Bukan Pacar Sewaan

Bukan Pacar Sewaan
DUA PULUH EMPAT


__ADS_3

Maafkan jika ada typo.Jangan lupa like dan komen ya reader.Love u All 😘😘😘


❤❤❤


Dee bernapas lega setelah menelpon Bryan.Setidaknya ia bisa melarikan diri dari situasi pelik seperti ini.Semenjak berurusan dengan pria kutub hidupnya tidak pernah tenang.Ia selalu mendapatkan kesialan.Dee menyesali kenapa tadi menangis,tak biasanya ia lemah dan rapuh.


Dee merenung dan mengumpulkan sisa-sisa keberanian dalam dirinya.Ia harus menghadapi masalah ini dan tak boleh didikte keluarga Demir.Ia tak boleh tertekan dengan insiden kepergok ciuman.


Ini hidupnya dan tak seorang pun bisa mengatur hidupnya.Menikah dengan Demir tak akan pernah ada dalam kamus hidup seorang Deniza Sefa.


Demir sosok pria paling menyebalkan dalam hidupnya.Lelaki arogan, sombong, gampang emosian,skeptis dengan cinta dan cenderung kasar.Bagaimana Dee bisa menikah dengan orang seperti itu?


Bagi Dee pernikahan hanya sekali seumur hidup.Ia akan menikah dengan seseorang yang sangat dicintai dan mencintainya.Umurnya baru 21 tahun dan tak akan mengorbankan masa depannya dengan menikahi Demir.


Menjadi seorang dokter adalah impian Dee.Tak akan pernah mundur mengejar cita-citanya.Dee akan membuat orang tua kandungnya menyesal karena telah membuang dirinya di panti asuhan 'Kasih Bunda.'


Dee menghapus air mata dan pergi ke kamar mandi yang ada di kamar Onya.Dee mencuci muka dan menghapus sisa sisa air matanya.Matanya merah dan bengkak akibat menangis.


Fighting Dee.Never Give Up. Life must go on.Dee menyemangati dirinya sendiri. Dee besar dan hidup disebuah panti bukanlah seseorang anak yang lemah.Ia gadis tegar dan kuat.Ia berhasil menghadapi fase terberat dalam hidupnya.


Sedari kecil Dee sering di bully sebagai anak haram yang asal usulnya tak jelas. Bullyan diterimanya semenjak bangku sekolah.


Dee anak haram.Orang tuanya ga jelas.Makanya Dee dibuang.


Dee anak hasil perzinahan.


Siapa mau nikahin Dee kalo Bapaknya ga jelas.Mau ijab pake binti siapa?


Malang nasibmu Dee.Kami punya mama dan papa kamu enggak.


Anak haram Dee anak haram.


Suara bullyan itu masih terngiang jelas ditelinga Dee.Gara-gara itu Dee tak pernah mau berteman karena merasa dikucilkan.Di bangku kuliahlah Dee memiliki sahabat baik seperti Luna dan Nayla.


Merekalah yang menerima Dee apa adanya.Merekalah yang membuat Dee merasakan indahnya persabahatan dan keluarga. Kadang ketika libur kuliah Luna dan Nayla membawanya pulang kampung.


Bersama keluarga Luna dan Nayla juga Dee merasakan indahnya memiliki keluarga.Dee merasa terharu kedua ibu sahabatnya menyayanginya.


Dee merapikan rambutnya dan mendengar ketukan pintu di depan kamar Onya.Dee bergegas membuka pintu.Dengan muka manyun Dee membuka pintu dan melihat sosok pria kutub di depannya.


Demir sudah rapi.Mengenakan celana joger panjang dan kaos polo hitam.Sangat tampan dan berbeda ketika sedang mengajar.Pesona Demir naik ke level 10.Dee mengakui dosennya ini sangat tampan dan mempesona.Wajah tampan,hidung mancung bak pangeran Timur Tengah.Pantas saja banyak mahasiswa dan dosen di kampus naksir Demir.



( Visualisasi Demir dalam imajinasi author 😁😁 )


Dee tersadar dari lamunannya.Bisa-bisanya ia memuji ketampanan pria kutub nan miskin senyum itu.


"Ada apa?" tanya Dee dari balik pintu.Ia takut Demir masuk kamar.


" Saya mau bicara sama kamu."


" Bicara apalagi? Bukannya kita mau disidang sama mami Bapak.Saya rasa tak ada yang perlu dibicarakan lagi."


" Makanya dengar saya dulu .Izinkan saya masuk," jawab Demir tak kalah ketus.


" Saya ga mau.Ga mau kena ciduk lagi.Cukup sudah kesialan yang Bapak bawa untuk saya." jawab Dee diplomatis.


