
" Gara-gara lo Onya," Demir menyalahkan Onya karena harus mengejar cinta Dee dan membawanya jadi menantu mami.
" Kok lo jadi salahin gue sich bang," geram Onya mencubit pinggang Demir.
" Iya salah lo.Jika lo bantu gue pas mami bilang harus bawa Dee jadi menantu mungkin gue ga harus kejar-kejar Deniz."
" Lo ga usah muna dech bang.Gue tahu perasaan lo sama Dee.19 tahun gue hidup sama lo.Jadi gue udah tahu isi hati seorang Demir Alfarizi," seringai licik Onya terlihat diwajah cantiknya.
Demir tersenyum lucu melihat adiknya. Onya memang adik terbaik yang ia miliki.
" Sok tahu lo."
" Bukan gue sok tahu bang.Gue emang tahu.Masa tiba-tiba seorang Demir yang anti sama cewek dan alergi bersentuhan bisa mencium cewek yang sama dua kali.Kalo ga ada perasaan ga mungkin lo cipok kak Dee."
Demir melambaikan tangan meminta Onya diam.Wajahnya merah karena malu.Onya tanpa sungkan membuka aibnya dengan bahasa sedikit vulgar.
" Kenapa lo malu segala bang? Bukanya selama ini lo emang malu-maluin," kelakar Onya ketawa ngakak.
Pletak........Demir menyentil dahi Onya sehingga gadis itu berteriak.
" Kejam lo.Gue laporin KDRT juga lo," ancam Onya becanda.
" Lapor aja sana.Gue ga takut."
" Dasar pria kutub miskin senyum," geram Onya membalas Demir.
" Wait....," Demir berusaha mengingat siapa yang sering memanggilnya 'pria kutub miskin senyum'
" Tahu darimana lo gue dipanggil pria kutub?" selidik Demir dengan mata melotot.
" Jadi gue ga boleh panggil lo pria kutub?" Onya mengedipkan mata menggoda sang kakak.
" Bu-Bukan gitu," elak Demir gengsi.
" Lalu hanya kak Dee boleh manggil lo pria kutub?"," tanya Onya dengan ekspresi duck face. " Gue tahu julukan lo dari kak Dee.Gue sering komunikasi sama dia di WA."
" Bang ga usah gengsi-gengsian.Keburu kak Dee diembat sama pria bule itu dan Alex.Alex lagi gencarnya deketin kak Dee.Kemaren malah Alex nyusulin kami ketika lagi nongkrong di kedai kopi.Alex bawain kak Dee makanan kayak mie dan aneka makanan kecil lainnya."
Demir mengepalkan tangannya karena cemburu.Wajahnya seketika cemberut.
" Nah lo cemburu kan bang? Makanya lo gercep bang.Ingat umur dah tua dan tuwir," ledek Onya mendapat seringai iblis sang kakak.
" Onya gue harus gimana? Gue masih belum bisa lupain masa lalu."
" Itu kebegoan abang gue.Masih mengingat masa lalu.Udahlah bang kita ga hidup di masa lalu tapi di masa depan.Kayaknya kisah cinta lo ga usai sama kak Uty.Kak Uty hanya masa lalu dan kak Dee adalah masa depan lo,calon kakak ipar gue.Sebelum lo lanjut mengejar cinta Dee sampai halal lo harus selesaikan dulu masalah lo sama kak Uty."
" Maksud lo?" Demir tak mengerti arah pembicaraan Onya.
" Lo harus bicara sama kak Uty kenapa dia ninggalin lo demi bang Rizki.Pasti ada suatu alasan kenapa dia ninggalin lo bang.Kak Uty dia wanita yang baik.Gue bisa liat ketulusan di mata dia.Dia ga mungkin seperti itu."
Demir mencoba mencerna kata demi kata Onya.
" Jadi selesaikan masalah antara lo dan Kak Uty biar lo ga terjebak masa lalu dan menyongsong masa depan."
