Bukan Pacar Sewaan

Bukan Pacar Sewaan
DUA PULUH SATU


__ADS_3

Mau Up banyak tapi tunggu review dulu.Selamat membaca para readers semuanya.Jangan lupa like and koment.Kecup sayang buat kalian semua 😘😘😘😘😘


IG : novitasari_vivi


ā¤ā¤ā¤ā¤


Sehabis mengantar Uty mengambil mobil di bengkel.Demir,Onya dan Dee meluncur ke mall mencari kado untuk anniversary papi dan mami.Awalnya Uty pengen ikut namun karena dapat panggilan dari RSCM untuk melakukan operasi caesar ia tak bisa ikut.


Demir bersujud syukur karena Uty tidak ikut.Demir merasa lelah berpura-pura mesra di depan Uty.


Demir harus berlapang dada menemani dua orang cewek berbelanja.Beberapa toko sudah mereka singgahi namun Onya belum juga menemukan kado yang pas buat mami dan papi.


Demir pusing tujuh keliling melihat kelakuan adiknya.Jika bukan kado untuk mami dan papi mungkin ia sudah meninggalkan Onya.


"Onya masih belum dapat kadonyo? Jangan mikir kelamaan dek.Gue capek ikutin lo," gerutu Demir kesal ketika Onya berhenti di sebuah toko sepatu.


"Beliin aja sepatu abis itu kita pulang."


"Bang lo bawel banget sich dari tadi? Kayak emak-emak tahu ga?" gerutu Onya kesal melirik sang kakak.


"Lo kelamaan Onya.Gue capek tahu," sungut Demir memasang tampang zombie.


"Ga usah pasang tampang kayak gitu.Gue ga bakal takut sama lo.Kalo lo ga mau pulang sana!" usir Onya galak.Walau marah tetap saja fokus liat-liat sepatu.


"Kak Dee ini bagus ga?" tanya Onya memperlihat sebuahĀ  high heels putih.


"Kalo boleh jujur." Dee memasang tampang masam."Enggak dech Nya."


Onya membuang napas.Pilihannya ternyata tidak bagus.


Dee merasa bersalah karena tak sependapat dengan Onya.


"Onya mau kasih kado apa buat papi dan mami?"


"Ga tahu dech kak Dee.Bingung Onya," kata Onya garuk-garuk kepala.


"Kakak ada ide.Onya mau dengar?"


"Apa tu kak?" air muka Onya berubah ceria.Dee mengisyaratkan Onya untuk mendekat dan membisikan idenya di telinga Onya.


Onya setuju dengan ide Dee.Kado seperti ini jauh lebih bagus dan berkesan.


"Bang kesini dech.Gue dapet ide kado anniversary mami dan papi." Onya melambaikan tangan memanggil Demir.


Demir mendekati Onya dan mendekatkan telinganya di mulut Onya.Demir tertawa riang mendengar ideĀ  Onya.Kadonya lebih spesial dan berkesan.


"Itu ide kak Dee lo bang." Onya berpromosi.Demir takjub mendengar ide Dee.Demir semakin kagum dengan Dee.Selain pintar gadis itu penuh dengan berbagai ide dan gagasan.


Mereka menuju toko pernak-pernik untuk membeli bahan kado.Demir sangat antusias.Pasti mami dan papi bakal senang menerima hadiah ini.


Ketika memilih kado ada seseorang yang menepuk pundak Dee.


"Hai Chika.Apa kabar ?" sapa seorang cowok pada Dee.


Dee mendadak pucat melihat cowok yang menyapanya.Cowok itu merupakan salah satu penyewanya namun Dee lupa namanya. Tangan Dee gemetar karena takut cowok itu buka suara pada Onya jika ia pernah menyewa Dee untuk menjadi pacarnya.


"Chika kamu lupa sama aku?" tanya cowok itu sekali lagi.


"Kamu salah orang.Saya bukan Chika,"jawab Dee ketus.


"Ini kak Dee bukan Chika," bela Onya menatap cowok itu sinis.


"Aku Alex.Aku dah lama cari kamu Chika.WA kamu ga aktif.Aku datang ke kantor kamu katanya kamu lagi Off.Aku mau minta bantuan kamu lagi." Alex ingin menyentuh tangan Dee namun di tepis oleh Dee.


"Anda salah orang." Dee menyangkal.Ia sudah ingat Alex pernah menjadi pacar sewaan Alex dan menemani lelaki itu datang ke acara reuni.


"Aku ga salah Chika." Alex bersikukuh dengan pendapatnya.


Dee menarik tangan Onya untuk menghindari Alex.Ia tak ingin Onya tahu siapa Alex sebenarnya.Saat beranjak pergi tangan Dee dicekal Alex.


"Lepasin aku Lex." Dee meminta Alex untuk melepaskannya.


