
Demir dan Jacky menuju kantor biro pacar sewaan. Ia akan dipertemukan dengan calon pacar sewaannya.Ia sudah mendapatkan email balasan untuk pacar sewaan dan bertemu untuk menandatangani kesepakatan sewa jasa pacar.
Demir mendadak gugup padahal ini hanya pacar sewaan dan bukan sedang melakukan lamaran. Ia sempat berpikiran untuk membatalkan ide konyolnya sewa pacar namun mengingat ancaman dari mami ia memantapkan hatinya untuk pergi ke kantor www.kencanonline.com
Ketika sudah sampai di kantor biro kencan online Demir dan Jacky di persilahkan oleh resepsionis menunggu di ruang tunggu. Hanya ada mereka berdua diruangan itu dan mereka di servis dengan diberikan minum dan cemilan. Demir akan dikenalkan dengan calon pacarnya.
"Lo gugup bro?" tanya Jacky memecah keheningan.
" Iya bro.Kayak gimana gitu," jawab Demir singkat.
Jacky menepuk pundak Demir lembut dan mengelusnya.
" Relax bro.Demi menghindari perjodohan mami lo.Jangan kalah sebelum berperang."
" Siap bro," jawab Demir dengan bersemangat.
Sekitar lima belas menit mereka menunggu. Terdengar suara pintu dibuka.Resepsionis tadi datang bersama seorang wanita muda.Dan mereka berdua kaget dengan wanita muda tersebut.Wanita tersebut juga tak kalah kaget karena kliennya kali ini adalah........
" Deniza Sefa," panggil Demir dengan gigi gemeletuk.Ia tak menyangka mahasiswi teladan di kampus berprofesi sebagai pacar sewaan.
" Pak Demir," ucap Dee tak kalah kaget.
" Pak Jacky."
Tiba- tiba wajahnya pucat. Ia menyesalkan kecerobohannya tak membaca CV calon kliennya terlebih dahulu.Jika ia tahu kliennya adalah Demir Alfarizi si dosen killer, si pria kutub dan si pria miskin senyum makanya ia akan menyerahkan kliennya ke yang lain.
" Sejak kapan kamu melakukan profesi ini? Memalukan," cecar Demir geram. Sekelas anak kedokteran UI melakukan pekerjaan ini.Benar-benar mencoreng nama baik kampus.
" Mbak Tania tolong tinggalkan kami," titah Dee pada Tania sang resepsionis.Dengan terpaksa Tania meninggalkan ruangan itu padahal ia ingin menjadi pendengar yang baik dan kepo dengan hubungan Dee dan kedua pria tersebut.
Dengan agak kesal Dee membuka map coklat yang berisi CV Demir dan membaca alasan Demir membutuhkan pacar sewaan. Dee menahan tawa kenapa membaca alasan Demir menyewa pacar.
" Deniz," panggil Demir setengah berteriak. Ia terbiasa memanggil Dee dengan nama Deniz. " Sejak kapan kamu melakukan pekerjaan ini?"
" Santai Pak.Ga usah galak galak," Dee menenangkan Demir.
" Ga usah basa basi.Kamu tinggal jawab pertanyaan saya," suara Demir begitu tegas dan mengintimidasi.Jacky berusaha menenangkannya. Tujuan awal kesini untuk melakukan kesepakatan dengan pacar sewaan bukan introgasi Dee.
Dee tak menjawab pertanyaan Demir.Ia kikuk dan bingung bercerita mulai darimana.Ia menggaruk kepalanya yang tak gatal,tangannya memainkan ujung dress yang dikenakannya.Mimpi apa dia semalam hingga mengalami nasib apes seperti ini?Calon kliennya adalah dosen killer di kampus,si pria kutub,galak dan si pria miskin senyum. Apakah ini karma karena ia dan kedua sahabatnya menonton film semi porno semalam ?
__ADS_1
"Jika kamu tidak menjawab pertanyaan saya. Saya akan melaporkan kamu ke kampus dan akan mencabut beasiswa kamu."
" Pak jangan sembarangan ya mempermainkan nasib saya," jawab Dee ketus.Ia memberanikan diri menjawab melawan kezaliman Demir pada dirinya.
Jacky tertawa terbahak - bahak melihat sahabatnya berdebat dengan mahasiswinya.Baru kali ini ada mahasiswi yang terang-terangan melawan si dosen killer. Jacky hanya diam dan menjadi penonton yang baik untuk Demir dan Dee.
