Bukan Pacar Sewaan

Bukan Pacar Sewaan
ENAM BELAS


__ADS_3

Jangan Lupa like and Komen biar Author semangat update.Terima Kasih sudah menyukai cerita ini.πŸŽ†πŸŽ†πŸŽ†πŸŽ†


❀❀❀❀❀


Demir mengerem mendadak ketika mendengar Dee memanggil seseorang di telpon dengan sebutan ' babe'.


" Pak ada apa?"tanya Dee keheranan melihat sikap aneh Demir.Demir tak menjawab pertanyaan Dee dan terlihat gelagapan.Ia memilih untuk menyetir kembali.Gadis itu tidak terlalu memusingkan sikap Demir dan melanjutkan obrolannya dengan Bryan.


"Kamu dimana babe?" tanya Bryan diseberang sana.


"Otw pulang babe. Ada apa menelponku?"


" Aku ingin bertemu denganmu besok.Aku ingin melihat apartemen besok.Kamu bisa menemani babe?"


" Selesai kuliah aku akan menemanimu babe."


" Okay.Thank cantik.Besok aku jemput di kampus.Jangan lupa WA aku,"pinta Bryan dengan lembut.


Wajah Dee merona merah karena dipanggil cantik oleh Bryan.Bule itu selalu saja pandai memuji dan membuatnya melayang.Andai Dee tidak sadar posisinya mungkin ia sudah tergila-gila dan jatuh cinta pada Bryan.Sifat lembut dan romantis membuat wanita meleleh.Hanya sebagai Teman Tapi Mesra Dee tahu diri.


" Okay babe.Besok aku kabari."Dee menutup telpon dan menaruh ponsel dalam tasnya.


"Siapa yang menelpon?"tanya Demir ketus.Ia marah layaknya seorang kekasih yang cemburu.Demir ga tahu diri rupanya.Bukan siapa siapanya Dee berlagak marah dan cemburu


" Bryan temanku,"jawab Dee dengan memaksakan tersenyum.


"Jika teman kenapa begitu mesra memanggil babe segala? atau babe-mu ada dimana mana? atau semua cowok kamu panggil itu?" tanya Demir ketus lagi menuduh Dee yang bukan-bukan.


Jika tidak tahu bagaimana killer-nya seorang Demir mungkin Dee sudah emosi jiwa mendengar ocehan Demir barusan.Berusaha tersenyum walau di paksakan Dee menjawab pertanyaan Demir.


"Suka-suka saya dong Pak.Mulut-mulut saya.Terserah Bryan mau saya panggil apa.Mau babe, sayang, honey, cinta, pangeran,pipi,ayah,suami,hubby itu suka suka saya.Bryan aja ga masalah kenapa Bapak yang sewot?"


" Dasar anak alay.Blom aja nikah dah sok-sok panggilan sayang kayak suami istri,"umpat Demir kasar.


" Terserah Bapak bilang kami alay yang penting kami ga rugiin Bapak.Bapak sich ga tahu gimana rasanya jadi bucin?


" Anak kicik berapa kali aku bilang jika kita berdua jangan panggil aku Bapak.Sejak kapan aku nikah sama Ibu kamu?"


" Trus aku harus panggil apa?"tanya Dee kesal seraya mencubit tangan Demir karena kesal.


"Sakit Deniz.Kamu sudah berani main kekerasan ya?"


" Sakit ya Pak?" sarkas Dee memandang Demir sebal.


Andaikan Dee adalah siluman ular seperti film India yang pernah ia tonton. Makanya ia akan berubah wujud menjadi ular dan mematuk bibir Demir yang telah bicara sembarangan dan asal nyerocos itu, biar tahu rasa.Sayangnya Dee hidup di dunia nyata bukan dunia film.


" Panggil saja saya seperti yang kamu panggil tadi," jawab Demir singkat menahan malu.Ia berusaha berekspresi sedatar mungkin.Mau ditaruh dimana harga dirinya jika Dee tahu ia malu.


" Panggil apa ya?" Dee berusaha menggoda Demir.Ia bicara dengan suara manja seperti wanita mendesah.Sesekali dosen kaku,killer dan dingin ini di kerjain.Ga dosa lah Ya.


" Apa harus panggil sayang?" ucap Dee berbisik di telinga Demir dan menghembuskan napasnya.Seketika bulu roma Demir meremang.Ada perasaan aneh menyergapnya.


"Anak kicik sialan ! "umpat Demir menepikan mobil di pinggir jalan."Apa yang kamu lakukan?"


" Aku cuma berbisik di telinga Bapak," jawab Dee polos.


" Apa kamu ga tahu apa efeknya bagi saya?" Dee mengangkat bahu dan menggelengkan kepalanya.


