Bukan Pacar Sewaan

Bukan Pacar Sewaan
TIGA PULUH ENAM


__ADS_3

" Kamu bukan anak kandungku.Aku adalah saudara kembar dari mamamu. Kami kembar identik.Mamamu bernama Sera.Sera meninggal setelah melahirkanmu," ungkap Vira membuka tabir satu persatu." Dia mengalami pendarahan setelah melahirkan."


" Apa?" Dee terduduk diranjang tak mempercayai apa yang telah didengarnya.


" Mami pasti bohong.Aku tidak percaya dengan mami," teriak Dee frustasi.Air matanya mengalir tiada henti.


Vira mendekati ranjang.Wanita itu menyentuh kedua pipi Dee.


" Tatap mata mami Dee.Mata tak pernah berbohong nak," ucap Vira memandang netra Dee.


Tak ada kebohongan di mata Vira.Dee semakin menangis pilu.Harapannya pupus.Vira bukan ibu kandungnya hanya sekedar tante untuknya.


" Kamu bukan anak haram.Kamu anak yang lahir dari pernikahan yang sah. Mamamu adikku Dee.Adik kembarku.Jangan pernah membenci Sera, dia sangat mencintaimu.Dia bahkan tak sabar ingin melihatmu."


Dee berusaha tegar dan menghapus air matanya.Sungguh ia belum sepenuhnya percaya pada Vira.Luna dan Nayla saja sudah dibohongi apalagi dirinya.


" Mami bohong.Hikssss.Mami cuma buat alasan agar aku tak membenci mami.Aku tidak percaya.Hikkksssss," ratap Dee mengusap air matanya dengan kasar.


" Mami ibu kandungku."


" Mami tetap ibumu walau bukan mami yang melahirkanmu.Mami sudah lama mencarimu.Hanya kamu keluarga mami satu-satunya.Kamulah yang mami miliki sekarang nak.Hikssss....hiksss.Maaf mami baru berani bicara sekarang.Mami belum siap menceritakan semuanya.Terlalu berat untukmu menerima kenyataan ini."


Luna dan Nayla menghampiri Dee dan memeluknya erat.Mereka memberi support dan semangat untuk Dee.


" Dee lo harus kuat.Dee yang gue kenal bukan anak lemah.Lo sahabat gue yang bermental baja.Jangankan ini, hal terberat sudah pernah lo lalui.La Tahzan Dee," Nayla ikut menangis dan terharu.


" Allah tak akan menguji hamba diluar kemampuan hambanya Dee."


" Mami bohong.Hiksss.Mami tidak mengakui sebagai anak padahal aku bahagia jika mami benar-benar ibuku.Aku terlalu berharap.Hikssss.Aku benci mami.Aku benci," tak hentinya Dee menangis.Matanya merah dan sudah bengkak karena menangis.


" Mami tetap ibumu Dee.Jangan membenci mami nak.Mami tidak mau kamu benci. Andai saja mami lebih cepat datang waktu itu.Bajingan itu tidak akan sempat membuangmu di panti asuhan.Mami ingin merawatmu ketika Sera menitipkan surat untuk membesarkanmu.Maaf mami tak mampu menemukanmu dan menjalankan amanah dari mamamu.Ampuni mami Dee.Mami datang terlambat nak," Vira tersandar di sofa.


Vira mengusap air matanya.Ia menyibak rambutnya kebelakang telinga.Beban di hatinya sudah terlepas.Ia lega walau belum menceritakan seluruhnya.Vira belum siap jika menceritakan tentang papa Dee.


" Siapa bajingan itu?" Dee melunak.Ia ingin mengetahui masa lalunya lebih banyak.


" Mami belum bisa cerita Dee," Vira menggelengkan kepalanya seraya menangis.Ia tak bisa melihat Dee merasakan sakit lebih parah dari ini.


Kenyataan ini sangat pahit dan memilukan.Ini aib besar.


Dee tak sabaran mendekati Vira dan mengguncang tubuh renta Vira.


" Katakan mami ! Aku mau tahu semuanya.Jangan lagi menutupinya dariku.Aku kuat tak selemah yang mami pikirkan! " ucap Dee frustasi menatap wajah sendu Vira.


Dee benar-benar merasakan sakit  yang sangat parah. Tapi  Dee akan lebih sakit jika Vira belum menceritakan semuanya.


" Katakan semuanya mami.Aku ingin tahu siapa aku yang sebenarnya.Katakan mami," pekik Dee dengan suara parau.


" Maafkan mami Dee.Mami ga sanggup menceritakan tentang bajingan itu.Terlalu menyakitkan untuk kamu ketahui nak.Please....beri mami waktu. Mami harus siapkan mental untuk menceritakannya."


" Aku kuat mami," ucap Dee lirih.


" Dee sabar.Beri mami waktu untuk bicara.Lo masih sakit Dee, jaga kesehatan," ucap Nayla merapikan rambut Dee ke belakang telinga.