" Beraninya kamu melawan saya," emosi Demir terpancing.Rahangnya mengeras menahan emosi.
" Bapak Demir Alfarizi yang terhormat. Kita jadi mahasiswi dan dosen ketika berada di kampus.Diluar kampus UI saya bebas melakukan apa saja."
" Kamu memalukan nama UI tahu ga? Apa kata orang jika tahu seorang mahasiswi kedokteran UI berprofesi sebagai pacar sewaan?"
" Apa yang memalukan? Toch saya ga merugikan siapa siapa disini?"
" Kamu ga sadar dengan ucapan kamu barusan ? Ga bikin malu? Kamu jalan dengan pria yang berbeda dan mendapatkan bayaran dan itu sama dengan apa?............"ucapan Demir menggantung.Ia tak sanggup melanjutkan kata katanya. Takut keceplosan.
" Sama dengan apa? Hello Pak," Dee menjentikkan jarinya."Saya bukan pelacur ya Pak yang melayani pria di atas ranjang. Tolong Bapak catat itu. Tarik kembali ucapan Bapak.Walau Bapak dosen saya bukan berarti Bapak bisa intimidasi dan judge saya seenaknya. Saya juga punya harga diri.Jika Bapak baca aturan pacar sewaan Bapak tak akan berkata seperti itu. Dalam ketentuan pacar sewaan.Tidak ada sentuhan fisik baik ciuman, pelukan, pegangan tangan, seks, petting,grepe - grepe. Jadi saya bukan pelacur seperti dugaan Pak Demir. Saya masih suci dan perawan," kata Dee panjang lebar.Ia jadi bodoh sendiri karena menceritakan dirinya masih perawan.Maksudnya apa ya kok omongan aku ngelantur gini! Dee bermonolog.
Demir tertegun mendengar ucapan Dee jika ia masih perawan dan ada kelegaan tersendiri untuknya.
" Saya harap kamu berhenti melakukan pekerjaan ini! Jangan bikin malu almamater kamu.Jika orang tua kamu tahu kamu melakukan ini pasti mereka akan kecewa."
" Saya tidak punya orang tua.Saya anak yang di buang oleh orang tua saya di panti," Dee berteriak dengan suara parau. Ia paling baper membahas tentang orang tua karena ia bukan anak yang diharapkan kelahirannya. Ia sangat emosional jika ada yang mengungkit orang tuanya.
Jacky dan Demir tertegun mendengar ucapan Dee.Mereka tak menyangka mahasiswi pintar seperti Dee mengalami nasib yang begitu buruk. Ia berjuang sendiri untuk membiayai kuliahnya.Ada sedikit rasa kagum Demir pada Dee. Ternyata perjuangan hidup Dee begitu berat. Asal usul tak jelas dan dibuang kedua orang tuanya.
" Sekarang kamu berhenti melakukan pekerjaan ini dan fokus kuliah." Demir melunak dan bicara lebih lembut.
" Gak bisa Pak.Saya harus kerja.Jika tidak kerja saya mau makan apa?"
" Kamu ga dengar omongannya?" Demir paling tidak suka dibantah.Ia akan naik pitam jika ucapannya tidak di dengar.
" Bapak siapa? Sok ngatur-ngatur saya?"
" Saya dosen kamu Deniz.Saya punya hak untuk menasehati kamu karena tugas saya bukan hanya mengajarkan kamu ilmu kedokteran tapi juga akhlak yang baik."
" Tetap aja Bapak ga bisa ikut campur. Bapak bukan suami saya," jawab Dee ketus melipat tangan.
" Oh jadi saya harus jadi suami kamu dulu baru kamu mau dinasehati?" Demir mendekati Dee dan menjentik dahi Dee.
__ADS_1
Pletak........
" Bapak sakit," rintih Dee memegang dahinya.
" Akibat durhaka sama dosen sendiri."
" Bapak rese. Mana ada durhaka pada dosen.Dasar pria kutub menyebalkan," maki Dee keceplosan memanggil Demir 'pria kutub'. Ia menutup bibirnya dengan tangannya. Kenapa lambenya tidak bisa dikontrol jika emosi begini.
Demir makin kesal dengan mahasiswi yang satu ini.Dee benar benar memancing amarahnya. Gadis pembangkang dan keras kepala. Ia mendorong kepala Dee ke belakang dengan jarinya.