" Kamu,"Demir menggeram sebal.Demir beristigfar menghilangkan rasa marahnya.


Tuch kan pria kutub itu gampang banget emosi.Ya Allah ini orang terbuat dari apa sich? Dalam dirinya ada api kali ?Dekat sama dia panas terus bawaannya? Batin Dee kesal.


Dee yang keasikan melamun tidak sadar jika Demir telah masuk kamar dan menutup pintu.


Dee berteriak kencang namun Demir lebih dulu membungkam mulutnya dengan tangan.Gadis itu menyilangkan tangan ke dada respon keterkejutannya.


Dee takut Demir akan memperkosanya di kamar Onya.Otak Dee di penuhi hal-hal negatif.Masuk kandang harimau masuk kandang singa.


Dee merutuki keteledorannya.Andai tak terpesona dengan ketampanan pria kutub ia akan mudah mengusir Demir dari sini.


Hanya ada mereka berdua di kamar. Demir menatap Dee tajam.Ia mendekati Dee.Gadis itu segera berjalan mundur dengan keadaan mulut masih disumpal tangan Demir.


"Saya ga akan apa-apain kamu.Saya akan lepaskan tangan saya jika kamu berjanji tidak berteriak.Jika kamu melanggar saya akan nekat mengunci kamu di kamar ini dan melakukan hal kotor yang ada di otak kamu," ucap Demir seolah tahu isi kepala Dee.


Dee menelan ludah.Busyet ini pria kutub kok bisa tahu isi hati gue? Lo dukun apa dosen Pak? Dee membatin.


Dee bernapas lega dan menggangguk tanda setuju.Demir melepaskan tangannya dari mulut Dee.


"Itu baru anak baik.Kamu tenang saja.Saya tidak akan memperkosa kamu," ucap Demir mengelus kepala Dee.


Spontan tangan Dee menepis Demir.Ia tak suka Demir menyentuh kepalanya.

__ADS_1


"Langsung bicara aja Pak.Jangan seenak udel sentuh anak gadis orang," kata Dee berpangku tangan menampilkan wajah songong.


Dee harus terlihat berani agar Demir tak sewenang-wenang padanya.


Mulut Demir gatal ingin memarahi Dee. Mahasiswanya telah lancang namun ia urungkan karena ada hal yang lebih penting dibahas daripada memarahi Dee.


"Masalah yang dibahas mami tadi ga usah khawatir.Saya akan membereskannya."


"Emang harus Bapak bereskan," respon Dee nyolot.


"Semua petaka ini berawal dari Bapak."


"Bisa kamu ngomong yang sopan sama orang yang lebih tua?" telunjuk Demir mendorong kening Dee.Secara tiba-tiba Demir menyentil dahi Dee dan gadis itu mengaduh kesakitan.


" Pak sakit.Dasar pria kutub kejam," umpat Dee keceplosan menyebut julukan Demir.


"Oh jadi kamu kasih nama saya pria kutub.Lancang sekali kamu," seringai Demir bak macan lapar.


"Emang cocok kok pria kutub karena Bapak dingin dan menyebalkan," Dee membusungkan dada menantang Demir.


Rahang Demir mengeras menahan amarah.Anak kicik ini sudah kelewatan.


" Kamu ga tahu sopan santun ya?"


" Tergantung orangnya.Jika dia sopan saya akan sopan.Jika tidak saya juga tidak sopan," jawab Dee membuang muka.Tak sudi rasanya melihat wajah Demir.


Demir hening sesaat.Dee melirik pria kutub itu kenapa tak kunjung bicara.


" Pak jika tak ada yang dibicarakan saya akan turun ke bawah," gertak Dee melangkahkan kaki untuk turun ke bawah.


Tanpa aba-aba Demir menarik tangan Dee dengan kuat sehingga gadis itu terjatuh di ranjang.Demir mendekatinya dan duduk di tepian ranjang.Posisi mereka sangat intim.Bak pasutri siap untuk ehem ehem.


Wajah Dee pucat dan memutih. Pikirannya sudah kotor.Dee ingin punya kantong ajaib doraemon,lalu mengambil pintu kemana saja dari kantong itu dan pulang ke rumah agar tak terjebak dalam situasi seperti ini.


Rumah Demir terlalu keramat untuk Dee.


Dee sungguh takut dan tak berani membayangkan jika hal yang ada dipikirannya terjadi.RIP untuk masa depan !


"Pak kalo mau bicara, bicara saja.Jangan menakuti saya," kata Dee gugup.


Dee bangkit dari ranjang dan mengambil posisi duduk dekat meja belajar Onya.


