
Demir POV
Siang ini sehabis ngajar gue bergegas untuk pulang.Cuma ada dua kelas hari ini dan gue sudah selesai sebelum jam 12 siang.Gue sudah janji sama adik gue yang paling cantik dan satu-satunya untuk menemaninya ke mall untuk membeli kado anniversary pernikahan mami dan papi.
Tadi gue udah kirim pesan WA untuk Onya jika gue udah tunggu dia di parkiran.Gue harap anak usil dan nyebelin itu tidak datang terlambat. Walau dia usil gue sangat menyayangi Onya.Karena dia adalah salah satu dari dua wanita yang paling gue cintai di dunia ini.
Gue orangnya ontime dan paling benci dengan kata terlambat.Makanya jika ada mahasiswa telat di kelas gue lebih baik mereka ga usah masuk sama sekali.Gue sangat menghargai waktu.Time is money.
Gue lirik jam tangan sudah sepuluh menit Onya belum juga datang.Gue paling benci menunggu.Gue pandangi setiap sudut parkiran kampus namun Onya belum juga muncul.Oh ya,para mahasiswa di kampus dan dosen sudah tahu jika Onya adik gue.Anak itu cukup populer di kampus.
Pandangan gue terpusat pada Deniz.Gue liat pacar sewaan gue di parkiran.Dia tidak sendiri.Oh no! Dia bersama teman bulenya yang pernah gue dan Jacky liat di kantin rumah sakit beberapa waktu yang lalu. Deniz dan bule itu bersama dan si bule jemput Deniz di kampus. Mata gue melotot ke arah Deniz.Jujur gue kesal dan marah.
Gue yakin itu bule pasti punya hubungan dengan Deniz.Jika hanya penyewa Deniz tidak mungkin mereka sedekat dan seintim itu.Seketika darah muda gue mendidih, jiwa gue bergejolak.Pacar sewaan gue beraninya selingkuh di belakang gue.Dengan seenak udel anak kicik itu jalan sama cowok lain dan seakan mempertontonkan hubungannya ke gue dan seolah menyindir gue.
Gue aja gandengan masa lo ga?
Gue tatap Deniz dari kejauhan.Gue fokuskan netra gue untuk menatapnya. Netra kami beradu dan anak kicik itu hanya diam.Gue liat dia gelagapan.Kayak pacar yang ke GAP selingkuh.
Anak kicik itu bikin gue tambah kesal.Padahal dia udah liat gue dan gue udah liat dia namun dia ga nyapa gue sama sekali.Deniza Sefa sombong banget sich kamu???
Apa karena dia bersama teman bulenya sehingga dia ga sopan sama gue? Setidaknya itu anak datang ke gue kasih penjelasan jika bule itu hanya temannya. Gue jadi gondok liat Deniz sama cowok bule itu.
Gue kesal,gue marah,gue pengen makan bule itu hidup-hidup dan berani-beraninya dia membawa pergi wanita gue. Mereka tanpa rasa bersalah dan dosa pergi meninggalkan gue.Gue merasa seperti kekasih yang tak di anggap.
Gue melongo Deniz pergi dengan bule itu.Gue mau berteriak dan marah namun gue ga punya kekuatan untuk itu.Lidah gue terasa kelu dan gue merasa sudah kalah sebelum berperang.
Deniza Sefa gadis cantik berkulit putih, tinggi semampai,bermata bulat dan memiliki bibir tebal bak Angelina Jolie.Bibir yang pernah gue kecup dan gue nikmati manisnya.Gue merasa candu untuk menciumnya dan ingin mengulangi lagi ciuman itu. Bibir Deniz lembut dan manis.Ini adalah ciuman pertama gue setelah sepuluh tahun.