" Ini terlalu berat untuk lo Dee.Mami pasti memiliki alasan kenapa belum bicara Dee.Bersabarlah duhai hati," Luna mengelus dada Dee memberi ketenangan.

__ADS_1


" Gue lebih sakit jika mami belum cerita semuanya," Dee menyambar pisau diatas. nakas.


Dee nekat  meletakkan pisau di lehernya seperti menyembelih ayam.Dee kalap dan murka.Kemurkaan berdesir ke seluruh aliran darahnya.


" Dee apa yang lo lakukan?" pekik Luna terkejut dengan perbuatan Dee.


" Please oneng jangan nekat.Gue akan tetap jadi sahabat lo apa pun yang terjadi," Nayla berusaha menenangkan.


Luna melangkah perlahan-lahan mendekati Dee.


" Diam lo disitu! Jangan mendekat! " titah Dee menatap Luna bak singa lapar.Ia menodongkan pisau pada Luna.


" Jika lo nekat gue akan menyayat leher gue sekarang juga." Dee mengarahkan pisau ke lehernya.


Luna melambaikan kedua tangannya isyarat sabar.


" Please oneng jangan gini.Jangan menakuti gue.Lo anak kuat.Udah ya oneng.Jangan main-main."


" Gue ga main- main Lun," Dee memejamkan mata menekan pisau ke lehernya.Setitik darah keluar dari lehernya.


" Dee jangan ! " pekik Vira histeris.


Nayla dan Luna berteriak histeris.Mereka tak menyangka Dee akan senekat ini. Gadis sekuat Dee ternyata bisa serapuh ini.Dee sudah tak kuat menerima cobaan hidup.


" Jika mami tidak menceritakan tentang bajingan itu.Aku akan menggorok leherku sekarang juga!" Dee menekankan pisau ke lehernya.Lagi-lagi darah menetes dari leher Dee bahkan lebih banyak dari tadi.Sakit yang ia rasakan di lehernya belum seberapa dengan rasa sakit dihatinya.


" Dee mami mohon jangan lakukan itu," Vira menangkup kedua tangan didada memohon dengan deraian air mata supaya Dee tak melukai dirinya.Vira bahkan berlutut di depan Dee.


" Ceritakan semuanya mi.Jangan ada satu pun terlewati.Jika mami tak mau bicara aku tak segan menggorok leherku hingga putus.Aku akan menyusul mama Sera di surga."


Nona,Onya,dan Demir yang akan masuk kamar diam mematung  di depan pintu.Mereka akan menengok Dee tapi begitu mendengar keributan mereka mengurungkan niatnya.


Mereka menjadi pendengar yang baik.Mereka ikut menangis mendengar kisah pilu Dee.Ketika melihat Dee melukai dirinya sendiri.Demir ingin menghentikannya namun dicegah oleh Nona.


Nona menggelengkan kepala.Demir tak boleh ikut campur.Ini urusan keluarga Dee dan ia tak punya hak untuk mencampurinya.Mereka hanya diam dan menjadi penonton.Demir kesal karena tak bisa membantu Dee.


" Jangan Dee," Vira menangis pilu melambaikan kedua tangannya di udara.


" B-Baiklah Dee," Vira mengalah dan membuang napas.


" Apapun yang mami katakan kamu harus menerima kenyataan nak.Bisakah kamu berjanji nak?"


" Bisa menjalani hidup sampai sekarang tentu mami tahu betapa kuatnya aku.Ceritakan mi," Dee melunak tak emosional seperti tadi.


" Buang pisau itu dari lehermu nak.Baru mami cerita," Vira bernegosiasi.


Dee melepaskan pisau dari lehernya dan melemparnya ke ranjang.Dee sengaja melempar pisau ke ranjang agar bisa dipergunakan jika Vira membohonginya.


" Ceritakan mi siapa aku !" kata Dee dengan suara serak.Ia kehabisan suara karena banyak menangis.


" Mamamu bernama Sera.Papamu bernama Fahad.Sera adalah adik kembarku dan kami kembar identik.Tak ada yang bisa membedakan kami kecuali keluarga dan pasangan kami.Setelah menikah mami pindah ke Australia mengikuti suami mami.Sehingga Sera tinggal di Indonesia bersama Fahad. Deniza Sefa nama pemberian mamamu.Deniza artinya lautan bahagia. Sefa artinya anak Sera dan Fahad.Sera tak pernah bahagia menikah dengan Fahad.


Fahad lelaki yang bajingan.Sera tak pernah bahagia menikah dengannya. Fahad tidak pernah mencintai Sera," Vira mengelus dada tak sanggup menceritakan lebih lanjut karena kisah ini sangat memilukan.


" Lanjutkan mi," ucap Dee tegar.

