
Makasih tebakannya Reader.Walau ga ada yang bener tapi ada yang hampir mendekati😁😁😁.
Yang koment ke KUA eitttssss sabar dulu say.Akan ada tapi belum saatnya.Terima kasih antusiasnya.Hadiah buat kalian author triple up😘😘😘. 3 episode sekaligus
❤❤❤
Didalam mobil Dee dan Demir tak banyak bicara.Demir fokus menyetir karena mereka akan melakukan perjalanan ke luar kota.Bisa hilang konsentrasinya jika terus mengajak Dee mengobrol.
Dee memilih bungkam.Gadis itu tak mau mengganggu Demir yang sedang fokus menyetir.Dee tidak tahu kemana akan dibawa Demir.Ia pasrah dibawa Demir kemana saja dan ia percaya dengan dosennya.
Dee menuliskan perasaannya dalam secarik kertas.Mengingat Demir seorang dosen sudah tentu ada pena dan kertas di mobilnya.
Mobil Demir ibarat rumah kedua baginya.Didalam mobil ada perlengkapan perang untuk mengajar dan perlengkapan pribadinya sepertu baju, celana,sabun,sikat gigi,sampo dan keperluan lainnya.
Dee menuliskan kata demi kata diatas kertas putih itu.Kertas itu telah penuh coretan tangan Dee.Ia menuliskan semuanya.Dee menuliskan secara mendetail bagaimana kehidupannya di waktu kecil,bagaimana ia bertahan dari bullyan dikatakan anak haram dan perjuangannya untuk masuk fakultas kedokteran UI melalui jalur beasiswa.
UI kampus impian seluruh anak-anak Indonesia.UI masuk tiga besar kampus terbaik di Indonesia.Passing grade untuk masuk UI sangat tinggi apalagi fakultas kedokteran.Dee bisa menembus fakultas kedokteran melalui beasiswa.Bisa dibayangkan betapa pintarnya Dee dan sangat wajar ia mendapatkan beasiswa karena meraih IPK tertinggi.
Dee menuliskan perasaannya dan kerinduannya dengan Sera,sang mama.Dee merindukannya walau tidak pernah bertemu.Dee mengucapkan terima kasih pada Sera karena telah melahirkannya ke dunia ini.
Seberat apa pun cobaan yang Sera hadapi selama mengandung Dee,ia tetap berjuang sekuat tenaga seorang diri.Tak pernah diacuhkan dan dimanjakan selama hamil tak membuatnya menyerah untuk melahirkan Dee.
Dee kuat semenjak dalam kandungan. Makanya ia kuat menghadapi kerasnya kehidupan.Mamanya begitu kuat menerima kenyataan suami yang ia nikahi seorang biseksual.Ketika ia hamil suaminya malah berselingkuh dengan seorang lelaki.Kenyataan yang sangat pahit dialami oleh seorang wanita hamil.
Dee tak menyesali kelahirannya.Ia bangga dilahirkan dari rahim seorang wanita kuat seperti Sera.Dee bukannya tak terima kenyataan tapi semua ini terlalu cepat untuknya.
Demir memberhentikan mobil di rest area.Hari sudah siang dan perutnya keroncongan.Demir tidak sarapan tadi pagi.Melihat Dee menangis dan banjir air mata membuat rasa laparnya hilang.
" Deniz ini sudah siang.Kita makan,sholat dan istirahat sebentar baru melanjutkan perjalanan," kata Demir melepas sabuk pengaman.
" Ya Oppa.Maaf merepotkanmu," ucap Dee sungkan.
" Jangan meminta maaf.Kamu tidak punya salah kepadaku.Oh ya Deniz.Kamu ganti baju kamu di kamar mandi ya.Baju yang kamu pakai sekarang ada bercak darah."
" Aku tidak bawa baju ganti Oppa."
" Pakai saja bajuku yang ada di jok belakang.Kaosku bisa kamu pakai walau kedodoran."
" Tapi Oppa....." Dee merasa sungkan memakai pakaian Demir.
" Jangan sungkan.Bajuku bersih belum dipakai.Sudah wangi.Aku bisa pastikan aku tidak panuan," kelakar Demir seolah tahu isi hati Dee.
Dee tersenyum malu-malu.Makin lama Demir semakin manis saja.Dibalik sikap killernya di kampus Demir bisa semanis ini.Andai para pemuja Demir tahu jika Demir semanis ini pasti akan merasa iri pada Dee.
Mereka melaksanakan sholat zuhur.Dee mengganti bajunya dengan baju Demir Walau sedikit kebesaran tapi pas di tubuhnya.
Dee mengadukan semua masalahnya kepada Allah.Dee meneteskan air mata berdoa.Tak lupa ia mendoakan Sera. Semoga Sera ditempatkan di surga dan dilapangkan kuburnya.
Dee juga tak lupa mendoakan kesembuhan Fahad.Semoga lelaki yang telah membuatnya lahir ke dunia segera sembuh dan bertaubat.Walau bagaimana pun Fahad tetaplah papanya dan hubungan mereka tak bisa putus.
Dee dan Demir menyantap makanan selesai sholat.Demir makan di restoran sederhana masakan Padang.Demir sudah rindu menyantap rendang,gulai tunjang dan ikan bakar.Masakan Padang selalu dihatinya.
Demir makan dengan lahap sekaligus kalap.Ini makan pagi sekaligus makan siang untuknya.Dia membutuhkan tenaga yang banyak karena akan mengendarai mobil ke tempat yang jauh.
Dee tercengang melihat porsi makan Demir.Lelaki itu makan begitu kalap seperti orang tak pernah makan.Nambah sampai tiga kali.Dee melongo melihat cara makan Demir.