" Ta-Tapi Nya," mulut Demir disumpal roti oleh Onya sehingga tak bisa bicara.
Dengan kesal Demir membuang roti dari mulut.
" Setan lo Nya," eskpresi Demir bak singa lapar yang butuh mangsa.
" Makanya lo jangan banyak omong. Biarkan gue Onya, sang pakar cinta mengatasi masalah percintaan lo.Onya mengatasi masalah tanpa masalah ," ucap Onya dengan lebay.
Demir berdecih dan tertawa mendengar ucapan Onya.Marahnya langsung mereda mendengar celoteh Onya.
" Lo harus ketemuan sama kak Uty titik!" titah Onya tegas menatap Demir.
❤❤❤
Dua orang anak manusia sibuk dengan handphone masing-masing.Mereka duduk berhadap-hadapan saling lirik namun tak ada yang mau memulai pembicaraan.
Uty sibuk mengaduk gelas kopi yang ada di meja, ia mengalihkan pandangannya ke sudut kafe.Ia melihat Onya sibuk bermain game di handphonenya.
Demir belum juga membuka mulut.Uty menjadi sebal sendiri karena Demir hanya diam mematung.Uty sengaja menunda jadwal prakteknya hanya demi bertemu dengan Demir.
Demir masih tetap bungkam.Ia menyeruput minuman sampai habis.Demir berusaha mengatur kata-kata yang akan diucapkan kepada Uty.Tak biasanya ia gugup seperti ini mungkin karena ia akan bicara dengan mantan pacar.
" Mir jika tak ada yang mau kamu bicarakan aku pamit dulu.Terima kasih kopinya," kata Uty bangkit dari tempat duduknya.
" Tunggu Ty," sahut Demir mencegah kepergian Uty." Duduk Ty.Aku mau bicara."
Uty tersenyum dan kembali duduk.
" Apa yang ingin kamu bicarakan?"
Demir mengambil napas dan membuangnya.Ada sedikit kelegaan dihatinya.
__ADS_1
" Ty kamu pasti sudah dengar cerita dari Onya jika aku semenjak kamu tinggalkan menjadi seorang lelaki dingin, galak, skeptis dengan cinta.Aku menutup hatiku untuk wanita lain karena aku terlanjur sakit hati sama kamu."
Mata Uty berembun mendengar ucapan Demir.Rasa bersalah Uty semakin besar.Ternyata Demir sangat mencintainya dan masih belum bisa move on darinya.Demir masih terikat dengan masa lalu dan karena dialah Demir menjadi skeptis dengan cinta.
" Ty aku ga mau terjebak masa lalu.Kita harus selesaikan masalah antara kita.Aku rasa kamu sudah bahagia dengan Rizki dan anak kalian.Aku melihat postingan Rizki di medsos.Ty aku ingin kamu jujur apa alasan kamu meninggalkan aku dan memilih Rizki? Aku ingin tenang Ty.Aku ingin memulai lembaran baru bersama Deniz tapi aku tak ingin mengingat kamu ketika bersama Deniz.Aku ingin bebas dari belenggu masa lalu.Aku hanya ingin ada Deniz seorang dihati ini.Tak ada lagi yang mengganjal dihati ini," Demir menyentuh dadanya.
Dada Uty sesak mendengar kata demi kata ucapan dari bibir Demir.Ia menghapus air matanya.
" Mir berjanjilah kamu tidak akan membenciku dan Rizki.Mungkin kita tidak ditakdirkan berjodoh Mir.Jangan lupakan satu hal.Jangan mencintai makhluk melebihi cintamu pada Sang Pencipta."
Uty mengambil tisu untuk menghapus air matanya.Ia meminum kopi dan mulai bercerita.
" Kamu ingat kita menginap di Puncak akhir tahun 2008 dulu?" Uty mencoba mengingatkan Demir dengan peristiwa yang membuatnya meninggalkan Demir.
