
Ayah dan Ibunya Alenka menoleh dan mendapati Alenka sudah berdiri di depan pintu kamar mereka.
"Lama lama kamu juga bakal cinta sama Alex!" ucap Ayahnya Alenka.
"Kurang lama gimana Yah? selama 7 tahun Alex mencoba mendekati Alenka tapi buktinya Alenka nggak cinta sama dia!" ucap Alenka.
"Karena kamu nggak pernah buka hati kamu! Di pikiran kamu cuma ada Gio,Gio dan Gio terus!" ucap Ayahnya Alenka sedikit emosi.
"Itu karena Gio adalah suaminya Alenka,Papa dari anaknya Alenka" jawab Alenka kemudian keluar dari kamar Orang Tua nya dengan sedih.
Refan mencoba menenangkan Adik bungsunya.Karena emang selama ini Alenka lebih deket sama Refan ketimbang sama Refi.
"Alenka harus gimana Bang?" tanya Alenka sedih kemudian menyenderkan kepalanya dibahu Abangnya.
"Lakukan apa yang menurut lo bisa membuat lo bahagia!" jawab Refan.
"Tapi Alenka nggak mau mengecewakan Ayah!" ucap Alenka.
"Dek,dengerin Abang! Kalau lo bisa tunjukin ke Ayah kalau pilihan lo adalah yang terbaik,Ayah pasti akan luluh..Karena Ayah juga kepengen melihat lo bahagia!" ucap Refan.
Alenka menganggukan kepalanya kemudian memeluk Abangnya dan juga berterimakasih atas saran dan nasehatnya.
"Lo kan Adik kesayangan gue..Gue nggak mau lo sedih,jadi lo harus berusaha untuk bahagia ya?" ucap Refan memegang kedua pipi Alenka.
"Iya Bang,semoga Gio adalah pilihan yang tepat buat Alenka!" jawab Alenka.
Tak lama kemudian Gio datang bersama Keyzan.Dan mengobrol bersama keluarganya Alenka.Setelah agak lama Gio pun pamit pulang bersama Keyzan dan Alenka.
Alenka pamit ke Ayahnya tapi Ayahnya hanya diam saja.Alenka memeluk Ayahnya dan meminta maaf akhirnya Ayahnya pun menganggukan kepalanya.
"Key pulang dulu ya Kek?" pamit Keyzan.
"Nggak bobok di rumah Kakek aja?" tanya Ayahnya Alenka.
"Key lagi kepengen bobok sama Papa kok Kek,..Key kan baru aja ngerasain punya Papa dan ketemu Papa kandungnya Key," jawab Keyzan dengan polos.
Ayahnya Alenka tersenyum canggung kemudian mencium kening cucunya setelah kemudian masuk ke kamar lagi.Alenka dan Gio kemudian pamit ke Ibu dan Kakak Kakak nya Alenka.
Di jalan,Alenka hanya terdiam karena kepikiran sama Ayahnya.Alenka bingung harus bagaimana tapi dia tetap memilih untuk menjalani apa yang menurut dia baik untuk dia dan Keyzan.
"Kenapa?" tanya Gio meraih tangan Alenka karena Alenka diam saja dari tadi.
"Nggak apa apa kok" jawab Alenka tersenyum menatap Gio.
"Malam ini bobok di rumah aku ya?" tanya Gio.
Alenka menganggukan kepalanya dan berucap "Iya".
__ADS_1
Alenka menoleh ke belakang dan melihat Keyzan sudah tertidur.Sampai di rumah Gio menggendong anaknya dan menidurkan Keyzan ke kamarnya.
Setelah berganti baju Gio dan Alenka turun untuk ikut ngobrol sama Mama dan Papanya Gio.Nggak lama kemudian Gino pulang dan ikut gabung sama yang lain.
"Alenka bikin minuman dulu?" ucap Alenka sambil berdiri.Tapi Gio menarik tangannya sampai Alenka kembali terduduk.
"Mbak!" panggil Gio.
"Iya Mas?" jawab Mbak Ijah keluar dari dapur.
"Buatin minum buat kita ya? sama camilannya sekalian!" suruh Gio.
"Iya Mas," jawab Mbak Ijah kembali ke dapur.
"Aku bantuin Mbak!" sahut Alenka berdiri tapi kembali ditarik lagi sama Gio.
"Nggak usah,Mbak Ijah sekarang udah ada yang bantuin," ucap Mamanya Gio.
"Siapa Ma?" tanya Alenka.
"ART baru" jawab Mamanya Gio.
Mereka kembali ngobrol dan bercanda sampai akhirnya Sinta keluar bareng Mbak Ijah dari dapur sambil membawa minuman dan camilan.
Alenka membulatkan matanya melihat Sinta dan kemudian melirik Gio dengan tajam.Gio yang tahu Alenka curiga kepadanya kemudian meraih tangan tangan Alenka dan menggenggamnya.
Sinta tersenyum dan menganggukan kepalanya pelan,"Saya Sinta pembantu baru disini," ucap Sinta kemudian kembali ke dapur.
Sekilas Sinta melihat Gio yang menggenggam tangan Alenka.Membuat Sinta sedikit nggak suka tapi dia juga harus sadar kalau dia hanya pembantu dirumah itu.
