
5 tahun setelah Naya menghilang.
Setelah memakirkan mobilnya, wanita muda itu turun dari mobilnya. Dia berjalan memasuki gedung berlantai 5 tersebut. Seorang security membukakan pintu untuknya.
“Selamat pagi bu Naya.”
“Pagi Pak Kristo.” sambil tersenyum Naya membala salam security itu.
“BM lain sudah ada yang datang pak?”
“Tadi baru ada bu Uchi, tapi sepertinya belum naik ke lantai 5 bu.”
“Ok pak, terima kasih infonya, saya naik dulu ke atas pak”
“ Baik bu.”
Sudah 3 tahun Naya bekerja sebagai Branch Manager ( BM ) salah satu cabang di sebuah perusahaan Travel Agent. Travel ini merupaka salah satu travel terbesar di Indonesia yang sudah memiliki lebih dari 70 cabang di seluruh Indonesia. Travel ini juga sudah berdiri lebih dari 50 tahun. Jadi Naya cukup bangga bekerja di
perusahaan tersebut.
Setiap hari Selasa merupakan jadwal weekly meeting BM, jadi semua BM dari kantor cabang akan mengadakan meeting di kantor pusat.
Naya mengeluarkan Hp nya dan mechat Uchi.
“Dimana lo?”
“Ruangan emak “ balas Uchi
“I'm coming, wait for me.”
__ADS_1
Naya masuk lift dan memencet tombil lantai 4.
Gedung itu memiliki 5 lantai. Lantai 1 digunakan untuk front liner, kasir dan call centre. Lantai 2 digunakan untuk bagian Dokumen, dan Global Product. Lantai 3 digunakan Finance, Hrd dan IT. Lantai 4 digunakan untuk VP, COO, dan Network. Sedangkan untuk lantai 5 digunakan sebagai kantor owner dan meeting room.
“Hai dear” Naya masuk ke ruangan VP.
“Emak mana? Belom nongol?”
“Belum, lagi otw katanya. Tadi gw udah chat dia. Kita disuruh tunggu di sini.”
“Ow, ya udah. Tau gitu tadi gw bisa nambah tidur dulu dikit.”
“Dasar kebo, kerjaannya molor terus.”
“Suka-suka gw we” Naya menjulurkan lidahnya.
memutuskan untuk pergi bersama dan sharing cost agar lebih irit. Ternyata Uchi bekerja di sebuah Travel agent. Dalam perjalanan itu mereka banyak bercerita dan berbagi pendapat, dan dari situlah awal
mula Naya berminat dengan dunia Traveling. Saat perusahaan Uchi membuka lowongan pekerjaan Naya mencoba melamar pekerjaan disana, dan akhir nya di situlah mereka sekarang. Dan sampai sekarang mereka
masih bersahabat bahkan semakin persahabatan mereka semakin kental.
“Pagi, Sorry saya telat tadi harus ke sekolah Daniel dulu soalnya.”
Ini adalah Audrey, dia adalah VP tempat Naya dan Uchi bekerja. Dia seorang single parent yang membesarkan 3 orang anak laki-laki. Suaminya mendadak meninggal saat anak tertuanya baru duduk di bangku SMP kelas
1. Saat suaminya meninggal dia sempat benar-benar terpuruk tapi dia bisa bangkit lagi sampai akhirnya dia memperoleh posisinya sekarang. Dia menjadi salah satu wanita yang menginspirasi Naya untuk tetap
kuat menjalani hidup.
__ADS_1
“Nggak apa-apa bu. Namanya juga merangkap bu. Kita ngerti kok.”
“Gimana Nay tentang PT. Sinar Kentjana Mas group?”
“Saya sudah ajukan proposalnya bu, mereka minta besok dari pihak kita ada yang presentasi. Ini kan rencananya nanti akan dipegang oleh cabang saya dan Uchi karena omsetnya lumayan besar bu. Sebulan pengambilan corprate mereka bisa mencapai 7M untuk perjalanan dinasnya. Saya juga sudah info ke marketing, jadi besok Uchi dan salah satu anak marketing akan pergi ke sana, karena saya ada sales visit juga ke corporate lain jadi saya tidak bisa ikut.”
“Tapi bu ada sedikit masalah, barusan saya dapat info bahwa anak marketing yang seharusnya besok presentasi hari ini masuk RS bu, kena usus buntu. Jadi bagaimana ya? Jujur saya kalau disuruh pergi sendiri
kurang PD bu, karena bahan presentasinya dibuat oleh Naya dan anak marketing itu.”
“Kenapa kamu tidak ikut serta dalam pembuatan proposalnya?”
“Karena sebenarnya main brachnya proyek ini punya cabang Naya bu, cabang saya hanya 2nd branch jadi hanya cabang pembantu saja sifatnya.”
“Hm, ya sudah Naya kamu besok ikut presentasi. Sales visit corporate kamu coba kamu reschedule lagi saja.”
"Tapi bu corporate yang mau saya kunjungi besok sedang bermasalah karena paymentnya ada yg sudah over due cukup lama dan nominalnya lumayan besar bu. Kemarin saya sudah di tegur Pak Widjaja, beliau bilang masalah ini sudah harus ada way out nya dalam minggu ini bu."
"Nanti saya bicara dengan pak Widjaja, proyek ini lebih besar nilainya jadi beliau pasti ga masalah kalau kamu pending dulu yang itu."
“Baik bu.”
“ya sudah sekarang kita masuk ke ruang meeting, yang lainnya pasti sudah tunggu.”
Lalu mereka bertiga pergi menuju ruang meeting.
__ADS_1