Bukan Pacar Sewaan

Bukan Pacar Sewaan
DELAPAN


__ADS_3

Jam sudah menunjukan pukul sebelas malam.Namun seorang pria yang dijuluki pria kutub dan pria miskin senyum belum bisa tidur.


Demir gelisah.Sudah berulang kali ia mencoba tidur namun tak juga bisa memejamkan mata.Ia merasakan sesuatu yang beda dengan hatinya.Sekelebat bayangan ia mencium Dee dan menyambar lidah gadis itu melintas di pikirannya.Konsentrasinya buyar dan pikirannya kacau.


Ada apa dengan dirinya? Kenapa bisa lepas kontrol dan mencium Dee dengan ganas.Ia lepas kendali dan larut dalam suasana karena bibir Dee begitu manis.Ia merasakan candu ketika melumat bibir Dee. Bak melepaskan hasrat yang lama terpendam.


Demir berjalan menuju balkon menatap pemandangan di sekitar rumahnya. Hawa  dingin langsung terasa ketika Demir berada di balkon. Ia mengambil sebatang rokok dan menghisapnya.


Demir bukanlah seorang pencandu rokok namun ketika tidak bisa tidur ia akan merokok. Ciuman tadi bukan yang pertama baginya namun itu sudah lama berlalu.Sepuluh tahun yang lalu.


Semenjak kejadian itu ia tak pernah lagi jatuh cinta.Demir trauma dengan cinta.Ia tak percaya dengan cinta karena baginya cinta itu hanya menyisakan luka dan air mata.


Mengingat kekonyolannya mencium Deniza yang notabene mahasiswinya membuat Demir frustasi.Ia menyesal telah bertindak bodoh dan menyumpahi tindakannya mencium Dee.Demir merasa seperti seorang  pedofil.


Demir menghisap rokok sebatang lagi. Satu batang sepertinya tidak cukup untuk mengalihkan rasa gelisah yang tengah ia rasakan.Memori ciuman itu masih melintas di pikirannya.


Brengsek! Sialan! Fuck! Damn! Demir mengumpat. Andai ia tak emosi dibilang gay makanya ia tak akan mencium Dee untuk membuktikan bahwa ia lelaki normal. Ia merutuki perbuatannya. Sifat jeleknya yang gampang emosian dan berakhir dengan mengambil keputusan yang salah. Jika ia tahu efek ciuman tadi akan seperti ini, ia tak akan nekat mencium Dee.


Pandangan Demir lurus ke depan melihat deretan rumah yang berjejar.Pikirannya menerawang.Tiba-tiba Demir kaget karena ada orang yang memegang pundaknya. Ia menoleh ke belakang.


" Astagfirullah Onya ternyata kamu." Demir mengelus dada dan lega melihat adiknya.


" Kayak liat setan aja lo bang.Adek lo secantik ini lo malah ngucap."Onya dengan Pede mengatakan dirinya cantiknya.


" Lo yang mulai dulu kagetin gue."


" Salah lo sendiri gue panggil kagak jawab. Ya udah gue masuk aja ke kamar lo, mumpung ga dikunci.Gue cari lo di ranjang lo kagak ada.Pintu balkon kebuka ya udah gue kesini cari lo. Tumben lo belum tidur bang?"


" Kenapa lo kesini?" Demir balik bertanya tak menggubris pertanyaan Onya.


" Ih balik nanya. Susah kalo ngomong sama om om," celetuk Onya dengan bibir manyun.


" Apa lo bilang? Gue om om?" Demir melangkah mendekati Onya dan menggelitik pinggangnya.


" Bang stop! Geli. Jika lo masih gelitik gue yang ada gue bakal ngompol disini. Lo ga mau kan kamar lo bau pesing?"


" Ish jorok banget sich lo.Cewek tapi jorok," gerutu Demir mengacak rambut panjang Onya." Salah lo sendiri ngapain bilang gue om om.Gue cuma kasih hukuman buat lo."


" Emang lo om om bang.Selisih usia kita jauh lo.13 tahun. Lo pantesnya jadi om gue bukan abang gue." Onya tersenyum lucu.Ia menghela napas lalu melanjutkan ucapannya."Gue kagak jorok.Gue paling ga bisa di gelitik bang. Bawaan pipis aja kalo di gelitik."


" Siapa suruh mami punya anak lagi? Kalo ga ada lo mungkin gue jadi anak tunggal. Kalo bahasa kampung si Papi tonggak babeleng ."


