CEO Itu Musuh Bebuyutanku

CEO Itu Musuh Bebuyutanku
Bab 35 - Putus yuk?!


__ADS_3

Sudah seminggu setelah Naya kembali ke rumahnya, hidupnya sudah kembali seperti sedia kala. Dan dia juga tidak pernah bertemu ataupun berkomunikasi dengan Bram sama sekali.


Setelah pernikahan Nuras dan Hendra, Bram memang sangat sibuk, perusahaannya sedang ada proyek untuk membuka lahan kelapa sawit baru di Monrovia. Selesai meeting dengan teamnya, Bram kembali ke ruangannya dan  mengeluarkan HP nya. Dia melihat ada nitifikasi chat baru dari Naya.


Akhirnya dia nyerah juga, buktinya dia kirim chat duluan. Batin Bram.


Chat Naya :


    “Mas sebelumnya aku minta maaf karena berkata seperti ini. Aku sudah menceritakan semuanya ke Ganis, dia sudah tau kalau alasan kita pacaran adalah karena dia. Jadi aku rasa sekarang udah ga perlu lagi


kita lanjutkan hubungan ini. Sekali lagi maaf mas. Aku harap mas Bram bisa menerima keputusan aku ini. Kita ga bisa pacaran kalau tidak ada rasa di hati kita. Terima kasih untuk semuanya selama ini mas.”


Setelah membaca chat itu Bram berdiri dan langsung berjalan keluar. Panji yang melihat boss nya keluar ruangan dengan wajah meradang sampai terkaget.


Waduh ada petaka besar apa ini kok pak Icak sampai terlihat seperti mau menelan orang.


Walau dalam kondisi bingung Panji langsung berlari menyusul Boss nya.


* * *


Panji mengikuti Bram menuju lobby gedung. Bram masuk ke kantor Naya, dia membuka pintu dengan kasar. Tanpa mengidahkan orang-orang yang ada di kantor Naya dia langsung berjalan masuk ke ruangan Naya. Tapi sayang saat dia membuka pintu rungan itu kosong, tidak ada tanda-tanda sang pemilik ruangan ada di tempat.


Merasa tidak menemukan Naya, Bram keluar ruangan Naya, lalu memandang staff Naya masih dengan mata elangnya.


    “Arini, boss kamu mana?”


    “Bu Naya pak?” jawab Arini dengan takut-takut.


    “MEMANG BOSS KAMU DI SINI ADA BERAPA?” bentak Bram.


    “Ma..Maaf pak.” Arini gemetar.

__ADS_1


    “Bu Naya sedang bawa tour pak.”


    “Kapan berangkat? Kemana? Sampai kapan?”


    “Berangkat hari ini pak, pesawat jam 8.25 pagi tadi rutenya Korea Jepang pak 10 hari.”


    “Kirim ke saya jadwal penerbangan kembalinya hari ini juga.”


    “Tapi pak...” Arini tidak jadi meneruskan kalimatnya karena Bram menatapnya seperti ingin mengulitinya.


Bram langsung pergi meninggalkan kantor Naya, masih dengan diikuti Panji yang terbingung-bingung.


Yang jelas Panji merasa pasti akan ada perang dunia begitu Naya kembali.


Pintar dia, baru berani kirim chat di saat dia mau dinas keluar. Dia pikir dia bisa kabur. Tunggu aja Naya, jangan pikir kamu sudah aman. Bram benar-benar dibuat kesal dan marah hari ini.


 


* * *


    “Bu barusan Pak Bram kemari, beliau menanyakan ibu. Saya boleh info atau tidak bu?”


    “JANGANNNNNNN”


    “Tapi dia marah besar bu. Kalau dia kemari lagi bagaimana?”


    “Bilang saja kamu tidak tau”


    “Kalau dia memaksa bagaimana bu?”


    “Bilang saja HP saya mati, saya tidak bisa dihubungi jadi kamu tidak bisa tanya jadwalnya. Dan kamu jangan kasih tau dia no telphone saya yang ini ya.”

__ADS_1


    “Baik bu. Doain saya semoga selamet ya bu.”


    “Amin.”


    “Ibu jahat kok malah cuma bilang amin sih?”


    “Lha saya cuma bisa bantu doa juga buat kamu hehehe.”


    “Ibuuuu mah jahara.”


    “Selamat berjuang ya Ari... saya mau lanjutin perjalanan dulu.”


* * *


Sementara itu di tempat lain Bram masih berusaha menghubungi Naya tetapi no yang dia hubungi tidak aktif.


    "Permisi Pak” Panji menghampiri Bram


    “Gimana? Dapet jadwalnya?”


    “Maaf pak, Arini bilang dia tidak dapat jadwalnya, katanya bu Naya tidak bisa dihubungi.”


    “Itu saya juga tau. Tapi masa dia ga tau jadwalnya itu ga mungkin. Dia pasti di perintahkan Naya untuk tidak kasih tau ke kamu ataupun saya. Saya ga mau tau kamu harus dapat jadwalnya hari ini juga.”


    “Baik pak, saya coba hubungin Bu Uchi.”


    “Bagus. Kalau Uchi tidak mau jawab kamu cari cara bagaimanapun harus dapat. Mengerti?!”


    “Mengerti Pak.”


Panji meninggalkan Bram dan berusaha menghubungi Uchi.

__ADS_1


 


 


__ADS_2