
Papanya Gio pergi ke kantor Gio buat lihat lihat seperti apa Kantor putranya.Saat berjalan menuju ruangan Gio,Papa Gio bertemu dengan Alenka.
"Al," sapa Papa Gio.
"Om,!" ucap Alenka menyalami Papa Gio.
"Kok Om sih? saya ini masih mertua kamu lho?" ucap Papanya Gio.
"Iya maaf Pa,tapi kan Gio udah kasih gugatan ke Alenka!" jawab Alenka.
Papa Gio menjelaskan kalau surat gugatan itu palsu dan yang mengirim surat itu adalah Mamanya Gio.Papa Gio juga cerita alasan kenapa Gio pergi dulu,dan kehidupan Gio selama di Belanda.
"Gio nggak pernah mau deket sama cewek lain,dia selalu bilang kalau dia mau setia sama istrinya," ucap Papa Gio.
"Gio juga udah ngomong sih Pa sama Alenka," jawab Alenka.
"Maafin Mama ya Al?" ucap Papanya Gio.
"Iya Pa,Alenka paham kok kenapa Mama lakuin itu semua,!" jawab Alenka.
Alenka pun kemudian pamit untuk melanjutkan pekerjaannya.Tapi sebelum Alenka pamit Papa Gio sempat bertanya apa Alenka sudah lama bekerja di Perusahaan ini.Dan Alenka pun menjawab sudah 4 tahun.
Papa Gio tersenyum sambil bergumam "Jadi ini alasan Gio bersikeras buat beli Perusahaan ini,dan ninggalin semua bisnisnya di Belanda!".
Gio kaget melihat Papanya masuk ke ruangannya.Dan bertanya kenapa Papanya kesana.Papanya menjawab kalau dia hanya mau lihat lihat saja.
"Tadi Papa ketemu sama Alenka," ucap Papa Gio.
"Iya,dia kan kerja disini Pa..Makanya Gio bersikeras buat beli Perusahaan ini dan ninggalin semua bisnis Gio di Belanda" jawab Gio tersenyum.
Gio emang sering banget cerita sama Papanya soal Alenka.Karena,menurut Gio Papanya lah orang yang mengerti perasaannya dibandingkan dengan Mamanya.
"Kamu mau balikan sama Alenka?" tanya Papa Gio.
"Kita udah berkomitmen untuk mulai semua dari awal Pa,tapi dia masih belum mau tinggal sama Gio" jawab Gio.
"Iya karena kalian emang belum cerai secara hukum dan masih suami istri," ucap Papanya Gio.
Setelah lama ngobrol akhirnya Gio mengajak Papanya buat makan siang bareng sama Alenka juga.Alenka sebenarnya mau nolak karena nggak mau bikin gosip lagi tapi nggak enak sama Papanya Gio.
"Habis ini pasti ada gosip yang nggak nggak lagi!" ucap Alenka.
"Gosip?" tanya Papa Gio.
"Iya Pa,karena Alenka deket sama Gio,teman teman di kantor pada gosipin Alenka yang katanya Alenka ngerayu Gio,pokoknya yang nggak nggak Pa" jawab Alenka.
"Kalian kan emang masih sah sebagai suami istri," ucap Papa Gio.
"Iya sih Pa,tapi mereka kan pada nggak tahu!" jawab Alenka.
__ADS_1
Papa Gio kemudian berkata kalau Alenka jangan dengerin omongan orang yang terpenting mereka jaga cinta mereka.
"Iya Pa,makasih sarannya?" jawab Alenka senang.
"Papa sama Mama ntar sore udah harus balik lagi," ucap Papanya Gio.
"Secepat itu Pa?" tanya Gio.
"Iya,kamu kan tahu kenapa kami pulang tapi malah.." ucap Papa Gio tidak meneruskan karena takut Alenka marah sama Gio.
Setelah selesai makan Gio minta izin Alenka buat nganterin Papanya pulang,sementara Alenka kembali ke Kantor.Tapi sebelum pulang Gio mengajak Papanya ke sekolah Keyzan.
"Kita mau apa Gi kesini?" tanya Papanya.
"Papa tunggu aja,Gio punya kejutan untuk Papa!" ucap Gio sembari tersenyum.
Gio menunggu Keyzan bersama Papanya di dalam mobil.Dan begitu gerbang dibuka Gio keluar daru mobil dan menyuruh Papanya buat nunggu di mobil saja.Gio nyamperin Keyzan ke sekolah.Karena semenjak Gio tahu Keyzan adalah anaknya.Gio yang jemput Keyzan pulang sekolah.
"Papa.." seru Keyzan berlari ke arah Gio.
"Anak Papa," ucap Gio memeluk Keyzan kemudian menggandengnya menuju mobil.
Papa Gio terkejut melihat Gio menggandeng seorang anak.Papa Gio melihat dengan seksama anak itu dan teringat kepada masa kecil Gio.Papanya kemudian keluar dari mobil.
"Ini siapa Gi?" tanya Papanya.