" Ingat kampung Papi ,ingat masakan Padang gue jadinya," Onya mengelap bibirnya karena ngiler membayangkan masakan Padang nan enak dan lezat.


" Tapi bang kalo ga ada gue hidup ga berwarna dan datar aja. Apalagi lo jomblo makin datar banget hidup lo."


Gigi Demir gemeletuk mendengar ocehan adik perempuannya. Rahang mengeras karena sindiran keras sang adik. Jomblo! Demir sudah menjomblo selama sepuluh tahun. Wajar sich mahasiswanya  menganggapnya gay karena belum juga menikah di usia 32 tahun.Jangankan buat nikah,pacar saja tak punya.


Demir bukannya tak mau memiliki kekasih namun trauma masa lalu membuatnya enggan untuk jatuh cinta. Cinta pertama yang baru dirasakannya membuatnya terluka dan sedih.Wanita yang menjadi cinta pertamanya menorehkan luka yang mendalam di hatinya dan sulit untuk ia lupakan.Ibarat dinding kayu yang di paku walau paku itu telah dicabut namun bekas tusukan paku itu akan tetap terlihat.


Demir bukannya tidak mau berdamai dengan masa lalu namun ketika ia mencoba untuk mengenal cinta lagi bayangan dilukai kembali melintas di memorinya.


" Bang kenapa lo belum tidur?" tanya Onya lagi.


" Lo ngapain juga ke kamar gue?"Demir malah balik tanya.


" Kebiasaan lo.Gue tanya malah di tanya balik.Kagak salah gue panggil lo om," celoteh Onya panjang lebar. Adik Demir mulutnya agak lemes,centil dan cerewet.


" Lo jawab dulu pertanyaan gue. Baru gue jawab pertanyaan lo!"titah Demir menatap mata emerald Onya.


" Gue mau konfirmasi aja. Beneran lo terima perjodohan dari mami? Kalo iya gue seneng banget. Akhirnya abang gue yang ganteng ini kagak jomblo lagi.Gue punya kakak ipar.Trus gue kagak direpotin lagi bikinin lo mie dan urus keperluan lo."

__ADS_1


" Kalo gue nikah lo kagak kehilangan gitu?"


" Ngapain kehilangan.Lo bakal tinggal disini juga sama bini lo.Kita tetap ketemu tiap hari.Lagian gue ga repot lagi gara-gara lo karena tugas gue ngurus lo akan diambil alih istri lo."


" Jika gue pindah rumah sama istri gue gimana? Lo bakal kangen sama gue."


" Bang lo beneran setuju nikah sama cewek pilihan mami?"


" Siapa bilang gue setuju.Kagak mau gue."


" Tapi mami tadi bilang di meja makan jika lo menyetujui perjodohan dari mami dan bakal nikah tahun ini."


" Mami ga ngomong semuanya sama lo.Gue terima perjodohan jika dalam waktu sebulan ga bisa bawa calon istri gue ke mami.Gue ga mau dong di jodohkan makanya gue cari calon sendiri." Demir tersenyum memperlihatkan barisan gigi putihnya.


" Awas aja kalo istri sewaan," sambar Onya ceplas ceplos.


Ucapan Onya membuat Demir bungkam. Adik perempunnya ini bisa menebak pikirannya.Kecerdasan Onya di atas rata rata.Usianya baru 19 tahun namun pemikirannya sudah dewasa melebihi umurnya.


" Kenapa lo diam aja? Lo mau nikah kontrak ya?" tebak Onya memukul lengan Demir. "Awas lo sampai permainkan pernikahan! Gue orang pertama yang bunuh lo.Dosa tahu mempermainkan pernikahan."


Dengan kesal Demir mencubit mulut Onya yang sedari tadi mengomel tiada henti.Ia juga menyumpal mulut adiknya dengan tangannya. Onya berteriak melepaskan diri dari cengkraman Demir. Demir menjepit kepala Onya di ketiaknya.


" Bang lepasin gue. Ketek lo bau," rengek Onya manja menahan napas.


Demir melepaskan Onya.Gadis kecil nan imut itu tersenyum lega.


"Enak aja lo bilang ketek gue.Gue dah mandi tahu."


" Beneran bang bau," keluh Onya bicara lebih lembut. Ia berbaring di ranjang Demir.