" Iya aku ingat.Kita merayakan tahun baru,kelulusan dan koas kita bersama teman seangkatan.Tapi apa hubungannya?" tanya Demir kebingungan.
" Itulah penyebab aku meninggalkan kamu."
" Aku tidak mengerti Uty.Ceritakan lebih detail."
" Waktu itu kamu dan Jacky pulang ke Jakarta karena mami kamu masuk rumah sakit."
" Iya aku ingat." Demir memotong ucapan Uty.
" Biarkan aku cerita Mir !"Uty cemberut karena Demir memotong pembicaraannya.Mereka berdua tersenyum.
" Kamu dan Jacky pulang sementara aku tinggal.Ketika ada acara Truth Or Dare. Aku dan Rizki naik ke atas panggung.MC memberi pertanyaan kepada kami.Pertanyaannya terlalu privasi sehingga kami memilih menerima tantangan daripada menjawab.
Panitia acara menghukum kami harus minum wine masing-masing 2 gelas.Rizki meminum wine tiga setengah gelas dan menyisakan setengah gelas untukku.
Aku meminumnya dan kamu tahu aku langsung mabuk.Aku tak mengikuti acara tahun baru.Aku memilih kembali ke kamar hotel.Aku tidak pernah mencicipi minuman alkohol hanya minum setengah gelas sudah membuat aku mabuk.Aku pusing dan celakanya aku salah masuk kamar.Aku masuk ke kamar Rizki.Rizki sudah duluan istirahat di kamar.Aku dan Rizki bercinta karena pengaruh alkohol.Aku tidak tahu siapa yang memulainya," Uty mengambil napas dan melanjutkan ceritanya." Kesalahan yang aku lakukan memberikan kehidupan baru dalam rahimku.Aku mengandung anak Rizki dan aku hamil diluar nikah."
Demir kaget mendengar cerita Uty.Ia menjadi menyesal telah berprasangka buruk.Tak disangka Uty mengalami permasalahan yang begitu rumit.
" Aku bahkan diusir mama dan papa ketika mereka tahu aku hamil.Mereka sangat membenciku saat itu.Aku hancur dan terpuruk Mir.Sampai Rizki datang kepadaku.Dia bertanggung jawab atas perbuatan dan memintaku jangan menggugurkan anak kami.Kami hanya menikah di KUA.Kami memutuskan pindah ke Jogja kampung halaman mamanya Rizki.Disanalah kami melanjutkan hidup."
" Apa kamu bahagia dengan pernikahanmu karena tak ada cinta diantara kalian?"
" Awalnya berat harus menikah dan mengandung anak dari laki-laki yang tidak kita cintai.Namun cinta itu hadir dalam pernikahan kami.Rizki berusaha menjadi suami dan ayah yang baik untuk anak kami.Walau awalnya ada penolakan dariku, Rizki tetap bersabar hingga aku memiliki cinta untuknya."
" Uty maafkan aku.Aku telah berburuk sangka padamu.Andai aku mengijinkanmu ikut bersamaku ke Jakarta waktu itu mungkin kamu tidak akan mengalami kejadian itu," Demir tertunduk lesu menyesali semua yang terjadi.
" Mir jangan asal bicara.Jika aku ikut ke Jakarta maka kamu tidak akan bertemu dengan Dee dan tidak akan ada Ruhi di hidupku.Jika aku menyesali kejadian itu maka sama artinya aku menyesali kelahiran Ruhi."
" Maafkan aku Uty," Demir tertawa kecil.Ia menghabiskan minumannya.
" Dimana Rizki?"
" Dia masih di Jogja.Bulan depan baru pindah kesini." Demir manggut-manggut.
" Bisakah kalian berdamai dengan masa lalu? Kamu dan Rizki berteman kembali.Aku tak mau kalian bertengkar karena aku."
" Seorang istri sedang membela suaminya," canda Demir tersenyum sumringah.
" Haruslah," Uty tertawa lepas.Ia bahagia karena urusannya dan Demir telah selesai.Tak ada lagi dendam tak ada lagi kebencian.Demir dan Rizki bisa kembali berteman.
