Bukan Pacar Sewaan

Bukan Pacar Sewaan
TUJUH BELAS


__ADS_3

3100 Kata.Semoga bisa mengobati rasa rindu reader semua dengan kisah Dee dan Demir.Konflik akan segera dimulai.Thank buat komen dan dukungannya 🎆🎆🎆🎆🎆


.


.


.


❤❤❤


"Mami kenapa vertigonya kambuh lagi?" tanya Dee polos.


Vira, Luna dan Nayla saling menatap kikuk.Mereka saling melempar pandangan.


Dee menatap curiga merasakan atmosfer berbeda.Tiga orang di depan Dee seakan berat membuka mulut.


" Masuk rumah dulu gih.Mami mau bobok.Pusing pala berbi,"ucap Vira seperti anak alay.


Gini nich efek kalo mak-mak kebanyakan nonton TV, bahasanya berat dan ga sadar umur.Bahayanya mak- mak jaman now.


Tiga orang remaja tanggung yang beranjak dewasa tergelitik ketawa mendengar ucapan Vira.Vira cerminan mak-mak jaman now.Yang enggak lekang dimakan jaman dan selalu up to date dengan perkembangan jaman.


" Mami istirahat dulu ya.Mami capek banget.Mau langsung tidur.Kalo mau tanya besok aja ya sayang," potong Vira masuk ke dalam kamar Dee.Vira dan Dee tidur di kamar yang sama.


Berhubung rasa kepo Dee belum juga hilang.Ia menyusul Luna dan Nayla yang sudah duluan masuk kamar.Ia ingin tahu kenapa vertigo Vira bisa kambuh lagi.


" Main masuk kamar aja.Kalian masih utang penjelasan sama gue oneng,"ucap Dee membuat Luna dan Nayla gelagapan.


Dee menatap kedua sahabatnya dengan penuh selidik.Nalurinya mengatakan jika vertigo Vira ada hubungannya dengan mereka.Bisa jadi mereka menceritakan sesuatu yang membuat Vira shock dan stress.Vertigo bisa kambuh ketika penderita kecapekan dan stres.


"Vertigo mami kambuh.Kalian tahu apa penyebab vertigo kambuh.Stress dan kecapekan. Gue mau tanya sama kalian. Kenapa vertigo mami bisa kambuh?" tanya Dee dengan penuh selidik.


"Anu......" Nayla dan Luna gelagapan.Dee bergantian memandangi kedua sahabatnya.Nayla dan Luna merasa bak maling ayam yang sedang di introgasi.


"Jujur dech kalian sama gue.Kenapa vertigo mami bisa kumat?"


"Mami kecapekan,"elak Luna tertawa cengengesan.


Dee berusaha mengatur napas.Ia tahu Luna sedang menyembunyikan sesuatu padanya.


"Pasti bukan itu alasan.Please oneng. Jujur napa? Kalian belum ahli akting kayak gue.So ketahuan banget kalian berbohong.Kalo kalian masih ketahuan bohong gue kepret kalian,"ancam Dee penuh penekanan.


Nayla dan Luna jadi panas dingin.Emang sich cewek sekelas dan sepintar Dee dengan memiliki IQ setara Albert Einstein sulit untuk di bohongi.Akting mereka juga tidak bagus dan gampamg ketahuan.


Luna dan Nayla masih bungkam seribu bahasa.Mereka saling menatap siapa yang akan mulai bicara.Luna merasa seperti di introgasi satpol pp karena ketahuan berbuat mesum.Tatapan Dee nauzubillahiminzalik.Kayak tatapan horor Suzanna saat jadi sundel bolong dalam film telaga angker.Sungguh-sungguh menyeramkan.


Tiba-tiba Luna mendapatkan ilham.Ia sudah menemukan jawaban tepat untuk menjawab pertanyaan Dee.Untung otaknya berfungsi disaat genting seperti ini kalau tidak Dee pasti sudah menggantungnya di pohon toge.


"Dee lo mau gue jujur bohong apa bohong?"dengan bloon Luna memberikan pilihan.


