
Demir memutuskan tidur usai teleponan dengan Rizki. Ia berterima kasih atas nasehat yang Rizki berikan. Ia menatap Dee yang sudah tertidur dalam lelap. Dee tidur dalam keadaan mendengkur. Efek lelah suara dengkurannya sangat keras. Demir tertawa terkekeh karena punya ide mengerjai istrinya. Suara dengkuran Dee mengusik jiwa jahil Demir.
Ia mengambil smartphone dan merekam video istrinya yang mendengkur.
"Hai guysss. Gue ditinggal tidur sama istri gue saat malam pertama,", ucap Demir sok sedih dan menyorot kamera smartphone pada Dee.
"Istri gue tidur nyenyak banget. Tidur sampai mendengkur kayak gitu. Keliatan banget capek. Kami baru selesai mengadakan pesta pernikahan malam ini. Istri gue pikir enak itu jadi ratu sehari ternyata enggak, malah capek. Berdiri trus duduk menyalami tamu yang datang. Efek pake heels kakinya pegel dan capek pokoknya. Selesai pesta dianya langsung mandi dan tinggalin gue bobok. Istri gue tidurnya ngorok guys dan gue baru tahu kalo cewek cantik bisa juga ngorok," kata Demir tertawa jahat melihat Dee.
"Suara dengkuran istri gue keras banget. Mungkin kalo maling masuk rumah dan dengar pasti memutuskan pergi karena takut ketahuan.Β The power of ngorok," ucap Demir mengangkat satu tangannya.
"Dan malangnya gue. Udah ditinggal tidur, eh tidur istri gue malah ngorok. Kayaknya gue harus tutup telinga gue pake kapas. Kalo enggak gue ga bakal bisa tidur nich. Untung istri gue cantik masih bisa dimaafin. Coba aja jelek udah gue buang ke rawa-rawa. Hahahahahahaha. Gue becanda guys. Gue enggak setega itu kok dan gue sayang sama banget sama Dee.Β I love you my wife," kata Demir mengecup pipi dan bibir Dee. Ia lalu mematikan kamera smartphone dan mengambil posisi tidur di sebelah Dee.
Baru saja memejamkan mata smartphone Demir berdering. Dengan sedikit umpatan Demir bangkit dan menjawab panggilan masuk.
Jacky Calling.........
"Ngapain juga si kutu kupret ini menelpon. Enggak tahu apa kalo orang lagi tidur?"
π"Ngapain lo telpon malam-malam gini?" Kata Demir ngegas.
π"Ya ampun bro. Lo ngegas aja. Gue tahu lo belum tidur makanya gue telpon. Kalo pengantin baru itu sukanya begadang. Gue dulu sama istri gue pas malam pertama enggak langsung bobok.Β Kami main kuda-kudaan beberapa ronde. Lelah sich tapi nikmat."
π"Trus gue harus bilang wow gitu?"
π" Kalo liat sikap lo kayak gini gue yakin seribu persen tisu magic yang gue kasih belum terpakai. Lo belum dapat jatah makanya marah-marah enggak karuan kayak gini," tebak Jacky membuat Demir bungkam.
π"Kalo lo diam berarti lo belum belah duren. Turut berduka cita Mir. Burung lo belum kepake semestinya," kata Jacky sarkas.
π" Lo sama Rizki sama aja ya. Suka banget menggoda gue. Iya gue belum belah duren. Terus masalah buat lo?"
π" Enggak masalah kok buat gue cuma gue kasian aja sama sahabat gue. Kayaknya kena azab. Azab suami mesum tidak dapat jatah di malam pertama," kata Jacky tergelak tawa. Kenapa menggoda Demir sangat menyenangkan untuknya.
π"Kampret lo," umpat Demir.
π"Biar kampret gini gue sahabat baik lo. Jangan pernah lo lupakan."
π" Gue malah mikir dosa apa yang gue perbuat hingga punya sahabat macam lo."
π" Bro tadi Rizki menelpon udah ajarin adab malam pertama belum?"
π"Hmmmmm."
π"Apa aja yang dia ajarin?"
π" Hmmmmm
π" Kok lo cuma jawab Hmmmmm aja," protes Jacky karena jawaban Demir sangat singkat.
πTrus gue harus bilang apa?" Nada bicara Demir ketus dan tak bersahabat.