" Uty kamu harus tanggung jawab.Kamu terlambat mengatakan semuanya sehingga aku telat menikah dan menjadi pria dingin."
" Jika aku katakan dari dulu kamu tidak akan bertemu dengan Dee.Bersyukurlah om om sepertimu mendapatkan daun muda." ucapan Uty mendapati tatapan dingin dari Demir.
" Demir kamu sudah 32 tahun.Aku lihat Dee hanya tua beberapa tahun dari Onya selisih usia kalian jauh."
" Putri Trinita," geram Demir tersenyum lucu.
" Ya Demir Alfarizi," balas Uty tertawa ngakak.
" Bantu aku untuk mendapatkan Dee dan mengejarnya sampai halal."
" Ok," jari Uty membentuk huruf O.
" Nah gitu dong damai.Cukup Korsel dan Korut aja perang kalian jangan," celetuk Onya tiba-tiba muncul di hadapan Uty dan Demir.Ternyata capek juga menunggu dua orang mantan kekasih untuk bicara dan berdamai dengan masa lalu.Onya seperti nyamuk menunggu Demir dan Uty selesai bicara.
" Sini Onya sayang duduk disini," Demir memukul pahanya supaya Onya duduk dipangkuannya.
" Ogah gue.Gue bukan anak kecil lagi bang," tolak Onya mentah-mentah.Walau mereka sangat dekat Onya menolak bermanja di tempat umum bersama Demir.Banyak yang salah paham dengan kedekatan Onya dan Demir.Bagi yang tak kenal mereka pasti mengira Onya dan Demir sepasang kekasih karena mereka sering jalan bersama.
" Lagak lo dek," Demir pura-pura cemberut.
" Nah bang hati lo dah lega setelah tahu kenyataan yang sebenarnya?" tanya Onya dengan raut bahagia.
Demir manggut-manggut.
" Sekarang saatnya lo perjuangkan cinta lo.Kejar kak Dee sampai halal.Gue kasih lo target.30 hari mengejar cinta Dee," ucap Onya bersemangat.
" Kayak judul film dong,"celetuk Uty tertawa lucu.
__ADS_1
" Bisa dibilang gitu kak.Oh ya kakak bantu kak Demir mendapatkan cinta kak Dee," kata Onya lagi.
Uty mencoba berpikir bantuan apa yang bisa ia berikan untuk membantu Demir mendapatkan cinta Dee." Caranya?"
Onya membisikan sesuatu di telinga Uty dan Uty takjub mendengar ide konyol Onya.
" Ampun sama anak jaman now yah.Idenya ada-ada aja," puji Uty tersipu malu.
" Lo jangan ragu sama adik gue Ty.Dia amazing tahu ga. Dia bikin gue selalu senyum dan ketawa.Dia yang menemani gue selama sepuluh tahun terakhir ini.Gadis kecil gue yang manis," puji Demir mengelus kepala Onya.
Demir menggoda Onya dengan memberikan ciuman jarak jauh.
" Jijay gue bang," protes Onya dengan ekspresi jijik." Simpan aja tu ciuman buat kak Dee.Gue mah ogah."
" Kampret lo dek."
" Sesama kampret dilarang saling menjatuhkan.Benarkan kak Uty?" Onya menatap Uty dan menaik turunkan alisnya.
" Benar banget.....," tawa Uty pecah melihat kelakuan Onya dan Demir.
Demir dan Uty berdamai dengan masa lalu dan memutuskan untuk berteman.Tak ada lagi yang mengganjal dihati mereka.Semua menerima takdir dengan lapang dada.
❤❤❤
Alex seperti tak kenal lelah mengejar cinta Dee.Walau gadis itu terang-terangan menolak cintanya namun tak ada kats menyerah dalam hidupnya.Sebelum janur kuning melengkung Dee masih milik bersama,walau saingannya Demir dan Bryan.
