
Gio mengantar Keyzan ke sekolah karena Gio beberapa hari tidur di apartemen Alenka.Setelah mengantar Keyzan,Alenka ke kantor bareng Gio.Mereka sudah nggak mau menghiraukan omongan orang.
"Al,emang bener lo sama Bos pacaran?" tanya Liana sambil mengikuti Alenka ke ruangannya.
"Kata siapa?" tanya Alenka balik.
"Di Kantor udah pada heboh ngomongin lo,katanya Key juga udah lo suruh panggil Pak Bos dengan sebutan Papa? Gue lihat juga kalian makin hari makin deket?" ucap Liana.
"Kalau gue ngomong kalau gue itu istrinya Bos,lo percaya nggak?" tanya Alenka.
"Siapa yang istrinya Bos?" tanya Adit yang juga masuk ke ruangan Alenka.
"Katanya Alenka istrinya Bos,lo percaya nggak?" tanya Liana tertawa.
Liana menganggap Alenka bercanda.Liana juga ngomong supaya Alenka jangan bermimpi terlalu lebih,hanya karena dia deket sama Gio dan juga teman sewaktu sekolah dulu.
Liana bukannya mau merendahkan Alenka,tapi dia nggak mau Alenka jatuh karena khayalannya yang terlalu tinggi.Karena,Liana nggak tahu kalau Alenka beneran istrinya Gio.
"Lo serius udah nikah sama Bos? kapan?" tanya Adit juga ragu.
"Menurut lo?" tanya Alenka balik sembari tersenyum.
"Di tanya malah balik nanya lo!" omel Adit kesal kemudian keluar dari ruangan Alenka.
"Gue juga mau kerja dulu,.Awas jangan banyak berkhayal lo,kalau jatuh sakit ntar!" ucap Liana tersenyum dan juga keluar dari ruangan Alenka.
Alenka hanya tersenyum mendengar ucapan Liana kemudian melanjutkan pekerjaannya kembali.Gio kemudian ke ruangan Alenka meminta Alenka buat menemaninya survey proyek.
"Sekarang?" tanya Alenka.
"Iya kan agak jauh Al,biar ntar pulangnya nggak kemalaman," jawab Gio.
"Oke deh,ntar Key biar dijemput Rama dan di anterin ke Kafe nya Bang Refan!" ucap Alenka.
"Kenapa harus Rama sih?" tanya Gio.
"Kan biasanya juga gitu,kalau Mbak Ana bisa ya Mabk Ana yang jemput tapi Mbak Ana kan lagi nggak enak badan..Lo kenapa? cemburu?" tanya Alenka.
"Iya,gue tahu Rama belum mau nikah karena masih suka sama lo..Lo kalau bisa jangan terlalu deket ya sama Rama?" ucap Gio.
"Dengerin gue! Kalau gue emang mau sama Rama udah dari dulu gue terima dia saat lo pergi tanpa kabar dulu,.Tapi lo lihat cinta gue cuma buat lo!" ucap Alenka memegang pipi Gio.
"Lo janji nggak akan pernah berpaling dari gue?!" ucap Gio pelan.
"Iya,..Lagian lo juga harus berterimakasih sama Rama,karena dia dulu mau ngalah dan menerima hubungan kita akhirnya kita masih bisa sama sama sampai sekarang..Gue ama Rama itu murni cuma teman,jadi lo nggak perlu khawatir!" ucap Alenka mengecup bibir Gio.
Gio akhirnya rela anaknya di jemput sama Rama.Meskipun Rama adalah saingan cintanya tapi Rama tetaplah sahabatnya juga.
__ADS_1
Rama meskipun berkali kali ditolak sama Alenka tapi dia tetap baik dan menganggap Alenka sebagai saudara sendiri karena biar bagaimanapun mereka berteman,dan suami Alenka adalah sahabatnya.
"Gi,lo kok nggak cari asisten aja sih biar bisa temenin lo survey proyek?" tanya Alenka.
"Kok nggak lo aja yang jadi asisten gue?" tanya Gio balik.
"Nggak ah ntar gue di bilang,naik pangkat karena rayu lo!" jawab Alenka.
"Nggak usah lo rayu gue udah klepek klepek sama lo" ucap Gio sambil tersenyum kecil.
"Masih jauh Gi?" tanya Alenka.
"Ya lumayan sih,kalau capek bobok dulu aja!" suruh Gio.
Alenka menurut kemudian mulai memejamkan matanya dan mulai tertidur.Gio sesekali menoleh ke arah Alenka yang sudah terlelap.Gio sesekali juga mengelus kepala Alenka.