"Ya jujurlah oneng."Dee berpangku tangan.


"Lo harus janji jika gue jujur lo ga bakal gantung gue di jemuran?"tanya Luna meyakinkan.


Nayla garuk garuk kepala melihat ulah konyol Luna.Ia penasaran apa yang akan diucapkan mak lambe itu karena mereka sudah berjanji tidak akan tutup mulut tentang mami Vira.


" Yang ada jemurannya rusak kalo gue gantung lo disana,"sarkas Dee membuat Luna tertawa cengengesan.


"Jika lo bohong.Gue ceburin lo sungai amazon biar sekalian lo dimakan sama piranha,"sambung Dee lagi.Luna beristigfar mendengar ancaman Dee.


"Baiklah Deniza Sefa,"mulai Luna sok berwibawa.


"Maafkanlah mulut gue yang kayak ember bocor ini.Gue ditodong sama mami."Luna berlutut memeluk kaki Dee dan mulai menangis.


Nayla melongo melihat aksi konyol Luna.Si bulan alias Luna mengedipkan mata mengode Nayla agar mengikuti permainannya.Nayla pun ikutan berlutut memeluk kaki Dee.Luna memeluk kaki sebelah kanan dan Nayla sebelah kiri.


"Dee maafkan gue.Salahkan lambe gue yang ga bisa dikontol,"ucap Luna menangis terisak yang diikuti Nayla.Duo saudara kembar tak sama berkomplot membohongi Dee.Amshiong dech liat akting mereka membodohi Dee.


"Kontrol Luna bukan **," ralat Dee menahan tawa.


"Iya kontrol.Maafin kami ya Dee.Mulut gue ternyata bisa juga typo,"ucap Luna memancing tawa Dee dan Nayla.


"Ya udah.Sekarang kalian cerita sama gue.Kalian berdua ga usah berlutut kayak gitu sama gue.Berasa jadi Kate Middleton gue.Gue putri dan kalian pelayan," kelakar Dee meminta kedua sahabatnya berdiri.


"Kampret lo bilang kami pelayan,"umpat Nayla ketika sudah berdiri.


"Siapa suruh kalian berlutut sama gue."Nayla menjulurkan lidah.


"Gue jadi ingat wawaw ketika lo julurin lidah kayak gitu,"ucap Nayla mengingat anjing peliharaannya di kampung.


"Kampret lo."Dee mengambil guling di ranjang dan melemparkan ke wajah Nayla.


"Cebong lo,"balas Nayla tak kalah sengit.


"Kembali ke laptop.Kalian masih blom jelasin ke gue penyebab mami Vira vertigo?"Dee berkacak pinggang menampilkan wajah murka.


"Dee demi langit dan bumi.Gue dosa sama lo.Gue udah buka aib lo,"tangis Luna pecah tanpa air mata.Ketahuan banget tu anak lagi akting.


"Gue tahu Dee buka aib sahabat sendiri itu sama dengan makan daging sodara sendiri tapi gimana lagi.Lambe gue ini ga bisa sinkron sama otak gue."


"Aib gue yang gimana maksud lo?Seingat gue ga ada tu gue nyimpan aib.Gue jadi malah ingat aib lo Lun yang mens lo bocor sampai tembus di kursi kampus,"jleb Dee malah buka aib Luna yang ketika mens tembus ke kursi saat kuliah semester satu dan seisi kelas tahu Luna tembus.Alhasil Luna jadi bahan bullyan dan olokan teman satu kelas.


"Kampret lo oneng.Malah lo buka aib gue,"gerutu Luna menyenggol lengan Dee.


"Tahu nich.Dee pintar banget membolak balikan keadaan,"sambung Nayla membela Luna.


"Trus aib apa yang lo buka tentang gue?" Dee memulai introgasinya lagi.