Maafkanlah gue terpaksa mencium Deniz karena gadis itu mengatakan gue bengkok alias gay.Gue membuktikan kenormalan gue dengan mencium gadis itu dengan liar.Lidah gue sudah menjelajahi isi mulutnya dan tindakan gue dihadiahi tendangan di selangkangan gue.Gue terpaksa periksa ke dokter untuk mengecek tongkat gue apakah baik-baik saja. Jika mengingat kejadian itu gue hanya bisa tertawa.
Gara-gara gue udah lama ga bersentuhan dengan cewek dan sudah lama tak berciuman.Gue jadi teringat adegan ciuman itu.Gue jadi gelisah dan ga bisa tidur karena mikirin ciuman itu dan mikirin Deniz.
Lamunan gue terhenti karena dikejutkan suara cempreng Onya.
"Woi kenapa lo bang?"
""Astagfirullah."ucap gue beristigfar melihat kedatangan Onya.Yang gue tunggu akhirnya datang juga.
"Kenapa lo bengong bang? Lo lagi ngelamunin kak Dee yang dijemput sama teman bulenya?"tanya Onya penih selidik dan bikin gue jantungan.Ini anak kayak dukun aja tahu banget isi hati gue.
"Ga ada,"kata gue menyangkal perkataan Onya.
Gue menatap Onya dari ujung kepala sampai ujung kaki.Adik gue memakai rok prisket berwarna putih dan dia kelihatan anggun seperti Deniz.
"Kepala pundak lutut kaki,lutut kaki,"Onya menyanyikan lagu anak kecil beserta gerakannya.Onya dah mulai senewen.
Gue ketawa lucu melihat tingkah unik Onya.Adik gue emang konyol dan lucu.Dengan gemas gue mengacak rambut Onya hingga berantakan.Reaksi Onya tentu merepet, gue merusak penampilannya.
Gue tertawa cengengesan.Gue masuk mobil dan diikuti Onya.
"Ingin kubunuh bulemu.Saat dia jemput dirimu.Didepan kedua mataku.Hatiku terbakar jadinya Deniza.Aku cemburu. Meski pun aku pacar bohonganmu.Meski pun hanya sewaan tapi aku manusia yang mudah sakit hatinya."Onya bernyanyi memplesetkan lirik lagu Dewa 19 yang berjudul cemburu.
Gue tahu Onya sedang menggoda gue.Gue yakin seribu persen jika dia udah di parkiran sejak tadi,tapi dia sembunyi buat liatin gue dan Deniz di parkiran ketika kami saling memandang dan tak bersuara.
"Apaan sich dek?" gerutu gue kesal mendengar nyanyian Onya.Lagu yang dinyanyikan Onya sukses menyindir gue dan hati gue makin panas.Adik gue ini ibarat minyak tanah.Sengaja dia memprovokasi gue biar api amarah di diri gue makin menyala.
"Gue cuma nyanyi.Lo kenapa emosi gitu?Cemburu ya?"todong Onya mentertawai gue.Sial ini anak! Paling bisa dia ledekin gue.
"Siapa yang cemburu?"elak gue menatap sekeliling dan tak berani menatap Onya.
"Kalo ga cemburu kenapa lo marah?"
"Siapa yang marah?Perasaan gue ga marah kok.Emang udah karakter gue kayak gini.Keras, tegas, gampang marah, killer dan dingin," kata gue beralibi.
"Gengsian,sok jual mahal,suka sama cewek tapi ga berani mengakui,"sambung Onya meledek gue dan mendeskripsikan sifat jelek gue.
__ADS_1
Gue tatap Onya kayak tatapan mengerikan valak namun bukan Onya namanya jika takut menghadapi gue.
"Bang lo mau dengar cerita gue ga? Gue abis baca novel tadi....." Onya melihat melirik gue. Seketika mood gue jadi buruk.Gue udah bisa tebak pasti ceritanya dia ujung-ujungnya nyindir gue.
"Trus.........?"
