CINTA BADBOY 2

CINTA BADBOY 2
chapter 37


__ADS_3

Gio pulang ke rumah dengan lesu karena nggak berhasil mengejar Alenka dan Keyzan.Gio masuk rumah dan marah kepada Mamanya.


"Mama puas belum sakitin Gio nya?" tanya Gio marah.


"Kamu kenapa tanya begitu ke Mama? Mama sayang sama kamu!" jawab Mama Gio.


"Mama bilang sayang sama Gio? tapi kenapa Mama hancurin rumah tangga Gio?" tanya Gio menangis.


"Mama kepengen kamu dapat istri yang lebih baik!" jawab Mama Gio.


"Mama egois! Mama nggak pernah ngertiin perasaan Gio! Sampai kapanpun Gio nggak akan nikah sama Cassie atau sama orang lain karena,Gio hanya punya satu istri yaitu Alenka!" ucap Gio kemudian naik ke kamarnya.


Mamanya berteriak memanggil Gio tapi Gio nggak mau menghiraukan Mamanya karena pikirannya sedang kacau.Cassie kemudian menyusul Gio ke kamar Gio karena selama tinggal di rumah Gio,Cassie emang tidur di kamar Gio.Makanya Gio nggak pulang beberapa hari yang lalu.


"Gi,lo jangan terlalu keras sama Tante! Takutnya jantungnya kumat lagi!" ucap Cassie masuk ke kamar Gio.


"Lo ngapain sih kesini?" tanya Gio sewot.


"Gue kan calon istri lo," jawab Cassie memeluk Gio.


Gio yang lagi pusing kemudian mendorong Cassie tanpa berperasaan sampai Cassie terjatuh.Untung terjatuhnya diatas kasur.


"Kenapa lo kasar banget sih Gi?" tanya Cassie.


"Keluar dari kamar gue!" perintah Gio menarik tangan Cassie.


"Nggak mau!" ucap Cassie kemudian berbalik menarik tangan Gio sampai Gio terjatuh diatas kasur.


Cassie dengan cepat kemudian duduk diatas Gio.Cassie juga mendekatkan bibirnya ke wajah Gio seakan mau mencium Gio tapi Gio menghindar.


"Jangan macem macem!" bentak Gio.


"Gue udah lama banget cinta sama lo Gi,apa lo nggak punya perasaan sedikitpun sama gue?" tanya Cassie.


"Cinta gue cuma buat istri gue!" ucap Gio.


"Apa yang lo suka dari dia?" tanya Cassie sedikit emosi.


Gio berhasil bangun dan mendorong Cassie,"Dia lebih baik daripada lo yang nggak tahu malu kayak gini!" ucap Gio kemudian mengambil ponselnya dan keluar kamar.

__ADS_1


Gio kemudian masuk ke kamarnya Gino yang kebetulan kamarnya nggak dikunci.Gio ganti baju pakai punya Gino kemudian berbaring di sofa yang ada di kamarnya Gino.


"Besok aku harus jelasin semua ke Alenka,aku nggak mau kehilangan dia lagi," gumam Gio ketika dia menelepon Alenka tapi nomor Alenka nggak aktif.


Di apartemen....


Alenka berusaha menenangkan Keyzan yang sedari tadi menangis.


"Sudah sayank jangan nangis terus dong!" ucap Alenka.


"Key sayang sama Mami,Key nggak mau Mami dihina hina orang terus!" ucap Keyzan masih tersedu.


"Mami juga sayang sama Key! Sekarang Key bobok ya! Besok kan Key harus sekolah!" ucap Alenka.


"Iya Mi!" jawab Keyzan nurut.


Setelah Keyzan terlelap,Alenka ke kamarnya dan tak kuat menahan air matanya ketika teringat perkataan Mamanya Gio kepadanya.


"Kita emang nggak seharusnya bersama! Perbedaan diantara kita tak bisa kita seberangi,lebih baik kita mengakiri hubungan kita!" ucap Alenka menatap foto yang ada dimeja kamarnya bersama Gio dan Keyzan.


Alenka kemudian mengambil figura itu dan menyimpannya di lemari tempat penyimpanan barang.


"Li,lihat Alenka nggak?" tanya Gio yang kembali melihat ruangan kerja Alenka kosong.


"Alenka sudah resign Pak!" jawab Liana dan memberikan bungkusan kotak ke Gio.Katanya titipan dari Alenka.