"Itu Dee.Mami tanya sama kami lo pergi kemana cantik pake dress gitu dan mami ajak kami ngobrol gimana caranya lo cari nafkah.Nah mami tu kayak wartawan pintar mancing.Nah gue dan Nayla keceplosan bilang lo kerja jadi pacar sewaan.Reaksi tu orang tua shock, terkejut, terheran-heran,"ucap Luna dengan nada hiperbolanya.


"Kenapa ga sekalian aja lo nyanyi lagu sayur kol.Gaya ngomong lo tu lebay,"gerutu Dee kesal.


"Maunya sich nyanyi tapi mami keburu shock karena dia pikir kerjaan lo sama ma PSK.Jadi tu orang tua ga rela lo kerja gitu,"jawab Luna sekenanya.


"Maksud lo PSK.Pekerja Seks Komersial gitu?" Dee memperjelas pertanyaannya.


"Macam mana pula kau bilang PSK.Pekerja Seks Komersial.Tak suka aku," ucap Nayla dengan logat batak.


"Sebut aja pelacur ga usah di perhalus gitu.Tak suka aku.Tak nak.Kau bilang PSK tu pekerja.Pekerja darimana? Setahu aku pekerja itu di naungi oleh perusahaan di fasilitasi BPJS ketenagakerjaan dan BPJS kesehatan.Sekarang aku tanya pada kau berdua.PSK tu dapet BPJS ga dari germonya?"


Hahahahhaha.Tawa Dee dan Luna pecah mendengar ucapan Nayla.Mendadak batak dan menjabar soal PSK dengan detail.Kesambet apa tu anak sampai mengaitkan PSK punya BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan.Memang sableng tu si Nayla.


"Kembali ke tanktop," ucap Dee   menormalkan situasi. "Kenapa kalian bilang sejujurnya sama mami sich?"

__ADS_1


"Kita ga mau ngomong itu sebenarnya.Cuma mami pintar mancing Dee. Kasih kami umpan dan kami memakan umpan si mami,"kilah Luna menyenggol pantat Nayla tanpa sepengetahuan Dee.


Nayla mengerti kode Luna untuk menyambung ucapannya.


"Iya Dee.Maafkanlah kami Dee,"sambung Nayla tertunduk.


"Jadi mami tahu kalo gue jadi pacar sewaan dan anggap kerjaan gue sama kayak PSK.Mami kaget dan shock lalu vertigonya kambuh," kata Dee menjabarkan kronologis kambuhnya vertigo Vira.


"Benar sekali.Seratus buat Dee,"puji Luna memberi dua jempol.


"Kalo ngomong sama anak pintar kayak lo enak ya.Langsung connect."Nayla tak mau ketinggalan memuji Dee.


"Connect  apa konak?"pancing Dee pada kedua sahabatnya.


"Connect Dee.Kami mana bisa konak karena kami ga punya burung."Luna tertawa terbahak-bahak.


Somplak dech merek bertiga.Ujung-ujungnya cerita merembet masalah mesum.Luna dan Nayla diliputi rasa lega.Dee mempercayai mereka dan tak menaruh curiga lagi.


Dee akan menjelaskan semua ini pada Vira besok.Dee merasa bersalah karena ia penyebab vertigo Vira kambuh.


Luna dan Nayla sudah berjanji akan menutup mulut sampai Vira siap menceritakan hubunganya dengan Dee.Vira akan menceritakan semua rahasianya ketika waktunya sudah tepat.Untuk saat ini biarlah Luna dan Nayla saja yang tahu.


❤❤❤


Kuliah hari ini berjalan lancar.Dee,Luna dan Nayla akan masuk tahap menegangkan dalam kuliah mereka. Mereka akan memasukan judul untuk proposal skripsi mereka.Mereka krasak krusuk dan pada sibuk memikirkan judul apa yang akan mereka ajukan.Mereka bertiga sibuk searching di internet mencari inspirasi judul proposal skripsi.Mereka sibuk dengan gadget masing-masing dan tak bicara sepatah kata pun.Ketika Dee asik  dalam dunia maya.Sebuah panggilan telpon membuyarkan pencarian Dee.


*Bunda Arini Calling......


