
****Mau update banyak terhalang review.Sabar ya para readers.Aku dah update tiap hari tapi selalu lama terbit.Kemaren dah update minggunya.Nyatanya senin belum juga cerita terbit.Makasih sudah sabar menunggu.Tanggung kasih sama Vivi bantu dong promosi cerita ini ke teman atau saudara.Makasih semuanya 😘😘😘😘😘
IG: novitasari_vivi.
Komen yang banyak.Komentar terlucu nanti bakal dapat free novel ini ketika dah terbit + tanda tangan aku**
❤❤❤
Dee sibuk berkutat dengan buku-buku mencari referensi judul skripsi.Luna dan Nayla sudah mengajukan judul dan tinggal menunggu ACC dari Buk Lidya sebagai ketua prodi kedokteran.
Nilam ( Nini Lampir ) begitu mahasiswa memanggilnya.Buk Lidya tak ubah seperti Demir tapi versi cewek.
Killer,tegas ,menyebalkan dan takut kalah saing dalam hal mode dengan para mahasiswa.Umur Nilam sudah setengah abad namun ia tak mau ketinggalan masalah fashion dengan mahasiswa cewek.
Nilam juga aktif di medsos seperti instagram.Nilam juga aktif memposting foto selfie kesehariannya di kampus. Nilam merupakan penikmat gosip akun seperti Lambe Turah,Mak Nyinyir,Ratu Gosip, Lambe Lamis,Lamis Corner dan berbagai akun gosip lainnya.
Tiga serangkai alias Dee,Luna dan Nayla sering menciduk Nilam memberikan komentar di akun gosip instagram. Kadang mereka tertawa kesal melihat ulah ketua prodi mereka mengeluarkan statement di akun gosip.Seperti tak ada kerjaan padahal ketua prodi pekerjaan yang sangat menyita waktu.
Dee dalam imajinasi author
Dee masih sibuk berkutat dengan berbagai buku kedokteran.Ia masih bingung menentukan judul yang pas untuk proposal skripsi.
Lembar demi lembar kertas dibaca oleh Dee namun tak ada inspirasi di dalam otaknya.Semenjak insiden ia mengatakan yang sejujurnya mengenai hubungannya dan Demir pada Nona.Ia tak pernah berkomunikasi dengan si pria kutub yang menyebalkan.Terakhir Dee menelpon Demir ketika sudah mentransfer denda karena Dee melanggar kontrak.
Bryan memberikan Dee uang secara cuma-cuma agar Dee lepas dari kontrak tersebut.Walau Bryan memberikan uang itu secara cuma-cuma namun Dee tetap menganggapnya sebagai hutang.
Hubungan Dee sudah semakin dekat dengan Bryan.Bahkan Bryan meminta Dee untuk tidak menjadi pacar sewaan lagi.Bryan bahkan bersedia membiayai hidup Dee karen lelaki bule itu sangat mencintai Dee.Bryan akan melakukan apa pun untuk Dee asal wanita yang dicintainya bahagia.
Tak hanya Bryan yang berusaha merebut hati Dee.Alex terang-terangan melakukan pendekatan.Dee sudah menjaga jarak dari Alex namun pria itu tak pernah menyerah untuk menarik perhatian Dee.Dalam sehari Alex bisa mengirimkan pesan WA sebanyak puluhan kali dan pertanyaannya selalu sama.
*Dee udah bangun?
Sholat subuh dulu gih.
Dee udah sarapan? Jangan telat makan ya Dee.Aku ga mau liat kamu sakit.
Hati- hati di jalan ya Dee.
Gimana kuliahnya Dee?Lancar?
Sudah ketemu judul skripsinya Dee?
Lagi dimana dan sedang apa Dee*?
Alex dalam imajinasi author
Dan masih banyak pesan lainnya yang dikirim Alex.Dee tak terlalu menggubris pesan Alex karena ia tahu Alex menyukainya.Dee tak ingin memberikan Alex harapan palsu karen ia sedang tak menyukai Alex.
Jika boleh memilih Alex dan Bryan maka Dee akan memilih Bryan karen ia sudah nyaman bersama bule tampan itu. Bryan memperlakukan Dee sangat baik,lembut dan romantis.Walau Dee telah menolak lamaran Bryan namun sikap Bryan tak pernah berubah pada Dee.
