Bukan Pacar Sewaan

Bukan Pacar Sewaan
DUA PULUH TIGA


__ADS_3

Jangan lupa Vote dan komen.Gue doain jika yang voment jomblo segera menemukan jodohnya dan yang udah sold out gue doakan awet kayak formalin  😁😁😁😁


❤❤❤


Sehabis mandi Alex segera turun ke bawah menyusul Erna untuk membersihkan luka - luka di wajahnya. Erna begitu telaten membersihkan luka anaknya.Sesekali Alex meringis kesakitan kala Erna mengoleskan obat merah di lukanya.


Bagi Alex luka ini sengsara membawa nikmat.Ada hikmah dibaliknya.Jika tidak berantem dengan Demir mungkin ia tak akan mendapatkan nomor telpon Dee.Alex senyum-senyum sendiri mengingat kejadian di mall.


"Alex kenapa senyum-senyum sendiri.Kayak orang gila tahu ga?"celetuk Erna telaten memplester luka Alex.


"Ah mama.Masa bilang Alex gila.Jika Alex gila, mama ibunya orang gila dong," kelakar Alex menggoda mamanya.


"Dasar malin kundang.Ntar mama sumpahin segera nikah lo."


"Ayok ma sumpahin Alex cepat nikah.Suka Alex dengarnya," ucap Alex bersemangat.


"Dasar kamu,"celetuk Erna menjitak kepala Alex. "Kamu hutang cerita sama mama.Kenapa kamu bisa babak belur kayak gini?"


"Oh itu." Alex tersenyum lucu. "Alex berantem sama Demir."


"Demir anaknya tante Nona?" Erna memastikan.


"Yoy yoy mam," ucap Alex bersemangat.


"Kenapa lagi kalian berantem? Udah gede dan mau jadi Bapak orang masih juga berantem." Erna tepok jidat.


"Kami berantem rebutin cewek.Ternyata cewek yang Alex suka juga disukai dan Demir.Berani - beraninya ngaku jika Dee pacar dia.Enak saja dia main klaim wanitanya Alex."


"Jadi namanya Dee," mulut Erna membentuk huruf O."Pas arisan kemaren tante Nona pernah bilang calon istri Demir adalah mahasiswa Demir."


"Masa iya ma?" Alex antusias mendengar cerita Erna.Bertambah lagi informasi Alex mengenai Dee.Ternyata gadis itu kuliah di fakultas kedokteran UI.


Alex jadi punya ide untuk mampir ke kampus menemui Dee.


"Trus tante Nona cerita apalagi ma?"Alex menggali informasi lebih dalam dari Erna.


Erna menatap Alex bahagia.Tak pernah Alex begitu antusias mendengar ceritanya.Biasanya Alex tak pernah mau mendengar cerita tentang teman arisannya.Menurut Alex arisan yang diikuti Erna bukanlah ajang silaturahmi tapi ajang pamer harta.Ibu-ibu sosialita berdandan lebay memamerkan berlian-berlian cantik koleksi mereka.Bagi mereka suatu dosa besar jika datang arisan tanpa pamer harta dan kekuasaan.


"Tante Nona suka membanggakan calon istri Demir.Selain cantik,anaknya pintar, sopan, gampang bergaul.Bisa berbagai bahasa,kuliah berkat beasiswa,IQnya setara Albert Einstein.Penasaran mama sama calon mantu tante Nona itu.Begitu bangganya dia cerita tentang calon istri Demir."


"Seenak aja klaim Dee calon istrinya dia.Dee itu milik Alex." Alex mengepalkan tangan erat sampai kuku-kuku jarinya memutih.


"Aduh Lex jangan cari ribut dech.Dee itu pacarnya Demir ga usahlah cari perkara."


"Dee itu bukan pacar Demir.Cuma cewek yang dibayar Demir buat kibulin tante Nona."


Erna memandang Alex dengan penuh selidik.Sepertinya Alex mengetahui sesuatu tentang Dee.


"Sok tahu kamu.Jangan rusak hubungan baik mama sama Tante Nona gara-gara kamu rebutan cewek sama Demir."


"Siapa juga yang sok tahu ma.Alex karena tahu makanya berani ngomong.Demir sewa Dee jadi pacarnya karena itu kerjaannya Dee dan Alex pernah menyewa Dee buat jadi pacar Alex ketika acara reuni beberapa waktu yang lalu."


Erna gigit jari mendengar penuturan Alex.Anak jaman sekarang ada-ada saja.Masa sewa pacar segala untuk menutupi rasa malu supaya tak diledek jomblo.


"Kalian gila.Amshiong mama.Ada-ada saja sampai sewa pacar. Saran mama Lex jangan jadi duri dalam hubungan orang lain."