"Assalamualaikum bunda,"ucap Dee bahagia menerima telpon dari pemilik panti yang telah membesarkannya.


"Walaikumsalam anak gadis cantik.Bagaimana kabarmu nak?"


"Alhamdulilah baik bunda.Bunda gimana*?"


"Alhamdulilah baik juga nak.Kangen bunda sama kamu .Dah lama banget kamu ga pulang nak dan kamu ga kasih kabar sama bunda.Bunda khawatir lo."


"Maafin Dee ya bunda lupa telpon bunda kasih kabar.Kerjaan Dee menyita waktu bun dan Dee mau skripsi lagi.Makin sibuk Dee ke depannya.Insya Allah jika ada waktu luang Dee pulang tengok bunda dan adik-adik."


"Iya nak.Adik-adikmu disini sudah rindu padamu.Sudah hampir setahun mereka ga ketemu sama kakaknya.Bagaimana kuliahmu di Jakarta nak?"


"Alhamdulilah baik baik saja bunda.Panti gimana kabarnya bunda?"


"Alhamdulilah kasih bunda sudah tidak kesulitan biaya operasional lagi karena kami sudah memiliki donatur tetap.Teman bulemu Dee."


"Oh Bryan.Dia terlalu baik bunda.Dee jadi ga enak sama."


"Perusahaannya rutin donasi ke panti kita Dee.Jika bunda liat bule itu suka sama kamu Dee."


"Mana mungkin suka bunda,"elak Dee tersipu malu.


"Bunda pernah muda Dee.Jadi kamu ga usah bohong.Kalian pacaran?"


"Enggak bunda.Kami hanya teman.Lagian Dee dan dia ga bisa bareng.Kami bagai langit dan bumi.Dee ini apalah cuma remah rengginang sementara Bryan sebongkah berlian.Kami ga bakal bisa bareng. Perbedaan kami terlalu banyak mulai negara,adat istiadat ,budaya dan keyakinan."


"*Jika jodoh mau gimana Dee?"


"Kalo jodoh dari Allah mau ga mau bunda.Lagian Dee ga mikirin itu dulu.Dee fokus ke karier tamat sarjana kedokteran langsung koas.Kerja dulu dan ambil dokter spesialis.Jadi Dee ga mikir punya pacar dulu bunda."


"Baik bunda.Nanti aku sampaikan ke Bryan."


"Bunda tutup telpon dulu nak.Selamat belajar Dee.Assalamualaikum."


"Walaikumsalam bunda."Dee menutup telpon*.


Dee tersenyum menatap layar ponsel.Ia melamun memikirkan ucapan bunda Arini jika Bryan menyukainya. Namun lamunan buyar ketika membayangkan ciumannya dengan pria kutub nan miskin senyum sekaligus killer.Otaknya selalu saja mengingat tindakan mesum Demir.Bagaimana bibir dosen laknat itu menyentuh bibir perawannya.Ciuman Demir masih dapat ia rasakan.Bagaimana lidah lelaki itu telah lancang masuk ke dalam mulutnya dan menyambar lidahnya. Demir memberinya pelajaran jika ia adalah lelaki normal bukan gay seperti tuduhan para mahasiswa.


Tiap malam Dee selalu dihantui mimpi ciuman itu.Memang ciuman itu yang pertama baginya. Gara-gara ingat ciuman laknat namun nikmat  itu ia jadi ga bisa tidur dan harus begadang.Otaknya kerap kali terkontaminasi ketika belajar mengingat ciuman itu.Ketika menonton film korea kesukaannya yang dibumbui adegan ciuman.Dee merasa menjadi pemeran utama wanita dan Demir pemeran utama pria yang melakukan ciuman.Sungguh memori ciuman itu menyiksa batin dan merusak kesucian otaknya.


Ketika sibuk melamun tanpa sengaja Demir melihat Dee yang melamun dan mereka beradu pandangan.