"Ceritanya menarik bang.Jadi ada cowok naksir sama cewek cuma cowoknya ga mau mengakui perasaannya trus si cewek lelah dan menjalin hubungan dengan cowok lain.Si cowok tu nyesel bang karena ga pernah mau ungkapin perasaannya.Ceweknya udah di tikung cowok lain.Pesan moral yang mau gue tanggap dari novel tadi.Jika kita suka sama seseorang ungkapin aja perasaan daripada menyesal dia dah sama yang lain.Kita akan merasa kehilangan ketika sesuatu itu sudah ga ada di samping kita."
"Trus gue harus ngomong wowwww gitu,"celoteh gue menirukan gaya bicara Onya.Kalo udah sama dia gue mendadak jadi ikutan alay dan lebay.
"Trus gue harus bilang abang gue cemburu gitu," balas Onya tak kalah sengit."Trus gue harus bilang jika abang gue mulai suka sama mahasiswinya gitu tapi abang gue ga nyadar."
"Apaan sich dek.Bisa tu ga mulut lo diam?"
"Bisa bang kalo dicipok pacar gue,"jawab Onya sekenanya.Ucapan Onya membuat gue murka.
Pletak........Gue menyentil dahi Onya.
"Aw sakit bang,"jerit Onya mengelus dahinya yang gue sentil.Itu masih level satu.Jika dah lewat level satu gue pastikan dahi Onya bengkak.
"Makanya bacot lo di jaga.Enak aja lo bilang cipok.Jika ketahuan lo cipok ma pacar lo.Gue gorok lo dek dan cowok lo gue bikin gagal di mata kuliah gue dan Jacky,"ancam gue tak main- main.Cukup gue aja brengsek main cium anak orang, adik gue jangan.Gue ga bakal rela. 😈😈
"Gue becanda bang,"ucap Onya mengacungkan jarinya membentuk huruf V.
"Terlalu sadis caramu.Menjadikan diriku pelampiasan kemarahanmu karena dia jalan sama bule.Tega niannya caramu menyingkirkan diriku makhluk imut ini agar kau lepas dari sakit hati."lagi-lagi Onya bernyanyi sumbang memplesetkan lagi sadis Afgan.Dia menyindir gue melalui lagu.
"Dikit-dikit lo nyanyi.Lama-lama lo mirip sama Saiful Jamil tahu ga," hardik gue mengerem mobil mendadak di depan RSCM.
Ya ampun gue ga liat ke depan. Gue ga liat ada mobil baru keluar dari RSCM. Ini semua gara-gara Onya.Gue ga fokus nyetir karena ladenin dia.Gue nabrak pantat mobil terios punya orang.Sial nich gue.Bakal di amuk sama yang punya mobil.
"Ampun bang lo nabrak,"pekik Onya menutup mulutnya."Bang gimana nich?"
"Tanggung jawablah.Mau kabur keburu ditangkap polisi."Gue membuka pintu mobil menghampiri pemilik mobil Terios yang gue tabrak.Onya mengikuti gue dari belakang.
Gue mengetuk pintu mobil dan meminta pemiliknya keluar.
Gue mengenali pemilik mobil tersebut. Seketika lutut gue lemes dan gue dapat surprise.
Ternyata mobil yang gue tabrak mobil wanita itu.Wanita yang sudah kurang ajar memporak porandakan hati gue dan bikin gue jadi cowok dingin dan ketus.
Dug Dug Dug........... Gue deg-degan melihat pemilik mobil.Melihat dia mengingatkan gue akan luka yang telah dia torehkan?Sudah sepuluh tahun berlalu kenapa gue masih dendam dan sakit hati.
Gue melamun.Wanita yang selalu gue hindarinya tanpa sengaja Tuhan mempertemukan kami,dalam situasi kayak gini pula.Amshiong.
"Demir," panggil wanita itu."Long Time No See."