Siang ini Alex datang ke rumah Dee. Seperti biasa ia datang membawa makanan dan buah untuk Dee.Alex mengetuk pintu rumah.Dee yang kebetulan ada di rumah segera membuka pintu.
" Aduh Alex lo lagi lo lagi," gerutu Dee ketika melihat Alex di depan pintu.
" Walaikumsalam Dee," ucap Alex menyindir Dee.
" Assalamualaikum," sahut Dee segera
mengucap salam.
" Nah gitu dong. Nich," Alex menyodorkan dua kantong plastik untuk Dee.
" Ini apa?"
" Makan siang buat kamu."
" Aduh Alex lo ngapain bawa makanan segala. Duduk gih," Dee mempersilakan Alex duduk di kursi teras." Sorry ga boleh masuk.Gue cuma sendiri.Gue ga mau diciduk warga dituduh mesum karena berduaan sama lo."
" Mau dong diciduk dan dinikahin sama kamu," kata Alex becanda.
" Gundulmu," umpat Dee.
" Cewek ga boleh kasar-kasar atuh neng.Yang manis dong kalo ngomong sama Aa."
" Sumpah dech Lex.Geli gue denger lo manggil gue neng."
" Mau makan bareng ga Dee?"
" Lo aja dah bawa makanan buat gue ngapain lo ajak gue makan keluar."
" Itu makanan ada dua bungkus.Makan bareng disini aja.Sederhana tapi so sweet.
" Oh gitu.Gue ke dalam dulu ambil piring, gelas dan sendok," Dee masuk kedalam rumah dan tak menggubris ucapan Alex yang mengatakan mereka 'so sweet'.
Tak lama kemudian Dee kembali ke teras membawa piring,sendok dan gelas.Alex membawakan kwetiau goreng seafood. Mereka menikmati makan siang bersama.Dee memakan kwetiau dengan lahap.Kebetulan ia sangat lapar dan Alex membawakan makanam untuknya.Bagi Dee ga ada doa penolak rejeki apalagi rejeki makan siang dari Alex.
Alex datang saat ia sangat kelaparan.Tanpa ada rasa sungkan Dee menerima makanan dari Alex.
Sementara itu di seberang jalan dua orang insan sedang mematai-matai Dee dan Alex.Mereka sudah lama parkir di pinggir jalan.Mereka mengamati Alex dan Dee semenjak Alex datang.
Sang lelaki terlihat kesal dan geram melihat Dee dan Alex makan siang bersama.Dee bahkan tertawa dan tersenyum saat berbincang dengan Alex.Namun sikap Dee berubah ketus jika bersamanya.Ia ingin senyum Dee hanya diberikan untuknya tak boleh lelaki lain melihat senyum di bibir Dee.
" Bang ga bisa dibiarkan ini.Lo jangan sampai kalah sama Alex.Lo harus bisa merebut kak Dee sebelum keduluan sama Alex," Onya memanas - manasi Demir biar tambah cemburu.
Onya meneropong dari dalam mobil.Bak detektif ia memata-matai Dee dan Alex.
" Kesel gue Nya," teriak Demir frustasi.Ia memukul stir mobil.
" Sama gue juga kesel liat lo kesel," gerutu Onya geram.
" Bahagia lo bahagia gue.Kesedihan lo juga kesedihan gue," ucap Onya hiperbola seraya merengek seperti orang mau menangis.Onya memeluk Demir dan menepuk punggung Demir memberi dukungan." Yang sabar ya bang. Lapangkan hati lo memiliki banyak saingan untuk mendapatkan kak Dee."
" Hmmmm," sahut Demir singkat.
" Kasih gue ide biar gue bisa dekat dengan Dee."
" Ok bang.Cuma otak gue butuh makan biar bisa mikir," Onya tertawa ngakak memperlihatkan gigi putihnya.
" Lupa gue.Lo rese kalo lagi lapar," Demir menjitak kepala Onya.
__ADS_1
" Korban iklan lo."