*Dari Matamu Matamu


Ku Mulai Jatuh Cinta


Ku Melihat Melihat


Ada Bayangan


Dari Mata Kau Buatku Jatuh


Jatuh Terus Jatuh Ke Hati


( Song: Dari Mata By JAZ *)


Dee dan Demir saling berpandangan.Dee lebih dulu menguasai diri dan menundukan pandangannya.


Kenapa dosen killer yang sudah memperkosa bibirnya bisa datang ketika ia tengah teringat ciuman dengan lelaki itu? gumam Dee dalam hati.


Jauh di ujung sama Demir juga deg-degan menatap mahasiswinya itu.Jantungnya tiba berdetak begitu cepat dan lambat laun berhenti berdetak dan butuh alat pacu jantung untuk memacu jantungnya kembali normal. Demir juga merasakan perasaan yang berbeda ketika melihat Dee.


Dee berusaha menghilangkan kegugupannya dengan berbaur bersama Luna dan Nayla yang masih konsentrasi mencari referensi judul skripsi.


Dering ponsel Dee berbunyi.Ia segera mengambil ponsel dan mengangkat telpon.


*Bryan Calling......


"Hello babe.Ada dimana?Aku sudah di kampus?" tanya Bryan melirik sekeliling.


"Wait babe.Aku keluar dulu.Sabar ya," ucap Dee sumringah*.


Dee ingat hari ini menemani Bryan untuk melihat apartemen yang akan ditinggali pria bule itu selama di Indonesia.


"Ok babe.Jangan lama ya,"ucap Bryan menutup telpon.


"Ok."


Dee menepuk bahu Nayla dan Luna.


"Gue pamit ya mau pergi temani Bryan liat apartemen dulu,"ucapnya dibalas anggukan oleh kedua sahabatnya.


"Take care ya oneng.Jangan sampai lo bikin dedek sama tuch bule,"canda Luna tersenyum ngakak.Mereka melambaikan tangan ucapan selamat tinggal


Dee tertawa ngakak mendengar ocehan Luna.Ia lalu berjalan menuju parkiran menghampiri Bryan.

__ADS_1


Tak sengaja Dee berpapasan dengan Demir.Namun gadis itu sedikit gugup karena tadi sempat mengingat ciuman mereka.Ia menunduk dan tak berani menatap Demir.Entah kenapa ia kikuk berhadapan dengan pria dingin di depannya.Ini semua gara-gara memori ciuman laknat itu.Coba otak Dee ga ingat ciuman itu mungkin ia ga akan gugup dan kikuk gitu ketemu dosen killer itu.Untuk menyapa Demir saja tak mampu.


Dee pamit undur diri dan langsung menghampiri Bryan.Pria bule itu membukakan pintu untuk Dee.


Demir menyaksikan semua itu dengan perasaan tak karuan.Ia mengepalkan tangannya erat hingga kuku-kukunya memutih.


Perasaan apa ini? Kenapa gue ga rela liat anak kicik ini pergi sama bule? batin Demir ga rela.


❤❤❤❤


Sepeninggalan Dee dan Bryan,Demir masih melamun menatap kepergian Dee.Dosen itu sedikit kecewa dengan sikap kaku Dee.Tak menyapa dirinya dan bersikap dingin.Ada rasa yang mengganjal di hati Demir.Anak kicik itu pergi dan ia terlihat seperti orang bodoh membiarkan Dee jalan dengan lelaki lain. Bule itu sepertinya menjadi saingan terberatnya.Selain tampan, mata biru, wajah bak pangeran Eropa,mampu menghipnotis wanita yang memandangnya.Demir menggerutu kesal dan seperti lelaki yang baru saja di selingkuhi pasangannya.


"Woi kenapa lo bang?"suara cempreng Onya menyadarkan Demir dari lamunannya.


"Astagfirullah."Demir beristigfar melihat kedatangan adik usilnya.


"Kenapa lo bengong bang? Lo lagi ngelamunin kak Dee yang dijemput sama teman bulenya?"ucap Onya to the point.


"Ga ada,"kata Demir mengelak.Ia menatap Onya dari ujung kepala sampai ujung kaki.Adiknya memakai rok prisket dan kelihatan anggun ketika memakainya.


