka nonton bokep. Dan malam ini mereka menghabiskan waktu menonton film semi korea " Obsessed " yang dibintangi Lim Ji-Hyeon dan Song Seung Heon.

__ADS_1


__ADS_2