Bukan Pacar Sewaan

Bukan Pacar Sewaan
LIMA PULUH TIGA


__ADS_3

Dee ketika kamu baca surat ini mungkin papa sedang dalam perjalanan menuju rumah nenek....


Maafkan papa ya nak.Ketika papa sudah sembuh papa bukannya menemui kamu tapi malah pergi menemui nenek kamu terlebih dahulu.


Papa sudah menghilang selama 21 tahun. Mustahil nenek kamu tidak mencari papa. Papa yakin nenek kamu masih hidup dan menunggu papa untuk pulang.


Sebagai anak papa sangat berdosa pada nenek .Papa sudah mengecewakan nenek dengan kelakuan papa.


Sebagai anak papa telah gagal menjadi anak yang berbakti.


Sebagai seorang suami , papa juga telah gagal membahagiakan mama kamu......


Sebagai seorang ayah papa juga gagal Dee karena tak pernah menemani masa kecilmu dan kamu hidup dalam kesengsaraan.......Hiksss dosa papa terlalu banyak padamu.


Ampuni papa Dee.Dosa papa terlalu banyak padamu nak.Entah Tuhan bisa mengampuni papa entah tidak tapi yang jelas papa ingin bertaubat Dee.


Papa ingin menebus semua dosa papa di masa lalu.Terima kasih kamu telah menerima kehadiran papa disisimu.


Papa terharu memiliki anak seperti kamu.Bahkan kamulah yang meminta Vira menghentikan dendam ini.Papa sungguh berterima kasih nak............


Papa juga harus mengucapkan terima kasih dengan Arini karena telah mendidikmu seperti ini.Andai tak ada wanita yang berhati malaikat itu mungkinΒ  nasibmu bisa lebih buruk dari ini nak.


Dee maafkan papa telah menorehkan luka yang dalam di hati kamu.Papa tak pantas menyandang gelar sebagai ayah karena masa lalu papa yang begitu kelam.


Papa berdosa telah menyakiti dan tak membahagiakan mama.Andai waktu bisa diulang kembali papa ingin menebus kesalahan pada mama dan membahagiakannya....


Jika papa hanya akan mempermalukanmu dengan masa lalu papa......


Papa bersedia pergi dari hidupmu nak dan tak menampakan diri di depanmu jika itu bikin kamu bahagia.


Dee papa dengar kamu sudah ada yang melamar ya? Lelaki itu sangat mencintaimu dan ingin menikahimu.


Jika saat itu terjadi izinkan papa untuk menikahkan kalian dan menyaksikan kebahagiaan kalian.Sebagai seorang ayah hanya itu yang bisa papa lakukan Dee...


Semoga lelaki itu benar-benar mencintai dan menyayangi kamu nak.


Selain mencari nenek papa juga akan ziarah ke makam mama.Semoga diwaktu lain kita bisa pergi ziarah bersama ya nak.


Maafkan papa pergi agak lama ya nak.Papa ingin memperbaiki semuanya dan papa akan muncul seperti jelangkung di depanmu.He.....he....he....


Papa sayang dan cinta Dee....


Love You Nak...Papa...


Fahad Setiawan


Berulang kali Dee membaca surat dari Fahad dengan linangan air mata.Dia sangat merindukan sosok papanya.Sudah hampir dua bulan Fahad pergi dan tak memberi kabar.


Dee hanya mengetahui kabar Fahad melalui Doni namun kakak angkatnya itu sudah kembali.Doni hanya dua minggu menemani Fahad pulang ke Sukabumi.Setelah itu ia pulang karena banyak pekerjaan yang membutuhkan tanda tangannya.


Semenjak suami Vira meninggal Doni di percaya Vira untuk mengurus perusahaan. Doni sangat menjaga amanah dari Ibu angkatnya tersebut.Doni dirawat oleh Vira dan almarhum suaminya semenjak SMP.Ia terbiasa memanggil Vira dengan sebutan Ibu bukan mami.


Walau Vira memanggil dirinya mami namun Doni tak terbiasa memanggilnya.