"Tu kamu ingat sama aku Chika eh salah Dee." Alex tersenyum penuh kemenangan.


"Aku hanya mau bicara sama kamu Dee.Aku ga bakal nyakitin kamu kok Dee."


"Baiklah kita bicara." Dee mengalah dan membiarkan Alex untuk bicara padanya.


"Silakan kamu bicara Lex."


"Gapapa kalo di dengar teman kamu?" tanya Alex ragu melirik Onya.


"Bicara saja Lex." Dee berpangku tangan.


"Dee bisakah kita tukaran nomor telpon?Aku ingin lebih dekat dengan kamu," kataĀ  Alex ragu ragu.


Onya melongo melihat keberanian Alex.Cowok itu terang-terangan mengatakan suka pada Dee.


"Maksudnya?" tanya Dee bloon.Ia kurang paham dengan perkataan Alex.

__ADS_1


"Jika aku suka sama kamu dan ingin dekat denganmu bagaimana?" tanya Alex malu-malu.Seketika Onya langsung lemas,Demir sudah di tikung duluan.


Alex berusaha menghilangkan rasa gengsi dan malu untuk mengungkapkan perasaannya.Alex tak mau membuangĀ  kesempatan.


Dee bungkam.Lidahnya terasa kelu dan tak bisa bicara.Mimpi apa dia semalam sehingga dilamar dan ditembak di hari yang sama.Dilamar Bryan dan Alex mengatakan cinta.Kedua lelaki itu merupakan kliennya.


"Dee kok diam?" tanya Alex penuh harap. "Aku dah lama cariin kamu.Aku dah janji sama diri aku jika ketemu kamuĀ ga bakal aku sia-siakan lagi Dee."


"Apa?" tanya Dee bengong.Ia tak tahu harus menjawab apa.


"Beraninya lo bilang cinta sama pacar gue," hardik Demir muncul di belakang Alex.


Onya dan Dee bernapas lega karena Demir muncul.Setidaknya Dee bisa lepas dari Alex.Sudah dua kali pria kutub nan miskin senyum itu menyelamatkannya. Pertama dari lamaran Bryan.Kedua dari Alex.


Ketika Alex menoleh ke belakang.Alex dan Demir sama-sama terkejut.


"Lo." Demir menunjuk Alex.Air muka Demir langsung berubah keruh melihat Alex.


"Demir."Alex memanggil nama Demir.


Ternyata dua orang laki-laki ini sudah saling kenal.Onya tepok jidat karena situasi makin memanas.Demir VS Alex memperebutkan Dee.


"Ketemu lo lagi." Alex berdecih meremehkan Demir.


"Ga nyangka ketemu lo di situasi rumit seperti ini.Lagi-lagi lo suka sama pacar gue.Apa lo udah di takdirkan jadi PEBINOR dalam hubungan gue?" sindir Demir menabuh genderang perang.


Aura permusuhan di antara kedua lelaki tampan itu begitu terasa dan menakutkan.


Dulu Demir dan Alex teman satu SMA. Mereka bermusuhan karena memperebutkan cewek.Demir dan Alex menyukai cewek yang sama.Mereka berlomba-lomba merebut hati cewek itu. Kala itu Demir yang berhasil mendapatkan cinta cewek itu.


Dee dan Onya saling memandang dengan tatapan takut.Mereka hanya diam membisu dan tak bicara.Mereka khawatir jika dua lelaki dewasa tersebut terlibat cekcok.


"Dee pacar lo?" Alex mentertawakan Demir. "Gue kenal sama lo Mir.Ga usah lo bohong.Gue dah cari tahu.Dee itu jomblo dan ga punya pacar.Gue denger lo mau dijodohan sama mami lo.Mama gue satu arisan sama mami lo.Lo pasti tahu profesi Dee sebagai pacar sewaan.Gue yakin lo menyewa Dee buat jadi pacar lo biar ga di jodohin.Setahu gue lo belum bisa move on dari mantan lo.Sayang sekali lo ditinggal kawin dan parahnya mantan lo nikah sahabat lo sendiri."


"Banyak bacot lo.Tahu apa lo soal hidup gue." Demir termakan omongan Alex.Ia refleks menonjok Alex.


Alex sudah melewati batasnya.Demir melampiaskan amarahnya dengan memukul Alex brutal.


Alex tak mau kalah.Ia juga balik menghajar Demir.Onya dan Dee teriak histeris menyaksikan perkelahian antara Alex dan Demir.Mereka berusaha memisahkan namun tenaga mereka kalah kuat.Demir dan Alex melanjutkan adu jotos dan mereka sampai berguling di lantai.Jika Demir diatas ia akan memukul Alex tanpa ampun dan begitu juga sebaliknya.


