
Dee dan Demir duduk dalam satu selimut melihat bintang di langit bukit Moko sembari menghangatkan badan.Dee tak pernah merasakan kebahagiaan seperti sekarang.Bisa datang ke bukit Moko, ditembak dan dinyanyikan lagu romantis siapa yang tidak meleleh.( Author meleleh juga 😁 ).
Kilauan bintang seakan menjadi saksi cinta Dee dan Demir.Demir seolah menemukan hidupnya yang baru.Ia berbeda karena seorang Dee.Perempuan yang ia panggil anak kicik telah menjadi kekasihnya dan akan menjadi istrinya.Demir berani mengklaim Dee calon istrinya karena ia benar-benar akan menikahi mahasiswinya itu.Demir bukan lagi anak remaja yang ingin mengenal cinta dan berpacaran.Ia lelaki dewasa yang ingin membina rumah tangga,usia sudah tak muda lagi dan tentunya ia ingin menimang seorang anak.Buah cintanya dan Dee. Membayangkan akan memiliki anak dengan Dee membuatnya berpikir mesum.
Damnnn......Demir terlalu cepat melamarnya untuk jadi istrimu.Mungkin ia akan shock tiba-tiba dilamar.
Demir pria pertama didalam hati Dee. Walau pun dekat dengan Bryan tapi ia tak punya rasa cinta untuk bule Jerman itu.Ia dan Bryan hanya TTM( Teman Tapi Mesum eitsss salah Teman Tapi Mesra).Ia tidak tahu bagaimana ia bisa jatuh cinta pada dosennya itu.Demir si pria kutub nan miskin senyum itu telah menjadi kekasihnya.Akhirnya singa UI takluk ditangan seorang Deniza Sefa.
Siapa yang akan menduga seorang Demir yang dikenal killer,dingin dan ketus bisa mengajaknya bukan mengajak tapi menembaknya di tempat romantis dan menyanyikan sebuah lagu untuknya.
Dee luluh,meleleh,tak percaya, kaget, takjub.Demir Alfarizi telah menjadi kekasihnya.Lelaki dingin itu telah menjadi lelaki hangat dan menyenangkan.
" Oppa. Sejak kapan menyukaiku?" tanya Dee menatap Demir.
" Hmmmmm.Semenjak kamu kubawa ke rumah?"
" Masa iya? Bukannya waktu itu aku jadi pacar sewaan Oppa?"
" Benar."
" Tapi kenapa Oppa bisa mulai suka padaku?"
" Karena sentuhanmu."
" Sentuhanku?"
" Iya.Aku kayak kesentrum saat kamu memegang tanganku."
" Berarti tangan aku ada tenaga listriknya dan bikin Oppa tegang." Dee tertawa ngakak.
" Bisa dibilang gitu sich.Kamu kenapa suka sama aku?"
" Hmmmm ngomong dari mana ya?" Dee mencoba berpikir.
" Ngomong dari awal dong sayang.Kamu kayaknya ragu gitu."
" Aku malu Oppa." Dee menyembunyikan wajahnya di dada bidang Demir.
" Malu kenapa?"
" Malu aja Oppa."
" Ayolah kenapa malu.Bukannya selama ini kamu malu-maluin," kelakar Demir mencubit hidung Dee.
" Oppa sakit," teriak Dee memukul lengan Demir.
" Berarti hidung kamu asli bukan hasil oplas."
" Enak aja bilang oplas.Semua asli kok."
" Cinta kamu ke aku?" Demir mulai melancarkan rayuan gombal.Entah darimana ia belajar,semenjak jadi bucin Dee ia bisa melakukan hal-hal yang menurutnya aneh selama ini.
" Oplas Oppa," jawab Dee mencandai Demir.
" Tega kamu sayang.Bilang cinta kamu ke aku oplas," cebik Demir kecewa.
Melihat Demir cemberut Dee menjadi tertawa.Ternyata Demi lucu sekali dan tak menyangka lelaki itu bisa menjadi bucin Dee.
Dee mencium bibir Demir cepat.Ia tak mau aksinya ketahuan oleh pengunjung lain.Kebetulan bukan hanya Dee dan Demir yang camping di puncak bukit Moko.Ada juga pengunjung lain yang membawa keluarganya bermalam di bukit Moko.