" Bapak horny ya?" tebak Dee menggoda Demir lagi.Ia tertawa puas berhasil mengerjai Demir sementara dosen muda itu bungkam.


" Pak lanjut nyetir lagi," Dee memberikan perintah.


" Jangan panggil Pak!"


" Oppa antarkan aku pulang," kata Deee dengan manja.Ia tak bisa menahan sakit perut karena tertawa berhasil mengerjai Demir.Bisa kualat kamu Dee ngerjain dosen kamu sendiri.


Demir kembali menyetir. Tak ada pembicaraan di dalam mobil.Demir sibuk menyetir sementara Dee sibuk dengan smartphone.Ia sibuk membuka instagram dan stalking akun-akun gosip kesayangannya.


Hiburan untuk Dee membaca gosip di akun IG karena infotainment disana lebih cepat dalam menyampaikan berita artis daripada televisi.Sebenarnya Dee bukan baca gosipnya.Ia lebih suka membaca komentar netizen yang lucu dan menggelitik.Komentar netizen kadang ga nyambung dan berapi-api.


Saat ini Dee sedang membaca gosip seorang artis yang baru keluar dari penjara karena kasus prostitusi. Bukannya insaf malah membuat sensasi semenjak keluar penjara.Terang-teranganΒ  membuka identitasnya sebagai pelaku prostitusi dengan memposting foto berbikini dan video joget-joget ga jelas memperlihatkan belahan dada seraya mengiklankan acara sebuah online shopping mall.


Dee tidak membaca gosipnya secara mendetail ia malah membaca komentar netizen.


'Emang bandel si ayu.Udah dibilang Pak Prabu jangan nakal tetap aja nakal.Mau di gampar sama si Nur?'😈😈😈😈


Dee tertawa ngakak.Bisa-bisanya netizen komentar seraya mengaitkan dengan kisah KKN di Desa Penari yang sedang viral beberapa hari ini. Dee kembali menscrool kebawah melihat komentar yang lain.


'Mari kita kirim tuch artis ke desa Penari biar joget-joget keliling hutan bukan medsos kita😭😭😭😭'

__ADS_1


' Apa dia masuk list super sale s**pee?πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€'


'Jangan lupa hari ini dukung TIMNAS semoga menang πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»'


'Makin hari bajunya makin busui friendly.πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†'


'Udah flash sale s**pee berarti gratis ongkir???πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚'


'Berapa juta ya sekarang?'


' Tremakaseeeeehhhhhhhhhhhh.'


'Emang jualan nich cewek.'


' Lagi ngumpulin orang buat petisi dia dipenjara lagi.'


'Oh jadi bisa mesen dia lewat s**pee gitu?'


'Ibu ibu jagain suaminya ya.'


Dee senyum-senyum sendiri membaca komentar aneh dari netizen.Demir pun menatap heran seraya mengumpat Dee gila.Dee asik dengan dunianya sehingga tidak mengabaikan Demir.Lelaki itu merasa seperti supir taksi online dan itu membuatnya kesal.


" Ketawa sendirian kayak orang gila," celetuk Demir membuka obrolan.Dia paling benci di anggurin seperti ini.


" Mending kayak orang gila daripada ngomong sama orang gila," celetuk Dee membalas ucapan Demir tanpa memandang dosen muda tersebut.


Belum tahu aja Demir mulut Dee tak kalah pedas.Mungkin pedasnya mulut Dee mengalahkan pedasnya cabai rawit.


Emosi Demir naik ke ubun-ubun.Anak kicik disampingnya ini selalu saja memancing emosinya.


" Deniza jaga batasan kamu!"teriak Demir seperti petir di siang bolong.


Lelaki ini paling gampang emosi.Padahal yang mulai duluan itu dia bukan Dee. Gigi Demir gemeletuk dan rahang mengeras. Jika ia ular piton mungkin sudah memakan Dee bulat bulat. Saat ini juga, detik ini juga.Namun sayangnya Demir itu manusia bukan ular jadi-jadian.


" Oppa yang mulai duluan,"ucap Dee tenang padahal ia sangat takut melihat kemarahan Demir.Ia hanya membalikan ucapan Demir.Yang mulai siapa yang marah siapa? Seharusnya Dee yang marah karena dibilang kayak orang gila.


" Ingat batasan kamu.Saya dosen kamu.Hargai orang lebih tua dari kamu," ucap Demir tegas berapi-api.


" Ya ampun Pak.Bukannya Bapak bilang kalo kita ketika berdua ga usah formal.Bapak gampang banget emosi.Yang mulai duluan itu Bapak bukan saya. Bapak bilang saya kayak orang gila ketawa sendiri.Saya ketawa juga tanpa sebab.Saya liat konten lucu di medsos makanya ketawa.Saya cuma balikin omongan Bapak.Jelas?"sarkas Dee melambaikan tangan di wajah Demir.


