
"Abang mami mau tanya sama kamu.Kamu benaran pacaran sama Dee? Setahu mami abang tidak pernah dekat dengan seorang wanita!Kenapa tiba-tiba membawa Deniza ketika mami mau menjodohkanmu dengan anak teman mami?"
Demir terbatuk mendengar ucapan Nona. Apakah akting mereka berdua kurang bagus sehingga mami curiga?Mati aku! Demir berbisik dalam hati.
Demir hilang akal menjawab pertanyaan Nona.Sungguh maminya tidak bisa dibohongi.Dee berusaha bersikap tenang dan tidak terpengaruh dengan tuduhan Nona.Demir pun keheranan melihat sikap tenang Dee.Ia ingat jika perjodohan ini adalah hidup dan matinya.Tak ada pengaruhnya bagi Dee karena gadis itu hanya membantunya untuk menghindari perjodohan yang direncanakan mami.
Dee bangkit mendekati sofa tempat nona duduk.Ia menggenggam tangan nona erat.
" Mami sebenarnya aku ingin menceritakan yang sebenarnya,"ucap Dee pelan yang sontak membuat Demir meradang.
Apa-apaan kamu anak kicik? Beraninya kamu membongkar rahasiaku di depan orang tuaku? Awas saja jika kamu melakukannya! Aku akan membalasmu lebih kejam! pekik Demir dalam hati.
Onya senyum-senyum melihat Demir yang panik.Mulutnya sudah gatal untuk bicara dan tak sabar meledek Demir.Percuma saja Demir menyewa pacar toch pada akhirnya ketahuan juga.Cewek yang ia sewa malah membongkar rahasianya.
" Apa kamu mau menceritakan jika kamu di bayar Demir untuk menjadi kekasihnya?"tanya Nona beradu netra dengan Dee.
" Bukan mami,"jawab Dee singkat.Ia berusaha menghilangkan rasa gugupnya.Ternyata sifat Nona dan Demir tidak jauh berbeda.Sebelas dua belas.Pantas saja Demir galak dan tegas.Sifatnya turunan dari Nona.
" Lantas apa?"cecar Rahman penasaran.
"Sebenarnya Oppa dan aku sudah lama pedekate.Hampir setahun kami pedekate. Mami dan papi tentu lebih mengenal Demir daripada aku. Ia malu mengakui perasaannya.Demir tipe pria gengsian.Malu mengakui perasaannya.Ia sering marah-marah kepadaku ketika mengajar.Ia marah tanpa alasan.Bagiku hanya dua alasan Demir memarahiku. Pertama dia membenciku dan kedua dia menyukaiku.Aku wanita normal mami.Aku sama dengan para wanita yang mengejar Demir.Siapa yang tidak jatuh hati dengan ketampanannya? Demir ganteng,tinggi,body ok, pintar, dan mapan.Siapa yang tidak tertarik dengan Oppa? Jadi hal yang lumrah jika aku jatuh cinta padanya,"ucapan Dee sukses membuat Demir kagum dan takjub. Pujian Dee barusan membuatnya melayang.Sementara Onya menahan rasa mual mendengar lelucon Dee memuji Demir setinggi langit.
"Ya Tuhan aku tidak salah memilih wanita.Anak kicik itu benar-benar luar biasa. Aku akui anak kicik ini memang pintar di segala bidang.Dia sukses membuatku kagum dan aku tak akan pernah menyesali keputusanku menjadikannya pacar sewaan," ucap Demir dalam hati. Dee memberikannya kejutan demi kejutan.Ia tak menyangka mahasiswinya sehebat ini.Pantas saja ia meraih IPK tertinggi.Dee tak hanya pintar dalam pelajaran tapi juga pintar memanipulasi keadaan.
" Daebak kak Dee. Aku tak menyangka aktingmu begitu luar biasa.Kamu sukses membuatku kaget,takjub dan kagum dengan dirimu.Totalitas aktingmu luar biasa dan sangat meyakinkan.Kamu lebih cocok jadi aktris bukan dokter."Onya ikut berkomentar dalam hati.
__ADS_1
" Cara Demir menatapku juga berbeda. Bukan tatapan dosen pada mahasiswi tapi tatapan suka lelaki pada wanita.Awalnya kami malu-malu.Aku mungkin wanita masa kini yang begitu agresif.Menyadari perasaan Demir padaku.Aku memberikan lampu hijau.Dan kami baru jadian dan aku tersanjung ketika Demir mengatakan akan memperkenalkanku pada keluarganya.Aku wanita yang beruntung bisa menaklukan Demir.Jika orang kampus tahu mungkin fans Demir yang radikal akan mencakarku karena telah merebut idolanya."