Dee menghela napas seraya menggigit pulpen.Ia tak juga menemukan judul skripsi yang cocok untuknya.Dee berteriak frustasi sehingga menarik perhatian Luna dan Nayla.
Cast Luna
Cast Nayla
Nayla dan Luna muncul dari balik pintu.Bak jelangkung mereka mengagetkan Dee yang sedang serius membaca.
Buku terlempar dari tangan Dee.Gadis cantik itu mengumpat setelah melihat pelakunya." Anjir lo pada.Ganggu gue tahu ga."
Luna menyenggol lengan Nayla.Mereka saling berpandangan dan berkomplot mengusili Dee.
" Ada yang lagi galau kayaknya nich.Masa sich mahasiswa paling pintar di kampus sampai sekarang belum menemukan judul skripsi.Gue rasa teman kita lagi bimbang karena direbutin dua orang cowok.Bryan dan Alex.Hayati bingung babang mau pilih yang mana.Bryan atau Alex.Alex atau Bryan," Luna bicara keras seraya menunggu reaksi Dee.
" Dua cowok yang kita tahu aja.Yang ga kita tahu pasti banyak.Siapa sich cowok yang ga tertarik sama sahabat kita ini?Udah cantik,kulit putih,rambut panjang,bibir seksi,pantat bahenol, dada montok,cerdas. Kalo gue cowok dah gue jadiin Deniza Sefa jadi bini gue.Andai gue ada kakak cowok dah gue comblangin dia sama Dee."
Dee mengacak rambut frustasi." Bisa ga mulut kalian ga nyerocos mulu.Buyar udah konsentrasi gue."
Nayla melambaikan tangan menyuruh Dee diam." Sabar buk.Lagi mens ya buk? Kok marah-marah aja.Apa salah dan dosa kami?"
" Masa kami manusia tanpa dosa ini jadi sasaran pelampiasan kemarahan," sambung Luna memasang wajah memelas minta dikasihani.
" Kalian," geram Dee menatap sinis kedua sahabatnya.
" Aduh Dee males gue liat lo.Masa lo kayak gini sich.Ga seru ah," sahut Nayla duduk di sebelah Dee.
Luna ikutan duduk disebelah Dee. Dee diapit oleh Luna dan Nayla.
" Lo kalo ada masalah cerita dong sama kami," bujuk Luna memegang dagu Dee.
" Kami tahu Dee jika lo lagi kepikiran sesuatu.Kita saudara Dee.Sebaiknya lo cerita biar beban di hati lo berkurang," kata Luna bersimpati.
Dee tertegun mendengar perkataan kedua sahabatnya.Dee masih tak enak hati karena telah menyakiti Demir.Ia telah melanggar kesepakatan dan membuat Demir dalam kesulitan.Dee dapat membayangkan bagaimana Nona mengamuk sama Demir karena telah tahu sandiwara mereka.
Dee melihat kekecewaan dimata Demir ketika ia membuka mulut.Saat itu Dee berada dalam situasi terjepit.Ia tak punya pilihan lain selain membongkar sandiwaranya dengan Demir supaya tidak dinikahkan karena kepergok ciuman.
__ADS_1
Dee merasa kasihan pada Demir.Dee ingin meminta maaf atas kesalahannya namun ia gengsi dan tak mau membuat Demir besar kepala.Pria kutub itu paling pintar memojokannya.
Dee dapat membayangkan bagaimana marahnya Demir kepadanya.Dee telah melanggar kesepakatan mereka dan mempermalukan Demir di depan keluarganya.
Air mata Dee tumpah.Ia segera menghapus air matanya namun Luna dan Nayla keburu melihat air mata Dee.Mereka memeluk Dee erat untuk memberi support.
" Lo kenapa oneng? Ceritalah sama kami.Jangan pendam sendiri," mata Luna berkaca-kaca.
" Ada saatnya nanti gue cerita sama kalian. Gue masih belum bisa cerita.Gue mau tenangin diri dulu.Bisakah kalian tinggalin gue sendiri?" pinta Dee dengan suara parau.
