
Gino akhirnya menikah dengan Sisil juga.Sisil berjanji untuk tidak melarang Gino dekat dengan Keyzan dan Alenka.Sebagai menantu keluarga itu juga,Alenka turun tangan sendiri untuk mempersiapkan pesta pernikahan Gino dengan Sisil.
Mungkin karena kelelahan karena ikut mengurus pernikahan Gino beberapa hati lalu,Alenka jadi sakit.Pagi itu Gio membangunkan istrinya yang tumben sudah siang masih tidur.
"Ya ampun kok panas banget?" ucap Gio ketika menyentuh kening Alenka.
Gio yang panik kemudian menelepon Dokter keluarga Rajendra untuk memeriksa istrinya.Papanya Gio terkejut ketika Dokter keluarganya tiba tiba datang.
"Kok kesini? Siapa yang sakit?" tanya Papanya Gio.
"Ditelepon Gio tadi,katanya istrinya sakit!" jawab Dokter itu.
"Alenka sakit?" tanya Papanya Gio panik.
"Iya,aku ke atas dulu mau periksa dulu!" jawab Dojter itu.
Papanya Gio yang panik kemudian berseru memanggil istrinya yang sedang mendandani cucunya yang akan berangkat ke sekolah.
"Kenapa sih Pa? kok teriak teriak?" tanya Mamanya Gio keluar dari kamar bersama Keyzan.
"Tadi Gunawan kesini,katanya Alenka sakit!" ucap Papanya Gio.
"Mami sakit?" tanya Keyzan yang juga panik kemudian berlari ke kamar Papa dan Maminya.Dan disusul oleh Papa dan Mamanya Gio.
Keyzan masuk ke kamar dan melihat Maminya yang masih terbaring lemas sedang diperiksa oleh Dokter keluarga.Keyzan mendekati Maminya karena Alenka melambaikan tangan ke arahnya.
"Mami sakit apa?" tanya Keyzan sedih.
"Mami cuma kecapekan aja kok!" jawab Alenka pelan karena tubuhnya masih lemas.
"Gimana Gun?" tanya Mamanya Gio.
"Cuma kecapekan doang..Aku sudah kasih infus pasti akan segera pulih!" jawab Dokter.
Alenka dan Gio berterimakasih kepada Dokter keluarga itu.Papanya Gio kemudian keluar dari kamar dan mengobrol dengan Dokter keluarganya yang juga adalah sahabatnya sewaktu masih sekolah dulu.
"Gio udah lama nikahnya?" tanya Dokter Gunawan.
"Ya,sekitar 9 tahun yang lalu,," jawab Papanya Gio.
"Kok nggak dirayain kayak pernikahan Gino kemarin?" tanya Dokter Gunawan lagi.
Papanya Gio tersenyum kecut tapi setelah menghela nafas panjang dia bercerita tentang istrinya yang sempat menentang pernikahan Gio.
__ADS_1
"Tapi aku lihat,Gio itu emang cinta banget sama istrinya..Aku bisa lihat dari sikap dia tadi yang khawatir banget karena istrinya sakit" ucap Dokter Gunawan.
"Karena itu juga Sarah akhirnya luluh dan bisa menerima Alenka sebagai menantu" kata Papanya Gio.
Sementara di kamar,Gio yang khawatir dengan keadaan Alenka memutuskan untuk tidak ke Kantor.Dia mau menemani istrinya dan merawatnya.
"Papa antar ke sekolah dulu yuk Key! Nanti kamu terlambat!" ucap Gio.
Tapi Mamanya Gio menawarkan diri untuk mengantar Keyzan ke sekolah supaya Gio bisa menemani Alenka dan merawatnya.Keyzan kemudian berpamitan kepada Papa dan Maminya.
"Kek,Key mau berangkat sekolah dulu!" pamit Keyzan ketika Kakeknya masih bercengkerama dengan Dokter Gunawan.
Keyzan kemudian mencium tangan Kakeknya dan Dokter Gunawan membuat Dokter Gunawan itu tersenyum senang melihat kepolosan Keyzan.
"Mirip waktunya Gio ya?" ucap Dokter Gunawan.
"Iyalah orang anaknya!" sahut Mamanya Gio.
"Kamu kelas berapa?" tanya Dokter itu.
"Kelas 2 Kakek Dokter!" jawab Keyzan polos.
Setelah selesai bertanya Dokter itu pun pamit.Sementara Papa dan Mamanya Gio mengantar Keyzan ke sekolah bersama.
"Kamu sudah sarapan?" tanya Alenka pelan.
"Belum,kamu udah lapar? Mau makan?" tanya Gio.
Alenka mengangguk pelan "Iya,makan sama kamu sekalian ya?" ucap Alenka.
"Aku ambilin dulu ya?" kata Gio kemudian melesat ke dapur untuk mengambil makanan buat Alenka.