Demir mematung mendapat serangan mendadak dari Dee.Ternyata anak kicik itu bisa seagresif ini.Dee penuh kejutan.
" Sayang apa yang kamu lakukan?" Demir meraba bibirnya." Kamu membangunkan singa tidur sayang.Malam ini tidak akan lepas."
Dee memukul kepala Demir kesal.
" Jangan macam-macam Oppa.Nanti aku sunat sampai habis," ancam Dee dengan frontal.
" Emang kamu bisa?" Demir menggoda Dee.
" Bisalah.Aku mahasiswa kedokteran. Tentu Oppa tahu seberapa hebat aku memotong bagian tubuh manusia."
Demir merasakan sinyal bahaya.Dee tak bisa main-main dengan Dee.
" Jangan sayang aku tadi cuma bercanda."
__ADS_1
" Makanya ucapan tu dijaga.Tadi ngomong malam ini tidak akan lepas. Seolah-olah aku ini istrinya Oppa dan Oppa mau minta jatah."
" Jatah? jatah apa sayang?" Demir jadi malu sendiri memikirkan ucapannya.
Dee mengambil napas.Sepertinya Demir mau mencari perkara dengannya. Memancingnya untuk bicara vulgar.Emang sich Dee ketularan mesum dari Nayla dan Luna.Dua saudara tak kembar itu memiliki hobi yang cukup unik.Menonton film bokep.
Jika film yang mereka tonton tidak ada adegan ciuman atau ehem ehem percayalah Nayla atau Luna agak malas menonton.Karena menurut mereka itu film yang ada adegan ciuman memberikan warna pada film.
Dee ikut-ikutan mesum walau tak separah Nayla dan Luna.
Dee paham arah pertanyaan Demir masalah 'jatah'.
" You know Oppa.Don't be stupid."
" Serius sayang.Aku tidak tahu."
Dee mencubit perut kotak-kotak Demir.Lelaki itu menjerit.
" Kamu KDRT sayang."
" Mana KDRT kita saja belum menikah," protes Dee kesal melihat ulah konyol Demir.
" KDP.Kekeraan Dalam Pacaran."
" Sembarangan aja Oppa." Dee tertawa lucu.
" Sayang," panggil Demir seraya menggenggam erat tangan Dee.
" Iya."
" Boleh tidak aku meminta sesuatu?"
" Sesuatu?" pikiran Dee berkecamuk jika Demir akan meminta sesuatu dari dirinya.
Pikiran Dee mesum langsung menghantuinya. Oh No.....jika Demir meminta yang satu itu maka habislah kau pria kutub.
" Iya sesuatu." Demir mengangguk menggoda Dee.Ia tahu Dee telah berpikir yang aneh-aneh.Alangkah serunya jika menggoda Dee dan membuatnya.
" Aku harap kamu mau memberikannya," ucap Demir sensual di telinga Dee.Tubub gadis itu meremang.
" Kenapa tertawa? Ada yang lucu?" netra Dee melotot Demir.
" Kamu makin cantik jika marah sayang." Demir melancarkan rayuannya.
" Demir Alfarizi," geram Dee dengan gigi bergemeletuk." Mau hidup atau mati?"
" Pilih atau saja sayang.Aku belum mau mati sebelum menikahimu."
Dee tertegun mendengar ucapan Demir barusan.Antara percaya dan tidak.
" Apa maksud Oppa menikahiku?" Dee mematung.
" Deniz bisa aku bicara serius? " Demir menampilkan wajah serius.
" Apa yang mau Oppa bicarakan," mata Dee tak lepas memandang wajah serius Demir.
" Pertama.Jangan panggil aku Oppa karena kita di Indonesia bukan Korea.Nanti orang mengira aku ini kakekmu.Bisakah ganti panggilanmu padaku?"
" Bisa.Mau dipanggil apa?"
" Apa saja asal jangan panggilan alay,Oppa atau babe.Karena jika kamu panggil babe maka aku ingat si bule Jerman itu."
" Oppa cemburu?"
" Ya cemburulah.Kamu mau aku ga cemburu Deniz?"
" Mau," ucap Dee manja." Cemburu tandanya cinta."
" Nah itu kamu tahu." Demir kegirangan.
" Jadi kamu mau memanggilmu apa?"