" Kenapa bengong gitu?" tanya Demir heran menatap Dee yang tak begitu nafsu makan.
" Makan Oppa banyak pantas badannya sebesar itu," cicit Dee menunjuk tubuh Demir.
" Makanku sangat banyak apalagi jika makanannya masakan Padang.Aku bisa kalap."
" Oppa tadi makan dah baca doa belum?"
" Sudah. Kenapa?"
" Kirain belum.Takutnya Oppa makan bareng setan," kelakar Dee menutupi mulutnya.
__ADS_1
" Lamis Deniz.Tolong dijaga ntar dibungkam sama yang lembut," sarkas Demir menggoda Dee." Mau aku khilaf lagi? Yang tadi pagi diulang lagi? Yang pasti tidak akan terciduk lagi."
" Issshhhhhh mulai," protes Dee dengan kekesalan yang dibuat-buat.
Demir hanya tertawa seraya mengunyah makanannya.
Lima belas menit kemudian mereka selesai makan dan kembali ke mobil untuk melanjutkan perjalanannya.
" Oppa aku ke kamar mandi dulu," ucap Dee ketika sampai di depan mobil. Dee kebelet pipis dan sudah tidak bisa ditahan.
" Ok," jari Demir membentuk emoji Ok.
" Aku tunggu di mobil."
Dee segera berlari menuju kamar mandi.Ia sudah kebelet pipis.
Demir masuk mobil dan menghidupkan AC mobil.Cuaca cukup panas dan membuatnya gerah.Seraya menunggu Demir menghubungi seseorang.
" Gimana bro sudah selesai semuanya? "
" Udah.Lo terima beres aja," jawab seseorang di seberang telpon.
" Syukurlah kalo udah.Ga ada yang tinggal kan?"
" Udah Demir.Lo bawel banget sich."
" Gue memastikan aja. Gue mau semuanya udah ready seperti yang gue minta."
" Iya udah," geram teman Demir.
"Makanan dan air panas gimana? "
" UDAH," pekik teman Demir kesal.
" Lama-lama gue santet juga lo bro."
" Sadis banget lo.Emang tega?
"Ntar lo rindu sama gue."
" Biarkan aja Dilan yang rindu.Gue enggak."
" Makasih ya bro dah mau gue repotkan," ucap Demir seraya mematikan sambungan telpon.
Pandangan Demir tertuju pada tumpukan kertas hasil coretan tangan Dee.
Demir mengambil dan membacanya.Dee menumpahkan perasaannya dengan menulis puisi.
Untuk Mama Sera yang telah pergi ke surga.
Aku telah terbiasa hidup dengan rasa sakit.
Tapi aku tak pernah merasakan sesakit ini.
Andai waktu bisa diulang kembali.
Aku tak ingin dengar dan tak ingin tahu.
Kenyataan ini sangat menyakitiku.
Sakitnya tak pernah kubayangkan.
Lebih baik aku hanya tahu
Aku anak yang tak diinginkan kelahirannya.
Sekarang aku menyerah.
__ADS_1
Aku lelah dan lemah Tuhan
Aku capek menghadapi semua ini.
Untuk mama Sera yang telah berada di surga.
Kukirimkan salawat dan doa untukmu
Semoga Allah memberikan tempat terindah di Sisi-Nya.
Aku berdoa agar dilapangkan kuburmu.
Engkau layak mendapatkan surga Mama...
Perjuanganmu begitu berat untuk melahirkan aku ke dunia ini.
Duhai mama walau kita belum pernah bertemu.
Aku ingin bertemu walau didalam mimpi.
Aku lega Ma....
Aku bisa temukan sosokmu pada Mami Vira.
Setidaknya aku mengenal dirimu
Walau melalui bayangan orang lain.
Kau ajarkan aku kuat semenjak di dalam kandungan.
Darahmu mengalir di setiap pembuluh darahku.
Aku akan tegar mama dan tenanglah di surga.
Aku akan tegar dan akan kugapai mimpiku.
Hingga engkau bersyukur telah melahirkanku.
Perjuanganmu tidak sia-sia walau penuh air mata.
Love you mama Sera...
Kau akan selalu hidup dalam hatiku.
Mata Demir berkaca-kaca membaca bait demi bait puisi yang ditulis Dee.Belum pernah ia menangis seperti ini.Sedih sekali mendengar kisah hidup Dee.
Gadis itu benar-benar tangguh.Mungkin Dee gadis terkuat yang pernah Demir temui.
Demir kembali meletakan kertas coretan tangan Dee ke tempatnya.Ia menghapus air matanya.Dee tak boleh melihatnya menangis.
Dee telah kembali ke mobil.
Demir segera tancap gas menuju tempat tujuannya.Ia sudah tak sabar memberikan kejutan untuk Dee.
Semoga hadiah kecilnya membuat gadis itu bahagia dan melupakan sejenak permasalahannya.
" Sudah siap Deniz?"
" Sudah Oppa.Ngomong-ngomong kita mau kemana?"
" Rahasia.Yang penting kamu akan senang dan tempatnya cocok untuk menenangkan diri. Aku yakin nanti kamu akan berterima kasih padaku."
" Masa iya?"
" Percaya dech.Kamu bakal minta diculik lagi sama aku."
" Kepedean.Jadi penasaran.Kasih clue dong Oppa!"
__ADS_1
" Clue-nya tempat yang asik."
" Isshhhh nyebelin," cicit Dee mencubit lengan Demir.Entah kenapa akhir-akhir ini Dee sangat suka mencubit lengan kekar Demir.