Luna dan Nayla segera meninggalkan kamar Dee.Mereka tahu Dee sedang tak mau diganggu.Jika mereka nekat Dee akan marah besar.
Nayla merebahkan tubuhnya ketika sampai di kamar mereka.Sambil mengotak atik handphone ia berbincang dengan Luna.
" Dee aneh banget dech.Anak itu sekarang berubah cengeng ga setegar biasanya.Dia kenapa sich?" Nayla melirik Luna yang sedang memasang masker.
" Gue juga ga tahu anak itu kenapa.Dia belum mau cerita sama kita.Ngomong-ngomong mami Vira masih di Bandung ya?"
" Iya.Mami bilang minggu depan baru kesini.Lun gue nyesel dech pernah usir mami Vira dari sini.Kita terlalu ikut campur dalam urusan pribadi Dee."
" Sama gue juga iya.Mungkin kita dah menganggap Dee saudara kita sehingga bertindak diluar batas.Kita dah jahatin mami Vira.Ternyata mami ga seperti dugaan kita.Kapan mami akan ceritakan kebenaran ini sama Dee?"
" Kenapa mami lama sekali? Dee harus secepatnya dikasih tahu.Hasil tes DNA sudah keluar belum? Kita dah kasih sampel rambut Dee dari seminggu yang lalu," kata Nayla gemas.
" Iya Nay.Harusnya gitu mungkin mami masih ada pertimbangan.Takut melukai psikis Dee dan menunggu waktu yang tepat."
" Sudah saatnya Dee tahu siapa dia dan dia bukan anak haram seperti dugaannya."
❤❤❤
Nona mendiamkan Demir semenjak Dee membongkar sandiwara mereka dan rencana Nona menikahkan mereka gagal.Nona terlalu berharap Dee akan menjadi menantunya.Dee adalah menantu idamannya selain cantik dan cerdas gadis itu bisa mengimbangi Demir.
Nona sangat menyukai Dee dan berharap bisa memiliki cucu dari Demir dan Dee.
Makan malam hari ini terasa hambar karena tak ada perbincangan.Semua hanya sibuk dengan makanannya. Rahman,Nona,Onya dan Demir makan begitu lahap.Terlihat raut kesedihan di mata Nona.Harapan memiliki menantu dan cucu tahun ini tak bisa terwujud. Demir telah menipunya.
" Onya mau tambah makannya nak?" tanya Nona melirik Onya yang lahap makan.
" Boleh mi," Onya memberikan piringnya pada Nona.Nona menyendokan sesendok besar nasi dan ayam.
" Papi mau?" tanya Nona melirik Rahman.
Rahman menggeleng." Ga mi.Dah kebanyakan papi makan.Kenyang banget papi."
Nona meletakan nasi ke meja dan melanjutkan makannya.Demir merasa frustasi karena tidak diacuhkan Nona.Anak mami bukan hanya Onya.Demir juga anak Nona namun Nona mengganggap Demir seolah tak ada.
Demir berkecil hati karena perlakuan Nona.Demir mengakui ia bersalah karena menipu ibunya sendiri.Demir lebih senang Nona memarahinya daripada mendiamkan seperti ini.Demir merasa sakit dengan sikap ibunya.Terlalu sadis dan kejam menurut Demir.
Ketika makan malam telah usai keluarga Demir bersantai di ruang tengah seraya menonton TV.Demir mendekati Nona, namun Nona tak menggubrisnya dan sibuk menonton TV.
Cast Rahman
" Mi please jangan diamkan abang seperti ini," kata Demir dengan wajah memelas. "Abang lebih suka mami marah dan memaki abang daripada mami ga mau bicara seperti ini."
Nona tak bergeming.Nona berpangku tangan.Menurut Nona Demir pantas mendapatkan hukuman ini.
" Mami bicaralah mi.Maafkan abang mami.Abang sudah mengecewakan mami."
Nona tetap tak menggubris permintaan maaf Demir.Nona menyibukkan diri dengan memainkan handphone dan bermain game karena Demir menghalanginya menonton TV.
Demir semakin frustasi dan mengacak rambutnya.Demir melirik Onya meminta pertolongan Onya untuk bicara dengan Nona.
