
Siang itu Naya sudah mengijakan kaki di Bandara Soekarno Hatta. Pram sudah membelikannya tiket Pergi Pulang untuknya, jadi selesai ataupun tidak selesai semua urusan di Jakarta, Naya harus kembali dengan tiket yang sudah dibelikan Pram.
Sebelum berangkat ke Jakarta, Pram sudah mengingatkan Naya untuk tidak berhubungan dengan Bram walaupun hanya sebentar. Dia juga sudah mengancam kalau sampai Naya ketahuan berhubungan dengan Bram lagi, maka saat itu juga Pram akan langsung datang ke Jakarta dan membawanya pulang.
Keesokan paginya Naya bersiap-siap dengan pakaian kerja. Dia hendak pergi ke kantor pusat untuk menyerahkan surat pengunduran dirinya. 2 jam kemudian dia sudah memasuki lobi kantor pusatnya. Dia berjalan menuju ruangan Audrey.
Sesampainya di ruangan Audrey, dia mengetuk pintu dan melihat Uchi juga ada di sana.
“Masuk Nay, akhirnya kamu datang juga.”
“Iya Bu terima kasih.”
“Iya lho semua orang nyariin lo. Tiba-tiba menghilang. Pak Bram, anak buah lo temn-temen lo. Semua ribut nyariin lo. Kemana aja sih lo?”
“Lo ga nyariin gw?” Naya tersenyum mendengar ocehan Uchi, tapi senyum nya terlihat sendu.
“Gw kan temen lo, jadi gw nyariin juga dong babe.”
Naya hanya tersenyum, lalu ganti menatap Audrey dengan serius.
“Bu saya datang hari ini mau menyerahkan ini.” Naya mengulurkan surat pengunduran dirinya.
Audrey menerimanya lalu membacanya.
“Apa-apan ini Nay?! Kenapa tiba-tiba. Kamu menghilang begitu saja, begitu kembali langsung menyerahkan surat pengunduran diri.”
“APA?!” Uchi terkaget.
“Lo cerita ke gw, apa Bram menindas lo?! Kalau dia macem-macem gw siap maju bantu lo Nay.”
“Iya Nay, semua bisa dibicarakan. Sebenarnya apa yang terjadi?”
Naya menatap Uchi dan Audrey bergantian, lalu tertunduk berfikir sejenak.
“Saya dipaksa keluarga saya untuk pulang ke Jogja Bu.”
“Kenapa memangnya Nay?”
__ADS_1
“Jangan bilang lo udah ketauan sama Bram ya?” uchi menyela pembicaraan.
“Mas Pram yang pergokin gw Chi.”
“Mampus dah.. Tamat udah kalau begitu sih.”
“Tunggu.. tunggu, ini ketauan ngapain? Pram itu siapa? Apa hungannya sama Bram? Trus apa hubungannya sama Pram? Cerita dari awal dong.” Audrey terbingung-bingung.
“Bram itu Pak Icak bu dan Pram itu kakaknya Naya.”
“Trus apa hubungannya Pak Bram sama Naya sama kakaknya?”
“Bram itu pacaran sama Naya bu dan Pram itu kakaknya Naya.”
“APA?! Kok bisa kamu sama Bram akhirnya? Ceritain semua, sampai yang sedetail-detailnya.”
Naya menceritakan semuanya dari mulai alasan kenapa dia yang tadinya menolak menjadi BM di Sinar Mas Kentjana sampai akhirnya menerimanya.
“Begitu bu ceritanya. Sekarang saya cuma dikasih waktu 1 minggu untuk menyelsaikan semua urusan, lalu saya harus kembali ke Jogja. Kalau dalam jangka waktu seminggu saya tidak kemari Ayah saya akan jemput
Audrey terdiam sejenak, terlihat berfikir.
“Begini saja Nay. Sementara ini surat pengunduran diri kamu saya tahan dulu. Saya kasih kamu waktu 1 bulan unpaid untuk kamu selesaikan semua permasalahan kamu. Saya berharap dalam jangaka waktu 1 bulan ini kamu sudah bisa menyelesaikan masalah kamu. Tapi kalau setelah 1 bulan kamu masih belum bisa menemukan jalan keluar juga, maka saya akan terusnya proses resign kamu. Bagaimana?”
“Baik bu. Terima kasih bu. Sekarang saya kembali ke cabang karena ada beberapa hal yang harus saya selesaikan.”
“Ok, kamu hati-hati ya di jalan.”
“Iya bu, ma kasih.”
* * *
Setelah 1 jam lebih berpacu dengan macetnya jalanan ibukota, Naya akhirnya sampai di kantornya. Sepanjang Naya doanya hanya satu, semoga dia tidak bertemu Bram. Naya sudah merasa lelah, dia ingin semuanya cepat berlalu.
“ Siang semua.”
“ Ibuuu...” Arini dan kawan-kawan langsung menghampiri Naya dan memeluknya.
__ADS_1
“Kalian sehat semua kan?” Hanya senyum getir yang terlihat di wajah Naya.
Ya Tuhan, sebentar lagi aku harus melepaskan semua ini.
Naya sibuk berbagi cerita dengan anak buahnya, dan menyampaikan berita yang kurang mengenakan kepada mereka. Tangis mulai mewarnai cerita mereka.
Sementara itu di lantai 32 Bram masih sibuk dengan pekerjaannya.
Tiba-tiba Panji masuk keruangan Bram.
“Pak ada berita tentang bu Naya.”
Bram langsung menghentikan aktifitasnya.
“Apa?! Cepat katakan.”
Panji menyodorkan handphonenya ke Bram. Bram langsung berdiri dan berlari dengan kencang keluar.
Panji mendapat message dari Uchi yang berbunyi:
“ Naya sudah mengajukan surat pengunduran diri, sekarang dia otw kantor Sinar Mas Kentjana.”
* * *
Brak.. Pintu kantor Naya terbuka.
“Naya mana?!”
“Baru saja pulang pak. Mungkin baru keluar parkiran.”
Bram langsung berlari ke arah lobby, tapi sayang dia hanya bisa melihat mobil Naya keluar dari halaman gedung tersebut.
Bram berusaha menelphone hanphone Naya tapi tidak aktif. Dia langsung menuju ke mobilnya dan melaju dengan kencang ke arah rumah Naya. Dia membunyikan bell rumah Naya, tapi sayang tetap tidak ada jawaban. Tidak ada yang yang keluar ataupun tanda-tanda ada penghuninya.
__ADS_1