Bukan Pacar Sewaan

Bukan Pacar Sewaan
TIGA PULUH SEMBILAN


__ADS_3

Semangat menyambut hari Senin.Jangan lupa like and komen.Thank You 💋


IG : novitasari_vivi


❤❤❤


Demir tersenyum sumringah.Jantungnya berdebar-debar karena Dee minta diculik.Dee memang aneh dan unik.Mungkin ini kasus penculikan pertama dalam sejarah korban meminta diculik oleh penculik.


Demir mendekati Nona seraya meminta izin.


" Mi abang pamit.Dee minta diculik. Abang mau temani dia menenangkan pikirannya."


" Minta diculik? Maksudnya?" Nona tak mengerti arah pembicaraan Dee.


" Dee mau pergi menenangkan pikirannya dan dia minta abang temani," jawab Demir malu malu.


Nayla dan Luna saling melotot dan berpandangan.Mereka tak percaya Dee dan Demir akan pergi ke suatu tempat berdua.Pikiran ngeres seketika muncul di benak mereka.


" Pak Demir dan Dee mau kemana?" tanya Nayla tak dapat menyembunyikan kekagetannya.Rasa keponya mengalahkan rasa takutnya pada sang dosen.


" Saya mau pergi dengan Deniz.Masalah hubungan saya dan Deniz kalian harus tutup mulut.Deniz tak ingin orang lain tahu kedekatan kami."


" Jadi Bapak dan Dee punya hubungan spesial gitu?" tanya Luna membentuk jari  emoji pacaran.


" Bisa dibilang gitu.Tapi awas kalian menyebarkannya.Saya ga mau Dee menjauh dari saya gara-gara gosip yang kalian sebarkan di kampus.Awas aja kalian sampai ember!" Demir mengultimatum kedua sahabat Dee agar tutup mulut.


" Isssshh Bapak nge-gas aja.Ga boleh gitu Pak.Santai wae Pak.Kalo mau dekatin Dee dekati dulu sahabatnya biar jalan Bapak mulus," ucap Luna mentertawai Demir.


" Benar bang.Kalo lo mau dekatin kak Dee baik-baik sama temannya." Onya angkat bicara menengahi perdebatan antara Luna dan Demir.


" Lo kok bela Luna sich dek? Kakak lo siapa sich? Gue apa Luna?"


" Ya ampun lucunya abang gue," cicit Onya mencubit kedua pipi Demir.


" Abang gue udah jadi bucin."


" Bucin apaan sich dek? Jangan pakai bahasa planet dech.Gue ga ngerti maksud lo."


" Bucin itu alias budak cinta," kelakar Onya mentertawai Demir.


" Onya," cebik Demir kesal menampilkan duck face.


" Mami izinkan abang pergi sama Dee tapi abang ingat jangan asal nyosor sama Dee.Kalian jangan pulang bertiga sebelum halal," Nona menggoda Demir.


" Asal nyosor maksudnya?" naluri kepo Nayla meronta ingin pencerahan.


" Jadi abang sama kak Dee.....," seketika Demir membungkam mulut Onya dengan  tangannya.

__ADS_1


Onya tidak boleh menceritakan kalo ia dan Dee berciuman dan ketahuan.


" Dek, coba aja lo ngomong.Langsung gue pecat jadi adek," bisik Demir di telinga Onya." Jangan jatuhkan wibawa gue di depan mahasiswa gue."


" Bang udah," Nona melarang Demir membungkam mulut Onya." Onya ga bakal bicara kok."


Demir melepaskan tangannya dari mulut Onya.Sang adik bernapas lega karena bebas dari tawanan sang kakak.


" Kalian harus menutup mulut.Jangan ember di kampus.Kalo ga nilai kalian bakal E," ancam Demir menunjuk Luna dan Nayla.


" Iya Pak," cebik Nayla kesal. " Ga usah ngancem segala."


" Harusnya Bapak baik-baikin kami.Bisa aja kami hasut Dee buat nolak cinta Bapak.Kalo Bapak jahat sama kami nanti kami akan kasih dukungan buat Alex atau Bryan," ucap Luna songong.


" Kalian," gigi Demir gemeletuk menahan emosi.


"Makanya Bapak harus baik-baik sama kami," ucap Luna tersenyum lucu.


Tak lama kemudian Dee keluar dari ruangan rawat inap.Ia telah rapi dan mengganti pakaiannya walau ada darah menempel di bajunya.


" Oppa ayuk pergi," ucap Dee pelan yang di balas senyuman oleh Demir.


" Mami pinjam Demir sebentar," Dee minta izin pada Nona.


" Pinjam seumur hidup juga gapapa Dee," sarkas Nona menggoda Dee.


Wajah Dee seketika merona.Ia menyembunyikan wajahnya dibalik punggung Demir.


" Kami pergi dulu ya tante," ucap Demir melihat sosok Vira muncul dari balik pintu.


" Hati-hati," kata Vira pelan.


Tanpa memikirkan ucapan orang lain.Demir memegang tangan Dee.Gadis cantik itu malah menggenggam tangan Demir lebih erat.


