CINTA BADBOY 2

CINTA BADBOY 2
chapter 61


__ADS_3

Sudah lewat beberapa bulan,Alenka sudah mulai membaik.Fase ngidam itu sudah mulai berkurang.Gio merasa senang karena selama kehamilan kedua ini dia bisa menemani Alenka.


"Kamu nggak ke Kantor?" tanya Alenka ketika Gio masih belum ganti baju.


"Ke Kantor nanti nanti aja yank," jawab Gio merebahkan tubuhnya disamping Alenka.


Alenk mengangguk anggukan kepalanya,kemudian bertanya lagi apa Gio nggak anterin Keyzan ke sekolah.Gio dengan tersenyum menjawab kalau Keyzan diantar sama Oma dan Kakeknya.


"Aku mau mandi dulu." pamit Alenka kemudian berdiri.


Gio memicingkan matanya dan tersenyum jahil.Dia menyusul Alenka ke kamae mandi dengan alasan ingin membantu Alenka mandi.Terdengar teriak Alenka dari kamar mandi.


"Gio!" bentak Alenka.


"Ketika sih sayank?" tanya Gio dengan tersenyum nakal.


Alenka membulatkan matanya malah membuat Gio tertawa.Gio dengan lembut mengarahkan tangannya ke perut istrinya.Sambil tersenyum dia mencium perut Alenka dengan sangat lembut.Gio melebarkan senyumnya ketika merasakan gerakan kecil dalam perut Alenka.


"Ih,Adik tahu ya kalau ini Papa? Adik cepet gede ya? Papa udah nggak sabar pengen gendong Adik!" ucap Gio didepan perut Alenka lalu mencium perut Alenka.


Alenka tersenyum senang melihat suaminya yang berinteraksi dengan calon anak kedua mereka.Dengan mengelus rambut Gio yang jongkok di depannya.Alenka berkata kalau dia bahagia banget karena dulu sewaktu hamil Keyzan,nggak ada yang mengelus atau mencium perutnya dengan lembut.


"Sudah ayo pakai baju!" ucap Alenka mendorong Gio yang mulai kembali nakal.


"Nggak mau!" jawab Gio memeluk Alenka dengan erat.


"Gi,aku kepengen makan nasi goreng yang pedes banget!" ucap Alenka.


"Iya abis ini kita keluar belii nasi goreng!" jawab Gio masih menciumi Alenka.


"Siapa bilang aku mau beli?" tanya Alenka.


"Terus?" tanya balik Gio menghentikan tindakannya.

__ADS_1


"Aku maunya dibikinin sama kamu!" jawab Alenka tersenyum dn menaikturunkan alisnya.


Gio menatap Alenka denga tajam tapi akhirnya luluh juga ketika Alenka mengeluarkan jurus andalannya yaitu jurus pura pura sedih.Alenka paham banget kalau suaminya nggak akan pernah bisa nolak permintaannya ketika dia merasa sedih.


"Aku cinta sama kamu!" ucap Alenka mencium pipi Gio.


Mereka berdua kemudian memakai baju dan turun ke dapur.Tapi Gio menyuruh Alenka untuk menunggu di ruang tamu aja sembari menonton tivi.Gio merasa bingung ketika memasak karena itu pertama kalinya dia memasak.Tiba tiba Sinta muncul dan menawarkan diri untuk menggantikan tugas Gio.


"Nggak usah Sin. Aku kerjain sendiri aja! Ini kan yang minta calon anak aku. Aku nggak mau kecewain dia." jawab Gio yang langsung membuat Sinta kecewa tapi masih berusaha tersenyum untuk menyembunyikan kekecewaannya.


Sinta kemudian mengarahkan apa apa aja yang perlu Gio lakukan.Tapi tiba tiba Alenka muncul karena nggak sabar menikmati makanan buatan suaminya.


"Belum jadi?" tanya Alenka.


Gio dan Sinta kaget mendengar suara Alenka.Gio menoleh dan tersenyum ke arah Alenka ,"Bentar lagi,tunggu ya!" ucap Gio.


Alenka hanya menganggukan kepalanya kemudian kembali berbalik mau kembali ke ruang tamu.Tapi tiba tiba Gio menarik tangannya dan menyuruh Alenka buat duduk di meja makan sekalian nungguin dia masak.