" Mas saja.Aku tak mau manggil abang ntar sama kayak Onya.Lagian jika aku panggil abang terlalu banyak abang aku.Abang tukang bakso,abang siomay."
" Kamu bisa saja," Demir mencubit gemas pipi Dee." Coba panggil aku sayang."
__ADS_1
" Mas Demir..."
" Sekali lagi sayang," pinta Demir manja.Ia sangat bahagia dipanggil mas.
" Mas....," ucapan sederhana namun mampu membahagiakan Demir.
" Iya sayang," jawab Demir dengan mesra.
" Mas sekarang giliranku.Apa maksud mas menikahiku?"
Demir mengambil posisi di depan Dee dan berlutut seraya menggenggam kedua tangan Dee.
" Sayang aku sudah muda lagi.Jujur aku mengejarmu bukan lagi untuk pacaran.Aku ingin menikahimu.Mungkin ini terlalu cepat untukmu namun aku ingin kita segera menikah karena hal baik itu harus segera dilaksanakan.Aku mau menunjukan pada dunia.I'm yours.You are mine."
" Tapi mas aku...." Dee tak sanggup melanjutkan kata-katanya.Ia merasa tak pantas mendampingi Demir.Masa lalu Fahad menjadi momok menakutkan baginya.
" Tapi apa Deniz? "
" Aku tidak mau membuat malu keluarga mas dan masa lalu keluargaku.Aku tidak ingin mempermalukan kalian."
Demir mendaratkan telunjuknya di bibir Dee.
" Jangan katakan lagi.Mas ga mau dengar sayang.Kamu jangan minder.Mas menerima kondisi papamu." Demir seolah tahu isi pikiran Dee.
" Memiliki papa seperti Fahad bukanlah pilihanmu.Kamu telah ditakdirkan lahir dari benihnya.Kamu tidak boleh salahkan takdir.Bisa jadi papamu ladang ibadah untukmu."
" Tapi mas... Keluarga mas bagaimana? Kalian keluarga terhormat tidak mungkin berbesanan dengan orang gila seperti papaku."
" Tidak boleh ngomong gitu.Kita akan menyembuhkan papamu.Asal kamu tahu keluargakulah yang mendorongku mengejarmu sampai halal.Walau aku dibilang bucin aku tak peduli.Yang terpenting bagiku kamu menjadi pelengkap hidupku.Aku ingin kamu menjadi istriku."
" Mas....," cicit Dee terharu memeluk Demir.
" Iya sayang.Aku tahu kamu terharu karena aku terlalu mencintaimu."
" Maaassss," cicit Dee lagi.Ia menangis lebih keras.
" Iya sayang.Mas akan segera melamarmu," Demir membelai wajah Dee.
" MAS KAMU INJAK KAKIKU.SAKIT," teriak Dee bak macam kelaparan.
" Maaf." Demir terlonjak kaget.
" Kamu gapapa?"
" Sakit," ucap Dee dengan tangis yang dibuat-buat.Ia ingin bermanja-manja dengan Demir.
Demir meniup kaki Dee yang menjadi korban injakannya.
❤❤❤
Sekedar pengumuman saja.Bukan Pacar Sewaan akan tamat beberapa part lagi.Dan Insya Allah akan ada season 2 saat Dee dan Demir sudah menikah.Pokoknya ceritanya gokil,bikin ketawa dan romantis. Ceritanya drama pernikahan tapi dikemas ala author.
Jangan mengira author akan buat cerita pernikahan mereka dibumbui orang ketiga.Tidak akan ada, tema pelakor terlalu mainstream di novel yang lain udah terlalu banyak.Season 2 kisah Dee dan Demir akan diberi judul yang berbeda.Ntar akan ada pengumumannya.
Author mau minta pendapat para reader semua nich.
Update sekali dua hari tapi nyicil menjelang ending atau agak lama update tapi langsung up banyak sampai ending?
Ada yang dm author katanya kisahnya mama dan papa Dee bikin lapak sendiri tentang suami biseksual.Menurut kalian gimana bikin lapak Sera dan Fahad tapi sad ending atau bikin kisah orang lain tapi temanya suami biseksual tapi happy ending?
Mohon dibantu pendapatnya ya readers.Makasih kalian telah meramaikan kisah Dee dan Demir.Love you 😘😘😘💋💋
IG Author : novitasari_vivi
__ADS_1