__ADS_1


" Ketika Sera hamil Fahad bahkan tidak peduli.Dia tak pernah mau menemani Sera periksa kandungan.Dia seolah tak peduli dengan kehadiranmu.Fahad berulang kali menyakiti perasaan Sera.Bahkan ketika ngidam Fahad tidak peduli dengannya.Akhirnya Sera tahu kenapa Fahad menikahinya.Fahad menikah dengan Sera untuk menutupi identitasnya seorang biseksual.Ketika menikah dengan Sera ia tetap menjalin hubungan dengan pacar lelakinya.Sera sangat terluka dan ingin bercerai.Namun Fahad meminta pengampunan dari Sera dan berjanji akan berubah.


Semenjak itu sikap Fahad sedikit berubah.Ia mau menemani Sera periksa kandungan dan memenuhi ngidam Sera tapi sayang semua itu palsu.Fahad hanya bersandiwara dan tetap menjalin hubungan dengan sesama jenis.Fahad tak pernah mencintai Sera.


Nasib Sera sangat malang.Sera memutuskan pergi dari sisi Fahad.Dia kabur ke kampung nenek untuk melahirkan.Selama dikampung Sera rajin menulis diari menumpahkan keluh kesahnya.Ia ceritakan masalah rumah tangganya dengan detail.


Bahkan beberapa hari sebelum meninggal Sera menulis surat wasiat agar aku membesarkanmu.Sera tahu jika suamiku mandul dan kami tak akan bisa memiliki anak.


Sera meninggal ketika melahirkanmu.Ia mengalami pendarahan.Mami terlambat datang dari Australia.Setelah Sera dikubur,Fahad membawamu kabur dari rumah nenek.Nenek menyesal karena percaya pada Fahad.


Fahad menculikmu dan lelaki itu termakan hasutan Rudi,kekasih homonya.Fahad setuju membuangmu karena kamu hanya merepotkan mereka.Tanpa hati dan perasaan Rudi membuangmi di panti asuhan kasih bunda.Sebelum kamu diberikan pada bunda Arini.Fahad berpesan pada Rudi agar memberimu nama Deniza Sefa.Nama yang diberikan Sera untukmu.


Mami dan papi menyesal Dee.Kami datang terlambat.Fahad telah menculikmu dari kami.Seharusnya kamu menjadi anak kami dan kamu akan bahagia.Tapi sayang takdir mempermainkan kita.Melalui diari Sera aku mengetahui kebejatan Fahad.Aku mencarimu nak.Kami meringkus Rudi untuk mencari tahu kamu dibuang dimana.Namun sebelum Rudi mengatakannya mami tak sengaja menembaknya hingga tewas," Vira menangis sesenggukan.


Vira menjeda bicara.Ia mengambil napas lalu melanjutkan ceritanya.


" Kami juga meringkus Fahad dan meminta dia membuka mulut dimana mereka membuangmu.Fahad tidak mengetahuinya karena yang mengantarkanmu ke panti asuhan Rudi.Fahad bahkan tak pernah bertanya dimana Rudi membuangmu."


" Dimana Fahad sekarang? Apa bajingan itu masih hidup?" tanya Dee dingin.


Air mata Dee kering karena menangis. Mata Dee sembab dan merah.Ia tegar menerima kenyataan. Nasib mamanya sangat malang.Ia tak boleh lemah.Lelaki seperti Fahad tak layak dikasihani.


" Dia masih hidup."


" Dimana dia sekarang? Aku ingin membuat bajingan itu membayar semuanya," ucap Dee kejam.Dee bermetamorfosis menjadi wanita kejam dan tak punya hati.


" Kamu tak perlu mengotori tanganmu Dee.Mami dan papi telah membalas perbuatannya."


" Katakan dimana dia sekarang?" tanya Dee penuh intimidasi.


" Dia di rumah sakit jiwa Edelweis."


Dee bersedekap dan mengangkat sebelah alisnya.


" Jangan bilang jika mami yang membuat lelaki itu menjadi gila."


Vira menyeka air mata dan membenarkan pernyataan Dee.


" Kamu benar.Mami yang membuatnya menjadi gila.Dia pantas gila.Sikapnya pada mamamu tak bisa dimaafkan."


Luna dan Nayla merinding mendengar perkataan Vira.Ternyata wanita sebaik dan selembut Vira berbuat kejam dan sadis melampiaskan sakit hatinya.


Smartphone Vira berdering dengan keras.Wanita itu mengambil Smartphone dalam tasnya.


Doni Calling........


Vira segera menjawab panggilan Doni.


" Bu.Pak Fahad kumat.Dia membenturkan kepalanya ke dinding sehingga mengalami gegar otak.Beliau juga dirawat di rumah sakit yang sama dengan nona Dee."


Klik telpon terputus.


Vira menahan napas.Tiba-tiba ia kehilangan keseimbangan.Vira merasakan sensasi berputar dalam kepalanya.


Brug .......

__ADS_1


Vira jatuh pingsan.Sepertinya vertigo Vira kambuh lagi.


__ADS_2