Di ruang tamu Gino ngomong sama Gio dan Alenka mengenai hubungannya dengan Sisil.Gino kepengen mengakhiri hubungan mereka karena merasa sudah nggak cocok sama Sisil.
"Tapi kenapa Kak? Kalian kan udah tunangan?" tanya Gio kaget.
"Sisil ngelarang Kakak buat deket sama Key dan Alenka Dek," jawab Gino.
"Kok gitu? Kak Sisil nggak suka sama Alenka? kenapa? apa Alenka pernah bikin Kak Sisil marah? Kalau iya Alenka mau minta maaf ke Kak Sisil," tanya Alenka merasa nggak enak.
"Enggak Dek,itu semua emang Sisilnya yang nggak suka sama kamu,Kakak juga nggak tahu kenapa?" jawab Gino.
"Kalau emang Kak Sisil nggak mau Kak Gino deket sama Key dan Alenka ya Kakak nggak usah deket lagi sama Key atau Alenka..Alenka nggak mau hanya gara gara Alenka,Kakak jadi batal nikah dan kehilangan wanita yang Kakak cinta!" ucap Alenka.
"Kok gitu sih Dek? Kamu udah Kakak anggap sebagai Adik Kak Gino sendiri..Lagi pula Kakak nggak bisa kalau jauhin Key,dia kan keponakan Kakak..Kamu nggak perlu merasa bersalah kayak gitu,Kakak nggak apa apa kok," ucap Gino.
Mama dan Papanya Gio nggak ada yang berkomentar karena nggak mau dianggap berpihak ke salah satu menantunya.Meskipun Mama dan Papanya Gio nggak suka dengan cara Sisil menjauhkan Gino dengan Keyzan.Biar bagaimana pun Keyzan adalah anak dari Adiknya Gino.
Karena sudah larut,Alenka dan Gio pamit buat tidur duluan.
__ADS_1
"Iya,jangan lupa kasih Mama sama Papa cucu lagi!" goda Mamanya Gio.
"Mama apaan sih?" ucap Alenka malu malu.
Mamanya Gio tertawa melihat Alenka yang memerah wajahnya,"Kalau gitu Mama sama Papa juga mau bobok dulu!" ucap Mamanya Gio.
"Jangan lupa kasih Gio Adik lagi!" ucap Gio membalas ucapan Mamanya yang sebelumnya.
"Siap dong! Yuk Pa kita kasih Gio Adik lagi!" ucap Mamanya Gio sambil menarik tangan suaminya ke kamar.
Gio dan Alenka juga Gino tersenyum melihat tingkah Mama dan Papanya Gio.Setelah kemudian Alenka dan Gio berjalan menuju kamarnya dan Gino juga masuk ke kamarnya.
Di kamar,Alenka masih belum bisa tidur.Dia miring ke kiri miring ke kanan.Dia melihat Gio yang sudah memejamkan matanya.
"Gi!" panggil Alenka.
"Hmm" jawab Gio setengah tidur.
"Gio!" panggil Alenka lebih keras.
"Apa sayank?" tanya Gio membuka matanya.
"Kamu yang bawa Sinta ke sini?" tanya Alenka cemberut
Gio yang tahu kalau istrinya sedang cemburu kemudian bangun dan duduk sambil menyenderkan badannya ke atas.
"Bukan sayank,aku juga baru tahu tadi siang pas nganterin Key kesini" jawab Gio.
Alenka nggak bertanya lagi tapi memasang wajah cemberut.Gio tahu istrinya sedang cemburu kemudian menarik Alenka ke dalam pelukannya.Gio memeluk Alenka erat setelah kemudian mencium kening Alenka.
"Jangan cemburu dong! Kamu kan tahu kalau aku cint cuma sama kamu,jangan marah ya? beneran bukan aku yang bawa dia kesini," ucap Gio.
Karena Alenka masih nggak menjawab Gio pun ngomong kalau yang membawa adalah Mama dan Papanya Gio.
"Mama sama Papa kasihan makanya dia dikasih pekerjaan disini..Mama sama Papa juga nggak tahu kalau Sinta itu suka sama aku dulu," jelas Gio.
"Apa mungkin kalau kalian itu berjodoh?" ucap Alenka sembarangan.
"Ngomong apaan sih? Jodohku itu kamu! Kamu tulang rusuk aku yang hilang! Aku nggak mau wanita lain,cuma kamu yang akan jadi istri aku dan belahan jiwa aku..Jangan punya pikiran gitu! Aku cinta banget sama kamu!" ucap Gio semakin erat memeluk Alenka.
"Aku nggak mau kehilangan kamu lagi sayank! Aku nggak mau pisah sama kamu! Kamu sudah menyatu sama nadi aku kalau kamu pergi aku pasti akan mati!" ucap Gio.
Alenka menatap Gio yang berkaca kaca,kemudian mengecup bibir Gio dengan lembut.
"Aku cuma ngomong asal tadi..Aku juga nggak mau pisah sama kamu,aku cinta sama kamu sayank!" ucap Alenka.
Gio tersenyum senang mendengar ucapan istrinya kemudian memeluk Alenka dengan sangat erat seolah nggak mau dilepaskan.
__ADS_1
#cinta adalah sebuah rasa yang sulit untuk dijelaskan,yang tak terlihat tapi mampu kita rasakan..Yang kadang bikin senang tapi terkadang bikin sakit,tapi cinta tetaplah cinta dengan segala keindahan dan deritanya....