Cast Onya
Onya memahami arti lirikan Demir padanya.Ia tak tega melihat abangnya memelas meminta maaf.Ia mendekati Nona dan memijit bahu Nona lembut.
" Kayaknya mami capek mi," tangan Onya telaten memijit bahu Nona.
Nona menikmati pijitan Onya di bahunya.Onya memang jago mijit.Nona pernah ketiduran ketika dipijit Onya saking enaknya.
" Mi," panggil Onya lembut.
" Hmmmm," jawab Nona singkat.
" Turun kebawah dikit Nya.Sakit disana," Nona meminta Onya memijit di bagian tubuhnya yang sakit.
" Mi tadi Onya dengar ceramah UAS di youtube kata UAS sesama muslim tidak boleh tidak bertegur sapa lebih dari tiga hari.Kata UAS jatuhnya haram," Onya mencoba bicara sama Onya.
" Itu UAS yang ngomong apa hadist Nabi?" tanya Nona ketus.Onya sok-sok menasehatinya kayak ilmu agama dah tinggi aja.Menggurui orang tua kualat kamu Onya.Nona membatin.
" UAS menyampaikan hadist nabi mami. Sebagai anak solehah mami Onya ga mau mami mendapatkan dosa mendiamkan abang.Sedih Onya mami sedih," ratap Onya lebay dengan ekspresi wajah yang dibuat-buat.
Sepintas gaya bicara Onya mengingatkan kita dengan gaya bicara artis Fitri Tropika.
" Mami boleh pukul abang,gantung,gorok, cekik,maki - maki abang asal jangan diamkan abang seperti ini.Sakitnya tuch disini mami.Lebih baik sakit gigi mami daripada sakit hati," Onya memegang dadanya.
Ucapan Onya mendapatkan tatapan membunuh dari Demir.Bantu bicara boleh tapi jangan memberi saran untuk memukul dan memakinya.
__ADS_1
Demir kadang heran dengan sikap adiknya.Onya sering bertindak senewan diluar perkiraannya.Namun walaupun begitu ia tetap sayang dengan adiknya.
Mereka sudah seperti sahabat.Jarang adik kakak bisa seakrab mereka dan menjadi teman curhat.Teman-teman Onya sering iri melihat kedekatannya dengan Demir.
Jarang kakak adik yang selisih usia jauh seperti mereka kompak dan bisa menjadi teman curhat.Ngomong pacar saja dengan abang sudah mendapat tatapan sinis apalagi curhat seperti Onya dan Demir.
" Mi ayolah maafkan abang," rengek Onya manja seperti anak kecil.
" Kamu anak kecil bisa diam ga?" gertak Nona dengan wajah cemberut.Ia masih ingin memberikan hukuman untuk Demir.
" Mami walau Onya masih kecil tapi Onya sudah bisa bikin anak kecil," goda Onya memancing emosi Nona.
" Onya," teriak Nona dan Demir bersamaan.Kadang jika bicara Onya suka asal nyablak.
Pletak......
Demir menyentil kening Onya.Adiknya langsung berteriak kesakitan.
" Abang lo," tunjuk Onya geram.
Inginku berkata kasar! batin Onya berbisik.
" Kalo bicara tu mulut di filter dulu.Asal ngomong aja," mata Demir membulat menatap Onya.
" Emang dah bisa bikin anak kecil kan gue? Bukannya cewek yang udah mens sudah bisa dibuahi," ucap Onya enteng menatap Demir. " Kata mami kalo dikampung anak gue udah tiga kali."
" Dasar gadis nakal," Nona melempar bantal sofa dan tepat mengenai kepala Onya.
" Mami dan abang jahat," rengek Onya menangis tanpa air mata.
" Papi," rengek Onya meminta suaka alias perlindungan kepada Rahman yang sibuk membaca majalah bisnis.
Nona dan Rahman masih menganggap Onya anak kecil yang butuh perhatian.
" Kenapa nak?" Rahman menghentikan kegiatannya membaca majalah.
" Mami dan abang kompak menzalimi Onya papi padahal niat Onya hanya ingin membuat mami dan abang baikan. Hu....hu....hu....," rengek Onya hiperbola.
" Mami juga ga terima kebenaran pi.Onya menyampaikan isi ceramah UAS masalah seorang muslim haram ga bertegur sapa selama tiga malah Onya kena semprot mami," kata Onya mengedipkan mata pada Rahman.
