Bukan Pacar Sewaan

Bukan Pacar Sewaan
EMPAT PULUH ENAM


__ADS_3

Langit yang cerah di pagi yang indah. Matahari telah terik menampakan cakrawalanya. Liburan ala Demir dan Dee telah berakhir dan mereka telah kembali ke dunia nyata. Dee bahagia dan tak menyesal telah meminta Demir menculiknya.Dee mungkin akan sering meminta diculik jika selalu diajak ketempat yang indah seperti ini.


Bukit Moko akan menjadi sejarah yang akan selalu dikenang oleh keduanya.


Disinilah mereka mengatakan cinta dan mengungkapkan perasaan masing-masing.


Sejenak Dee lupa dengan masalahnya dan beban yang ada di pundaknya.Dee akan menyelesaikan masalahnya dengan Bryan,Clara dan Fahad.Setelah itu ia akan fokus mengerjakan skripsinya.Ia ingin segera meraih gelas S.Ked lalu melanjutkan koas agar segera memiliki gelar dr.


Menjadi seorang dokter adalah impian Dee semenjak kecil.Ia ingin sekali menjadi dokter spesialis SpoG alias dokter kandungan.Suatu menakjubkan bisa menjadi saksi tumbuh dan berkembangnya malaikat kecil itu.Dulu kita hanya sebongkah daging dan semakin lama semakin besar.Sungguh kuasa Tuhan tak ada yang dapat menandinginya.


Demir dan Dee sedang berberes barang-barang yang akan dibawa turun.Demir sibuk membongkar tenda.Sebenarnya ia bisa saja memanggil Rino melalui walkie talkie namun ia enggan melakukannya.Lebih baik ia melakukannya bersama Dee.Bukankah itu romantis ?????


Dee sangat serius melipat selimut dan membereskan ***** bengek lainnya.Demir tertegun menatap Dee.Kekasihnya benar-benar cantik ! Benar juga kata-kata orang tua dulu jika mencari istri carilah ketika pagi hari ketika baru bangun tidur karena kita akan tahu kecantikannya yang alami bukan dari make up.


“ Mas kenapa natap aku kayak gitu? “ Dee sedikit risih di perhatikan oleh Demir.


“ Kamu cantik banget sayang.”


“ Pagi udah gombal aja,” ucap Dee tertunduk malu.Wajahnya merona karena malu.


“ Kenapa mukanya merah gitu sayang? Mas jadi gemes.Jadi mau cium,” goda Demir mengusili Dee.


“ Isssssshhhhhh genit,” protes Dee pura-pura marah padahal mah dianya senang digombali Demir.


“ Sayang Bapak kamu maling ya?” Demir sok-sokan menggombali Dee walau gombalannya receh dan bisa ditebak.Yang Penting Usaha 😎😎😎


“ Iya. Kamu udah mencuri hati aku,” ucap Dee menyambung gombalan receh Demir.


” Udah basi gombalannya Mas.Ga kreatif banget.”


“ Jadi kamu suka digombali? “


“ Mas namanya cewek walau tahu digombali pasti senang mah.Rasanya terbang ke langit ketujuh. “


“ Oh.......” ucap Demir ber-oh ria.Terlihat lelaki tampan itu sedang memikirkan sesuatu.


“ Deniz kamu tahu kebutuhan pokok manusia? “


“ Kok nanyain itu sich Mas?”


“ Jawab aja.”


“ Ada tiga Mas.Sandang,pangan dan papan.”

__ADS_1


“ Bagi aku kebutuhan pokok aku itu....kamu.....kamu.....kamu....”


Eaaaaa Dee blushing.Wajahnya merona seperti tomat matang.Walau gombalan kekasihnya receh namun mampu membuatnya tersipu malu.


Puk Puk Puk ......


Dee menepuk bahu Demir.Dosen sekaligus kekasihnya itu ternyata manis begini.Andai dari dulu seperti ini mungkin Dee akan jatuh cinta dan menjadi bucinnya Demir.


“ Sayang jangan mukulnya keras-keras.Sakit tahu.Cium aja napa? “ Demir ngarep dicium Dee.


“ Ga mau ah.Mas bau jigong,” cicit Dee menggoda Demir.


“ Enak aja.”


“ Mas nanti aja becandanya biar cepat beres ne tendanya.Kenapa ga panggil Rino aja biar kita cepat selesai?”


“ Biar romantis kita sayang,” Demir tertawa dan memberikan mata genit untuk Dee.


Dee jadi merinding menatap kegenitan kekasihnya dan sikap Demir diluar dugaannya.


“ Alasan.”


Ketika sedang asik beres-beres tenda sepasang mata tak hentinya menatap pada Dee dan Demir Lelaki itu mengucek mata memastikan jika tidak salah lihat orang.Lelaki itu tidak salah lihat.


“ Demir,” panggilnya tanpa ragu.


Demir menoleh kebelakang dan ia kaget melihat orang yang memanggilnya.


Ia sempat melamun tapi ia segera disadarkan Dee.


“ Rizki ,” panggil Demir tak percaya.