Gue tak menggubris panggilan wanita itu.Gue kikuk,gugup, canggung dan tak tahu harus berbuat apa.Putri Trinita alias Uty.Gue dan Uty ketemu lagi setelah sepuluh tahun.Dia semakin cantik memakai jas dokter.Gue bisa nebak jika Uty sudah dinas di RSCM.Alhamdulilah dia bisa mencapai cita-citanya menjadi dokter spesialis.
Gue tebak lagi dia sekarang udah jadi dokter SpoG alias dokter kandungan.Dia dah sering banget cerita sama gue ketika kami masih pacaran jika akan ambil spesialis SpoG.
Gue melirik adik gue.Gue liat Onya melihat nametag Uty yang kebetulan masih terpasang di jas dokternya.Nama itu sudah tak asing lagi di telinga Onya dan gue yakin Onya segera ngeh mobil siapa yang kami tabrak.Onya sama cerdasnya dengan gue.Gue bisa memastikan jika Onya bisa menebak siapa wanita di depan kami sekarang.
Onya memandang gue dan bicara dalam bahasa isyarat meyakinkan dirinya jika yang ada di depannya adalah Uty mantan pacar gue.Gue mengangguk dan reaksi Onya kaget.Uty adalah cewek kejam yang memporak porandakan hati gue, menghancurkan impian dan mengkhianati cinta gue.
Di belakang gue dia main mata dengan Rizki sahabat gue dari SMP,SMA dan kuliah.Gue ga sangka dua orang itu menikam gue dari belakang.Rizki dengan tega menghancurkan persahabatan kami demi Uty.
Gue ingat saat itu Uty adalah gadis populer di fakultas kedokteran UI. Banyak cowok berebut untuk mendapatkan cintanya.Kala itu hanya gue yang berhasil menaklukan Uty.Kami berpacaran dari awal kuliah sampai sarjana kedokteran.Uty adalah cinta pertama dalam hidup gue.Jadi wajar saja gue masih ga bisa move on dari dia. Bukankah sesuatu yang pertama akan selalu membekas,berkesan dan sulit untuk dilupakan?
Itu yang gue alami sekarang.Karena Uty adalah cinta pertama gue sehingga sulit untuk melupakannya dan gue menutup pintu hati gue untuk cewek lain.
Rengekan mami supaya gue segera menikah dan memberikan cucu tak pernah gue hiraukan.Masa bodohlah! Gue blom mau berumah tangga dan gue trauma dengan cinta.Gue tak pernah percaya dengan adanya cinta.Cinta itu hanya seonggok sampah yang tak berarti. Cinta yang telah membuat gue begini, cinta yang telah membuat gue terluka dan cinta membuat gue jadi pesakitan dan gue menyesal pernah mencintai Uty.
Gue liat Uty tertunduk lesu.Mungkin rasa bersalah masih menghantuinya.
"Maaf kak.Kami menabrak mobil kakak,"Onya mencairkan kebekuan diantara gue dan Uty.
__ADS_1
"Oh iya,"jawab Uty terbata.Dia menatap Onya intens.
Gue liat Uty melihat Onya dari ujung rambut sampai ujung kaki.Gue yakin dia akan menyadari Onya adalah adik manis yang sering ia suapi makan dan bantu belajar ketika masih pacaran sama gue.Kala itu Onya masih SD.
"Hai Onya,"sapa Uty melambaikan tangan."Aku Uty masih ingat?"
"Hai juga kak.Iya ingat.Daya ingat Onya masih bagus.Kakak temannya bang Demir di kedokteran dulu,"celetuk Onya memperlihatkan barisan gigi putihnya.
"Senang ketemu kalian walau suasananya gini.Lama ga jumpa.Onya dah besar aja dan cantik," puji Uty tersenyum ramah menyentuh dagu Onya.
Dulu ketika masih berpacaran dengan gue,Uty sering main ke rumah mengerjakan tugas kampus dan bermain dengan Onya.Uty tak segan menyuapi Onya makan dan membantu mengerjakan PR.Uty sudah menganggap Onya seperti adiknya sendiri.