Pelayan toko berteriak memanggil security mall.Dua orang security berhasil mengamakan Demir dan Alex.Mereka dibawa ke pos jaga untuk diminta keterangan.


ā¤ā¤ā¤ā¤


Perdamaian antara Alex dan Demir berjalan alot.Tak ada satu pun di antara mereka mau mengalah. Untung Dee mengambil tindakan cepat mengultimatum Alex dan Demir.


Dee bicara pada Demir jika tidak mau berdamai akan berhenti menjadi pacar sewaan Demir dan akan buka rahasia mereka pada papi dan mami.Ancaman Dee membuat Demir mengalah.


Sesampainya dirumah Demir.Dee dengan telaten membersihkan luka-luka di wajah dan bibir Demir.Onya meninggalkan mereka karena mandi ke kamar.Cuaca panas membuat Onya gerah.


Dee sangat hati hati membersihkan luka Demir takut lelaki itu kesakitan.Jarak mereka sangat dekat dan membuat jantung Demir deg-degan.Demir menikmati pemandangan indah di depan matanya.


Demir merasakan hawa sejuk ketika mamandang wajah cantik Dee.Hawanya sejuknya mengalir dari ujung kepala dan menyebar dalam aliran darahnya. Seketika emosinya mereda melihat keteduhan di wajah Dee.


Demir memuji Dee dalam hatinya. Apakah wanita yang ada di depannya manusia atau bidadari surga yang diturunkan Tuhan untuk dirinya.


Kecantikan Dee mahakarya Tuhan yang paling agung.Pelukis hebat sekali pun tak akan mampu berimajinasi menciptakan lukisan secantik wajah Dee.


Demir merasa sejuk dan hatinya di tetesi embun pagi.Ia begitu mengagumi Dee dengan segala kekurangan dan kelebihan.


Jarak yang semakin dekat dengan DeeĀ  membuat darah Demir berdesir-desir. Jantungnya bekerja lebih keras memompa darah ke seluruh tubuhnya.Jantung Demir berdetak tidak normal dan itu semua karena Deniza Sefa si mahasiswa.


Dee selesai membersihkan luka-luka di wajah Demir.Tak lupa memberi plester untuk menutupi luka di wajah ganteng Demir.


"Pak jika saya boleh tahu kenapa Bapak dan Alex bisa kenal? Jika saya liat kalian mengenal satu sama lain?" Dee membuka obrolan.


"Mau tahu atau mau tahu banget?"Demir berusaha menggoda Dee.


"Dua duanya Pak."


"Kasih saya minum dulu!" titah Demir pada Dee.Gadis itu memberikan segelas air.


"Saya dan Alex teman SMP dan SMA.Dulu kami berteman baik tapi persahabatan kami hancur karena seorang cewek bernama Indi.


Indi siswa pindahan dari Bandung.Karena cantik dia menjadi incaran para cowok di sekolah.Semua cowok waktu itu berusaha mengejar cinta Indi.Saya juga termasuk salah satu siswa yang naksir Indi.


Singkat cerita saya berhasil nembak Indi dan kami jadian.Yang tidak saya ketahui Alex juga suka sama Indi.Di belakang saya Alex tetap gigih untuk mendapatkan Indi.


Ketika hubungan saya dan Indi renggang Alex masuk dan merebut Indi dari saya.Semenjak itu saya dan Alex bermusuhan."


Dee manggut - manggut mendengar kisah Demir dan Alex.Bisa-bisa persahabatan rusak gara-gara seorang wanita.


"Kamu kenal Alex dimana?" Demir balik tanya.


"Dia pernah sewa saya jadi pacarnya buat temani pergi reuni."


"Ternyata dia ga laku." Demir mentertawai Alex. Ia tertawa terbahak-bahak dan tertawa sampai sakit perut.


"Dia sewa kamu cuma buat datang ke reuni.Ckckck menyedihkan sekali." Demir tertawa merendahkan Alex.

__ADS_1


"Mending saya.Ga datang sekalian daripada di tanyain kapan kawin dan anaknya udah berapa."


"Pak kalo ngomong ngaca dulu.Apa perlu saya kasih cermin?"Dee mengambil cermin kecil dalam kotak make up.


Dee memberikan cermin pada Demir.Dengan pede pria kutub itu berkaca.


"Terlalu tampan," tanpa rasa malu Demir memuji dirinya sendiri."Bonyok kayak gini masih ganteng apalagi enggak."


Dee mau muntah mendengar ucapan Demir memuji dirinya sendiri.Tampan iya tapi nyebelin! batin Dee.


"Pak harusnya nyadar."Dee tertawa lucu.


