Bukan Pacar Sewaan

Bukan Pacar Sewaan
EMPAT BELAS


__ADS_3

Vira mondar mandir tidak karuan. Mendengar cerita Luna dan Nayla jika Dee berprofesi sebagai pacar sewaan membuatnya khawatir.Wanita paruh baya nan cantik itu menjadi takut terjadi sesuatu pada Dee. Jika Dee mendapatkan penyewa yang kurang ajar bisa saja Dee menjadi korban pelecehan dan pemerkosaan.Pekerjaan Dee memiliki resiko yang besar.Jika tidak waspada dan hati-hati Dee bisa kecolongan.


Semenjak Dee dan Bryan menolongnya,Vira memutuskan untuk tinggal sementara di rumah kontrakan Dee. Ia harus berdekatan dengan Dee untuk membuktikan dugaannya.


Semenjak Vira tinggal bersama Dee,Luna dan Nayla.Ia tak segan melayani ketiga gadis itu bak anak kandungnya. Membuatkan sarapan dan membuatkan bekal untuk ketiga gadis itu.


Vira bahkan mengganti semua perabotan rumah Dee yang telah usang.Vira dengan royal menghabiskan uangnya untuk membeli perlengkapan rumah tangga. Tempat tidur, lemari, kursi tamu, dispenser,kompor gas,lemari piring, TV, kulkas dan banyak perlengkapan lainnya.


Dee,Luna dan Nayla merasa tak enak hati menerima pemberian Vira.Sikap Vira terlalu berlebihan dan mereka tidak mau berhutang budi.


Dee hanya memberikan pertolongan kecil dan Vira tak perlu membalas kebaikannya dengan cara berlebihan.


Vira memiliki beribu alasan supaya Dee tidak menolak pemberiannya.Tanpa Vira tahu Luna dan Nayla mengintipnya melalui pintu kamar yang kebetulan tidak dikunci.Mereka dapat melihat kekhawatiran di wajah Vira.


" Kenapa mami Vira kayak gitu ya?" tanya Nayla berbisik-bisik kepada Luna.


" Iya. Gue jadi curiga."Luna ikutan berbisik.


" Curiga apa?"


" Tatap mata gue!"titah Luna seperti gaya mau menghipnotis.Mereka saling menatap dan sama sama mengerti maksud tatapan itu.


" Lo sepemikiran sama gue?"


" Iya."Nayla manggut-manggut." Apa yang harus kita lakukan?"


" Gue lagi mikir." Luna menyentuh kepalanya.Sekejap ia mengintip Vira lagi di balik pintu.


" Dee udah jam segini kamu juga belum pulang nak.Mami khawatir banget sama kamu."Vira berkeluh kesah. Vira mengkhawatirkan Dee seolah olah Dee adalah anaknya.


Dering ponsel mengagetkan Vira.Dengan cepat ia meraih ponsel di atas nakas.

__ADS_1


"Buk kami sudah ke panti asuhan itu dan bertemu kepala panti.Investigasi kami positif buk seperti dugaan ibuk sebelumnya.Tinggal melakukan tes untuk lebih meyakinkan."


Vira menutup ponsel dan tersenyum sumringah.


" Ya Allah akhirnya aku menemukan anak itu.Terima kasih Ya Allah pencarian selama 21 tahun membuahkan hasil." Vira mengucap syukur.


Pintu kamar di banting oleh Luna dan Nayla.Vira kaget melihat ekspresi kedua gadis tersebut.


" Siapa anda sebenarnya?" tanya Luna tegas dengan penuh penekanan.Ia tidak memanggil mami lagi pada Vira.Wajah Luna mengisyaratkan kebencian dan kemarahan.


" Apa hubungan anda dengan Dee?"Nayla ikut bertanya.


" Eh ada anak-anak mami yang cantik." Vira mengalihkan pembicaraan dan bersikap seolah tak terjadi apa-apa.


" Kalian mau mami bikinin mie rebus?"Vira menawarkan makan.


" Gak perlu basa basi.Anda siapa?" tanya Luna ketus.


" Anda jawab dulu pertanyaan kami! Dari awal kami sudah curiga kenapa anda tinggal di gubuk kami yang reot sementara anda orang kaya.Anda bisa saja tinggal di hotel daripada disini.Anda sedang menyelidiki Dee.Kami bukan anak bodoh yang tidak mengerti apa yang anda lakukan.Jika anda tidak mau cerita silakan pergi dari rumah ini !" usir Luna dengan suara lantang.


Vira kaget dan gugup melihat kemarahan Luna dan Nayla.Seketika wajahnya berubah sendu dan air mata keluar dari pelupuk matanya.Vira terduduk di lantai dan menangis.