Dee merasakan sinyal bahaya.Ia baru saja membangunkan macan tidur. Tatapan Demir begitu mematikan dan nasibnya ada di ujung tanduk sekarang. Kayaknya ia butuh sianida untuk melenyapkan Demir.
" Apa kamu bilang tadi saya pria kutub?" Demir mengintrogasi Dee.
" G-gak ada," elak Dee.Ia berusaha tersenyum manis menutupi ketakutannya.
" Saya ga akan terpengaruh dengan senyum palsu kamu.Cepat jelaskan kenapa kamu panggil saya pria kutub Deniza Sefa!"
" Oke saya akan saya katakan.Bapak dikenal mahasiswi dosen muda yang killer dan menakutkan.Melihat Bapak kami seperti melihat hitler yang kejam.Bapak dibilang pria kutub karena begitu dingin terhadap wanita.Padahal banyak mahasiswi dan dosen wanita mengejar Bapak. Kami pernah mencurigai Bapak punya orientasi seks menyimpang Bapak pecinta batangan dan tak tertarik dengan wanita.Buktinya Bapak jomblo dan belum menikah sampai sekarang. Kami juga menjuluki bapak pria miskin senyum karena tidak pernah senyum."
Ucapan Dee barusan sukses membuat Jacky tertawa.Ia tertawa ngakak sampai sakit perut.Jacky tak menyangka para mahasiswa mencap Demir seperti itu.
Dee menyesali ucapannya.Ia selalu keceplosan ketika dipojokan. Ia dapat melihat kemarahan di mata Demir.Si pria kutub itu bak singa lapar.Tatapannya sangat membunuh. Ia merinding karena ketakutan.
" Ya ampun bro pikiran mahasiswa soal lo dah jauh ternyata. Mereka menganggap dosen killer mereka pecinta batangan bukan pecinta lubang," ejek Jacky pada Demir.
Demir berbalik menatap Jacky tajam.Tatapan membunuh Demir membuat Jacky bungkam.
Demir melangkah mendekati Dee.Gadis itu merinding ketakutan.Ia berjalan mundur dan tersandar ke dinding.Ia tak bisa lagi mundur.Demir merapatkan tubuhnya pada Dee.Gadis itu bisa merasakan bau parfum Demir yang begitu lembut. Dee menyilangkan tangan ke dada.Ia takut Demir melakukan sesuatu hal yang buruk pada dirinya.
Demir menarik tangan Dee dan merapatkan tubuhnya dan tak ada jarak diantara mereka.Tanpa aba-aba Demir melumat bibir Dee. Gadis itu terperanjat karena perbuatan dosennya.Bibirnya terbuka seakan memberi akses untuk Demir menciumnya lebih dalam. Demir menyambar lidah Dee. Ia merasakan bibir Dee begitu manis dan merasa candu.Ia melumat bibir Dee dengan kasar. Dee berusaha memberontak dengan memukul dada Demir namun ia kalah kuat.
Demir melepaskan ciumannya karena kehabisan oksigen.Niatnya hanya membuktikan pada Dee bahwa ia lelaki normal bukan gay.Namun ia lepas kendali karena rasa manis bibir Dee. Sementara Dee merasa shock dan tak percaya dengan apa yang terjadi.
Jacky melongo melihat perbuatan Demir.Mulutnya menganga karena kaget dengan perbuatan sahabatnya.Mata telah ternista melihat adegan ciuman antara Demir dan Dee. Demir jika sudah emosi suka bertindak diluar kendali dan sekarang Dee menjadi korban Demir.
" Ciuman tadi sebagai bukti bahwa saya bukan gay.Kamu bisa ceritakan pada teman-teman kamu jika saya adalah pria normal.Jika masih kurang percaya saya bisa buktikan kejantanan saya di ranjang,"ucap Demir tegas menatap Dee tanpa rasa bersalah.
" Dasar dosen mesum dan cabul," maki Dee kesal.Ia menendang selangkangan Demir.
__ADS_1
Pria itu mengaduh kesakitan dan tergolek di lantai. Tongkat saktinya sangat sakit dan merupakan hartanya yang paling berharga. Ia sangat menyayangkan perbuatan Dee namun tak menyangka mahasiswinya itu membalas lebih sadis.
Demir tak bisa membayangkan jika tongkat saktinya tak berfungsi lagi akibat tendangan Dee. Jika itu benaran terjadi Dee sukses merusak masa depannya dan Demir bersumpah akan menjadikan Dee istrinya jika tongkat saktinya tak berfungsi lagi.