
"Belum tidur Gi?" tanya Mamanya saat Gio ada di dapur buat kopi.
"Belum Ma," jawab Gio.
"Alenka udah baikan belum?" tanya Mamanya.
"Sudah agak mendingan sih Ma,tapi masih pusing katanya" jawab Gio sembari menyeruput kopi.
"Terus sekarang udah tidur?" tanya Mamanya Gio.
"Udah" jawab Gio.
Setelah mengobrol bentar dengan Mamanya dan kopinya juga habis,Gio kembali ke kamar.Begitu juga Mamanya ke kembali ke kamarnya.
Gio masuk ke kamar dan melihat Alenka yang ternyata sudah terbangun.Gio kaget karena tadi dia keluar Alenka sudah tertidur dan kemudian mendekati Alenka.
"Kok bangun? Kenapa?" tanya Gio dengan lembut.
"Habis dari kamar mandi,terus mau tidur lagi nggak bisa," jawab Alenka sembari tersenyum.
"Masih pusing?" tanya Gio.
Alenka menganggukan kepalanya pelan,"Mual juga" ucapnya pelan.
"Besok ke Rumah Sakit ya?" tanya Gio.
Tapi Alenka masaih saja menolak karena dia berpikir kalau cuma masuk angin aja.Gio mendekat ke Alenka dan kembali memijitnya juga menyuruh Alenka buat tidur.
"Kamu juga bobok! Besok kan kerja!" ucap Alenka.
"Aku kerja kalau kamu sudah sembuh!" jawab Gio.
Alenka menatap Gio dengan tersenyum senang.Alenka kemudian menyuruh Gio buat semakin mendekat.Setelah Gio lebih dekat Alenka kemudian memeluknya.
"Bobok ya biar cepet sembuh!" ucap Gio mengelus rambutnya Alenka.Sementara Alenka hanya mengangguk dalam pelukan Gio dan memejamkan matanya masih dalam pelukan Gio.
Setelah setengah jam Alenka sudah terlelap dalam pelukan Gio.Dengan hati hati Gio memposisikan kepala Alenka ke bantal.Dan menyelimutinya dengan lembut.Gio juga menggengam tangan Alenka dan tertidur disamping Alenka.
Keesokan harinya...
Mamanya Gio menyuruh Sinta buat mengantarkan bubur untuk menantunya.Dengan patuh Sinta menuruti perintah majikannya.
Sinta mengetuk pintu kamar dengan pelan,tapi tak ada sahutan.Dengan mengumpulkan keberanian Sinta masuk ke kamar anak majikan.
"Mbak mau ngaterin bubur disuruh sama Ibuk" ucap Sinta ketika masuk dan melihat Alenka sudah terbangun.
"Taruh disana aja Sin!" ucap Alenka menunjuk ke meja samping tempat tidurnya.
Sinta menaruh mangkok bubur itu di meja yang ditunjuk oleh Alenka.Sementara Alenka berusaha membangunkan Gio karena dia mau ke toilet.Tapi karena Gio terus memeluknya membuat Alenka kesulitan buat berdiri.
__ADS_1
"Gio bangun!" ucap Alenka pelan sambil berusaha menyingkirkan tangan suaminya yang memeluknya.
"Ehm!" Gio bukannya terbangun malah lebih erat memeluk Alenka.
Sekilas Sinta melihat Gio yang tertidur sambil memeluk Alenka.Dengan tersenyum pait dia keluar dari kamarnya Gio.Hatinya merasa ada sesuatu yang nggak enak,melihat lelaki yang dia puja bermesraan sama wanita lain.
Tapi Sinta juga harus sadar kalau dia cuma seorang pembantu di rumahnya Gio.Dia nggak berani untuk marah ataupun mengungkapkan kekecewaan.Karena,dia juga sadar kalau Gio sudah beristri.
****
Beberapa hari akhirnya Alenka sudah kembali sehat seperti sediakala.Dia juga sudah mulai berangkat kerja.
"Kamu kenapa nggak resign aja sih Al dari Kantornya Alex?" pertanyaan itu sering kali Gio ucapkan.Tapi Alenka dengan tegas mengatakan kalau dia juga kepengen mandiri dan masih kepengen berkarier.Meskipun secara finansial,Gio mampu memberinya gaji lebih dari gaji Alenka di Kantor.
Mama Gio merencanakan kejutan untuk ulang tahun Gio yang jatuh pada lusa.Alenka pun tak mau kalah dengan mertuanya.Dia menyiapkan kado yang sangat special buat suaminya.
"Pokoknya kita harus kompak! Begitu Gio turun kita langsung kasih dia kejutan!" ucap Mamanya Gio kepada Alenka dan yang lain.
"Kalau boleh saya yang akan buatin kue ulang tahun nya?" ucap Sinta meminta izin.
Seketika Alenka dan Mamanya Gio saling berpandangan.Karena,nggak mau bikin salah paham antara Alenka dan Gio.Mamanya Gio bilang kalau dia sudah pesan kue ulang tahunnya.
"Oh yaudah kalau gitu" ucap Sinta dengan sedikit kecewa.
Karena pernasaran yang tak bisa ditahan.Mamanya Gio bertanya kenapa Sinta ingin membuat kue buat Gio.Dengan suara agak gemetar karena takut Mamanya Gio marah.Sinta menjelaskan maksud hatinya,yang ingin balas budi karena kebaikan Gio ke dia selama ini.