Dee benar-benar muak menghadapi lelaki disampingnya.Dikit-dikit marah. Dikit-dikit emosi kayak kompor meleduk.Kalo ngomong suka marah-marah dan nyambar kayak petir.Wajar saja sampai sekarang Demir masih jomblo. Wanita mana yang kuat menghadapi lelaki macam dia?Lelah hati dan lelah fisik menghadapinya.


Lelaki ini hanya cerdas secara intelektual tapi tak cerdas secara emosional.Ia tak bisa mengendalikan emosinya.Padahal musuh terbesar kita adalah mengendalikan diri kita sendiri.


" Selagi saya benar saya akan bantah Bapak. Saya akan mempertahankan jika pendapat saya benar."


" Ya ampun Deniza bisa ga sich kamu diam dan ngalah?" Demir memukul stir mobil dengan kuat.


" Ya ampun Pak. Yang saya tahu orang yang lebih tua itu yang ngalah sama yang lebih muda.Bukan yang muda ngalah sama yang tua."Dee benar benar sebal menghadapi pria kutub di depannya.


" Kamu......."


" Kamu apa?" Dee malah lebih galak menantang Demir.Benar-benar cari lawan dosen killer ini.Dee ga akan bakalan diam dan akan bertarung sampai titik darah penghabisan.Yach kayak mau perang aja!!!


Demir benar- benar mati kutu menghadapi mahasiswanya.Gadis ini sangat berani dan tak ada rasa takut.


" Udahlah Pak.Saya capek berantem. Bapak lebih tua dari saya,harusnya tahuΒ Β  diri dan mengalah dengan anak yang lebih muda. Saya udah nolongin Bapak lo kalo ga ada saya mungkin Bapak dah nikah sama salah satu tante girang yang Bapak temui di restoran seafood di GI waktu itu," alamak Dee keceplosan ngomong.


Gadis itu menyesali perbuatannya.Ia menampar bibirnya karena ngomong keceplosan.Dee sadar ucapannya telah membangunkan singa tidur.Siap-siap di terkam dan dicakar.


" Coba ulangi lagi ucapan kamu?" Demir naik darah dan ngerem mendadak.Ia mau meredam emosi dulu baru lanjut menyetir kembali.Jika bertengkar ketika menyetir mobil bisa-bisa mereka kecelakaan dan berakhir di rumah sakit. Dee bungkam.


" Deniz coba ulangi lagi sayang yang barusan kamu bilang?" Demir tersenyum getir.


" Anggap saja Bapak ga dengar.Saya tarik kembali ucapan saya."Dee gelagapan dan berusaha tersenyum manis merayu Demir.


" Aku dah terlanjur dengar sayang.Kamu bilang saya ketemuan sama tante-tante girang di GI kemaren?"


Dee masih tak menggubris.Ia malah tersenyum kecil walau terlihat di paksakan.Betapa pun manisnya senyum Dee mencoba merayu Demir tak akan ampuh.Singa sudah terlalu marah dan ingin segera memakan mangsanya.


" Kadang apa yang kita liat belum tentu benar.Kamu sudah dua kali berprasangka buruk sama saya.Pertama kamu bilang saya gay dan saya udah buktikan dengan mencium kamu.Kedua kamu tuduh saya gigolo secara tidak langsung.Waktu itu saya ke restoran karena menjemput mami saya dan tante girang yang kamu bilang itu adalah teman arisan mami.Kalau tidak percaya silakan kamu tanya mami."


Dee tepok jidat dan malu karena telah menuduh Demir yang bukan-bukan. Memang benar apa yang diucapkan Demir. Apa yang kita lihat belum tentu itu benar.Contoh kehidupan selebriti tampak diluar seperti keluarga bahagia dan menjadi keluarga inspiratif.Tahu-tahu cerai juga.Kebanyakan pencitraan demi mendapatkan simpati publik.


Dee menyadari kekhilafannya dan tanpa malu ia minta maaf atas kekeliruannya. Demir menyetir kembali. Lima belas menit kemudian mereka sudah sampai di rumah kontrakan Dee.


Gadis itu segera turun.Demir belum beranjak pulang sebelum gadis itu masuk ke dalam rumah.Sebagai seorang lelaki gentle ia harus memastikan Dee masuk rumah baru ia pulang.


Dee berulang kali mengetuk pintu namunΒ  tak juga ada yang membuka pintu.Dee juga lupa bawa kunci cadangan.Alhasil ia harus menunggu.

__ADS_1


Demir turun dari mobil menyusul Dee.


"Kenapa belum ada yang membuka pintu untukmu? Apa mereka ketiduran?"