" Kenapa menangis lagi Dee." Doni menghampiri Dee di kamar.


Doni ke kamar Dee karena disuruh Vira memanggil adiknya untuk makan.Namun Doni tertegun di depan pintu melihat Dee menangis seraya membaca surat dari Fahad.


Entah sudah berapa kali gadis itu membaca surat dari sang ayah.Gadis itu begitu merindukan sosok ayah kandungnya.Sebenci apa pun ,sejahat apa pun Fahad di masa lalu namun lelaki itu adalah ayah kandungnya dan hubungan mereka kuat karena ikatan darah.


" Bang Doni.Sejak kapan ada disana?" tanya Dee mengulas senyum.


" Semenjak kamu baca surat dari om Fahad.Kamu rindu sama om Fahad ya Dee?"


" Rindu banget bang.Kapan papa balik ya bang? Semenjak papa sembuh aku belum bicara padanya."


Doni mengulas senyum seraya mengelus kepala Dee lembut.


" Sudahlah Dee jangan menangis.Om Fahad akan kembali.Jika tidak abang yang akan seret om buat kembali ke kamu.Biar kamu ga sedih."


Dee tersenyum menatap Doni.Abang angkatnya ini sangat bisa menghiburnya. Berkat Doni ia bisa merasakan kasih sayang seorang kakak.Awalnya Doni memanggil Dee dengan embel-embel nona namun Dee tak menyukainya dan ingin Doni menjadi kakaknya.


" Ibu sudah menunggu di meja makan. Mari kita makan bersama." Doni mengajak Dee ke bawah.


" Luna sama Nayla udah di bawah bang?"


" Mereka belum pulang.Masih diluar. Nayla katanya masih di toko buku."


" Kenapa abang tahu Nayla di toko buku?" tanya Dee penuh selidik.


Dee mencium aroma cinta lokasi. Semenjak Dee tahu identitasnya yang sebenarnya ia tinggal di rumah mewah Vira dikawasan Pondok Indah.Dee membawa Luna dan Nayla untuk tinggal bersamanya.Bagi Dee,Luna dan Nayla bukan hanya sekedar sahabat tapi saudara baginya.


Mereka tinggal satu atap bersama Doni.Namun benih-benih cinta menghampiri Doni dan Nayla.


" Bang ayo ngaku," kata Dee memaksa seraya mentowel lengan Doni.


Pemuda tampan berusia 27 tahun tersipu malu.Wajahnya merona karena malu.


" Ayolah bang mengaku saja," kata Dee semakin senang menggoda Doni.


" Dee ayo kita makan." Doni mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


Doni sangat malu ketahuan Dee sedang melakukan pedekate dengan Nayla.


" Tidak mau makan sebelum bang Doni jujur," ucap Dee manja layaknya anak kecil.


Smartphone Dee berdering.Gadis itu segera meraih smartphone di atas nakas.


" Abang duluan aja ke bawah.Aku mau angkat telpon dulu," ucap Dee tersenyum sumringah.


" Jangan lama-lama ya." Doni mengingatkan.


Dee menangguk dan segera menjawab telpon dari Demir.


πŸ“ž " Assalamualaikum calon suami," ucap Dee bersemangat.


πŸ“ž " Walaikumsalam calon istri." Demir tak kalah semangat membalas salam Dee.


πŸ“ž " Gimana kabarnya Mas.Masih seminar di Bandung?"


πŸ“ž " Masih sayang.Kangen ya?"


πŸ“ž " Kangenlah Mas malah pake banget.Soalnya aku mau bimbingan sama pacar aku.ACC lagi sayang biar aku bisa kompre."


πŸ“ž " Jadi bukan kangen Mas cuma mau bimbingan.Malas ah kasih ACC," canda Demir tertawa lucu.


πŸ“ž " Mas kalo ga ACC skripsi aku.Aku.....bakal ga ACC lamaran Mas," jawab Dee mengancam Demir.


πŸ“ž " Sayang ga boleh gitu dong."


πŸ“ž " Aku belajar dari Mas.Siapa yang mulai duluan?"