Air mata Alenka nggak bisa ditahan.Dia menangis kemudian memeluk Mama mertuanya.Mereka berpelukan dengan haru.
"Kenapa nih kok pada pelukan?" tanya Gio yang muncul bersama anak dan Papanya.
"Masalah wanita,cowok nggak boleh tahu!" jawab Alenka menjulurkan lidahnya.
Sambil tersenyum Gio duduk disamping istrinya tapi tiba tiba Gio mendekat dan mencium istrinya di depan anak,Orang Tua dan Asisten Ruma Tangga nya.Mata Alenka membulat karena kaget dengan tindakan Gio.
"Wooo,pelanggar itu namanya! Bikin Papa pengen cium Mama kamu juga!" ucap Papanya Gio sembari mencium istrinya tiba tiba yang tak mau kalah sama Gio.
"Papa ah!" seru Mamanya Gio memukul suaminya dengan pelan.
Gio menarik anaknya supaya duduk diantara Papa dan Maminya kemudian saling ngobrol dan bercanda.
"Om Gino kok lama sih Kek perginya?" tanya Keyzan.
"Key,sudah kangen sama Om Gino?" tanya Papanya Gio.
"Iya" jawab Keyzan sambil menganggukan kepala.
Karena ingin mengerjai Gio.Seharian penuh Alenka cuekin Gio membuat Gio emosinya nggak terkontrol.Apalagi ketika Alenka pulang ke rumah Orang Tua nya tanpa mengajak Gio.Meskipun akhirnya Gio menyusul juga ke rumah mertuanya.
"Alenka nya ada Buk?" tanya Gio.
__ADS_1
"Eh,Gio..Ada di dalam lagi makan malam,kita makan malam sekalian yuk!" ajak Ibu mertuanya.
Gio dengan senang hati mengiyakan ajakan makan malam mertuanya.Gio tersenyum ketika melihat Alenka dan Keyzan sedang makan.
"Weekend kok masih sibuk sih Gi? Emang nggak bisa ditunda dulu kerjaannya?" tanya Ayahnya Alenka yang sudah merestui Gio san Alenka lagi.
"Gio nggak sibuk Yah,Gio di rumah seharian!" jawab Gio.
"Tadi kata Alenka kamu masih sibuk,jadi dia kesini sendiri cuma sama Key!" ucap Ayahnya.
Mendengar ucapan Ayah mertuanya membuat Gio semakin emosi.Dia nggak tahu kenapa Alenka cuekin dia,bahkan bohong ke Ayahnya kalau dia sedang sibuk.
Saat perjalanan pulang pun Alenka masih cuek ke Gio bahkan sampai dirumah pun Alenka masih cuek dan tak mau menjawab saat diajak bicara Gio membuat Gio semakin bingung.
"Kamu kenapa sih?" tanya Gio marah.
"Capek mau tidur!" jawab Alenka cuek.
"Sampai kapan lagi kamu kayak gini? sampai kapan aku harus sabar menghadapi kamu? Aku capek Al!" tanya Gio dengan marah.
Alenka menatap Gio yang mulai frustasi,"Aku nggak pernah memaksa seseorang untuk tetap tinggal bersama aku! Bertahanlah jika kamu betah! Pergilah jika kamu sudah lelah!" ucap Alenka yang semakin membuat Gio emosi.
Karena saking marahnya Gio jadi menangis sambil memeluk Alenka,"Aku nggak akan pernah pergi..Kamu juga jangan pergi! Jangan tinggalin aku! Kalau aku punya salah sama kamu,kamu ngomong! Jangan menjauhi aku!" ucap Gio dengan tersedu.
Alenka tersenyum sambil melhat ke arah jam yang sudah menunjukan pukul 12 malam.Alenka melepaskan pelukan Gio tapi Gio nggak mau melepas pelukannya.
"Aku mau ambil minum,aku haus!" ucap Alenka.
"Aku ikut!" jawab Gio mengikuti Alenka sampai ke dapur.
Begitu keluar dari dapur Gio kaget melihat Papa Mamanya,Keyzan dan juga ketiga pembantunya berdiri dengan membawa kue ulang tahun.
Tanpa berkata Gio meneteskan air matanya.Dia teringat selama ini selalu merayakan ulang tahun bersama teman temannya tanpa Orang Tua nya.Gio bahkan lupa kapan terakhir dia merayakan ulang tahun bersama Orang Tua nya.
"Selamat ulang tahun nak! maafin Mama sama Papa selama ini yang pernah rayain ulang tahun kamu sampai kamu sebesar ini Panjang umur anakku!" ucap Mamanya Gio menangis.
Gio memeluk Mama dan Papanya dan mengucapkan terima kasih.Disusul ucapan ulang tahun dari yang lain termasuk Keyzan yang selalu meminta Adik sama Papanya.
"Ini kado dari aku!" ucap Alenka memberikan kotak kecil ke Gio.
Dengan perasaan senang bercampur penasaran Gio membuka kotak itu.Dan betapa dia terkejut dengan isi dari kotak itu.
"Yank..?" gumam Gio.
Alenka menganggukkan kepala sambil tersenyum dengan sangat manis.
#Kira kira apa ya isi kado dari Alenka?#
Ditunggu ya Kak,kelanjutannya 😉
__ADS_1