
Demir mengenali suara cempreng yang mengetuk kaca mobil.Tidak salah lagi itu suara Onya,adiknya yang menyebalkan. Ia dan Dee segera turun dari mobil.
" Pantas saja lama.Ternyata mojok dulu dalam mobil.Kalo mau mesum tanggung di mobil Abang.Kenapa ga ke hotel sekalian bang?" sindir Onya mengusili Demir.Kebahagian tersendiri baginya bisa membuat Demir marah.
" Lo benar-benar mau cari mati,"gerutu Demir mengancam Onya.Namun Onya tak menggubris ancamannya.Sepertinya Onya sudah kebal menghadapi sikap ketus kakaknya.
Onya mendekati Dee dan tersenyum manis."Welcome to my home kakak ipar."
" Terima Kasih sambutannya adik ipar."
Dee mulai berakting menjadi kekasih Demir yang baik.Mereka berdua cipika cipiki.Cipika cipiki adalah ritual rutin yang dilakukan cewek ketika bertemu.
Demir mengacungi jempol akting Dee yang nyaris sempurna.Jika ada penghargaan sebagai aktris terbaik maka penghargaan itu layak diberikan pada Dee.
Dee berakting layaknya aktris profesional dan Demir merasa beruntung menjadikan Dee pacar sewaannya.Ia tidak perlu mengajari anak kicik itu bagaimana menjadi kekasih yang baik karena Dee sudah tahu bagaimana bersikap sebagai kekasih Demir Alfarizi.
" Ke dalam yuk," ajak Onya merangkul tangan Dee.
" Oppa kenapa diam saja.Ayuk masuk," ajak Dee menarik tangan Demir dengan lembut.
Demir sempat melamun namun dengan cepat ia menguasai keadaan.Ia tersenyum kepada Dee.
" Iya sayang."
Onya serasa mau muntah mendengar Demir begitu lembut memanggil Dee dengan sebutan sayang.Abangnya berubah 360 derajat menjadi sosok yang manis.
Di ruang tamu Nona dan Rahman sudah menunggu kedatangan Dee dan Demir.Mereka berdua penasaran dengan calon istri Demir.Sudah sebulan mereka menantikan moment ini.
" Assalamualaikum,"Dee mengucapkan salam ketika memasuki ruang tamu.Ia tersenyum manis melihat Nona dan Rahman. Tak lupa Dee salim dan mencium kedua tangan calon mertuanya secara bergantian.
Nona dan Rahman terkesan dengan sikap sopan Dee.Gadis itu sudah tahu bagaimana mengambil hati kedua orang tua Demir.
" Cantik sekali kamu nak,pantes anak Mami suka padamu," puji Nona jujur.Ia langsung suka pada Dee.
" Tante terlalu memuji.Aku jadi malu." Dee tersipu malu seraya menjepitkan rambutnya yang terurai di samping telinga.
__ADS_1
" Kenapa panggil tante?Kamu bakal jadi menantuku seharusnya belajar memanggilku mami mulai dari sekarang."
" Baiklah tante.Maaf mami." Dee tersenyum kecut.Ia agak sedikit grogi menghadapi orang tua Demir.
"Namamu siapa nak? Kita belum kenalan."Rahman,papi Demir buka suara.
"Sebaik kita duduk dulu,"ajak Demir merangkul Dee mesra.
Sikap Demir memanfatkan kesempatan menyentuhnya membuat Dee murka.Awas kau pria kutub!Rasakan pembalasanku! pekik Dee dalam hati.
" Namamu siapa nak?"tanya Rahman lagi.Sepertinya Rahman begitu antusias dan penasaran siapa Dee.
" Nama saya Deniza Sefa om.Biasa dipanggil Dee.Saya kuliah di UI juga fakultas kedokteran sudah semester 6.
" Jadi kamu mahasiswanya Demir,"tanya Nona memastikan.
" Benar mami." Dee mengangguk.
" Kenapa abang gue bisa naksir sama lo?" Onya ikutan bertanya.
Demir langsung mempelototi Onya. Matanya seakan lepas dari tempatnya.Onya mengerti arti tatapan Demir padanya namun ia tidak menggubrisnya.
" Ngomongnya darimana ya." Dee melirik Demir seakan meminta izin untuk bicara."Oppa, Apa aku boleh cerita?"
"Ceritakan saja sayang," jawab Demir tersenyum manis.Ia berusaha bersikap sewajar mungkin sebagai sepasang kekasih.
Sikap manis dan lembut Demir sontak membuat orang tuanya melongo. Anaknya yang dingin ternyata bisa bersikap begitu hangat dan penuh cinta.
" Kenapa panggil Demir dengan sebutan Opa?" sanggah Rahman keheranan.
" Papi ga gaul banget sich,"cerocos Nona."Bukan Opa tapi Oppa yang artinya kekasih.Itu bahasa Korea.Makanya papi kalo mami ajak nonton drakor mau aja biar ngerti gitu.Anak-anak remaja menggandrungi drakor.Ceritanya bagus dan episodenya ga panjang kayak sinetron dan ceritanya ga berbelit.Mami yang udah tua aja suka."