π"Astagfirullah bro," kata Jacky mengelus dada. " Lo jangan marah-marah gitu. Kalo lo suka marah ntar jantungan dan Dee bakal jadi janda muda."
π"Mulut lo. Awas aja bro. Kalo lo ngomong lagiΒ gue bakal lakban mulut lo besok."
π" Takut," ucap Jacky dengan ekspresi takut yang dibuat-buat.
__ADS_1
π"Kalo lo takut berhentilah banyak bicara."
π"Bro lo tahu gak jika pake tisu magic bikin tahan lama dan dedek lo bakal lama berdiri. Bisa berapa ronde Mir," celetuk Jacky berusaha menggoda Demir.
π"Mulut lo bisa diem enggak?"
π"Bisa bro kalo dicipok sama istri gue,"jawab Jacky sekenannya. Ucapannya malah membuat Demir naik pitam karena merasa dipanasi.
π"***** aja sama lantai. Lo sama Rizki sama aja," kata Demir sebelum memutus sambungan telepon sepihak.
Tak lama masukΒ pesan WA dari Jacky.
From : Jacky
Bro kalo loΒ enggak kuat dan enggak sabaran malam pertama kerja sendiri aja pake tangan dibawah guyuran shower ππππ. Lumayanlah melepaskan hasrat. Semangat bro. Turut berduka sebenarnya, cuma gue bahagia liat lo menderita π€π€π€.
Demir murka membaca pesan Jacky. Ia langsung menaruh smartphone di atas nakas dan tidur di sebelah Dee. Demir mengecup kening dan bibir sang istri.
"Good night my wife," ucap Demir. Tak lama kemudian Demir terlelap menuju alam mimpi.
Dee terbangun dari tidurnya karena tidak nyaman. Ia membuka matanya dan kaget Demir tidur dengan posisi memeluk tubuhnya dan kaki sang suami membelit pinggangnya. Dee sedikit shock dengan refleks ia menendang Demir hingga jatuh dari ranjang. Demir pun kaget dan terbangun dari tidur.
"Deniza Sefa apa yang kamu lakukan?" Suara bariton Demir memenuhi isi kamar.
"Mas mesum. Masa mas meluk dan belit pinggang aku?" Balas Dee ketus. Ia tidak terima dimarahin.
"Mesum kamu bilang?"
"Iya mas mesum. Aku masih gadis, tapi mas malah melecehkan aku." Dee tak sadar dengan ucapannya.
"Enggak panas. Kamu salah minum obat?" Tanya Demir keheranan.
Dee menangkis tangan Demir,"Maksud mas apa sich? Aku enggak minum obat apa-apa. Aku sehat."
"Abisnya kamu bilang aku mesum. Wajar aja dong aku peluk kamu. Mesum darimana?"
"Ya mesumlah. Peluk anak gadis orang seenaknya."
Demir menyentil kening sang istri. Ya Allah maafkan hamba KDRT pada malam pertama hamba.
"Mas sakit tahu," pekik Dee memegang pelipisnya yang memerah.
"Sakit ya?" Sarkas Demir menatap Dee tajam.Β Ia melangkah mendekati sang istri, namun Dee malah mundur.
"Jangan dekat-dekat! Kalo enggak aku teriak. Papa, mami aku mau dimakan mas Demir," ucap Dee spontan.
Demir tepuk jidat melihat ulah sang istri. Kenapa istrinya menjadi konyol seperti ini. Demir menggaruk kepalanya frustasi.
Cobaan suami dihari pertama pernikahannya!
"Dee kamu sadar enggak dengan omongan kamu?"
"Aku sadar dan waras kok mas. Mas mesum mau perkosa aku dan tidur di kamar aku. Nanti mas bisa ditangkap polisi," ucap Dee menyilangkan tangan di dadanya.
"Astagfirullah Dee. Dosa apa aku?"
__ADS_1
"Kok mas nyebut sich? Aku ngomong bener kok. Mas itu mesum."
"Mesum darimananya?" Lama-lama Demir kesal dengan kekonyolan Dee.
"Kalo mas mesum sama kamu itu gapapa. Malah kita dapat pahala kalo bermesum. Kita udah nikah siang tadi Deniza Sefa anak Bapak Fahad. Jadi mau mas peluk, mau mas perkosa kamu ga ada masalah," ucap Demir meledak-ledak. Efek digoda Rizki dan Jacky emosinya labil.