" Saya akan menjadi pendengar yang baik."


Dee melongo tak percaya jika pria kutub itu bisa minta maaf.Dee bangkit lalu mendekati Demir.Tanpa sungkan Dee menyentuh dahi Demir untuk mengecek demam apa tidak.Memastikan Demir kesambet jin atau tidak.


"Pak saya terharu," ucap Dee girang meneteskan air mata bahagia. Surprise untuk Dee, dosen sialan dan bajingan itu bisa meminta maaf.


" Seorang dosen yang terkenal killer,tegas dan kejam meminta maaf sama aku."


" Puas kamu ledek saya?"


" Saya ga ledek Bapak.Rasanya bukan Pak Demir aja yang ngomong.Apa jiwa Bapak tertukar dengan jiwa orang lain ketika mandi sehingga bisa meminta maaf seperti ini?"


" Jangan jadi korban sinetron kamu."


"Ya-ya-ya."


"Soal tawaran menjadikan kamu pacar benaran itu sungguhan," ucap Demir pelan namun masih bisa didengar Dee.


"Jadi Bapak sudah jatuh cinta sama aku?" goda Dee memegang kedua pipinya dan berlagak sok imut.


" Ga." jawab Demir gugup." Jangan kepedean kamu."


"Ya udah kalo gitu.Saya jalan sama Alex aja.Alex udah baik, lembut, alim dan religius.Ga kasar," ucap Dee membandingkan Demir dan Alex.


"Jangan pernah jalan sama Alex.Saya ga suka.Saya tidak mau dia menang dari saya.Tadi saya sudah cerita sama kamu.Percuma IQ kamu setara Albert Einstein jika tidak mengerti maksud pembicaraan saya."


"Ya-Lah kalo gitu," ledek Dee dengan suara manja.


"Boleh saya pergi?" alis Dee turun naik.


"Saya belum selesai bicara Deniz.Jika saya bilang pergi baru kamu pergi."


"Cih....tetap saja arogan," Dee berdecih kesal. " Apa lagi?"


" Soal pernikahan yang dikatakan mami.Menikahlah dengan saya.Saya berjanji akan menjadi suami yang baik dan membantu kamu mencapai cita-cita kamu menjadi dokter spesialis."


Dee tertawa terbahak-bahak seraya memegang perutnya.


"Tidak," seringai Dee jutek." Saya menikah sekali seumur hidup dan tentu dengan pria yang saya cintai.Lagian Bapak bukan tipe saya.Saya tak mau berurusan dengan Pak Demir lagi.Lelah Hayati lelah.Hayati tidak kuat babang."

__ADS_1


" Kamu pikir saya cinta sama kamu? Jangan kepedean Deniz.Daripada saya dijodohkan dengan anak teman mami mending saya menikah dengan kamu yang sudah saya kenal."


" Trus saya mau gitu.Sorry Pak ga bisa bantu.Saya sudah capek dengan drama ini.Semua harus diakhiri.Game Over Pak.Ga kuat akutuh."


" Ingat perjanjian kita selama dua tahun atau kamu mau di penjara karena telah melanggar perjanjian."


" Tidak semudah itu Ferguso," Dee menggoyangkan jari telunjuknya di depan wajah Demir.


" Pak Demir lupa ya.Perjanjian kita tertulis jika saya melanggar akan didenda sebesar 20 juta rupiah atau kurungan penjara selama 3 bulan.Saya pilih opsi pertama.Saya akan bayar denda 20 juta."


" Punya uang darimana kamu?" senyum kemenangan tersungging dari kedua bibir Demir.


Dee memasang senyum manis dan tertawa mengejek Demir.


" Pak Demir lupa ya jika saya punya babe.Dia yang akan memberikan uang untuk saya.Babe saya seorang CEO.Uang 20 juta mah gampang.Cuma ujung-ujung dolarnya dia," jawab Dee dengan senyum kemenangan." Mending saya menikah dengan Bryan.Pria romantis,lembut dan ga kasar.


Dee melangkahkan kaki keluar dari kamar Onya meninggalkan Demir yang berdiri mematung.


Dengan emosi Demir memukul ranjang Onya meluapkan kekecewaannya.


❤❤❤


Dee dan Demir tertunduk lesu di depan Nona dan Onya.Tak ada yang berani buka suara.Suasana hening dan senyap. Nona melihat Demir dan Dee secara bergantian.Tak ada yang mulai bicara, Nona memutuskan untuk bicara terlebih dahulu.Onya hanya menjadi pendengar yang baik.


" Mami to the point aja.Melihat hubungan kalian yang sudah terlalu jauh dan ga bisa nahan nafsu.Mami akan menikahkan kalian.Minggu depan kalian menikah," ucap Nona dramatis.