Gio kaget setengah mati mendengar Alenka resign dari Kantornya.Gio kembali ke ruangannya dan membuka bungkusan titipan Alenka dan kembali terkaget ternyata isinya adalah satu set perhiasan yang dia kasih waktu anniversary pernikahan mereka beberapa waktu yang lalu.


Terimakasih,tapi perhiasaan ini lebih cocok kamu kasih ke calon istri kamu..


Gio membaca secarik kertas yang ada didalamnya.Gio marah kemudian menyobek kertas itu.Gio keluar Kantor bermaksud mencari Alenka.Gio ke apartemen,ke Kafenya Refan tapi Alenka nggak ada.Kata Abangnya,Alenka sedang cari pekerjaan.


Gio kemudian menjemput Keyzan ke sekolah dan ternyata disana ada Ana yang sudah menunggu Keyzan.


"Key!" panggil Gio ketika Keyzan keluar dari sekolah.


Keyzan yang marah sama Gio hanya menoleh dan memilih tak menghiraukan Gio.Gio mendekati Keyzan mengajaknya pulang tapi Keyzan nggak mau.


"Yuk pulang Ma!" ajak Keyzan menarik tangan Ana dan tak menghiraukan Papanya.

__ADS_1


Berhari hari berlalu...


Alenka sudah hampir putus asa karena nggak mendapatkan pekerjaan.


"Cari pekerjaan dijaman sekarang susah banget," keluh Alenka kemudian mampir ke sebuah warung untuk beli minum.


Ketika Alenka kembali berjalan dia di kagetkan oleh klakson mobil di sampingnya dan ternyata adalah Alex.


"Darimana Al?" tanya Alex ketika turun dan menghampiri Alenka.


"Lagi cari lowongan gue Lex," jawab Alenka.


"Lo udah nggak kerja di Kantornya Gio?" tanya Alex.


"Gue udah resign!" jawab Alenka tersenyum kecil.


Alex kemudian mengajak Alenka buat ngobrol dan bertanya apa yang terjadi.Alenka menceritakan apa yang terjadi antara dirinya dengan Gio.


"Kerja di Kantor gue aja kebetulan ada lowongan!" ucap Alex.


"Nggak lah Lex,gue nggak mau orang lain punya pikiran yang nggak nggak ke gue! Gue nggak mau mereka nuduh gue manfaatin kebaikan lo!" jawab Alenka.


"Gue janji kita hanya profesional kerja,gue nggak akan sangkut paut kan perasaan gue dalam kerjaan..Lo juga harus mikirin Key,dia butuh biaya buat kehidupannya juga! Dan gue sebagai sahabat hanya bisa membantu memberikan lo pekerjaan!" ucap Alex.


Alenka pun akhirnya setuju karena dia juga butuh banget pekerjaan untuk bertahan hidup dengan anaknya.


Sementara disisi lain Keyzan masih belum mau ketemu atau ngomong sama Papanya.Tiap kali Gio ke sekolahnnya,Keyzan selalu cuekin Gio dan nggak mau diajak Papanya.


"Key,jangan giniin Papa dong! Papa kangen sama Key!" ucap Gio sedih.


"Maaf Om! Key nggak punya Papa! Key hanya punya Mami!" kata Keyzan yang membuat Gio terbelalak nggak menyangka kalau anaknya akan sebenci itu padanya.


"Key jangan gitu,ini Papanya Key! Papa kandungnya Key!" ucap Ana membujuk Keyzan.


"Kalau Key tahu Papanya Key orang jahat,Key lebih baik nggak punya Papa!" ucap Keyzan sambil berkaca kaca kemudian berlari meninggalkan Gio dan Ana.


Ana kemudian mengejar Keyzan.Sementara Gio terpukul mendengar ucapan anaknya.Gio masuk ke mobil dengan menangis.Gio melajukan mobilnya ke sebuah BAR.Disana dia mulai mabuk mabukan karena dia merasa nggak ada gairah buat hidup.


"Kenapa ini harus terjadi sama aku? Anak dan Istri aku semua membenci aku! Kenapa? Kenapa?" ucap Gio sambil menangis dan meneguk minumannya.

__ADS_1


"Alenka,Keyzan..Aku cinta sama kalian kenapa kalian benci sama aku? Jangan tinggalin Papa Key,jangan benci sama Papa!" gumam Gio dalam mabuknya.


__ADS_2