πŸ“ž" Iya Mas tahu.Kamu udah makan apa belum sayang?"


πŸ“ž " Ini baru mau makan.Mas dah makan belum."


πŸ“ž " Mas belum makan.Rencana mau makan kamu kalo bisa."


πŸ“ž " Issshhhhh mesum," cicit Dee sedikit kesal.


πŸ“ž " Mesum darimana?"


πŸ“ž " Mas bilang mau makan aku. Bukannya mesum namanya?"


πŸ“ž " Kamu aja yang piktor sayang alias pikiran kotor.Hahahahhaha.Mas rencana jadi sumanto aja biar bisa makan kamu."


πŸ“ž " Mas mau jadi kanibal dan mau bunuh aku gitu?"


πŸ“ž " Gak sayang.Mas cuma becanda.Masa Mas mau makan kamu kecuali........"


πŸ“ž " Issssh ga boleh suudzon gitu."


πŸ“ž " Mas kapan pulang? "


πŸ“ž " Besok sore dah di Jakarta sayang. Besok kita kencan sekalian periksa skripsi kamu.Kalo udah OK Mas tanda tangan ya biar kamu bisa ajukan kompre.Mas bukannya mau menunda skripsi kamu.Mas hanya ingin skripsi kamu itu bagus dan ga asal - asalan. Sebagai mahasiswa terpintar ga mungkin skripsi kamu sembarangan aja."


πŸ“ž " Iya sayang.Aku tahu.Makasih dah mau profesional dan pengertian ketika aku lagi marah."


πŸ“ž " Mas juga minta maaf karena terlalu posesif sama kamu dan ucapan Mas kadang-kadang menyinggung perasaan kamu tanpa Mas sadari.Dee,Mas kadang mikir gini ya.Kenapa sehari aja ga ketemu kamu dah rindu pake banget.Sebenarnya rindu atau belati?"


πŸ“ž " Maksudnya? Aku rada mudeng Mas."


πŸ“ž " Mas kangen sama kamu tapi kok perih ya? Apa ya persamaan rindu dan belati?"


Dee tertawa ngakak karena baru menyadari Demir sedang merayunya.


πŸ“ž " Persamaan rindu dan belati itu sama sama perih.Aduh Mas ampun aku sama rayuan Mas.Walau receh tetap aja bikin aku baper."


Diseberang sana Demir tertawa terbahak-bahak.Bisa juga dia macam ABG alay merayu kekasihnya.Yang penting ibu negara senang walau ia bak anak alay.


πŸ“ž " Mas aku turun ke bawah dulu buat makan.Mami dan bang Doni udah nunggu di bawah nanti kita lanjut lagi ya.Mas jangan telat makan ya."


πŸ“ž " Iya sayang.Assalamualaikum. Muaaccchhh.Ini cium di bibir sayang. Besok kalo Mas ACC jangan lupa cium di bibir ya.Hahahaha."


πŸ“ž " Mas," protes Dee dengan kemesuman Demir. " Hati - hati di jalan sayang. Nyetirnya pelan-pelan aja. Assalamualaikum."


πŸ“ž Walaikumsalam sayang."


❀❀❀


Mood Luna mendadak buruk.Tadinya ia akan berdiskusi masalah skrispi dan olah data dengan Tomi.Namun semuanya tak sesuai ekspektasi.Ica,mantan istri Tomi datang mengacaukan semuanya.


Entah apa yang merasuki Ica.Ketika melihat kedekatan Tomi dan Luna ia menjadi cemburu dan sakit hati.Ketika ia masih berstatus istri Tomi dokter muda itu tak pernah seperti ini.Mau duduk di kafe bersama menghabiskan waktu.Ia sangat iri dengan Luna.


Walau telah menikah lagi namun Ica masih tetap hampa karena suaminya yang sekarang lebih parah sibuknya dengan Tomi.Di awal pernikahan saja yang manis setelah itu suaminya mengabaikan Ica dan sibuk dengan pekerjaannya.


" Kamu akan nyesal dekat dengan laki-laki ini." Ica menunjuk Tomi.


