
Operasi Ayahnya Alenka dinyatakan berhasil tapi Ayahnya Alenka masih belum sadarkan diri.Refan menyuruh Ibu dan Adiknya untuk pulang ke rumah.
"Ibu mau disini aja temenin Ayah," jawab Ibunya Alenka.
"Alenka juga mau disini aja!" sahut Alenka yang belum mau pulang dari Rumah Sakit.
Gio dan Refan hanya bisa mengalah atas kemauan Alenka dan Ibunya yang masih bersikeras buat tinggal di Rumah Sakit.Sementara Refi dan Bryan pulang ke rumah bersama Ana.Sedangkan Refan dan Gio masih tetap tinggal buat menemani Alenka.
"Ibuk tidur aja dulu! Biar Refan yang nunggu Ayah sampai sadar,nanti Refan bangunin Ibuk kalau Ayah sudah sadar!" suruh Refan ketika melihat Ibunya yang sudah terlihat lelah.
"Iya," jawab Ibunya Alenka kemudian merebahkan tubuh rentanya dan tertidur.
"Abang mau cari kopi dulu! Lo mau dibawain sekalian nggak Gi?" pamit Refan.
"Boleh Bang tapi jangan manis manis ya Bang! Yang manis biar Alenka aja," ucap Gio ngelawak.
"Palyboy mulutnya manis banget!" sahut Alenka memukul lengan Gio pelan.
Sedangkan Refan hanya tertawa kecil melihat gombalan Gio ke Adiknya.Setelah itu,dia keluar buat cari kopi serta makanan buat Adik dan Ibunya.
Alenka yang sebenarnya sudah merasakan lelah karena mengurus kebutuhan buat operasi Ayahnya,menyenderkan kepalanya dipundak suaminya.
"Capek ya?" tanya Gio pelan.
Alenka mengangguk pelan,"Aku takut Gi" ucap Alenka.
"Takut apa? Aku kan ada disini?" tanya Gio sambil mengelus rambut istrinya.
"Takut kalau Ayah nggak bangun lagi!" lirih Alenka.
Gio memegang kedua lengan Alenka dan menatapnya dengan lembut."Jangan punya pikiran yang aneh aneh! Ayah pasti sembuh! Kamu dengerkan tadi Dokter bilang kalau operasinya berhasil? Hanya tinggal nunggu Ayah sadar aja!" ucap Gio menenangkan Alenka.
Alenka tersenyum senang kemudian memeluk Gio dengan erat.Dia bersyukur,saat dia merasa down karena keadaan Ayahnya ada Gio yang menemani dan juga menghiburnya.
"Oh iya Gi,aku ngerasa aneh deh" ucap Alenka melepaskan pelukannya.
"Aneh kenapa?" tanya Gio.
"Masa tadi aku kan mau bayar biaya buat operasi Ayah tapi uang tabungan aku dan uang tabungan Bang Refan kan nggak cukup,terus pas kita lagi panik paniknya buat cari cara supaya bisa bayar biaya operasi Ayah tiba tiba Dokter bilang kalau biaya operasi Ayah udah dibayar,makanya Ayah bisa segera dioperasi..Kan aneh padahal aku sama Bang Refan belum bayar sepeserpun," terang Alenka.
__ADS_1
"Wuih baik banget tuh orang," ucap Gio.
"Makanya itu,orang itu pasti baik banget..Kalau aku tahu siapa orang itu,aku pasti akan berterimakasih banget dan nggak akan pernah melupakan kebaikan dia,dan kalau bisa aku akan balas kebaikan dia suatu saat nanti," ucap Alenka.
"Kenapa nggak kamu tanya aja ke bagian administrasi?" ucap Gio memberi ide.
"Oh iya kenapa aku nggak kepikiran ya?" ucap Alenka menepuk jidatnya.
Tapi Gio nggak menjawab hanya tersenyum kecil membuat Alenka curiga kalau ternyata yang bayar biaya operasi Ayahnya adalah Gio.Alenka kemudian berdiri dan bergegas menuju bagian administrasi.
"Ntar kalau udah tahu jangan lupa janji kamu!" seru Gio sambil tersenyum.
Tak butuh waktu lama Alenka kembali dan duduk disamping Gio dengan manyun.
"Kenapa kok manyun?" tanya Gio.
Alenka nggak menjawab tapi kemudian malah menghela nafas lalu menatap Gio dengan tajam membuat Gio jadi gugup.
"Kenapa kok lihatinnya gitu banget?" tanya Gio takut.
"Kamu keterlaluan ya Gi! Kamu kan yang bayarin biaya operasinya Ayah?" tanya Alenka sambil memukul paha Gio.
"Emang bagian administrasinya bilang kalau yang bayar aku?" tanya Gio balik.
"Kenapa nangis?" tanya Gio pelan.
