
Mama Gio masuk ke kamar Gio.Dia melihat Gio sudah bangun tapi masih baringan diatas kasur sambil menatap figura yang ada dimeja samping tempat tidurnya.
"Udah siang nggak ke Kantor?" tanya Mama Gio mengagetkan Gio.
"Nggak Ma,Gio males ke Kantor!" jawab Gio masih terbaring dikasurnya.
"Mama bawain sarapan,kamu makan dulu!" ucap Mamanya.
"Gio nggak lapar Ma," jawab Gio.
"Jangan siksa tubuh kamu kayak gini nak! Kamu harus makan! Sudah beberapa hari kamu nggak makan,nanti tubuh kamu lemas!" ucap Mamanya Gio khawatir.
"Akan lebih baik jika Gio mati aja Ma!" ucap Gio.
"Gio! Kamu ngomong apa sih? Emang didunia wanita cuma Alenka saja? Masih banyak wanita diluar sana yang lebih baik dari istri kamu itu!" ucap Mama Gio marah.
"Wanita diluar sana emang banyak,tapi yang Gio cintai cuma Alenka," ucap Gio.
Mamanya Gio sudah nggak tahu lagi gimana membuat anaknya melupakan Alenka.Mama Gio juga nggak menyangka wanita seperti Alenka bisa membuat anaknya tergila gila seperti ini.
"Buk,Ibuk!" panggil Mbak Ijah sambil berlarian keluar kamar Gio.
"Kenapa Mbak?" tanya Gino yang kaget melihat Mbak Ijah berlarian.
"Mas Gio pingsan Mas!" jawab Mbak Ijah.Gino pun langsung berlari ke kamar Adiknya.
Mbak Ijah kemudian menelepon Dokter keluarga untuk segera datang ke rumah.Mamanya Gio pun ikut panik tahu anaknya pingsan.
"Bapak kemana?" tanya Mama Gio.
"Nggak tahu Buk,keluar dari pagi!" jawab Mbak Ijah.
Setelah beberapa saat Dokter keluarganya Gio tiba dan memeriksa Gio.Dokter mengatakan kalau Gio lemas karena nggak makan beberapa lama,dan juga karena stres yang berlebihan.Dokter itupun memberikan infus ke Gio.
Di tempat lain...
"Papa kok tahu tempat tinggal Alenka?" tanya Alenka pelan.
"Dikasih tahu sama Gino," jawab Papa Gio sambil tersenyum.
"Ada apa ya Pa kok tumben kesini?" tanya Alenka dengan sopan.
"Nggak kenapa kenapa kok cuma kangen aja sama Key," jawab Papa Gio.
"Oh,Key nih ada Kakek pengen ketemu Key! kesini dulu!" seru Alenka memanggil Keyzan.
Keyzan yang tadi sudah ketemu sama Kakeknya tapi kemudian masuk ke kamar karena masih marah sama Kakeknya,akhirnya keluar dari kamar.
"Key kok lama nggak main ke rumah Kakek?" tanya Papa Gio dengan lembut.
__ADS_1
"Nggak! Males!" jawab Keyzan ketus.
"Key,nggak boleh gitu!" ucap Alenka.
Papanya Gio tersenyum kecil melihat Keyzan,"Kakek kangen banget sama Key!" ucap Papa Gio.
Keyzan hanya diam tak menjawab.Alenka kembali memperingakan anaknya supaya sopan ke Kakeknya.
"Kakek kenapa kesini? Kakek mau hina Mami lagi?" tanya Keyzan sinis.
"Keyzan!" ucap Alenka agak marah.
"Nggak sayank,Kakek kangen sama kamu..Kakek minta maaf ya?" ucap Papa Gio.
Keyzan langsung berdiri dan kembali masuk ke kamarnya.Alenka mencoba membujuk anaknya tapi Keyzan yang masih marah nggak mau dengerin perkataan Maminya.
"Maafin Key ya Pa?" ucap Alenka nggak enak hati.
"Iya nggak apa apa Al,.Papa paham kok dia masih marah," jawab Papanya Gio.
Papanya Gio kemudian bertanya apakah Alenka beneran rela kalau Gio menikah lagi sama wanita lain.Alenka menjawab,"Harus rela Pa,kalau itu yang terbaik buat Gio!".
"Kamu masih cinta sama Gio?" tanya Papanya Gio.Alenka nggak menjawab hanya menundukkan kepalanya.
Papanya Gio tersenyum,dia tahu kalau Alenka masih mencintai anaknya.Meski tanpa menjawab pun,Papanya Gio paham dari sikap dan raut wajah Alenka.
"Oh iya..Kalau kamu kerja Key ikut siapa Al?" tanya Papanya Gio.
"Kalau lagi libur kayak gini,biasanya aku titipkan ke Abang aku Pa,suaminya Mbak Ana!" jawab Alenka.