"Kamu duduk sini aja sambil lihatin aku masak!" pinta Gio dan Alenka hanya bisa menurut.Gio melanjutkan kegiatananya lagi.


"Tapi Alenka nggak suka kalau telurnya dicampur,dia lebih suka telurnya dipisah!" jawab Gio dengan tersenyum melirik ke arah istrinya yang sedikit manyun.


"Oh," gumam Sinta.


Setelah nasi gorengnya jadi,Gio kemudian menghampiri Alenka di meja makan.Nasi goreng bikinan Gio baunya harum banget menusuk ke hidung Alenka.


"Aaa" Gio menyuruh Alenka membuka mulutnya dan bermaksud menyuapinya.


Dengan senang Alenka membuka mulutnya dan menerima suapan dari suaminya.Alenka lalu memuji karena ternyata rasa nasi goreng buatan Gio sangat enak.


"Kalau enak dihabisin ya!" ucap Gio masih sambil menyuapin Alenka.


Sinta menatap tajam Gio yang sedang menyuapin Alenka.Tanpa sengaja Alenka melihat ekspresi kecewa dari Sinta.Lantas menyuruh Gio untuk memberikan nasi goreng itu ke Sinta juga.

__ADS_1


"Kamu mau Sin? Kalau iya itu masih ada kamu makan aja!" ucap Gio.


"Nggak kok Mas biar buat Mbak Alenka aja!" jawab Sinta sedikit canggung.


Setelah selesai makan Gio kembali jongkok di depan Alenka sambil mengelus elus perut Alenka dengan lembut.Hawa panas tiba tiba dirasakan oleh Sinta yang nggak suka melihat Gio terlalu perhatian ke Alenka.


"Anak Papa nggak boleh nakal ya!" ucap Gio masih mengelus elus perut Alenka.


"Iya Papa," jawab Alenka menirukan suara seperti anak kecil dan itu membuat Gio tersenyum senang.


Gio lalu menggandeng tangan Alenka dan mengajaknya kembali ke ruang tamu.Sementara Sinta masih menyimpan marahnya sambil mencuci piring terlihat muram.


"Sudah begitu lama kenapa sedikitpun Mas Gio nggak pernah memandang aku?" gumam Sinta kesal.


Sedangkan Alenka dan Gio lagi lagi bermesraan di ruang tamu sambil nonton tivi.Alenka menyuruh Gio untuk berangkat ke Kantor tapi Gio masih tidak mau.Lalu dia berkata kalau dia mau ke Kantor asalkan Alenka ikut.


"Nanti aku malah ngerepotin kamu?" jawab Alenka.


"Ya udah kalau kamu nggak mau ikut,aku juga nggak mau ke Kantor!" ucap Gio.


"Jangan gini ah,waktunya kerja ya harus kerja!" bujuk Alenka.


"Tapi aku nggak mau jauh dari kamu sayank!" ucap Gio bermanja manja ke Alenka.


"Tapi kan kamu juga harus kerja itu tugas kamu sebagai seorang suami!" kata Alenka.


"Biarin aku temanin kamu sekarang ini! Dulu waktu kamu hamil Keyzan,aku nggak ada disisi kamu. Jadi,biarin aku ada buat kamu sekarang ini,karena aku nggak mau melewatkan lagi moment moment jadi Papa dan suami yang siaga!" ucap Gio menatap dalam istrinya.


Alenka menipiskan bibirnya dan mengercap ngercapkan matanya menahan air mata yang mau menetes karena terharu.Alenka meraih kedua pipi suaminya kemudian menatapnya begitu lama.Gio tersenyum merasakan jantungnya yang berdetak begitu cepat saat Alenka menatapnya.


"Sudah bersama begitu lama tapi hati aku masih aja deg degan setiap kali Alenka menatap aku kayak gini," gumam Gio dalam hatinya.


Dengan tersenyum kemudian Gio mendekatkan wajahnya ke wajah Alenka.Gio lantas langsung melahap bibir istrinya dengan lembut.

__ADS_1


"Aku cinta kamu!" ucap Gio setelah melepas ciumannya dan masih menatap Alenka dengan tajam.


"Aku juga cinta kamu. Aku nggak mau kehilangan kamu." ucap Alenka yang membuat Gio semakin bersemangat dan kembali melahap bibir Alenka dengan ganas.Membuat Alenka hanya bisa pasrah dan menikmati ciuman yang berbeda dari suaminya.


__ADS_2