CINTA BADBOY 2

CINTA BADBOY 2
chapter 48


__ADS_3

Sepulang sekolah Keyzan diantar Papanya ke rumah Orang Tua nya.Kakek sama Omanya yang menyuruh karena kangen sama Keyzan.


"Oma..." seru Keyzan ketika masuk ke rumah dan melihat Omanya sedang nonton tivi.


"Uh cucu Oma udah pulang sekolah," ucap Mamanya Gio.


"Kakek kemana Oma?" tanya Keyzan.


"Kakek baru keluar bentar sayank" jawab Mamanya Gio.


Gio duduk bersama Mama dan anaknya.Gio ngomong kalau nanti malam rencana buat ke rumah Alenka jam 8 malam.Mamanya Gio mengiyakan dan terlihat senang.Mamanya Gio berharap dengan pertemuan ini Gio dan Alenka bisa dapat restu dari Ayahnya Alenka dan bisa tinggal bareng.


"Sin,bawain minum kesini dua!" seru Mamanya Gio.


"Pembantu baru Ma?" tanya Gio penasaran kok Mamanya nggak nyuruh Mbak Ijah.


"Iya..Mama sama Papa ketemu dia dijalan kemarin,karena kasihan Mama membawanya ke rumah dan memberikan pekerjaan,kebetulan dia juga lagi cari kerjaan," jelas Mamanya Gio.


Gio menganggukan anggukan kepalanya dan tak lama kemudian pembantu baru itu keluar dari dapur membawa minuman dan camilan.Keyzan dan Gio terkejut melihat pembantu itu.


"Mas Gio?" ucap pembantu itu yang ternyata adalah Sinta.


Gio tak kalah kaget melihat Sinta,"Sinta!" gumam Gio.


"Kalian sudah saling kenal?" tanya Mamanya Gio juga kaget.


"Dia sepupunya Erka,Ma" jawab Gio.


Sinta tersenyum kecil sambil menaruh minuman dan camilan di meja.Sinta juga kaget kalau ternyata itu adalah rumahnya Gio.


"Pa kenapa Tante tadi disini?" tanya Keyzan.


"Key kenal sama Tante tadi?" tanya Mamanya Gio.


"Key nggak kenal tapi Key pernah ketemu sama Tante itu," jawab Keyzan.


"Oh..Tante itu kerja disini sayank,bantu bantu Mbak Ijah" ucap Mamanya Gio.


Gio bingung karena pasti kalau Alenka tahu Sinta kerja di rumahnya bakalan marah.Tapi dia juga nggak bisa bantah Mamanya takutnya Mamanya malah mikir kalau Alenka itu berlebihan.


"Kenapa Gi? Kok melamun?" tanya Mamanya.


"Heh? Nggak kok Ma,Gio cuma lapar aja" jawab Gio.


"Ya udah Mama suruh Mbak Ijah buat siapin makan buat kamu sama Key juga," ucao Mamanya.


"Key lapar nggak?" tanya Gio.


"Iya Pa," jawab Keyzan.

__ADS_1


"Kalau gitu Key ganti baju dulu terus makan sama Papa!" ucap Gio.


Keyzan kemudian berlari ke kamar Papanya buat ganti baju terus kemudian ke ruang makan untuk makan bareng Papanya.


"Papa suapin ya?" tanya Gio.Dan Keyzan hanya mengangguk.


"Nanti kamu balik ke Kantor Gi?" tanya Mamanya.


"Iya Ma,kenapa?" tanya Gio sembari menyuapi Keyzan.


"Mama mau ajak kamu beli sesuatu buat oleh oleh untuk Orang Tua nya Alenka nanti malam!" jawab Mamanya.


"Boleh juga Ma,nanti habis makan,Gio anterin Mama!" ucap Gio.


"Tadi katanya mau balik ke Kantor?" tanya Mamanya.


"Nggak jadi Ma..Gio anterin Mama aja!" jawab Gio masih menyuapi anaknya.


"Key ikut Pa!" seru Keyzan.


"Nggak usah kamu di rumah aja!" jawab Gio menggoda anaknya.


"Nggak mau! Pokoknya Key mau ikut! Kalau nggak boleh ikut Key marah sama Papa" ucap Keyzan sewot.


Gio dan Mamanya tersenyum melihat Keyzan yag sedang ngambek.Mamanya Gio kemudian memeluk Keyzan dengan lembut.


"Iya kamu boleh ikut dong sayank!" ucap Mamanya Gio.


"Kalau nggak temenan sama Papa nggak boleh ikut!" ucap Gio.


"Tuh Oma,Papa gitu!" rajuk Keyzan.


"Udah sayank jangan dengerin Papa kamu! Nanti Oma jewer telinga Papa kamu biar tahu rasa!" jawab Mamanya Gio menghibur Keyzan.


Gio tersenyum melihat anaknya merajuk kemudian memeluknya dan ngomong kalau dia tadi cuma bercanda.


"Key kan anak Papa,ya pasti boleh ikut dong kemana Papa pergi" ucap Gio yang membuat Keyzan tersenyum senang.


Mamanya Gio melihat dengan tersenyum senang pula.Sinta mengintip dari jauh merasa sedikit iri melihat kedekatan Gio bersama anaknya.


