CINTA BADBOY 2

CINTA BADBOY 2
chapter 58


__ADS_3

Mamanya Gio kepo dengan kado yang Alenka kasih buat Gio.Karena,kado itu membuat Gio menangis tersedu.Dengan masih menangis Gio memeluk dan menciumi istrinya.


"Isi kadonya apa sih Gi?" tanya Mamanya penasaran.


Dengan semangat Mamanya Gio mengambil kotak lecil itu dan melihat isi di dalamnya.Mamanya Gio juga menangis karena bahagia dia langsung memeluk Papanya Gio dengan senang.


"Ini serius?" tanya Papanya Gio juga kagef.


"Iya Pa,tadi Alenka sudah ke Dokter juga dan hasilnya juga positif..Alenka hamil" jawab Alenka dengan senang.


"Mami hamil?" tanya Keyzan juga terlihat senang ketika tahu kalau Maminya hamil.


Alenka berjongkok di depan Keyzan "Iya sayank! Key mau punya Adik," jawabnya.


"Asyik! Key mau punya Adik!" seru Keyzan kegirangan.


Alenka kembali berdiri berhadapan dengan Gio.Senyuman mengembang dibibir Gio,air mata nya sesekali menetes.Alenka mendekat dan mengusap air mata Gio dengan tangannya.


"Selamat tambah umur sayank! Selalu jadi suami yang terbaik,Papa yang terbaik,selalu jadi lelakiku yang akan terus mencintai aku!" ucap Alenka.


Tanpa menjawab,Gio langsung memeluk istrinya.Isak tangis masih terdengar dari Gio.Kecupan manis mendarat di kening Alenka sampai ke bibir Alenka.Tanpa ragu dan peduli orang di sekitarnya Gio mencium bibir Alenka dengan sangat lama.


"Mulai besok resign! Kamu nggak aku izinin buat kerja! Kamu harus di rumah,jaga calon anak kita baik baik!" pinta Gio sembari mengelus perut Alenka.


"Tapi Gi?-"


"Nggak ada tapi tapian!" tegas Gio.


Alenka hanya menganggukan kepalanya pelan.Gio tahu kalau Alenka belum bisa ninggalin kariernya,akhirnya dengan terus menatap Alenka.Gio mendekat dan mencium kening Alenka dengan lembut.


"Aku nggak mau kamu dan calon anak kita kenapa kenapa!" lirih Gio.


Mama dan Papanya Gio membenarkan ucapan Gio dan menyuruh Alenka untuk fokus menjaga calon anak mereka.


Setelah Ayahnya Alenka menyetujui hubungan Gio dan Alenka lagi.Bukan sekali dua kali Gio minta izin ke Orang Tua nya untuk membeli rumah dan tinggal bersama anak dan istrinya.


"Nggak usah Gi! Kamu tetap tinggal di rumah ini,biar rumah ini nggak sepi! Juga kalau Mama sama Papa pulang kan bisa kumpul kumpul kayak gini!" itu yang selalu Mamanya Gio ucapkan.

__ADS_1


Keesokan paginya Gio mengajak semua keluarganya termasuk keluarganya Alenka untuk berlibur.Karena,kebetulan juga ulang tahunnya,Gio menraktir mereka semua.


"Nek,Key mau punya Adik dong!" pamer Keyzan ke Neneknya.


"Oh ya?" tanya Ibunya Alenka senang.Keyzan menganggukan kepalanya.


"Kamu hamil lagi Dek?" tanya Refan.


"Iya Bang!" jawab Alenka tersenyum.


"Ana juga hamil 2 bulan," ucap Refan.


"Oh ya?" tanya Alenka menatap Ana dan Ana mengangguk pelan."Selamat ya Bang! Selamat ya Mbak!" lanjut Alenka memeluk Kakak Iparnya.


Ucapan selamat juga datang dari Sinta kepada Gio.Meskipun Sinta masih sangat memuja Gio,tapi sebagai seorang pekerja dia juga mau memberi ucapan selamat untuk majikannya.


"Makasih ya?" jawab Gio tersenyum ke arah Sinta yang duduk di sebelahnya.


"Iya Mas,sama sama!" ucap Sinta.


Meskipun begitu,Alenka tidak mau menunjukan rasa cemburunya karena disisi lain dia juga kasihan akan kehidupan anak anaknya Sinta.Keadaan seperti itu Mamanya Gio yang paham kalau Alenka sebenarnya cemburu ketika melihat Gio bersama Sinta.Dan tentunya juga Gio sendiri yang sangat paham dengan sikap istrinya.


Gio bukannya nggak pernah menghindar ketika suatu keadaan dia dan Sinta berdekatan.Tapi menghindarpun pasti akan ada situasi yang lain,mengingat Sinta bekerja di rumahnya.


"Jangan terlalu dipikirin ya Al! Mama yakin kok kalau Gio cuma cinta sama kamu! Dia nggak akan berani macam macam!" ucap Mamanya Gio membuyarkan lamunan Alenka.