Dee tertawa kecut dan menggaruk kepalanya yang tak gatal. Ia lupa jika sudah menikah dengan Demir. Ya Allah kenapa ia lupa?
"Udah sadar sama kesalahan kamu?" Demir menatap Dee penuh intimidasi.
"Iya mas," ucap Dee terkekeh. Ia mendekati Demir dan mengelus dada Demir untuk menyabarkan sang suami. Dee mengalungkan tangannya dileher sang suami.
"Suamiku sayang." Dee mulai merayu Demir untuk menghilangkan amarah sang suami.
"Suamiku sayang yang paling ganteng sedunia. Maafin aku ya karena udah bilang mas mesum. Maaf aku lupa kalo kita sudah menikah siang tadi. Mungkin aku kena sindrom pengantin baru. Jadi aku lupa udah jadi istri mas."
"Emang ada sindrom pengantin baru?"Otak Demir berpikir keras. Selama ini mempelajari ilmu kedokteran baru tahu ada sindrom pengantin baru?
"Ada sayang. Buktinya aku barusan kena sindrom pengantin baru. Lupa kalo udah menikah dan masih merasa gadis."
"Bisa jadi karena kamu masih gadis makanya lupa kalo sudah menikah," kata Demir tersenyum licik. Yesss bisa belah duren! Demir mendekati Dee dan mengecup bibir sang istri sekilas.
"Mas," ucap Dee tergagap. Ia sadar ada bahaya di depan matanya. Demir akan meminta haknya sebagai suami. Dee sedikit takut mmmalam pertama karena saat malam pertama wanita sangat kesakitan. Ia takut tubuhnya dirobek Demir dan tak bisa berjalan lagi. Makanya sehabis mandi Dee memutuskan pakai piyama supaya Demir tak horny melihatnya.
"Kamu takut?" Demir menebak pikiran sang istri. Dee mengangguk.
"Enggak usah takut. Malam pertama enggak semenakutkan yang kamu kira. Asal rileks saja dan aku akan lakukan perlahan-lahan."
Demir membimbing Dee menuju ranjang. Ia membaca doa pengantin baru yang diajarkan Rizki tadi. Demir mengucep kening sang istri dan ciuman turun dari atas ke bawah.
Ia mencium Dee dengan penuh kasih sayang. Ia melakukannya perlahan-lahan. Ciuman Demir memabukkan Dee hingga ia lupa dengan rasa takutnya. Walau sedang berciuman tangan Demir sudah melanglang buana menyentuh bagian tubuh Dee yang lain. Dee larut dalam cinta yang diberikan suami. Romantisme suami istri ternyata sangat indah.
Demir dengan telaten membuka satu persatu kancing piyama Dee.
Dee pasrah menerima perlakuan sang suami karena ia sadar jika itu hak Demir. Baju bagian atas Dee sudah lepas dan memperlihatkan branya. Demir kalap dan nafsunya meledak-ledak melihat gunung kembar sang istri. Tanpa aba-aba ia mencium dada Dee dan mengecup keharuman tubuh Dee. Ia benar-nenar tergila-gila pada sang istri. Ketika tangan Demir menjelahi bagian paha, Dee menahan tangannya.
"Mas aku mau pipis," ucap Dee pelan.
Demir menahan diri dan mempersilakan Dee untuk ke kamar mandi. Ia sudah tak sabaran menyantap hidangan utamanya. Malam ini ia akan jadi lelaki seutuhnya dan apa yang harus dipergunakan semestinya akan ia lakukan nanti.
Satu menit......
Dua menit......
Sepuluh menit. Dee belum juga keluar dari kamar mandi. Demir yang sudah terbakar hasrat sudah tak sabar. Ia bangkit dari ranjang dan mengetuk pintu kamar mandi.
"Sayang kok lama sekali?"teriak Demir.
Dee menjadi grasak-grusuk mendengar suara sang suami. Ia jadi tidak enak hati. Ia bingung harus menjawab apa.
Tak lama kemudian Dee keluar dari kamar mandi dengan wajah berlipat tiga. Ia merasa bersalah.
"Mas aku mens," ucap Dee pelan. Demir meringis kesal karena malam pertamanya akan tertunda selama satu Minggu.
GAGAL MANING, GAGAL MANING?
__ADS_1