" Bapak ngomongin Alex sama dengan ngomongin diri Bapak sendiri.Ketawain Alex menyewa saya buat nemani reunian.Bapak sendiri gimana?Bapak nyewa saya biar ga di jodohkan sama mami.So kalian apa bedanya?"giliran Dee mentertawakan Demir."Kalo ngomong mikir dulu atuh Pak.Sama aja Bapak lempar kotoran ke muka sendiri."


Dee tertawa meremehkan Demir. Skakmat! Ucapan Dee benar dan Demir tak bisa membantah.Dee paling pintar bermain kata-kata.


Demir mengacak rambutnya kesal.Dee berhasil mempermalukan dirinya.Ia merasa seperti orang bodoh di depan mahasiswanya.


"Pak saya kepo lagi?"


"Kepo dan kamu emang satu kesatuan yang tak bisa di pisahkan," sarkas Demir menyindir Dee. "Kamu mau tanya apalagi?"


"Kenapa Bapak ga datang pas reuni kemaren?"


"Ngapain saya datang jika ga punya gandengan.Lagian saya bete ditanya kapan nikah dan anak udah berapa. Mending saya ga usah datang daripada sakit hati.Kapan saya nikah dan punya


anak berapa bukan urusan mereka.Saya selalu bersikap biasa dan bawa senyum ketika ditanya kapan nikah.


Mereka ga tahu aja jauh di lubuk hati saya yang paling dalam perasaan saya terluka dan teriris iris."


" Bapak payah," sindir Dee ketawa lucu.


"Kalo di tanya kapan kawin jawab aja.Kalau sudah ketemu jodoh. Lah, kamu punya kenalan single nggak? Yang solehah,Ā istriable, sayang anak, sayang orang tua, jago nulis puisi, pintar ngaji, blablabla...


Kalo mau jawab kejam juga bisa Pak.Kapan kawin? jawab aja kapan kamu mati? Dijamin ga berani lagi dia tanya."


"Gila kamu." Demir tertawa mengacak rambut Dee.


Untuk kesekian kalinya Dee melihat pria kutub nan miskin senyum itu tertawa lepas.Kadar ketampanan Demir naik drastis ketika tertawa dan tersenyum.


"Dee kamu jangan dekat-dekat sama Alex.Saya ga mau kamu dekat sama musuh saya." Demir bicara lembut.


"Bapak ga berhak larang saya.Suka suka saya mau dekat dengan siapa saja.Dalam perjanjian kita tidak ada poin yang melarang saya dekat dengan cowok lain." Dee tersenyum lucu memperlihatkan gigi putihnya.


Demir berdecih kesal karena Dee tak menuruti perintahnya.


"Kamu harus dengar saya Deniz.Saya ini pacar kamu!"


" Cuma pacar sewaan Pak." Dee memperjelas hubungan mereka.


"Kalo kita pacaran aja.Beneran pacaran dan kita akan bakar perjanjian yang telah kita sepakati," kata Demir frustasi.


"Ga mau.Saya ga mau jadi pacar Bapak.Jadi pacar bohongan saja sudah stress apalagi jadi pacar beneran." tolak Dee mentah-mentah.


Pletak.......


Demir menyentil kening Dee.


"Bapak sakit," teriak Dee mengelus keningnya.


"Kamu setuju apa tidak? Kita pacaran dan kamu ga boleh dekat sama Alex?"


"Ga mau.Saya ga suka sama Bapak."


"Kita pacaran aja dulu lama-lama bakal suka," ucap Demir setengah memaksa.


"Ga mau."


"Harus."


"Satu pertanyaan.Siapa nama mantan Bapak yang menikah dengan sahabat Bapak?"


"Bukan urusan kamu !"


"Ya udah saya ga mau jadi pacar Bapak."


"Banyak bacot kamu.Nanti saya cium baru tahu rasa," ancam Demir menakuti Dee.


"Cium aja kalo berani." Dee balik menantang Demir.


Tanpa aba-aba Demir memegang kedua pipi Dee dan melumat bibir Dee dengan lembut.Ia meresapi ciumannya dengan Dee.


Manis dan lembut bibir Dee masih sama. Demir kecanduan dan memperdalam ciumannya.Bibir Dee sudah menjadi candu untuknya.Ibarat narkoba sekali hisap bakal ketagihan.


Reaksi Dee ketika dicium Demir adalah berontak.Ia berusaha melepaskan diri dari Demir.Namun semakin melawan ciuman Demir semakin ganas.Ia terpaksa pasrah, toch ia juga menikmatinya.


Dee tak segan membalas ciuman Demir.Mereka saling **** lidah masing-masing.Demir tersenyum nakal karena Dee sudah pintar membalas ciumannya.Gadis itu cepat belajar.


Lemparan sepatu tepat mengenai kepala Demir.

__ADS_1


"Demir parangai ang lai," teriak Nona seperti petir di siang bolong.(Demir, Kelakuan kamu)


__ADS_2