"Andai aja Papa dari anak anak aku kayak Mas Gio,pasti aku bahagia banget" gumamnya dalam hati.


****


Malam harinya Orang Tua nya Gio datang ke rumah Orang Tua Alenka.Alenka dan Orang Tua nya beserta keluarganya sudah menunggu dengan senang kecuali Ayahnya Alenka.Dia sebenarnya nggak mau menerima kedatangan Orang Tua nya Gio tapi karena dipaksa jadi Ayahnya Alenka bersedia.


"Ini Mamanya Gio?" tanya Ibunya Alenka.


"Iya Bu,saya Mamanya Gio" jawab Mamanya Gio kemudian cipika cipiki sama Ibunya Alenka.

__ADS_1


"Senang bisa bertemu sama Orang Tua nya Gio," ucap Ibunya Alenka kemudian mempersilahkan Orang Tua Gio buat masuk ke dalam.


"Ini Kakak Kakaknya Alenka?" tanya Mamanya Gio.


"Iya,ini Refi sama Refan," jawab Ibunya Alenka.


"Oh ini menantunya Mbak Ijah?" tanya Mamanya Gio lagi.


"Iya Tante," jawab Refan.


Tak lama kemudian Alenka dan Ana keluar dari dapur membawa minuman buat mereka semua.Ana menyapa Orang Tua nya Gio begitu juga Alenka menyalami kedua mertuanya.


"Kedatangan kami kesini untuk silahturahmi karena kita kan sudah lama menjadi keluarga dan juga ingin melamar Alenka secara resmi..Dulu kan kami belum sempat melamar dia jadi sekarang saya selaku Papanya Gio mau melamar Alenka dan memintanya untuk tinggal bareng sama dengan kami dan Gio!" ucap Papanya Gio.


"Saya juga meminta maaf karena dulu pernah memisahkan Gio sama Alenka,saya benar benar minta maaf! Karena,waktu itu saya terlalu egois nggak mau mengerti perasaan anak saya..Saya mengira apa yang menurut saya baik itu juga baik buat dia,tapi ternyata saya salah," sahut Mamanya Gio dengan sedih.


"Yang berlalu biarkanlah berlalu,sekarang kita ini keluarga sudah sepantasnya saling memaafkan! Kalau untuk tinggal bersama biar anak anak kita aja yang memutuskan sendiri gimana baiknya buat mereka," jawab Ibunya Alenka.


Ayahnya Alenka hanya terdiam tanpa bersuara dan dengan wajah yang dingin.Tapi Mama dan Papanya Gio memaklumi sikap itu.Karena,mungkin Ayahnya Alenka masih sakit hati atas apa yang menimpa anaknya.


Sedangkan Ibunya Alenka bersikap begitu hangat dan juga mengajak Orang Tua Gio buat makan malam bareng.


"Kok malah repot repot sih Bu?" tanya Mamanya Gio.


"Nggak Kok Ma,ini yang masak juga Ana sama Alenka!" jawab Ibunya Alenka.


Setelah selesai makan malam,Orang Tua Gio berpamitan karena sudah malam juga.Alenka mengantar mertuanya sampai ke mobil dan meminta maaf atas sikap Ayahnya.


"Iya Mama tahu kok Ayah kamu masih marah,dan itu wajar sih menurut Mama karena Mama udah keterlaluan dulu," ucap Mamanya Gio.


Alenka memeluk mertuanya,"Mama jangan sedih lagi,Alenka yakin Ayah cuma butuh waktu kok," ucap Alenka.


Mamanya Gio tersenyum kemudian mengecup kening Alenka dengan lembut.


"Mama sama Papa pulang dulu ya?" pamit Mama mertuanya.


"Iya Ma" jawab Alenka.


Keyzan kemudian juga pamit mau ikut mengantar Kakek sama Omanya.Gio kemudian juga mendekat ke Alenka,"Aku anter Mama sama Papa dulu ya? Nanti aku kesini lagi!" ucap Gio.


"Iya!" jawab Alenka sembari tersenyum.Gio tersenyum kemudian mencium kening Alenka.


Sepeninggal Gio dan Orang Tua nya,Alenka kembali masuk ke dalam buat membantu Ana cuci piring.Di kamar,Ibu dan Ayah Alenka sedang berdebat sengit.


Ibu Alenka ingin Ayahnya Alenka melupakan apa yang terjadi karena sekarang pun Alenka juga sudah mau menerima Gio lagi.Tapi Ayahnya Alenka bersikeras supaya Alenka bercerai sama Gio.


"Kenapa Ayah bersikeras mau Alenka dan Gio cerai? Apa ada hubungannya dengan perbincangan Ayah dan Alex beberapa waktu lalu?" tanya Ibunya Alenka.


"Menurut Ayah,Alenka lebih cocok sama Alex! Ibu ingat? waktu Gio pergi? Alex yang ada buat Alenka dan Keyzan,Alex bahkan mau menerima Alenka meskipun tahu kalau Alenka itu udah punya anak!" ucap Ayahnya Alenka.

__ADS_1


"Tapi Alenka nggak cinta sama Alex Yah! Alenka cintanya sama Gio!" sahut Alenka yang mendengar perdebatan Ayah dan Ibunya.


__ADS_2