" Itu tidak seperti yang kalian pikir.Kalian salah nak,"ucap Vira di sela isak tangisnya.


" Anda pikir kami tidak paham jika anda sedang menyelidiki Dee.Jangan anda harap anda bisa memiliki Dee setelah anda membuang Dee sewaktu bayi,"cecar Nayla tak kalah pedas.


" Apa maksud kalian?" Vira masih tidak mengerti arah pembicaraan Luna dan Nayla.


" Kami sudah dengar semua pembicaraan anda di telpon.Anda pikir setelah membuang Dee anda bisa mengakui Dee sebagai anak kandung anda? Tidak semudah Ferguso," ucap Luna sarkas.


" Anda tak pernah tahu bagaimana perjuangan Dee selama ini .Dia berjuang sendiri.Hidup sebatang kara dan tak mengetahui asal usulnya.Ia bertekad mengubah nasibnya supaya tak ada yang berani menghina.Dee kecil dihina dan di pojokan sebagai anak haram.Bayangkan saja gadis itu jadi korban bullying semenjak kecil.Dia berusaha tegar,kuat dan pantang menyerah.Dia selalu berusaha menjadi anak yang kuat dan rajin belajar demi mendapatkan beasiswa.Panti hanya bisa menyekolahkan sampai SMA.Makanya Dee berjuang keras mendapatkan beasiswa supaya bisa kuliah di kedokteran UI.Ia ingin menjadi seorang dokter karena itu merupakan cita-citanya semenjak kecil.Dee ga punya keluarga hanya kami berdua keluarganya.Anda sekarang datang setelah 21 tahun.Setelah semua yang terjadi pada diri Dee anda tanpa malu mengakui Dee anak kandung anda!"

__ADS_1


" Bukan begitu,"tangis Vira semakin keras. Ternyata Dee-nya sangat menderita selama ini.Di usia belia harus menanggung beban hidup yang begitu berat.Andai Tuhan lebih cepat mempertemukan mereka mungkin Dee tak akan menjalani hari yang begitu berat.


" Gak usah nangis seperti itu.Penyesalan anda sudah terlambat.Dee ga butuh anda.Banyak orang mencintai dan menyayanginya.Lebih baik anda pergi dari kehidupan Dee.Kami tidak ingin melihat dia terluka karena anda mengaku sebagai ibu kandungnya.Dee baik-baik saja.Dia sudah tidak butuh seorang ibu.Dia bisa hidup sendiri dan menjadi seorang dokter." Nayla memasang wajah jutek.


Luna dan Nayla tak bisa memaafkan Vira jika Dee terluka lagi.Sudah cukup Dee menderita selama ini.Vira tak perlu hadir di kehidupan Dee karena hanya akan membuat Dee down.


Vira menangis terisak - isak.Ia menangis pilu mendengarkan cerita masa lalu Dee. Ia menyesali kenapa tidak sejak dulu menemukan Dee.


" Ibu Vira silakan pergi dari tempat ini.


Lebih baik Ibu pergi sebelum Dee pulang. Kami akan tutup rapat mulut kami,"nada bicara Luna melunak.


Sejujurnya ia tak tega melihat Vira menangis.Namun rasa kecewa dan sakit hati mampu menghilangkan perasaannya.Mengingat kebaikan Vira selama ini palsu dan hanya untuk menebus rasa bersalah ia merasa kecewa.


" Luna,Nayla.Kalian tidak mengetahui cerita yang sebenarnya.Bukan begitu nak.Kalian salah." Vira membela diri.Luna dan Nayla telah salah paham.


"Jangan membohongi kamu lagi.Kami tidak percaya sama anda.Anda silakan pergi,"giliran Nayla mengusir Vira seraya menunjuk pintu.


"Kalian jangan kejam kepada mami nak.Apa yang kita dengar belum tentu yang sebenarnya nak.Kalian masih remaja untuk memahami semua ini. Buang jauh pikiran buruk kalian."Vira berusaha menenangkan Luna dan Nayla.


Vira mendekati kedua gadis tersebut dan menyentuh tangan keduanya.Luna menepis tangan Vira dengan kasar.Vira merasakan kepedihan yang luar biasa.Hatinya sakit seperti luka yang diteteskan jeruk nipis.Sangat pedih dan menyakitkan.


Luna dan Nayla sangat ketus dan kasar padanya.Bagaimana sikap Dee nanti jika mengetahui kenyataan yang akan diceritakannya??


Terlalu banyak menangis dan tertekan.Pandangan Vira tiba-tiba gelap.Dunia seakan runtuh kepadanya.


Brug.....


Vira jatuh pingsan dan tak sadarkan diri di lantai.


" Mami,"pekik Luna dan Nayla shock melihat Vira pingsan.

__ADS_1


__ADS_2