" Bapak kenapa turun?"Dee menampakan ekspresi cemas.


" Aku hanya memastikan saja.Kenapa Luna dan Nayla belum membukakan pintu?"


" Apa mereke ketiduran?"Dee balik bertanya menoleh pada Demir.


"Kayaknya belum tidur dech.Lampu ruang tamu aja belum mati," Demir menunjuk."Coba telpon Dee.Jangan-jangan mereka keluar."


Dee mengangguk dan mengambil ponsel menghubungi Luna.


"Lun kalian dimana?" tanya Dee ketika telpon sudah tersambung.


"Gue otw rumah Dee.Kami bawa mami Vira ke klinik.Vertigo beliau kambuh lagi."


" Apa kambuh lagi?" Dee panik mendengar ucapan Luna.


" Ga usah khawatir Dee.Mami gapapa kok.Palingan 15 menit lagi kami nyampe rumah.Mami cuma butuh istirahat yang cukup aja."


" Kalian pulang pake apa?"


" Pake mobil-lah oneng.Mana mungkin gue jalan kaki."


"Mobil siapa?"


"Tumben lo oon?"sindir Luna tertawa cekikikan.


"Kenapa lo ketawa?"


" Ya gue ketawalah abis lo oon kalo lagi panik.Ga mungkin gue nangis.Tumben lo oon Dee.Gue pulang pake taksi online.Lo ga usah banyak pikiran tunggu aja kami dirumah,"titah Luna seraya memutuskan sambungan telepon.


Dee menaruh ponselnya ke dalam tas dan duduk di bawah teras.Ia merapatkan kaki dan menahan dress supaya dalamannya tidak kelihatan.Demir ikutan duduk di sebelah Dee.


"Pergi kemana mereka?"


" Mereka bawa mami ke klinik?"


"Mami? Bukannya kamu yatim piatu Dee?"


" Benar Pak.Mami Vira namanya.Udah aku anggap seperti mamiku sendiri.Mami wanita yang aku selamatin sama Bryan."


" Bryan teman bule kamu?"Dee menganggguk.Terbersit sedikit rasa cemburu di hati Demir.


"Lanjutkan ceritamu!"titah Demir penasaran.Ia kepo dengan kehidupan Dee.Gadis ini memang penuh dengan kejutan.


"Mami Vira kami temukan pingsan dalam mobilnya.Kami membawanya ke klinik dan beliau vertigo.Kami senasib Pak.Aku yatim itu sementara mami seorang janda yang tidak memiliki anak.Jadi mami ingin menjadikan kami anak-anaknya dan tinggal disini.Mami mau membawa kami tinggal dirumahnya tapi kami nolak.Kami baru mengontrak disini. Sayang sama uangnya.Hahahahha." Dee bercerita panjang lebar.


"Jadi mereka bawa mami Vira ke klinik karena vertigonya kambuh lagi?"Dee manggut-manggut.


"Pak saya sampai lupa.Mereka sebentar lagi bakal nyampe rumah.Bapak harus segera pergi dari sini.Bahaya jika Luna dan Nayla tahu jika Bapak menyewa saya," Dee panik menarik tangan Demir menuju mobil.


Demir juga ikutan panik berlari ke mobil. Ia segera menghidupkan mesin mobil.Namun ia tak juga berangkat.


" Ada apa lagi Pak? Ayo pulang Pak,"usir Dee dengan nada panik.


"Aku tetap dalam mobil sampai mereka datang."Demir menurunkan kaca mobil.


"Nanti mereka liat gimana? Bisa mati kita berdua."Dee menggigit bibir karena gugup.


"Aku akan memastikan mereka datang dulu baru pulang.Aku naikan kembali kaca mobil.Mereka tak akan bisa melihatku karena kaca gelap.Orang dari luar tak akan bisa melihat ke dalam."


"Baiklah."Dee mengalah.


Tak lama kemudian mobil avanza hitam mendekati Dee.Mungkin itu Luna,Nayla dan Vira.Demir langsung tancap gas sebelum teman-teman Dee turun.


Dee menghampiri mobil tersebut menyambut kedatangan Vira.


"Mami gapapa?"Dee memeluk Vira khawatir.


"Mobil siapa tadi?"tanya Nayla kepo.


"Penyewa gue,"jawab Dee singkat.


"Kenapa dia baru pulang?"tanya Luna penuh selidik.Ia seperti mengenali pemilik mobil tersebut.


"Temani gue tunggu kalian pulang.Kita ke dalam dulu!" Dee memapah Vira masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Mami kenapa vertigonya kambuh lagi?"tanya Dee polos.


Vira,Luna dan Nayla saling menatap kikuk.Mereka saling melempar pandangan.


__ADS_2