"Non Alenka sakit apa Mas?" tanya Mbak Ijah.
"Cuma kecapekan Mbak!" jawab Gio masih sibuk ambil makan buat Alenka.
Gio yang masih panik kemudian melesat ke kamarnya dengan membawa makanan.Gio dengan lembut menyuapi Alenka dan juga memasukan makanannya ke dalam mulutnya sendiri.
"Lagi sayank!" suruh Gio ketika Alenka sudah nggak mau membuka mulutnya saat Gio mengarahkan sendok ke mulutnya.
"Udah kenyang," jawab Alenka.
"Apaan cuma 2 suapan udah kenyang" ucap Gio sewot.
__ADS_1
"Kamu aja yang makan,aku mual setiap kali makanan masuk ke mulut!" jawab Alenka.
Gio akhirnya memakan sendiri makanan itu.Setelah dia selesai makan dia memberikan obat buat Alenka.
"Makasih ya sayank? Kamu udah mau rawat aku saat aku sakit?" ucap Alenka.
Gio yang masih memijit tangan Alenka,menatap Alenka dengan lekat "Udah kewajiban aku," ucapnya sembari tersenyum.
"Aku cinta sama kamu!" ucap Alenka.
Gio tersenyum kemudian dengan satu tangan memegang pipi Alenka dan berkata kalau dia juga cinta sama Alenka.Bersamaan dengan itu Sinta masuk ke kamar dan melihat Gio yang sedang memijit Alenka.Dia ke kamar Gio karena disuruh Mbak Ijah buat bawain buah untuk Alenka.
"Makasih ya Sin?" ucap Alenka.
Sinta hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya kemudian menaruh buah buahan itu di atas meja.Lalu setelah itu dia keluar dari kamar dengan hati yang kecewa.
"Beruntung banget kamu Mbak,punya suami yang begitu sayang sama kamu!" gumam Sinta dalam hati sambil melirik ke arah Alenka.
Sudah lewat 2 jam Gio masih aja memijit tangan dan kakinya Alenka.Dia nggak mau pergi kemana mana hanya mau terus di dekat Alenka.Bahkan saat Alenka sudah kembali terlelap,Gio masih aja terduduk di samping Alenka.Juga terus mengelus rambut Alenka dengan lembut dan menciumi tangan Alenka.
"Alenka sudah sarapan?" tanya Mamanya Gio yang baru pulang dari mengantar Keyzan ke sekolah.
"Sudah Ma tapi cuma dua suapan doang..Katanya kalau makan malah mual," ucap Gio.
"Kalau kamu mau ke Kantor ya ke Kantor aja! Biat Mama yang jagain Alenka!" ucap Mamanya Gio.
"Nggak Ma! Gio mau jagain Alenka sampai dia sembuh.." jawab Gio.
Mamanya Gio hanya tersenyum melihat anaknya yang begitu mencintai istrinya.Mamanya Gio kemudian duduk di sofa yang ada di kamarnya Gio.Menemani Gio mengobrol supaya Gio nggak jenuh.
Tak lama kemudian giliran Papanya Gio yang masuk ke kamar dan ikutan ngobrol sambil nungguin Alenka yang masih tertidur.
"Gi,Papa sama Mama kan udah tua,udah nggak bisa ngurus Perusahaan sendiri..Papa berencana meminta Gino buat belajar bisnis dan gabung di Perusahaan Papa supaya kelak kalau Papa udah semakin tua,Gino bisa menggantikan Papa!" ucap Papanya Gio.
"Iya nggak apa apa Pa! Kak Gino kan sekarang juga sudah punya istri sudah punya kewajiban buat nafkahin istrinya juga," jawab Gio.
"Meskipun nanti Gino yang bakal gantiin posisi Papa tapi kamu akan tetap Papa kasih bagian saham di Perusahaan Papa!" jelas Papanya Gio.
"Nggak usah khawatirin tentang Gio..Papa tahu sendiri kan Gio sudah punya usaha sendiri,dan itu sudah cukup untuk membiayai kehidupan anak dan istrinya Gio," jawab Gio.
"Tapi nak,kamu kan juga anak Mama sama Papa..Kadi kamu juga punya hak di Perusahaan Papa..Mama sama Papa minta maaf,karena selama ini terlalu sibuk dengan bisnis sampai kami lupa kalau kami punya anak yang butuh perhatian kami..Maafin Mama sama Papa ya nak?" sahut Mamanya Gio sedih.
Gio mendekat ke Mama dan Papanya kemudian memeluk mereka berdua.Gio nggak mempermasalahkan itu semua yang terpenting bagi Gio adalah Mama dan Papanya merestui hubungan dia dengan Alenka.
__ADS_1
"Karena dialah,selama Mama dan Papa di Luar Negeri Gio nggak merasakan kesepian lagi.." ucap Gio sambil menoleh ke istrinya yang masih terlelap.