"Iya Ma!" jawab Alenka dengan tersenyum dan kembali bersendau gurau bersama keluarganya.


Tak lama kemudian,sepasang tangan melingkar diperut Alenka.Ya,Gio memeluk istrinya dari belakang.Dengan tersenyum,Alenka menoleh dan dengan cepat pula Gio mencium pipinya.


"Gi,Mama mau ngomong sebentar!" pinta Mamanya Gio.


"Bentar ya Yank?" pamit Gio.Dan Alenka mengangguk sambil tersenyum.


Memilih untuk menjauh dari rombongan,Mamanya Gio mengingatkan supaya Gio nggak terlalu dekat sama wanita lain termasuk Sinta.


"Jaga perasaan istri kamu!" ucap Mamanya Gio.

__ADS_1


"Apa Alenka ngomong ke Mama kalau dia cemburu?" tanya Gio.


"Alenka emang nggak ngomong ke Mama,tapi Mama tahu perasaannya..Apalagi Sinta juga suka sama kamu!" ucap Mamanya Gio.


Seketika Gio langsung menatap Mamanya.Gio mengira kalau Mamanya tahu karena dikasih tahu sama Alenka.


"Nggak! Alenka bahkan nggak ngomong apa apa! Mama tahu dari sikap Sinta ke kamu,dari pandangan Sinta ke kamu,dari cara ngomongnya dia ke kamu..Mama tahu kalau dia suka sama kamu!" jelas Mamanya Gio.


"Emang benar Ma..Gio bukannya GR tapi sikap Sinta ke Gio itu emang agak gimana gitu,apalagi dulu Sinta juga pernah menawarkan diri buat jadi selingkuhannya Gio.." jawab Gio.


"Ha?" Mamanya kaget mendengar penjelasan Gio.


"Alenka juga tahu itu..Tapi mau gimana Ma? Gio kasihan sama anak anaknya Sinta kalau dia kita pecat..Mungkin itu juga yang menjadi pertimbangan Alenka untuk mengesampingkan rasa cemburunya..Karena Alenka tahu betul gimana rasanya menghidupi anak seorang diri tanpa suami!" jelas Gio.


"Kalau kamu tahu Alenka cemburu kamu dekat sama Sinta..Ya mulai sekarang kamu jangan terlalu dekat dong sama Sinta! Kemarin Alenka bisa menahan rasa cemburunya,tapi sekarang kan dia lagi hamil,kamu harus jaga perasaannya supaya dia merasa senang terus dengan begitu bayi kamu yang ada di kandungannya pun akan selalu sehat!" ucap Mamanya Gio.


"Iya Ma..Dulu waktu Alenka hamil Keyzan,Gio kan ada jadi dia harus berjuang sendirian buat menjaga dan merawat Keyzan..Tapi sekarang Gio akan selalu siaga dan berjuang bersama agar anak kami lahir dengan selamat dan sehat!" jawab Gio mengembangkan senyum di bibirnya sambil terus memandangi istrinya.


Anak dan Mama itu pun kembali bergabung dengan rombongan.Mamanya Gio dan Ibunya Alenka terlihat begitu akrab.Juga dengan Mbak Ijah yang juga adalah Besannya.Ayahnya Alenka juga sudah mulai terlihat dekat dengan Papanya Gio.


Sementara Refan dan Gio terlihat begitu memanjakan istri istri mereka yang sedang hamil.Refan dan Gio melarang istri istri mereka untuk melakukan aktifitas sebaliknya Refan dan Gio melayani apa yang mereka mau.


"Kamu nggak mau hamil juga kayak mereka?" tanya Bryan ke Refi.


"Apaan sih Pa? Satu aja cukup!" jawab Refi yang masih trauma dengan kelahiran Raymon.Karena,waktu itu dia hampir kehilangan nyawa karena pendarahan hebat.


"Amon kan juga udah besar Yank?" ucap Bryan sambil mencium pipinya Refi.


"Ish genit!" ucap Refi mencubit pinggang Bryan.


Tapi,yang sangat disayangkan diantara kebahagiaan itu tak terlihat Gino ada bersama mereka.Betul,Gino dan Sisil masih bulan madu dan juga Gino mempersiapkan diri untuk belajar bisnis di Belanda.


#Mohon maaf para Readers,kalau nggak bisa up banyak🙏.Karena,situasi yang sedang genting akhir akhir ini di negara kita,mengharuskan anak anak harus belajar di rumah.Dan membuat pekerjaan tambah banyak karena harus menjadi guru buat anak saya yang masih TK.Jadi,harap dimaklumi jika sehari hanya up 1 atau 2 episode.


Semoga wabah ini akan segera berakhir dan kita bisa aktifitas seperti biasa.


Semoga kita selalu dalam lindunganNya..Aamiin 🙏🤲

__ADS_1


__ADS_2