"Alex ga jadi duri kok ma.Mereka ga punya hubungan apa-apa.Sekedar dosen dan mahasiswa."


"Sudah-sudah mama ga mau debat sama kamu.Balik kantor lagi gih.Ntar dicariin sama orang kantor.Jam istirahat kamu dah habis."


"Selow mama.Ga usah kaku-kaku amat. PNS bisa nyantai ma.Ga sama dengan pegawai swasta."


"Hus jaga omongan kamu.Kalo kamu leha-leha gini ga jalankan kewajiban kamu sebagaimana mestinya sama aja makan gaji buta.Haram gaji yang kamu terima." Erna mengingatkan anaknya.


"Siap mamah dedeh.Alex siap kalah,"goda Alex tersenyum nakal. "Alex balik kantor dulu ya ma.Assalamualaikum mama."


"Walaikumsalam,"jawab Erna melepas kepergian sang anak.


❤❤❤


Dibelahan bumi lain tepatnya di sebuah rumah sakit jiwa seorang lelaki tua berteriak histeris dan mengamuk pada perawat jaga. Perawat itu kelabakan menghadapi lelaki tua itu.


Lelaki itu berteriak bak orang kesetanan. Jika sakitnya kambuh pria tua itu akan berteriak histeris, mengamuk dan menangis.Kadang pria itu membenturkan kepalanya ke dinding hingga berdarah. Pria tua selalu melakukan self harm ketika penyakitnya kambuh.

__ADS_1


Empat orang perawat pria berusaha mengikat lelaki tua itu agar tidak mengamuk dan melukai dirinya sendiri. Kaki dan tangan pria tua itu diikat disisi kiri dan kanan ranjang.Pria tua itu meronta-ronta minta di lepaskan.Ia memaki para perawat dengan kata-kata kasar dan vulgar.Jika bukan pasien gangguan jiwa mungkin lelaki tua itu sudah di hajar oleh perawat.


Lelaki tua itu akhirnya menyerah karena lelah.Tangan dan kaki terasa sakit ketika berusaha melepaskan ikatannya.Ia memandang ke depan dengan tatapan kosong.Para perawat meninggalkan lelaki tua itu.


Setelah para perawat pergi seorang wanita paruh baya memasuki ruang rawat lelaki tua itu.Wanita itu memandang lelaki tua itu dengan tatapan jijik dan merendahkan.Ia bahkan meludah karena melihat lelaki gila itu.


Wanita itu memendam rasa benci yang begitu dalam.Rasanya ia belum puas melihat lelaki tua itu gila.


Laki-laki durjana di depannya harus disiksa lebih parah dari ini.Hukuman ini masih terlalu ringan dari pada perbuatan pria itu di masa lalu.


Lelaki tua itu melakukan perbuatan hina yang dilaknat oleh manusia dan semesta.Hukuman ini masih belum seberapa dengan apa yang dilakukan lelaki tua itu di masa.


Wanita itu mendekati sang lelaki dan mencengkram pipi lelaki tua itu dengan kemarahan dan dendam yang membara.


"Bagaimana rasanya Fahad? Menghabiskan sisa hidupmu disini? Lihatlah keadaannya dirimu sekarang sangat menyedihkan dan menjijikan.Tak ada lagi sisa-sisa kejayaanmu di masa lalu," wanita itu bicara dengan penuh amarah dan dendam.


Lelaki tua bernama Fahad hanya memandang dengan tatapan kosong.Tentu pria gila seperti Fahad tidak akan menggubris ucapan wanita itu.


"Kau pantas dan layak menderita seperti ini.Penderitaan yang kau alami sekarang belum setimpal dengan kejahatan kau di masa lalu.Kau lelaki bangsat, bajingan dan durjana yang pernah aku kenal.Tak ada lelaki berhati iblis seperti dirimu.Kau tak punya hati dan perasaan.Aku hanya membalas perlakuanmu di masa lalu.Kau  pantas mendapatkan semua ini.


Ada suatu pepatah yang harus kau dengar Fahad.Jika wanita sudah sakit hati mereka akan bersikap lebih kejam dan tak berperasaan.Kekejamannya bisa melebihi iblis.Sisi kemanusiaanku seakan mati untuk dirimu.Melihat kau menderita seperti ini membuatku bahagia.


Aku tak akan pernah membiarkanmu melewati masa tuamu dengan layak.Aku akan menggrogotimu seperti virus. Membunuhmu perlahan-lahan."


Wanita itu melepaskan cengkramannya. Rasanya percuma bicara pada orang gila seperti Fahad.Tak ada tanggapan dan perlawanan.