" Papi ga mau ikutan alay.Mami ampe nangis nonton drakor.Malas banget nonton drama kayak gitu mending nonton film action." Rahman membalas ucapan Nona.
Dee tersenyum mendengar perdebatan orang tua Demir.Kejutan buat Dee ternyata Nona pecinta drakor.Memang Nona mak mak jaman now.Mengikuti banget perkembangan zaman dan tak mau ketinggalan.Penampilan Nona juga terawat walau usianya sudah lebih setengah abad.
__ADS_1
"Kamu belum menjawab pertanyaan Onya.Kenapa Demir suka sama kamu? Dan mami juga mau tanya kenapa kamu suka sama Demir?"
"Biar aku yang jawab.Kalian buat Dee takut." Demir berusaha melindungi Dee.Ia takut jika Dee salah bicara dan kebohongan mereka akan segera terbongkar.
" Kami tidak bertanya sama Abang.Mami tanya sama Dee,"potong Nona menghentikan Demir.
" Gapapa Oppa.Biar aku yang jawab," ucap Dee meyakinkan Demir.
Dee menggenggam tangan Demir yang duduk di sebelahnya.Demir bak tersengat listrik karena sentuhan Dee.Jantungnya berdetak dengan cepat.Ia berusaha menahan gejolak di dalam tubuhnya. Jangan! Please jangan bangun adik kecil! Demir bergumam dalam hati.
Sentuhan anak kicik itu memberikan efek luar biasa untuknya.Sudah dua kali Dee membuatnya seperti ini. Ia berusaha menahan gairah yang bergejolak di dalam dirinya.
" Kak Dee ayo mulai ceritanya.Jangan buat kami mati penasaran.Kenapa kakak jatuh cinta pada makhluk langka seperti abang?" tanya Onya menjulurkan lidah pada Demir.
Mulut Demir komat kamit menatap Onya.Mata Demir mengisyaratkan perperangan.Onya masa bodoh melihat kemarahan Demir.Onya puas mengerjai Demir.Siapa suruh berani beraninya menipu mami dan papi?
Onya benar-benar menyulitkannya.Awas kamu Onya! gumam Demir dalam kalbu.
"Oppa memang dikenal sebagai dosen killer,tegas,dingin dan menyebalkan sampai aku dan teman-teman menjulukinya Oppa pria kutub." Dee mulai bercerita.
Kepala Demir seketika tumbuh tanduk mendengar ucapan Dee yang mengatakannya killer, tegas, dingin, menyebalkan dan menjulukinya pria kutub.
"Sebenarnya Oppa tidak seperti itu.Dia akan lembut jika kita bersikap lembut.Aku tertantang menaklukan sikap dingin Oppa.Seperti kata Onya pria seperti Oppa sangat langka.Aku penasaran dengan sikap dinginnya.Sudah banyak mahasiswi dan dosen mendekatinya tapi semua di tolak.Aku beruntung berhasil menaklukan seorang Demir Alfarizi. Oppa membutuhkan perempuan seperti aku sebagai penyeimbang.Oppa orangnya tegas,tidak bisa dibantah dan mempertahankan prinsip. Oppa butuh wanita yang periang dan heboh seperti aku sehingga hidupnya ga tegang-tegang amat."
Rahman,Nona dan Onya manggut-manggut mendengar cerita Dee.Onya memberikan nilai seratus untuk akting Dee.Tidak salah Dee meraih predikat mahasiswa cerdas dengan IPK tertinggi se fakultas kedokteran.Demir tersenyum penuh kemenangan.Dee benar-benar berhasil meyakinkan keluarganya.Dia berjanji akan memberikan Dee bonus.
Onya tersenyum jahil memandang Demir dan Dee.Terbersit sebuah rencana di otaknya.Demir harus diberi pelajaran.Ia tak sudi dengan sikap Demir yang menipu mami demi menghindari perjodohan.
" Lalu apa yang membuat Demir menyukai Dee?"Nona menatap Demir.
" Seperti yang dibilang Dee tadi. Deniz bisa menjadi penyeimbang abang.Dia lucu dan menggemaskan.Abang berasa ABG lagi ketika bersama Deniz."
" Oh begitu," Nona ber-oh ria. Ia terkesan dengan Dee.Ia benar benar mau Demir dan Dee segera menikah."Abang mami mau tanya sama kamu.Kamu benaran pacaran sama Dee? Setahu mami abang tidak pernah dekat dengan seorang wanita!Kenapa tiba-tiba membawa Deniza ketika mami mau menjodohkanmu dengan anak teman mami?"
Demir terbatuk mendengar ucapan Nona.Apakah akting mereka berdua kurang bagus sehingga mami curiga? Mati aku! Demir berbisik dalam hati
__ADS_1