Saat mereka beranjak pergi Alex muncul dengan membawa seikat bunga untuk Dee.Alex meradang melihat Dee dan Demir berpegangan tangan.


" Dee kamu udah sehat?"


" Udah Lex.Tapi maaf aku harus segera pergi.Terima kasih telah menjenguk."


Alex diam mematung di abaikan begitu saja oleh Dee.Seikat bunga yang dipegangnya


Demir mengumpat kesal karena Alex muncul di saat yang tidak tepat.Demir


menarik Dee menjauh dari Alex.Baru beberapa saat berjalan langkah mereka terhenti karena melihat Bryan dan Clara datang.


Dee tak dapat menyembunyikan keterkejutannya.Mata Dee dan Bryan saling bertemu.

__ADS_1


" Kita harus bicara babe," ucap Bryan dengan mata berembun.Ia cemburu melihat Dee dan Demir berpegangan tangan.


" Aku belum bisa bicara denganmu," ucap  Dee berlindung dibalik punggung Demir.


" Kenapa babe?" tanya Bryan memelas.


" Aku tidak mau membuat tunanganmu marah.Aku tak ingin menjadi orang ketiga diantara kalian."


" Kamu bukan orang ketiga.Aku tidak mencintainya.Aku hanya mencintai kamu," kata Bryan lembut.


Clara tak berkomentar karena tidak mengerti bahasa Indonesia.Andai ia tahu apa yang dikatakan Bryan pada Dee mungkin ia akan marah dan mengamuk.


Seketika darah Demir mendidih mendengar Bryan mengatakan cinta.Ingin rasanya menghajar Bryan namun Dee memberi isyarat gelengan kepala.Demir mengalah demi Dee.


" Kita bicarakan nanti Bryan.Aku mau pergi menenangkan diri.Keadaanku sedang tidak baik."


Dee melangkah pergi meninggalkan Bryan dan Clara.Bryan menarik tangan kiri.


" Clara wants to apologize."


Dee menoleh pada Clara.


" Clara.Wait for me.We will talk but not now.I will explain everything," ucap Dee singkat menatap netra Clara.


Gadis Jerman itu tertegun.Ia tak menyangka jika Dee mau bicara dengannya.Clara berpikir Dee akan memaki dan menghinanya namun dugaannya salah.Tak ada dendam dimata Dee untuknya walau ia telah berbuat kejam dan membuat Dee berakhir di rumah sakit.


Clara juga merasa bersalah telah menganggap Dee sebagai perusak hubungannya dengan Bryan.Melihat Dee memegang tangan Demir dengan erat sudah memberi jawaban buat Clara.Dee tidak mencintai Bryan.Ia hanya salah paham dan ia menyesal Dee menjadi korban kemarahannya.


" Wir werden mit anderen Frauen reden. Bryan und ich haben keine Beziehung. Wir sind nur Freunde. Ich muss gehen," Dee berbicara dalam bahasa Jerman supaya Demir tak mengerti apa yang ia ucapkan.( Kita akan bicara sesama wanita.Aku dan Bryan tidak punya hubungan.Kami hanya teman.Aku harus pergi.)


Clara tercengang karena Dee bisa bicara dalam bahasa Jerman.Matanya membulat.


" Okay, ich werde warten. Viele Dinge, über die ich sprechen möchte. Es tut mir leid, dass ich dich verletzt habe," balas Clara bersahabat.( Baiklah aku menunggu.Banyak hal yang ingin aku bicarakan.Maafkan aku membuatmu terluka.)


" Kein problem," balas Dee tersenyum simpul.( Tidak masalah )


" Oppa kita pergi," ucap Dee tak melepaskan tangan.


Alex dan Bryan yang terbakar api cemburu melihat kedekatan Dee dan Demir.Dee sangat nyaman berada disamping Demir


Alex sangat marah ia mengepalkan tangannya hingga kukunya memutih.Sekali lagi ia harus kalah dari Demir.


Air muka Alex menjadi keruh.Ia tak terima dipecundangi Demir berkali-kali.Alex berlari mendekati Demir.Ia ingin menumpahkan kekesalannya.Nayla bergerak cepat menahan tangan Alex.


" Jangan Lex. Biarkan Dee pergi dengan Pak Demir.Dee baru saja mengalami masalah berat jangan menambah masalahnya dengan kecemburuan lo.Jika lo benar-benar cinta sama Dee biarkan dia bahagia."


Bryan juga tersulut emosi.Bryan mencengkram tangan Dee.Demir melotot.Beraninya Bryan menyentuh wanitanya.Manik mata Demir dan Bryan bertemu.Suasana memanas.Tak ada yang mau melepaskan tangan Dee.

__ADS_1


Luna bergerak cepat memisahkan Bryan dan Dee.Dengan kasar Luna menarik tangan Bryan.Clara ingin protes namun melihat wajah galak Luna ,ia mengurungkan niatnya.


" Tahan diri lo Bryan.Biarkan Dee pergi sama Pak Demir.Jiwanya masih terguncang karena mengetahui identitasnya yang sebenarnya.Ia butuh ketenangan dan ia ingin Pak Demir menemaninya.Dee butuh Pak Demir bukan lo."


__ADS_2