Mata Demir dan Dee membulat kayak bola pimpong.Mereka saling pandang dalam keterkejutan.


"Maaf mi.Dee ga bisa nikah sama Pak Demir," Dee mengepalkan tangan.Dee mengumpulkan keberanian untuk mengutarakan pendapatnya.


" Ga bisa Dee," kata Nona tegas.Matanya membulat tak suka mendengar ucapan Dee barusan.Nona menatap Dee bak singa lapar yang siap untuk menerkam.


" Maafkan Dee mami.Dee masih muda dan belum ada pikiran untuk menikah.Masa depan Dee masih panjang.Menikah itu urusan nanti."


" Masalah umur bukan alasan Dee.Mami aja nikah sama papi Demir ketika berusia 19 tahun."


" Cuma Dee ga mau menikah Pak Demir mi," sungut Dee kesal menatap Demir.


" Kenapa kamu tidak mau menikah dengan Demir? Bukankah kamu mencintainya dan bahkan kalian berciuman begitu hot seakan tak mau dipisahkan.Kalian berciuman begitu bernafsu sehingga tak sadar ada kami. Andai mami ga menegur kalian mungkin kalian sudah berbuat lebih jauh." kata Nona tajam mengingatkan Dee dengan kejadian tadi.


Wajah Dee dan Demir memerah bak kepiting rebus mendengar ucapan Nona.Onya berusaha menahan tawa mendengar ucapan vulgar Nona.


"Dee minta maaf masalah tadi.Dee akui Dee khilaf. Ga akan mengulanginya lagi.Dee kebawa suasana."


" Suasana apa?"tanya Nona dengan mata melotot.Nona berusaha memancing amarah Dee dan membuat gadis itu keceplosan.


"Suasana ciuman tadi.Dee akui Dee terbuai dengan ciuman itu.Dee wanita normal yang tak bisa menolak sentuhan pria.Gairah Dee terpancing saat itu dan membalas ciuman Pak Demir secara naluriah."


Tawa Nona mau lepas namun ia berusaha menahannya. Dee keceplosan juga.


" Karena kamu mencintai Demir makanya kamu membalas ciumannya Dee.Mami akan tetap menikahkan kalian.Biar kalian halal dan dapat pahala ketika bermesraan."


" Tidak mau," kata Dee berteriak.


Onya, Demir dan Nona sampai kaget mendengar teriakan Dee. Nona memegangi dadanya takut jantungnya copot.


" Kenapa tidak ? Kalian saling mencintai. Mami mau mempersatukan kalian.Cinta kalian tidak terpisahkan lagi."


" Mami.Dee rasa mami mungkin sudah sejak tadi mergoki kami.Tentu mami mendengar percakapan kami.Dee hanya pacar sewaan Pak Demir.Pak Demir menyewa Dee untuk menjadi pacarnya untuk menghindari perjodohan."


Nona melongo mendengar ucapan Dee.Tak disangka Dee akan membongkar persekongkolan mereka secepat ini. Sungguh diluar dugaannya.


Demir bak kesambet petir mendengar pengakuan Dee .Tak disangka Dee berani melanggar perjanjian mereka.Demir kecewa dan terluka dengan sikap Dee.


"Dee hanya mahasiwi Pak Demir.Dee berprofesi sebagai pacar sewaan. Sejujurnya Dee sudah punya kekasih. Maafkan Dee telah menyakiti perasaan mami. Dee tak mau berlama-lama membohongi orang baik seperti mami."


Ponsel Dee berdering keras karena panggilan Bryan.Tanpa meminta izin Dee mengangkat telpon.


"Ok babe aku jalan ke depan," jawab Dee singkat.


Dee meyentuh tangan Nona dan menciumnya.


"Dee senang mengenal mami.Maafkan Dee telah berkomplot dengan Pak Demir membohongi mami.Dee harus pergi. Mami, Onya pamit ya.Pacar Dee sudah menunggu di depan."


Dee segera pergi dari hadapan Nona. Lutut Demir lemas mendengar pengakuan mengejutkan Dee.Tak pernah terbayangkan jika drama mereka secepat ini berakhir. Demir tak bisa membayangkan kemarahan Nona padanya.


Nona dan Onya sekali lagi gigit jari.Rencana mereka tak berjalan mulus.Gagal maning gagal maning. Pernikahan Demir hanyalah sebuah wacana.


Demir, Nona dan Onya mengintip di balik jendela ruang tamu.Dee tertawa bahagia dengan Bryan.Mereka sangat dekat dan akrab.


__ADS_1


( Bryan dalam imajinasi author)


__ADS_2