Nona bangkit dan menjewer telinga Onya."Pintar ya kamu memutar balikan fakta."
Onya meringis kesakitan.Ia meminta perlindungan Rahman.
" Mi udah dong mi.Sakit itu Onya," Rahman buka suara menasehati sang istri.
" Anak papi itu harus dikasih pelajaran.Pinternya dia bermain kata-kata."
" Kok anak papi sich anak kita dong.Bikinnya berdua dulu," kelakar Rahman menggoda Nona.
Onya dan Demir tertawa cekikikan mendengar ucapan Rahman.
" Papi malu didengar sama anak-anak," gerutu Nona sebal mencubit pinggang Rahman.
" Biarin.Anak-anak sudah besar mereka ngerti kok," goda Rahman menatap Nona penuh cinta." Benar kata Onya mi.Mami ga boleh diamkan abang kayak gini.Allah saja Maha Pemaaf kenapa mami enggak?"
" Biari aja pi.Mami kesal sama abang.Biar tahu rasa dia," Nona menatap Demir bak singa lapar.
" Mi.....," panggil Rahman dengan suara ngebass." Jangan kayak anak kecil.Ayolah sayang."
Onya dan Demir malu sendiri mendengar papi mereka merayu mami.Walau sudah tua kemesraan mereka tak pernah pudar dan selalu mesra layak pengantin baru.
" Bang masa lo kalah sama yang tua?" tanya Onya menatap Demir.
" Maksud lo?" mata Demir melotot.
" Masa lo kalah sama mami dan papi.Lo harus segera menikah biar ga kalah sama orang tua kita.Bibir lo butuh nutrisi biar ga pecah-pecah."
Demir bingung dengan maksud ucapan Onya bahwa bibirnya butuh nutrisi agar tak tak pecah-pecah.Ia mencerna maksud ucapan Onya setelah paham maksud Onya ia menjitak kepala adiknya.
" Dasar mesum.Lo cewek tapi otak lo mesum.Dasar kids jaman now."
" Emang bener omongan gue.Lo lagi candu cipokan buktinya lo nyosor aja cium kak Dee.Berasa makan ice cream ya bang," goda Onya dengan wajah licik.
Demir menggerakan tangannya ke leher dan menggerakan tangan bak orang menggorok sapi.Mulut Onya langsung bungkam.
Demir mendekati Nona.Demir bersimpuh seraya mencium tangan Nona.
" Maafkan abang mi.Abang salah karena telah menipu mami.Jangan diamkan abang seperti ini mi.Jangan abaikan abang mi," Demir mengungkap isi hatinya.
Nona menuntun Demir untuk berdiri. Nona menatap wajah tampan sang anak dengan tatapan sendu." Abang jujur sama mami.Abang suka sama Dee?"
Demir melongo mendengar ucapan Nona. Ia masih ragu dengan perasaannya.Dulu ia paling anti dekat dengan wanita dan enggan bersentuhan tapi jika bersama Dee semua itu seolah hilang.Ia ingin selalu didekat Dee dan menciumnya setiap hari.
" Mi...."
" Jawab aja pertanyaan mami," kata Nona tegas." Kalo ga mau bicara mami mau ke kamar dulu."
Demir menahan tangan Nona."Abang ga tahu perasaan abang gimana sama Dee.Cuma setiap dekat dengan dia bawaan abang nervous dan tiap liat bibir dia bawaannya mau cium aja," ucap Demir jujur memancing tawa Nona,Onya dan Rahman.
Nona menepuk bahu Demir bangga.Wajah cemberutnya berganti dengan wajah penuh senyuman.Demir ikut senang melihat senyum di wajah maminya.
Ini keluarga rada sableng.Bicara hal-hal bersifat pribadi ga ada malu malunya.Mungkin sifat Demir dan Onya turunan dari Rahman dan Nona yang ceplas ceplos.Keluarga ini sangat terbuka dan saling bercerita.
__ADS_1
" Itu tandanya abang suka sama Dee.Kalo begitu perjuangkan cinta abang sama Dee.Bawa dia jadi menantu mami," titah Nona tersenyum manis.