" Lelaki ini tidak semanis yang kamu duga.Nanti kamu menyesal seperti aku.Kamu masih muda.Aku taksir usiamu masih 20 tahunan.Mending kamu cari lelaki bujangan bukan duda seperti mantan suami aku.Kamu masih memilih.Aku sudah merasakan hidup bersamanya.Kamu ga bakal bahagia.Dia lelaki yang tidak berperasaan dan tidak peka.Kamu tidak akan bahagia sama dia."


Luna berkacak pinggang mendengar ucapan Ica.Ia sengaja membiarkan Ica berkoar-koar di depan orang ramai.Ia ingin melihat sejauh mana Ica mempermalukan dirinya sendiri.


Luna bukannya bodoh tak membalas ucapan Ica.Sesama wanita ia dapat merasakan kecemburuan Ica padanya.Tomi tidak pernah memperlakukan Ica seperti dirinya. Sedikit banyak Tomi telah berubah tidak sekaku dulu dan lebih perhatian tidak seperti ketika berumah tangga dengan Ica dulu.

__ADS_1


" Sudah puas bicaranya mbak?" ucap Luna melirik Tomi yang tertunduk lesu.


Tomi sangat malu dengan kelakuan Ica.Duda tampan itu takut Luna akan menjauhinya karena sikapnya dulu.


" Kenapa kamu diam saja? Jauhin dia!" Ica menunjuk Tomi.


" Trus gue harus bilang Wow gitu?" ucap Luna sarkas.


Reaksi Luna diluar perkiraannya.Ica menyangka Luna akan terpengaruh ucapannya dan meninggalkan Tomi. Dengan begitu Ica punya kesempatan untuk kembali rujuk dengan Tomi. Suaminya sekarang tidak sebaik Tomi dan ia menyesal meminta cerai dari Tomi.


" Kamu itu masih muda dan jangan sia-siakan masa muda kamu untuk bersama dia." Ica semakin mengompori Luna.


" Masalah gue dan Tomi bukan urusan mbak.Urus aja urusan mbak.Gue ga mau dengar masa lalu kalian berdua.Kita hidup di masa sekarang bukan masa lalu.Gimana Tomi di masa lalu gue ga peduli.Yang jelas Tomi sekarang ga seperti yang mbak bicarakan.Mbak dan Tomi sudah ga punya hubungan apa-apa.Jadi berhentilah merecoki gue dengan menjelekan Tomi.Ga bakal ngaruh buat gue.Mbak juga sudah menikah lagi.Jadi jangan jadi duri dalam hubungan kami.Jika Tomi lebih baik ketika sama gue berarti itu bonus buat gue.Status Tomi yang duda gue juga ga peduli.Yang penting dia bukan suami orang.Paham?" sarkas Luna membuat Tomi terpana.


Luna membereskan laptopnya di atas meja dan memasukan ke dalam tas.Luna kehilangan inspirasinya membuat skripsi padahal sedikit lagi ia akan di ACC. Tujuan ketemuan dengan Tomi untuk berkonsultasi masalah skripsi namun Ica mengacaukan semuanya.


Tomi mengulas senyum.Ternyata Luna tak sepicik yang dipikiran Tomi.


Tomi sengaja diam karena ingin tahu bagaimana reaksi Luna.Syukurlah Lunanya bersikap dewasa dan tak terpancing dengan ucapan Ica.


Tomi semakin jatuh cinta dengan kedewasaan Luna dan tak peduli dengan ucapan Ica.


Luna memanasi Ica dengan menarik tangan Tomi meninggalkan kafe tersebut. Mereka bahkan bergandengan tangan dan seolah tak mau terpisahkan.Ica berteriak kesal dan murka karena rencananya tidak berjalan dengan lancar.Luna bukanlah anak kecil yang gampang di provokasi.


Sesampainya di parkiran Luna melepaskan gandengan tangan mereka.


" Kenapa tangan Mas di lepas?"


" Pertunjukannya sudah selesai Mas," ucap Luna terkekeh.


" Makasih kamu udah percaya sama Mas.Jujur Mas takut kamu menjauhi Mas karena perkataan Ica tadi."