"Lo bawa mobil lo ke bengkel ntar gue ganti. Sorry gue ga bisa bawa mobil lo
Ntar lo hubungin aja Onya,"ucap gue dingin pada Uty.Gue sengaja menghindar dari Uty.
"Onya lo tukaran nomor hp gih.Biar gampang komunikasi masalah ganti rugi,"titah gue pada Onya.
"Baik bang,"ucap Onya grogi mendekati Uty meminta nomor handphone.
Uty dan Onya berbincang bertukaran nomor handphone.
"Ya udah lo bawa tu mobil ke bengkel.Gue bakal tanggung jawab kok dan ga bakal lari.Berapa biayanya kasih tahu aja Onya dan gue akan transfer uangnya," kata gue ketus pada Uty.
Masa bodohlah tanggapan dia soal gue.Bilang gue pria kejam dan tak berperasaan terserahlah gue ga peduli. Kalo bisa dia sakit hati sama gue.Biar kami sama-sama impas.Saling nyakitin.
Gue melangkahkan kaki meninggalkan Uty karena kami sudah di klakson pengemudi lain.Kami menghalangi kendaraan yang di belakang.
"Demir aku ga tahu bengkel yang bagus.Bisa antar aku kesana?Lagian aku ga tahu soal mobil.Takutnya aku dibodohi sama orang bengkel," ucapan Uty menghentikan langkah gue.Ini cewek kenapa nyebelin banget sich?Masih mikirin cara buat deket sama gue.
" Ya bang lo tunjukin bengkelnya dimana sama kak Uty,"kata Onya membuat gue murka.
Masa gue harus berurusan lagi sama Uty ? Ini adik ga pengertian banget sama abangnya.Ga tahu apa jika gue mau menghindari Uty.Cari gara-gara aja nich si Onya.Awas aja nanti sampai rumah gue jepit kepalanya di ketek gue.
"Gue buru-buru dek,"jawab gue asal.
Onya mendekati gue dan tarik tangan gue agak menjauh dari Uty.Ini anak maunya apa sich?
" Bang lo jangan malu-maluin gue.Jadi laki-laki harus gentle dikit napa? Kalo lo hindari kak Uty secara ga langsung lo kasih tahu kak Uty lo blom bisa move on dari dia.Jadikan hari ini pembuktian ke dia jika lo baik-baik aja.Jantan dikit napa,"kata Onya genit mencubit lengan gue.Onya sengaja bicara pelan biar ga kedengaran sama Uty.
"Gue jantan kok."
"Buktikan kalo lo jantan.Antarkan kak Uty bawa mobilnya ke bengkel.Kalo lo ga mau fix lo ga jantan.Ganti aja celana lo sama rok biar jadi betina sekalian,"jleb ucapan Onya bikin gue mati kutu.
Mau ga mau,suka atau ga gue terpaksa temani Uty ke bengkel bawa mobil dia.
"Ok ,tapi lo harus ikut," gue menunjuk Onya.
Gue segera hampiri Uty.
"Mana kunci mobil lo?"Uty segera memberikan kunci mobilnya sama gue.
"Gue bawa mobil lo dan lo bawa mobil gue.Lo bareng Onya aja dan ikuti gue."
"Ok,"jawab Uty gugup.
Gue dan Uty tukaran mobil dan tanpa banyak bicara gue banting stir menuju bengkel langganan gue. Gue jadi ingat sesuatu.Gue ambil ponsel dan menghubungi Deniz.
"Deniz kamu susul aku.Jangan lupa beliin minum.Lokasi aku share via WA,"titah gue pada Deniz ketika panggilan gue tersambung.
❤❤❤
**Jangan lupa like dan komentarnya.Mau update tiap hari tapi tunggu review pihak mangatoon dulu.Sabar ya reader.Insya Allah aku bakal usahain update tiap hari.
Kecup sayang buat kalian semua 😘😘😘😅😅😅.
__ADS_1
IG : novitasari_vivi**