Demir ikutan berbaring di ranjang.Ia merebahkan badan di sebelah Onya. Walau sudah sama sama dewasa kakak beradik itu tak canggung tidur bersama.


" Lo korban film.Gue ga bakal nikah kontrak dek.Mami desak gue segera nikah karena mau gendong cucu.Mami kasih gue dua pilihan, cari sendiri atau mami yang cariin. Nah mami itu kasih gue waktu buat cari istri sendiri.Jika gue ga punya calon istri sampai waktu yang ditentukan mami maka gue harus terima calon pilihan mami. Nah lo tahu jika gue emang ga mau jatuh cinta.Gue ga mau disakiti lagi.Cukup sekali gue merasakan patah hati dan sakitnya masih berasa sampai sekarang. Gue jadi males jatuh cinta. Gue ga mau terluka lagi."


" Bang Please....move on.Masa gara gara seorang cewek lo jadi kayak gini.Gara- gara dia lo mengubur cita cita lo jadi dokter dan malah jadi dosen.Demi menghindari bertemu wanita itu lo ga mau jadi dokter.Banyak hal yang lo lepas gara-gara wanita itu.Bang ini udah 2019. Please dech lo cari istri. Indonesia punya 33 provinsi masa lo masih jomblo? Malu gue jadi adik lo."


Demir mengambil guling dan menimpuk muka Onya." Sialan lo.Kayak gue ga laku aja."


" Ya udah nikah sana.Lo kayak gini bikin wanita itu seneng.Lo kagak bisa move on dari dia. Bang lo dah 32 tahun.Udah saatnya lo nikah dan punya anak.Nanti kalo lo nunda lagi.Anak lahir lo keburu tua.Anak masih kecil lo dah mati," ucap Onya ceplas ceplos.


Demir tertegun mendengarkan ocehan Onya. Apa yang diucapkan Onya ada benarnya juga.Kadang adiknya bersikap kekanakan dan terkadang bersikap dewasa. Liat suasana dan mood juga.


" Bang lo belum jawab pertanyaan gue.Kenapa lo belum tidur? Jujur sama gue. Apa lo terbebani karena di desak menikah sama mami?"


" H-hhmm," gumam Demir menjawab pertanyaan Onya. "Ga itu aja sich.Ada faktor lain juga.Gue kepikiran kejadian tadi siang."


" Apa yang terjadi tadi siang ?"


" Lo janji ga bakal ketawain gue? Ingat ya cerita ini jangan sampai ke teman lo.Gue jadiin lo teman curhat gue karena gue percaya sama lo."


" Iya gue janji."


" Tadi siang gue......." ucapan Demir menggantung.Ia agak ragu untuk menceritakan kejadian tadi siang pada Onya. Ia merasa malu dan takut di ejek oleh sang adik.


" Bang jangan buat gue penasaran.Lanjut dong ceritanya!"


" Tadi mahasiswi gue bilang jika gue di cap gay sama anak kampus. Gue cium tuch mahasiswi gue buat buktiin kalo gue normal."


Onya bangkit dari tidurnya dan memegang dahi Demir.Ia menggeleng karena Demir tidak demam.Ia


" Kenapa lo pegang jidat gue? Gue ga sakit Onya."

__ADS_1


" Lo beneran cium mahasiswi lo?" Onya tanya sekali lagi.Ia masih kurang percaya dengan ucapan Demir.Abangnya yang dingin ibarat es salju dan jijik dengan sentuhan wanita mendadak mencium seorang gadis.


" Beneran Onya.Buat apa gue bohong?"


" Lo cium dia dimana? Dahi,pipi atau bibir?" tanya Onya semangat.Ia sangat penasaran kenapa Demir bisa - bisanya mencium seorang gadis. Berarti ada sesuatu yang spesial pada gadis itu.


" Bi-Bibir," jawab Demir tertunduk malu. Wajahnya merah bak kepiting rebus mengingat ciuman tadi.Rasa manis dan lembut bibir Dee membuatnya candu dan menginginkannya lagi.


Ya Ampun! Kenapa mikirin Dee lagi sich? Ga capek tu anak lari-lari dalam pikiran gue? Demir bergumam dalam kalbu.


" Ya ampun abang.Gue seneng setidaknya lo dah bisa menerima sentuhan wanita selain gue dan mami.Berarti lo dah kembali ke jalan yang benar.Gue seneng banget." Onya memeluk Demir hangat.