"Key,ini Kakek!Papanya Papa Gio, kasih salam ke Kakek!" suruh Gio dengan lembut.
"Gi dia?" tanya Papa Gio terkejut.
"Iya Pa,ini anaknya Gio..Jadi waktu Gio pergi,Alenka hamil 5 minggu," jawab Gio.
Papa Gio kemudian jongkok dan langsung memeluk Keyzan dan menciuminya.Papa Gio sangat senang karena akhirnya dia punya cucu.
"Kakek senang banget ketemu sama kamu sayank!" ucap Papa Gio masih memeluk erat Keyzan.
"Key,juga seneng banget ketemu sama Kakek," jawab Keyzan.
"Kalau gitu yuk pulang!" ajak Gio.
Mereka kemudian masuk ke dalam mobil.Papa Gio memangku Keyzan dengan senang.Keyzan kemudian dengan polos bercerita kepada Kakeknya.Gio tersenyum senang ketika Papanya tertawa mendengar cerita Keyzan.
"Key,mau nggak ikut Kakek ke Luar Negeri?" tanya Papa Gio.
"Luar Negeri itu mana sih Kek? Jauh nggak?" tanya Keyzan polos.
"Ya jauh kan naik pesawat," jawab Papa Gio.
"Key,nggak mau Kek,ntar Mami sedih kalau Key pergi?" ucap Keyzan.
__ADS_1
"Key,sayank sama Mami?" tanya Papa Gio.
"Sayank banget Kek,kan selama ini Key cuma tinggal sama Mami,Papa Gio kan belum kesini!" jawab Keyzan.
Papa Gio kemudian memeluk Keyzan dengan senang dan beliau berkata kalau Keyzan itu mirip banget sama waktu kecilnya Gio.
"Ini rumah siapa Pa?" tanya Keyzan begitu sampai rumahnya Gio.
"Ini rumah Kakek,Papa kamu juga tinggal disini,yuk masuk!" ajak Papa Gio.
"Rumah Papa besar banget?" tanya Keyzan.
Gio hanya tersenyum kemudian menggandeng tangan Keyzan.Tapi kemudian Papa Gio mengangkatnya dan menggendong Keyzan.
"Key jalan aja Kek ntar Kakek sakit kan Key udah gede," ucap Keyzan.Papa Gio kemudian menurunkan Keyzan.
Gio mengajak Keyzan buat masuk sementara Mama Gio marah kepada suaminya karena pergi lama banget.Papa Gio kemudian ngomong kalau dia pergi jemput cucunya,anak Gio.
"Gio punya anak?" tanya Mama Gio kaget.
"Iya,dia mirip banget sama Gio waktu kecil!" jawab Papa Gio.
"Anak dari wanita itu?" tanya Mama Gio.
"Iya,anak Gio sama Alenka!Jadi waktu Gio pergi Alenka waktu itu sedang hamil 5 minggu," jawab Papa Gio.
"Mama nggak mau Pa,sampai kapan pun Mama nggak mau ngakui dia sebagai cucu,lagian apa Papa yakin dia anaknya Gio?bisa aja dia selingkuh sama pria lain waktu Gio pergi?" tanya Mama Gio meragukan.
"Yakin Ma,dia mirip banget sama Gio waktu kecil!" jawab Papa Gio.
Tapi Mama Gio masih ngotot menolak dan marah ke suaminya.Gio kemudian masuk bersama Keyzan san melihat Mamanya marah marah.
"Itu Mamanya Papa? Neneknya Key?" tanya Keyzan.
"Iya,itu Nenek!" jawab Gio.
"Nenek.." ucap Keyzan berlari ke arah Mama Gio dan kemudian memeluknya.
Mama Gio yang dari tadi ngotot tidak mau mengakuinya menjadi luluh karena pelukan yang lembut dari Keyzan.Mama Gio kemudian jongkok dan menatap Keyzan dengan senang.Karena,melihat Keyzan dia teringat anaknya bungsunya yang sudah meninggal dan teringat masa kecil Gio.Mirip banget sama Gio.
"Ini cucu Oma? nama kamu siapa?" tanya Mama Gio dengan lembut.
"Nama aku Keyzan Oma,senang bisa ketemu sama Oma," jawab Keyzan polos.
Mama Gio melihat kepolosan Keyzan dengan senang kemudian memeluknya.Selama ini emang dia kepengen menimang cucu dan ternyata dia sudah punya cucu yang baru ketemu selama tujuh tahun.
"Mama yakin kan kalau ini anaknya Gio?" tanya Papa Gio mendekati istrinya.
"Iya Pa,mirip banget sama Gio waktu kecil! Mama nggak nyangka ternyata Mama sudah punya cucu sekarang!" jawab Mama Gio kembali memeluk dan mencium Keyzan dengan menangis.
__ADS_1
"Oma sama Kakek jangan nangis dong! ntar Key ikutan sedih," ucap Keyzan mengusap air mata Oma sama Kakeknya yang membuat mereka malah semakin menangis.
Gio melihat kejadiaan itu dengan senang dan dengan terharu sampai dia juga meneteskan air mata.