"Oh,jadi menantu Mbak Ijah itu Abang kamu?" tanya Papanya Gio.Alenka tersenyum dan mengangguk.
Alenka kemudian memanggil Keyzan dan saat bersamaan Papanya Gio mendapat telepon dari rumah yang kasih tahu kalau Gio pingsan.
"Gio pingsan? Terus sekarang udah dibawa ke Rumah Sakit?" tanya Papa Gio panik.
"..."
"Ya udah kalau udah diinfus dirumah," jawab Papanya Gio.
Alenka dan Keyzan terlihat panik ketika tahu Gio pingsan.Tapi mereka memilih buat nggak peduli.Papa Gio ngomong sama Alenka buat jengukin Gio.
"Maaf Pa,Gio bukan lagi urusan Alenka!" jawab Alenka.
"Papa tahu kamu kecewa sama Gio..Papa mohon Al datang jenguk Gio! Karena Papa yakin Gio kayak gini karena kangen sama kalian..Papa cuma mau kasih tahu kalau Gino sudah dua kali mempergoki Gio mau bunuh diri,mungkin kali ini Gio juga melakukan hal yang sama," ucap Papa Gio sedih.
Alenka terbelalak mendengar perkataaan Papa mertuanya.Alenka benar benar nggak nyangka Gio bakal lakuin hal sebodoh itu.
"Gio cinta banget sama kamu Al," lanjut Papanya Gio.
__ADS_1
Alenka tidak menjawab tapi dia mengalihkan pembicaraan dengan kembali berpamitan buat berangkat kerja.
Di jalan,pikiran Alenka kacau begitu juga Keyzan yang sebenarnya juga sangat kangen sama Papanya.Keyzan merasa sedih mendengar Papanya sakit dan berusaha buat bunuh diri.
"Key kenapa?" tanya Alenka ketika Keyzan terlihat lesu saat turun dari motor.
"Nggak apa apa Mi," jawab Keyzan.
"Key kangen sama Papa?" tanya Alenka.
"Iya," lirih Keyzan.
"Tadi kenapa nggak mau diajak sama Kakek?" tanya Alenka lagi.
"Key nggak mau Mami kecewa," jaeab Keyzan.
Alenka tersenyum kecil mendengar ucapan anaknya kemudin menariknya dalam pelukannya dan mencium kening Keyzan dengan lembut.
"Mami nggak marah kok kalau Key pengen ketemu sama Papa..Karena biar bagaimanapun dia Papanya Key dan ingat nggak ada yang namanya mantan Papa atau mantan anak!" ucap Alenka memberikan pengertian buat Keyzan.
"Iya Mi,besok aja kalau Kakek ajak Key lagi," jawab Keyzan.
Alenka kemudian mengantar Keyzan sampi ke dalam rumah Refan.Dan kemudian dia pergi untuk kerja.
Di Rumah Gio...
Mama Gio marah ke Papanya Gio karena pergi tanpa pamit dari pagi.Papa Gio ngomong kalau dia pergi menjenguk cucunya karena sudah nggak bisa nahan kangen.
"Mama sebenarnya juga kangen banget sama Key," ucap Mamanya Gio.
"Tadi Papa ajak kesini dia nggak mau,dia masih marah sama kita," kata Papanya Gio.
"Papa ngomong ke Keyzan nggak kalau Papanya sedang sakit?" tanya Mamany Gio.
"Udah tapi dia tetap nggak mau ikut," jawab Papanya Gio.
"Itu pasti karena udah dibujukin sama Ibunya supaya benci sama kita!" ucap Mama Gio menyalahkan Alenka.
"Mama bisa nggak jangan salahin Alenka terus?" tanya Papanya Gio marah.
"Kok Papa jadi belain wanita itu ya?" tanya Mama Gio sinis.
"Mama lihat dong anak kita terbaring seperti ini,itu karena siapa? Mama turunin dikit ego Mama kalau Mama masih kepengen Gio punya harapan untuk hidup! Meskipun nanti Gio bangun, suatu saat dia juga akan mengulangi percobaan bunuh dirinya lagi kalau dia nggak bisa bersatu dengan anak dan istrinya lagi!" ucap Papa Gio kemudian masuk ke kamar Gio dan melihat anaknya yang terbaring lemas.
"Papa janji akan terus berusaha membawa anak dan istri kamu kesini nak,supaya kamu punya harapan buat hidup lagi!" ucap Papa Gio sambil menangis disamping tempat tidur Gio.
Sementara Mamanya Gio melihat suaminya menangis disamping anaknya.Tanpa terasa dia juga meneteskan air matanya melihat anaknya terkulai lemas.
"Mama juga akan lakuin apapun supaya kamu punya harapan untuk hidup nak!" gumam Mamanya Gio sembari menangis.
__ADS_1