"Gue sayang banget sama lo," ucap Gio mengecup puncak kepala Alenka kemudian kembali fokus ke jalan.
Tak lama kemudian mereka udah sampai di tempat tujuan.Setelah selesai meninjau proyek,Gio mengajak Alenka buat meeting sekalian bersama kolega Gio di sebuah Restoran.
"Selamat siang Pak Ardi!" sapa Gio kepada koleganya.
"Selamat siang Pak Giovanni!" balas Ardi menyalami Gio.
Gio kemudian memulai meeting.Setelah beberapa saat meeting pun selesai.Mereka kemudian melanjutkan dengan makan siang bareng.
"Saya Alenka Damaristya!" jawab Alenka tersenyum.
Ardi kemudian bertanya hal hal yang pribadi kepada Alenka.Bahkan Ardi meminta nomer Alenka membuat Gio manyun.
Gio sudah merasakan hal yang aneh pada sikap Ardi karena menatap Alenka sembari tersenyum sedari tadi.
"Kalau gitu saya pamit dulu ya Pak Giovanni? masih ada pekerjaan lain," pamit Ardi.
"Iya Pak Ardi," jawab Gio.
Setelah Ardi pergi,Gio ngomel ngomel karena cemburu.Alenka hanya tersenyum melihat Gio ngomel.
"Kok malah ketawa sih?" tanya Gio sewot.
"Ya lucu aja,biasanya lo yang di godain sekarang gue..Jadi lo tahu kan rasanya kalau pasangan kita di godain orang lain?" tanya Alenka.
"Tapi kan gue nggak tertarik yank sama yang lain!" ucap Gio.
"Kalau gitu sama dong,gue juga nggak tertarik sama tuh orang tadi..Masih gantengan suami gue kamana mana," ucap Alenka yang membuat Gio tersenyum senang sekaligus lega.
Alenka dan Gio kemudian melanjutkan makan siang mereka sebelum balik ke Kantor.Setelah selesai mereka kemudian berjalan keluar tapi Alenka nggak sengaja menabrak seorang wanita.
__ADS_1
"Maaf saya nggak sengaja!" ucap Alenka.
"Kalau jalan pakai mata dong!" ucap Wanita itu marah.
"Iya maaf!" jawab Alenka.
"Kamu nggak kenapa napa yank?" tanya seorang lelaki yang mendekati wanita itu dan ternyata adalah Bayu.
"Bayu!" ucap Alenka.Bayu yang merasa namanya disebut kemudian menoleh dan terkejutlah dia melihat Gio dan Alenka.
"Gio,Alenka!" ucap Bayu.
"Kamu kenal mereka yank?" tanya Wanita itu yang ternyata adalah pacar Bayu.
"Yank?" gumam Alenka kaget mendengar sebutan dari Wanita itu.
Bayu terlihat gelagapan karena Alenka menatap tajam ke arah Bayu.Bahkan Alenka sempat memarahi Bayu karena sudah selingkuh dari sahabatnya,Purnama.
"Sudah Al,ini urusan rumah tangga Bayu sama Purnama!" ucap Gio menarik tangan Alenka.
"Kalau lo emang udah nggak cinta sama Purnama lepasin dia! biar dia bahagia dengan orang yang tulus mencintainya!" ucap Alenka sebelum pergi.
"Kita balik dulu ya Bay,?" pamit Gio.
"Iya bro!" jawab Bayu.
Tapi disisi lain pacar Bayu itu menatap Gio dengan kagum, "Kayaknya dia lebih tajir dari Bayu!" gumamnya dalam hati.
Sementara Alenka marah marah sambil masuk ke dalam mobil Gio.Gio berusaha menenangkan Alenka.
"Brengsek banget dia! Kasihan gue sama Purnama!" ucap Alenka masih emosi.
"Iya tapi kita nggak punya hak buat ikut campur masalah rumah tangga mereka,!" ucap Gio.
"Kasihan aja sama Purnama!" ucap Alenka menangis.
Gio menarik Alenka ke dalam pelukannya dan mengusap air mata Alenka.
"Jangan nangis! gue nggak kuat lihat lo nangis!" ucap Gio.
"Gi,lo jangan kayak Bayu ya? meskipun lo sukses sekarang tapi nggak boleh nakal diluar sana!" ucap Alenka memeluk Gio erat.
"Nggak akan,karena lo dan Keyzan adalah nyawa gue..Gue nggak mungkin bakal sia siain nyawa gue sendiri!" jawab Gio.
"Janji?" ucap Alenka.
"Iya!" jawab Gio menatap Alenka kemudian mengecup kening Alenka.Alenka memejamkan matanya merasakan menikmati kasih sayang Gio.
__ADS_1