" Asem lo bilang gue dah kembali ke jalan yang bener.Emang selama ini gue salah jalan gitu?"


" Bisa dibilang gitu. Lo menutup hati lo buat cewek.Jujur aja gue takut liat lo ga punya cewek dan masih belum move on. Apa yang di bilang mahasiswi lo tu bener bang? Mereka curiga sama orientasi seksual lo.Lo ganteng tapi jomblo.Terus banyak dosen cewek dan mahasiswi naksir sama lo tapi lo tolak.Kuping gue panas  lo di bilang gay. Kalo ga ingat reputasi lo dah gue sumpal tu mulut rese pake kaos kaki bau gue.Gue Mau jahit tu mulut dan cakar mereka.Enak aja bilang abang gue yang paling ganteng, baik, soleh, pintar, gagah, apalagi ya," Onya garuk- garuk kepala seperti mengingat sesuatu." Royal kasih jajan dibilang gay. Gue sebagai adek dan teman curhat lo ga terima."


" Kenapa lo ga cerita sama gue?"


" Abang gue gampang emosian.Jika gue cerita lo bakal bikin geger kampus UI. Marah-marah ga karuan.Kalo mahasiswa ngerekam dan unggah ke medsos lalu viral. Lo bisa dihujat netizen seluruh Indonesia. Lo tahu ajalah sifatnya netizen Indonesia suka ngetik tanpa mikir dan nge-gas.Ibu jari mereka lebih sadis dari ibu tiri .Jika lo viral karena sesuatu yang jelek ga bagus juga buat karier lo bang."


"Korban medsos lo.Pikiran lo terlalu jauh." Demir menjitak kepala Onya.


" Bukan korban medsos tapi ini realita yang terjadi sekarang bang. Dikit-dikit viral.Lo bikin aja video tentang kebegoan lo. Jika viral lo bakal diundang ke TV. Yang kemaren ngaku jadi istri sah Iqbal aja terkenal, follower instagram meningkat tajam dan di undang ke TV. Prestasi nol tapi gara-gara bikin video bego ngaku istri sah Iqbal jadi terkenal."


" Bisa ga kita bahas topik yang lain? Kita ga bahas 'stupid people famous'. Kembali ke pembicaraan awal aja."


" Maaf gue lupa."Onya tersenyum lucu."Ngomong-ngomong gimana reaksi mahasiswi lo tadi ketika lo cium?Bibir lo cuma nempel doang kan?"


" Mahasiswi jelas marah.Dia bilang gue dosen mesum dan reaksi dia abis gue cium adalah........"


" Adalah apa?" mulut Onya melongo saking penasarannya.


" Dia langsung tendang selangkangan gue."


" What?" Onya tertawa ngakak dan ia tertawa terbahak-bahak."Itu lo ga sakit kan?"


" Jelas sakitlah dek.Gue langsung periksa ke dokter."


" Apa kata dokter?"


" Alhamdulilah gapapa."


" Kocak banget mahasiswi lo bang.Bikin gue penasaran aja. Siapa sich namanya?"


" Gue yakin lo kenal dia.Dia populer lo di f-dok."


" Siapa?"


" Deniza Sefa."


" Kak Dee.Mahasiswa dengan IP tertinggi itu? Gue setuju lo bang kalau kalian jadian. Jadikan aja kak Dee istri lo."


" Sembarangan aja lo kalo ngomong.Gue ga suka dia.Lagian gue belum bisa jatuh cinta."


" Kalo ga suka dia kenapa lo ga bisa tidur? Lo mikirin Dee.Ga usah muna sama gue.Gue dah ahli dibidang ini.Masalah percintaan jam terbang gue lebih tinggi dari pada lo.Mantan pacar gue udah enam," ucap Onya dengan bangga.


"Iya gue tahu.Jam terbang lo dah tinggi."


"Bang gue curiga sama lo. Ceritakan dengan detail  tentang lo dan Dee.Sedikit pun ga boleh terlewat.Jika lo bohong gue gavakan bantu lo lagi menghadapi mami."


Dengan berat hati Demir menceritakan tentang pacar sewaan dan ternyata pacar sewaannya itu Dee dan tak lupa menceritakan kenapa Demir mencium Dee. Onya tepok jidat mendengar cerita abangnya.Demi menghindari perjodohan dari mami Demir bisa-bisanya kepikiran menggunakan jasa pacar sewaan.

__ADS_1


__ADS_2