"Oh ya aku lupa mengatakan padamu. Aku memimpikan Sera.Katanya dia sudah bahagia di surga dan Sera bilang dia sangat membencimu.Dia menyumpahimu agar membusuk di neraka.Sera bilang seperti itu," wanita itu seakan tak puas memprovokasi Fahad.


Mendengar nama Sera, Fahad berteriak histeris.Fahad meronta-ronta dan mengamuk.Fahad terlihat frustasi dan


wanita itu tersenyum penuh kemenangan.


"Sera.Maafkan aku.Ampuni aku.Aku menyesal.Aku menyesal," teriak Fahad lantang.


" Aku Menyesal.Jangan tinggalkan aku," teriak Fahad lebih keras dan menangis pilu.


Wanita itu tersenyum bahagia melihat Fahad kumat dan menangis pilu. Mendengar nama Sera sudah membuat lelaki itu histeris.Sera mampu menyiksa batin Fahad.Bisa jadi Fahad gila karena melakukan kesalahan fatal pada Sera.


Wanita tua itu memasang kacamata hitamnya.Ia mau pergi dari hadapan Fahad.


"Apakah dia menyakitimu Bu?" tanya seorang perawat bernama Mita pada wanita paruh baya itu.


Mita datang ke kamar rawat Fahad karena mendengar teriakan lelaki itu.


"Tidak," jawab wanita tua itu.Senyum tersungging dari sudut bibirnya.


"Dia tak akan bisa menyakitiku dalam kondisi seperti ini.Baiklah aku pergi dulu.Jaga dia," wanita tua itu menepuk pundak Mita sebelum pergi.


Setelah wanita tua itu pergi Mita mendekati Fahad dan menatap nanar lelaki tua itu.Muncul rasa kasihan dalam diri Mita.Selama menjadi perawat baru kali ini ia mendapatkan pasien gangguan jiwa  yang tak kunjung sembuh.Sudah hampir sepuluh tahun ia bertugas disini namun tak pernah melihat perkembangan Fahad.Lelaki tua itu makin hari malah makin kumat dan sulit dikendalikan.


"Dosa apa yang pernah kau lakukan Pak? Tuhan seakan menghukum dirimu untuk gila seperti ini.Aku sangat kasihan melihat dirimu.Kau sepertinya melakukan kesalahan fatal pada wanita yang bernama Sera," ucap Mita dengan mata berkaca-kaca.


Fahad tak merespon.Lelaki tua itu merunduk dengan ekspresi yang tak bisa digambarkan.


❤❤❤


Bryan mencak-mencak di ruangannya. Pikirannya kacau dan tak ada gairah untuk bekerja.Pikiran dipenuhi nama Dee.Wanita cantik yang telah memikat hatinya.Wanita yang telah memberikan debaran-debaran cinta untuknya.


Bryan harus menelan pil pahit.Dee menolak lamarannya. Bule itu menyangka Dee juga mencintai. Bagaimana gadis itu nyaman dan tenang bersamanya dan Bryan menganggap Dee mencintainya.


Harapan lamaran romantis di apartemen akan dijawab 'Iya' buyar.Dee bahkan meninggalkannya tanpa sepatah kata pun.Penolakan Dee seperti ini lebih menyakitkan dari pada apapun.


Bryan menatap keluar jendela.Ia melihat gedung - gedung pencakar langit di sekelilingnya.Indonesia negara yang selalu ingin ia dikunjungi.Bryan sudah jatuh cinta dengan negara ini,menyukai budayanya dan menyukai wanitanya.


Dee wanita yang telah mengisi tempat di hatinya.Gadis polos itu berhasil mencuri hatinya dan membuatnya bertekuk lutut.


Sekretaris Bryan yang bernama Citra datang ke ruangannya.Citra sudah mengetuk pintu dari tadi namun tak ada respon.


Citra memberanikan diri masuk dan mendekati Bryan.


"Sir.Are you ok?" tanya Citra ragu-ragu.


Bryan terperanjat melihat kedatangan Citra dan matanya membulat menyiratkan kemarahan dan tak suka.

__ADS_1


"Beraninya kau masuk ruanganku tanpa permisi," pekik Bryan dengan suara lantang.


"Maaf Pak. Saya sudah mengetuk pintu namun anda tidak menjawab.Jadi aku masuk saja," jawab Citra dengan nada takut.


"Kenapa kau keruanganku?" tanya Bryan dengan tatapan mengintimidasi.


Citra merunduk tak berani menatap Bryan.Tangan Citra mengepal kuat, keringat membasahi tangannya.Ia takut melihat bosnya seperti ini.Baru pertama kalinya Citra melihat Bryan bak monster.Citra mau bertanya tapi takut.