"Kepala pundak lutut kaki,lutut kaki,"Onya menyanyikan lagu anak kecil beserta gerakannya.


Demir ketawa lucu melihat tingkah unik adiknya.Dengan gemas ia mengacak rambut Onya hingga berantakan.Reaksi Onya tentu merepet Demir merusak penampilannya.


Demir tertawa cengengesan.Ia masuk mobil yang diikuti Onya.


"Ingin kubunuh bulemu.Saat dia jemput dirimu.Didepan kedua mataku.Hatiku terbakar jadinya Deniza.Aku cemburu. Meski pun aku pacar bohonganmu.Meski pun hanya sewaan tapi aku manusia yang mudah sakit hatinya."Onya bernyanyi memplesetkan lirik lagu Dewa 19 yang berjudul cemburu.


"Apaan sich dek?" gerutu Demir kesal mendengar nyanyian Onya.Lagu yang dinyanyikan Onya sukses menyindir dirinya dan membuatnya panas.


"Gue cuma nyanyi.Lo kenapa emosi gitu.Cemburu lo ya?" todong Onya mentertawai abang tercintanya.


"Siapa yang cemburu?"elak Demir tak berani menatap Onya.


"Kalo ga cemburu kenapa lo marah?"


"Siapa yang marah?Perasaan gue ga marah kok.Emang udah karakter gue kayak gini.Keras, tegas, gampang marah, killer dan dingin,"ucap Demir mendeskripsikan dirinya.


"Gengsian,sok jual mahal,suka sama cewek tapi ga berani mengakui,"sambung Onya meledek abangnya.


Onya mendapatkan tatapan menakutkan dari abangnya.Namun bukan Onya namanya jika takut mengahadapi Demir yang terbakar cemburu.


"Bang lo mau dengar cerita gue ga? Gue abis baca novel tadi....."Onya melihat Demir sejenak melihat mood abangnya masih di ajak becanda atau tidak.


"Trus.........?"


"Ceritanya menarik bang.Jadi ada cowok naksir sama cewek cuma cowoknya ga mau mengakui perasaannya trus si cewek lelah dan menjalin hubungan dengan cowok lain.Si cowok tu nyesel bang karena ga pernah mau ungkapin perasaannya.Ceweknya udah di tikung cowok lain.Pesan moral yang mau gue tanggap dari novel tadi.Jika kita suka sama seseorang ungkapin aja perasaan daripada menyesal dia dah sama yang lain.Kita akan merasa kehilangan ketika sesuatu itu sudah ga ada di samping kita."


"Trus gue harus ngomong wowwww gitu,"celoteh Demir menirukan gaya bicara Onya.


"Trus gue harus bilang abang gue cemburu gitu," balas Onya tak kalah sengit."Trus gue harus bilang jika abang gue mulai suka sama mahasiswinya gitu tapi abang gue ga nyadar."


"Apaan sich dek.Bisa tu ga mulut lo diam?"


"Bisa bang kalo dicipok pacar gue,"jawab Onya sekenanya.


Pletak........


"Aw sakit bang,"jerit Onya mengelus dahinya yang disentil Demir.


"Makanya bacot lo di jaga.Enak aja lo bilang cipok.Jika ketahuan lo cipok ma pacar lo.Gue gorok lo dek dan cowok lo gue bikin gagal di mata kuliah gue dan Jacky,"ancam Demir tak main-main.


"Gue becanda bang,"ucap Onya mengacungkan jarinya membentuk huruf V.


"Terlalu sadis caramu.Menjadikan diriku pelampiasan kemarahanmu karena dia jalan sama bule.Tega niannya caramu menyingkirkan diriku makhluk imut ini agar kau lepas dari sakit hati."Onya bernyanyi sumbang memplesetkan lagu sadis penyanyi Afgan.


"Dikit-dikit lo nyanyi.Lama-lama lo mirip sama Saiful Jamil tahu ga," hardik Demir mengerem mobil mendadak di depan RSCM.