Demir dan Onya makin melongo mendengar cerita Dee.Gadis itu sangat pintar bicara dan tak pernah kehabisan kata-kata.
" Jika kalian sudah pedekate dari setahun yang lalu kenapa Demir tak pernah cerita?"cerocos Nona melirik Dee dan Demir bergantian.
Mampus lo!Onya berteriak riang dalam hati.Jika Demir licik maka Nona lebih licik.Demir mewarisi sikap Nona.Dan Nona bukanlah mak mak yang mudah dibohongi.
" Mami mau kenalan atau introgasi sich?" gerutu Demir kesal menatap Nona.
" Diam kamu!"hardik Nona menahan amarah. Demir terprovokasi dengan sikap ketus Nona.
"Oppa tidak boleh marah gitu sama mami.Jika Oppa bersikap begitu mami semakin meragukan hubungan kita." Dee menggenggam tangan Demir dan tersenyum manis memperlihatkan lesung pipinya.
Sentuhan Dee membuat Demir seperti kesentrum.Dosen muda nan tegas itu seketika bungkam dan tak berkutik. Ia diam bukan karena ucapan Dee namun karena sentuhan Dee yang menggetarkan jiwa dan raganya.Demir merasa kepanasan. Panas akan gelora cinta!
Semoga mereka percaya dengan ceritaku! gumam Dee di dalam kalbu.
Nona dan Rahman manggut-manggut mendengar cerita Dee.Mereka menjadi yakin jika Dee dan Demir benar-benar sepasang kekasih.Dee sangat mengenal sikap Demir. Nona memeluk Dee haru.
"Jadi kamu bersedia menikah dengan Demir?" tanya Rahman penuh harap.
" Insya Allah papi jika kami berjodoh," ucap Dee puitis.
" Kenapa kamu bilang jika kami berjodoh?" tanya Nona keheranan.
__ADS_1
" Jodoh itu di tangan Tuhan mi bukan di tangan kita.Jika itu memang jodoh kita mau pergi kemana pun pasti bakal ketemu dan bersatu.Nah ketika bukan jodoh kita segigih apa pun usaha kita yang namanya ga jodoh ga bakal bersatu.Sama kayak kasus yang lagi viral itu lo mi.Pacaran 10 tahun tapi ceweknya nikah sama orang lain.Bayangin aja mi 10 tahun waktu sia sia hanya buat jagain jodoh orang," kelakar Dee mencairkan suasana.
Semua ikut tertawa mendengar ocehan Dee.
"Lalu kapan kamu dan Demir akan menikah?"tanya Nona to the point.
" Nanti aja tanya mi.Mami jadi tuan rumah ga sopan lo.Dari tadi belum kasih minuman buat tamu.Tamunya malah di tanya mulu,"ucap Rahman tertawa kecil.
"Ya ampun mami sampai lupa."Nona tepok jidat.Ia merasa malu belum menyuguhkan minuman dan cemilan untuk Dee.
" Maafkan mami Dee.Lebih baik kita langsung makan saja.Nanti makanannya keburu dingin.Mami terlalu senang bertemu dengan kamu."
" Bukan terlalu senang ketemu tapi terlalu senang mengintrogasi," cerocos Onya meledek Nona.
"Onya kamu ledekin mami ya?"
" Ga ada ledekin mami.Kalo mami merasa diledekin tu gimana lagi."
"Nich anak selalu aja ngejawab omongan maminya.Benar-benar kamu ya."Nona mencubit pipi Onya gemas.
" Mami sakit," gerutu Onya mengelus pipinya yang merah karena cubitin Nona.
" Jangan ribut lagi.Kita makan dulu!"titah Rahman merangkul Onya ke meja makan.
Dee terharu melihat kehangatan keluarga Demir.Ia menangis harus karena tak pernah merasakan kebahagian berkumpul dengan keluarga yang utuh.Ada mama,papa,kakak dan adik. Seketika air mata meluncur dari pelupuk matanya.Ia tidak ingin menangis tapi air matanya keluar begitu saja.
__ADS_1
" Kenapa sayang?" tanya Demir keheranan dan membelai rambut Dee lembut.
" Gapapa," jawab Dee sok tegar.Ia menghapus air matanya.