"Pak. Ada surat undangan dari menteri perhubungan.Menhub mengundang semua maskapai penerbangan termasuk kita untuk berdiskusi tentang penetapan harga tiket pesawat.Pelanggan mengeluhkan harga tiket yang cukup tinggi Pak," kata Citra terbata-bata.


"Kenapa kau takut bicara padaku?" Bryan menatap Citra tajam.Ia tak suka Citra bersikap aneh dan takut padanya.


Citra tak berani bicara.Ia memainkan jemari tangannya seraya memikirkan jawaban dari pertanyaan bosnya.Citra tak berani jujur dan takut salah ucap.Bisa-bisa Bryan memecatnya.


"Apa kau bisu ?" hardik Bryan dengan suara keras.


" Kau tuli? Tidak mendengar dan menjawab pertanyaanku?"


"Saya tidak bisu dan tuli Pak,"dengan tangan gemetar Citra menjawab ucapan Bryan.


" Jam berapa undangannya?" tanya Bryan dingin.


"Jam 10 pagi Pak."


"Kali ini aku memaafkanmu.Besok-besok tak ada ampun untukmu," kata Bryan sinis.Dengan cepat Citra menyingkir dari hadapan Bryan.


Dering ponsel menyadarkan Bryan.


My Lovely Dee Calling.........


Kening Bryan berkerut membaca nama penelpon di layar ponsel.Dee menelpon?Buat apa? Minta maaf atas penolakannya? batin Bryan bertanya -tanya.


"Babe," tangis Dee pecah ketika telpon tersambung.Bryan yang awalnya dingin menjadi luluh mendengar tangisan Dee.Seketika Bryan menjadi khawatir.


"What's Wrong babe?"tanya Bryan prihatin.Semarah - marahnya ia pada Dee, ia tak akan tega melihat gadis itu menangis.


Hanya tangis yang menjadi jawaban Dee.Darah Bryan mendidih mengetahui Dee menangis pilu.Tangisannya menyayat hati.


Hati Bryan ikut bergerimis seperti Dee.Tak rela jika wanita yang ia cintai menangis dengan pilu.Pikiran buruk berkecamuk dalam kepala Bryan.What's Wrong With Dee???


"Babe apa kami dengar aku?Aku tak sanggup melihat kamu menangis babe?Ceritakan padaku.Apa yang terjadi? Bahuku selalu siap untuk menjadi sandaranmu babe."


"Babe kau tidak marah padaku?"tanya Dee masih dalam keadaan menangis.


"Tak ada alasan untuk aku marah padamu."jawab Bryan lembut.Ingin rasanya segera menemui Dee dan memeluknya erat.


" Aku menolakmu babe."


" Aku tahu."


" Babe....," ucapan Dee menggantung seakan ragu untuk melanjutkan ucapannya.


"Bicaralah babe.Tak perlu sungkan padaku.Aku merasa kamu bukan Dee.Dee tak pernah malu untuk bicara denganku. Kenapa kamu tiba-tiba berubah seperti ini? Mana Dee si gadis periang yang aku kenal?" hibur Bryan dengan suara lembut.


"Babe bantu aku," pinta Dee memelas.Ia masih menangis.


"Aku pasti akan membantumu babe."


"Babe terima kasih tidak marah padaku.Maafkan aku jika aku egois dan membuatmu kecewa tadi."


"Issshhhh," Bryan melarang Dee untuk melanjutkan kata- katanya.Ia sudah tahu kemana arah pembicaraan Dee.


"Jemput aku babe.Aku akan ceritakan semuanya.Aku akan share lokasi via WA.Thanks untuk semuanya.Aku menyayangimu," ucap Dee sebelum memutuskan sambungan telpon.


Bib......


Handphone Bryan bergetar.Ia mengecek dan membaca pesan WA dari Dee.Dee sudah meng-share lokasi penjemputan. Tanpa banyak tanya Bryan bergegas mengambil kunci mobil dan pergi menjemput Dee.


NOTE :


Self Harm adalah tindakan menyakiti diri sendiri sebagai cara untuk mengatasi, mengungkapkan, atau bertahan dari keadaan yang sangat sulit.Menyakiti diri dapat dilakukan secara fisik seperti, menyayat, mencakar, memukul, menggigit, membenturkan kepala ke dinding, menarik rambut, menelan sesuatu yang berbahaya, atau overdosis zat tertentu.


( dikutip dari https://www.google.com/amp/s/pijarpsikologi.org/self\-harm\-menyakiti\-diri\-menjadi\-pilihan\-untuk\-menyalurkan\-rasa\-sakit/amp/ )

__ADS_1


__ADS_2