" Nanti aja bicara di mobil.Masuk yuk Mas," Luna mengajak Tomi masuk mobil.


Luna dan Tomi duduk terpaku dalam mobil.Belum ada yang membuka obrolan.Mereka diam sembari menatap ke depan.


Tomi dengan agresif menggenggam tangan Luna.Gadis itu kaget mendapat sentuhan Tomi.


" Maaf Mas ga jadi bantu kamu bikin skripsinya Lun.Besok Mas usahakan ya.Mudah-mudahan besok Mas ga ada jadwal operasi."


" Gapapa Mas.Aku paham dengan kesibukan Mas.Aku juga nanti akan sesibuk Mas juga ketika koas.Hehehehe."


" Lun makasih ya."


" Makasih buat apa Mas?"


" Kamu sudah menyelamatkan harga diri Mas tadi di depan Ica."


" Mas layak di perjuangkan."


" Luna kita sudah sejauh ini.Sebenarnya apa arti Mas di hati kamu? Apa seorang duda seperti Mas boleh mengharapkan lebih? Mas jatuh cinta pada pandangan pertama sama kamu."


Ungkapan cinta Tomi membuat detak jantung Luna tak stabil.Luna deg-degan.Debaran di jantungnya semakin kuat tatkala Tomi menatapnya tanpa berkedip.Tomi bahkan mengelus pipinya dengan lembut.


" Luna bisa jawab pertanyaan Mas? Mas cinta sama Luna.Maukah Luna menjadi pelengkap iman Mas? Duda seperti Mas sudah tak ingin main-main dalam urusan asmara.Bagaimana kita pacaran setelah nikah?"


Luna blushing.Seketika pipinya memerah mendengar ungkapan cinta dari Tomi.Ternyata cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.


Senyum tersungging dikedua sudut bibir Luna.Tomi mencintainya.Tak hanya mengungkapkan cinta namun duda keren itu malah melamarnya.Luna serasa mendapatkan jackot.Tomi serius dengan dirinya.Luna merasa beruntung daripada cewek lain yang diajak pacaran tapi digantungin.Sementara dirinya langsung dilamar jadi istri dan pacaran setelah nikah.


" Jawabannya apa Luna?" Tomi tak sabar menunggu jawaban dari Luna.


Luna masih diam membisu menetralkan perasaannya.


" Berarti Mas saja yang terlalu berharap," ucap Tomi sendu.Nyalinya langsung ciut karena merasa ditolak.


" Bukan gitu Mas," ucap Luna terburu-buru.


Tomi sudah bermuram durja.Ia patah hati.


Luna bertindak agresif.Ia memegang kedua pipi Tomi dan mendaratkan bibirnya di bibir Tomi.Ciuman itu tak lama karena Luna segera melepaskannya.


Tomi terdiam terpaku namun tak lama ia tersenyum sumringah.


" Mas ga mau kalah," seringai licik Tomi muncul.


Tomi memegang kedua pipi Luna dan mencium Luna lebih panas.Sumpah jantung Luna mau meledak karena menerima serangan Tomi.


Tomi melumat bibir Luna seperti melumat ice cream.Bibir lembut Luna membuatnya candu.Tomi mencecap, melumat dan melesatkan lidahnya ke dalam mulut Luna.


Luna terhanyut dalam cumbuan Tomi.Lumatan Tomi membuat Luna kecanduan.Tomi sangat ahli berciuman.


Tomi melumat bibir Luna tampa ampun.Sungguh bibir Luna membuatnya candu dan sangat manis.


Ciuman mereka terhenti karena sesak napas tak ada pasokan oksigen.


Mereka berdua tertawa ngakak menyadari mereka berciuman panas di dalam mobil dan tempat parkir pula.


" Mas untung ga ada yang liat.Kalo sampai ada yang liat habislah kita," ucap Luna tersipu malu.


" Ga bakalan sayang karena kaca mobil Mas ga keliatan dari luar.Jadi malam ini kita resmi ya?"

__ADS_1


Luna mengangguk seraya mengulas senyum.


__ADS_2