Sudah ratusan purnama ia tidak melihat sahabatnya namun tanpa sengaja mereka bertemu disini.Melihat sikap kaku Demir dan nama lelaki itu Dee yakin jika lelaki itu adalah Rizki suami Uty alias sahabat yang telah merebut kekasihnya sepuluh tahun yang lalu.


Meski Demir telah berdamai dengan Uty namun belum bisa menghilangkan rasa canggung antara Demir dan Rizki.


Rizki sengaja datang menghampiri Demir karena ia ingin berdamai dengan masa lalu dan meminta maaf atas kesalahannya.


Walau ia telah mendengar dari Uty jika Demir sudah move on dan tahu kejadian sepuluh tahun yang lalu namun ia masih ingin meluruskan semuanya.Rizki ingin kembali bersahabat dengan Demir.


“ Mas.Bicaralah dengannya.Jangan menyimpan dendam karena dendam itu mengikis kebahagiaan.” Dee berbisik di telinga Demir dan memberikan nasehat yang pernah Demir katakan padanya semalam.


Demir mengangguk menatap Dee.Netra mereka bertemu.Demir merasakan hatinya ditetesi embun di pagi hari.Menyejukan dan menenangkan.

__ADS_1


“ Gimana kabar lo Ki? “ Demir berbasa-basi.


“ Baik Mir.Lama ga ketemu Mir.Lo sehat?”


“ Alhamdulilah gue sehat.Lo sama siapa kesini?”


“ Gue sama Uty dan Ruhi anak gue.”


“ Wah kebetulan ada kak Uty.Maaf bang dimana ya kak Uty?” Dee melirik sekelilingnya mencari sosok Uty.


“ Ada di tenda.Uty lagi nyuapin Ruhi makan,” jawab Rizki menatap Dee.” Kenalin aku Rizki suaminya Uty.” Rizki memperkenalkan diri pada Dee.


“ Deniza tapi lebih akrab dipanggil Dee,” ucap Dee menjabat tangan Rizki.


“ Pacarnya Demir?” Rizki sudah tahu dari Uty jika Demir belum menikah tapi sudah memiliki kekasih.


“ Calon istri,” ucap Demir tak memberikan Dee kesempatan menjawab pertanyaan Rizki.


“ Mas aku tinggal sama bang Rizki.Kalian udah lama ga ketemu.Kalian harus bicara nich.Aku ketempat kak Uty dulu ya Mas.Bang Rizki titip Mas Demir ya kalo ngamuk langsung gigit,” canda Dee sebelum meninggalkan Demir dan Rizki.


Demir dan Rizki duduk melihat pemandangan hijau di depan mata mereka.Mata mereka dimanjakan keindahan alam.


“ Gak nyangka ya Mir kita bisa ketemu disini.” Rizki memulai pembicaraan.


“ Iya,” jawab Demir singkat.Entah kenapa ia masih canggung berbicara dengan Rizki.


“ Gue tahu lo masih marah sama gue.Gue minta maaf sama lo.Gue udah merusak kebahagiaan lo.”


“ Ga ada yang perlu dimaafkan Ki.Gue dan Uty ga jodoh.Jodohnya Uty lo bukan gue.”


“ Setidaknya gue utang penjelasan sama lo.Semua berawal karena permain Truth or Dare sialan itu.Jika bukan karena itu mungkin tidak akan begini dan persahabatan kita hancur.Gue merasa bersalah sama lo.”


“ Ga perlu disesali Ki.Jika lo ngomong kayak gitu itu sama saja lo menyesali kelahiran anak lo.Anak itu anugerah dari Allah Ki.”


“ Maaf Mir bukan gitu maksud gue.Gue hanya ingin menjelaskan bagaimana semua ini terjadi.Gue menjadi lelaki brengsek merenggut kesucian Uty namun gue ga mau berdosa lagi jika tidak mempertanggung jawabkan perbuatan gue.”


Demir menepuk bahu Rizki dan menatap wajah Rizki.Demir sudah mulai bersahabat dan mencair.


“ Lo sudah melakukan hal yang benar.Lo lelaki sejati.Gue jika di posisi lo akan melakukan hal yang sama Ki.Allah sudah mentakdirkan Uty menjadi jodoh lo.Jodoh tak pernah tertukar Ki.Anggap aja gue selama ini jagain jodoh lo.Walau lo dapetin Ruhi dengan jalan ga bener setidaknya kalian sudah bertindak benar memberikan keluarga yang utuh untuk anak kalian.Gue juga minta maaf jika selama ini telah membenci kalian dan memaki kalian.”


“ Lo layak membenci gue Mir.Sahabat pengecut lo ini ga berani mengatakan hal yang sebenarnya.Gue takut menyakiti lo lebih dalam.Harusnya gue jujur sama lo dari awal sehingga lo ga menyimpan dendam selama sepuluh tahun ini.Gara-gara kami lo ga mau jadi dokter dan lebih memilih jadi dosen.Gue minta maaf banget sama lo.”


“ Gue udah memaafkan lo dan gue sudah buka lembaran baru.Marilah kita jalin silaturahmi kita yang pernah terputus.”

__ADS_1


__ADS_2