Telat......Demir keburu menabrak mobil Terios di depannya.Mobil itu keluar dari RSCM.


"Ampun bang lo nabrak,"pekik Onya menutup mulutnya."Bang gimana nich?"


"Tanggung jawablah.Mau kabur keburu ditangkap polisi."Demir membuka pintu mobil menghampiri pemilik mobil Terios yang ia tabrak.Onya mengikutinya dari belakang.


Demir mengetuk pintu mobil Terios dan meminta pemiliknya keluar.


"Maaf saya menab...." ucapan Demir menggantung karena pemilik mobil turun.Ia mengenali pemilik mobil tersebut


Dug Dug Dug........... Demir deg-degan menatap pemilik mobil.Perasaan macam apa ini ?Sudah sepuluh tahun berlalu kenapa ia masih dendam dan sakit hati.Demir melamun dan tatapannya kosong. Wanita yang selalu dihindarinya tanpa sengaja Tuhan mempertemukan mereka.


"Demir," panggil wanita pemilik mobil pada ."Long Time No See."


Demir tak menggubris panggilan wanita itu.Ia canggung dan tak tahu harus berbuat apa.


Putri Trinita...Onya membaca nametag wanita itu.Nama itu sudah tak asing lagi di telinganya dan ia ingat.Putri Trinita alias Uty adalah mantan pacar Demir ketika kuliah kedokteran dan merupakan cinta pertamanya dan wanita itu yang telah menggoreskan luka di hati Demir sehingga Demir tak percaya pada cinta, dingin, gampang emosi,trauma dengan wanita,tak mau menikah karena takut dilukai dan sulit move on.


Uty tertunduk lesu menatap Demir.Rasa bersalah meliputi dirinya.Pria itu telah berubah.Tak lagi hangat,ketus dan semuanya sudah sama.Sudah sepuluh tahun berlalu namun Demir masih saja menaruh dendam padanya. Ia pikir pertemuan ini akan jadi titik balik dari hubungan mereka dan mereka berdamai dengan masa lalu.


"Maaf kak.Kami menabrak mobil kakak,"Onya mencairkan kebekuan diantara Demir dan Uty.


"Oh iya,"jawab Uty terbata.Ia menatap Onya intens.


Uty langsung mengenali gadis itu adalah Onya adik Demir.Waktu itu Onya masih SD ketika ia dan Demir berpacaran.Gadis kecil itu sudah dewasa dan sangat cantik.


"Hai Onya,"sapa Uty melambaikan tangan."Aku Uty masih ingat?"


"Hai juga kak.Iya ingat.Daya ingat Onya masih bagus.Kakak temannya bang Demir di kedokteran dulu,"celetuk Onya memperlihatkan barisan gigi putihnya.


"Senang ketemu kalian walau suasananya gini.Lama ga jumpa.Onya dah besar aja dan cantik," puji Uty tersenyum ramah menyentuh dagu Onya.


Ketika masih berpacaran dengan Demir dulu.Uty sering main ke rumah Demir mengerjakan tugas kampus dan bermain dengan Onya.Uty tak segan menyuapi Onya makan dan membantu mengerjakan PR.Uty sudah menganggap Onya seperti adiknya sendiri.


"Lo bawa mobil lo ke bengkel ntar gue ganti duit lo.Sorry gue ga bisa bawa mobil lo


Ntar lo hubungin aja Onya,"ucap Demir dingin.Ia menghindari kontak mata dengan Uty.


"Onya lo tukaran nomor hp gih.Biar gampang komunikasi masalah ganti rugi,"titah Demir pada adiknya.


"Baik bang,"ucap Onya grogi mendekati Uty meminta nomor handphone.


Berhadapan dengan dua manusia yang dulunya saling mencintai dan sekarang bermusuhan membuat Onya merinding.


Onya tak mau membangunkan singa tidur dan lebih memilih menuruti semua perintah Demir.Mencari aman itu yang lebih penting untuk sekarang ini.

__ADS_1


__ADS_2