"Aku nggak tahu lagi kalau kamu nggak bayarin biaya untuk operasi Ayah,aku nggak tahu apa Ayah sekarang masih bisa tertolong?" ucap Alenka dengan tersedu.
"Hust..Jangan ngomong gitu! Kita nggak tahu umur seseorang!" ujar Gio.
"Makasih karena kamu udah bantuin aku dan keluarga aku..Aku janji bakal kembaliin uang kamu!" ucap Alenka.
"Nggak perlu dikembaliin! Kamu istri aku,yang berbaring disana itu Ayah mertua aku! Sudah seharusnya aku lakuin ini! Kalau kamu mau balas,balaslah dengan terus bersama aku dan mencintai aku selamanya apapun yang terjadi!" ucap Gio yang membuat Alenka terharu dan makin menangis dalam pelukan Gio.
"Aku cinta sama kamu! Apapun akan aku lakukan supaya bisa membuat kamu tersenyum!" ucap Gio mencium puncak kepala Alenka.
Alenka bertanya kok Gio bisa tahu kalau Ayahnya dirawat.Gio menjawab kalau dia dikasih tahu sama Papa dan Mamanya yang tadi pagi dari rumah Alenka.
"Papa tadi juga disini tapi nggak tahu sekarang kemana?" ucap Gio.
__ADS_1
****
Setelah sadar dan dirawat beberapa hari akhirnya keadaannya membaik dan boleh dibawa pulang.Selama Ayahnya dirawat,Mama dan Papanya Gio juga datang buat membezuk tapi sikap Ayahnya Alenka masih agak dingin.
"Gi,saya mau ngomong bentar berdua sama kamu!" ucap Ayahnya Alenka kemudian masuk ke kamar dan disusul oleh Gio.
"Kakek sama Papa ngomongin apa ya Mi?" tanya Keyzan ingin tahu.
"Mami juga nggak tahu! Udah yuk main lagi nggak usah kepo!" jawab Alenka.
Sementara di kamarnya Ayahnya Alenka....
"Apa kamu yang bayar biaya operasi saya?" tanya Ayahnya Alenka.
"Iya Yah" jawab Gio.
Ayahnya Alenka kemudian mengambil sesuatu dan memberikan kepada Gio.Gio bingung kenapa Ayah mertuanya memberi dia sertifikat rumahnya.
"Ini buat apa Yah?" tanya Gio bingung.
"Saya akan membayar biaya yang sudah kamu kasih dengan cara menyicil dan ini sebagai jaminannya!" jawab Ayahnya Alenka.
"Gio nggak mau Yah! Gio ikhlas bayar biaya operasi Ayah,karena Ayah itu adalah Ayahnya Alenka wanita yang Gio cintai dan yang adalah istrinya Gio! Jadi Ayah nggak perlu kembaliin! Anggap saja sebagai mahar Gio dulu karena dulu Gio nggak bisa kasih mahar apa apa ke Alenka! Dan simpan saja sertifikat ini Yah! Gio ikhlas beneran!" ucap Gio.
"Kenapa kamu lakuin ini? Padahal kamu tahu kalau saya nggak suka sama kamu,dan bahkan saya ingin kamu bercerai sama Alenka?" tanya Ayahnya Alenka.
"Karena Gio cinta sama Alenka! Apapun yang bikin Alenka dan Key tersenyum dan bahagia akan Gio lakuin meski harus ngorbanin nyawa sekalipun!" jawab Gio dengan tegas.
Ayahnya Alenka nggak mampu buat berkata kata melihat betapa kokohnya cinta Gio dan Alenka.Gio kemudian keluar dari kamar Ayahnya Alenka dan menyuruh Ayah mertuanya buat banyak istirahat.
"Ayah ngomong apa?" tanya Ibunya Alenka.
"Nggak ngomong apa apa kok Buk..Cuma nanya apa Gio cinta sama Alenka?" jawab Gio.
"Terus kamu jawab apa?" sahut Alenka.
"Aku jawab enggak!" jawab Gio yang bikin Alenka cemberut.
Gio tersenyum melihat ekspresi cemberut Alenka,"Enggak bisa berhenti buat mencintai kamu!" ucap Gio yang membuat Alenka tersenyum senang begitu pula Ibunya Alenka tersenyum senang melihat Gio yang begitu mencintai putri bungsunya.
__ADS_1
Gio kemudian pamit buat pulang.Tapi lagi lagi harus melihat drama dari anaknya yang nggak mau ditinggal.Tapi setelah dibujuk agak lama akhirnya Keyzan mau ditinggal pulang sama Papanya.
Keyzan dan Alenka emang sengaja menginap di rumah Orang Tua nya karena mau menemani Ibunya yang masih harus merawat Ayahnya yang belum benar benar sehat.