
"Kak Gino katanya mau nikah ya Gi?" tanya Alenka.
"Iya,sama mantan pacarnya dulu" jawab Gio.
"Semoga Kak Gino selalu bahagia ya?" ucap Alenka tersenyum.
Alenka kembali ke ruangannya untuk melanjutkan pekerjaannya.Ketika dia berjalan melewati meja kerja Liana,Alenka terhenti karena melihat Liana yang nggak semangat.
"Lo sakit Li?" tanya Alenka.
"Nggak ko Al,tapi gue lagi galau," jawab Liana.
"Kenapa?" tanya Alenka.
"Rama Al," ucap Liana.
"Rama kenapa?" tanya Alenka penasaran.
Liana kemudian bercerita kalau dia di tolak sama Rama dengan alasan Rama sudah mencintai seorang wanita.Rama tidak mau menjadikan Liana sebagai pelarian karena Rama rmang belum bisa lupain perempuan itu.
Alenka hanya tersenyum canggung mendengar curhatan Liana.Karena,Alenka tahu wanita yang dimaksud Rama itu adalah dirinya.
"Yang sabar ya Li! Kalau jodoh nggak akan kemana kok!" ucap Alenka menghibur Liana.
"Iya Al,tapi gue beneran cinta banget sama Rama dari pertama ketemu dia," ucap Liana lemas.
"Cowok di dunia masih banyak jangan patah semangat dong!" ucap Alenka memeluk Liana.
Liana mengangguk kemudian Alenka meneruskan langkahnya menuju ruangannya dengan banyak beban pikiran.Alenka berencana buat ketemu sama Rama dan menasehatinya.
"Iya,gue harus ngomong sama Rama..Dia nggak boleh kayak gini terus!" gumam Alenka.
Alenka pun menelepon Rama dan mengajaknya buat makan siang sekalian ngomongin masalahnya sama Liana.
Jam istirahat...
Alenka buru buru keluar kantor untuk menemui Rama,kebetulan Gio masih ada meeting jadi dia pergi sendirian buat nemuin Rama.
"Lo kenapa ngajak gue makan siang?" tanya Rama.
"Ya nggak apa apa,cuma mau ajak lo aja!" jawab Alenka sembari tersenyum.
Rama kemudian memanggil pelayan untuk memesan makanan.Alenka pun kemudian ngomong to the point tentang Liana ke Rama.
"Maaf Al,soal perasaan itu nggak bisa gue paksain..Gue nggak cinta sama dia," jawab Rama.
"Gue nggak mau maksain perasaan lo,tapi seenggaknya lo buka hati lo buat orang lain..Gue bukan nggak tahu lo masih suka sama gue tapi lo harus buka mata lo! Gue udah punya anak dan suami!" ucap Alenka.
__ADS_1
"Lo tenang aja! Gue nggak bakal ganggu rumah tangga kalian..Kalian kan sahabat gue," jawab Rama.
"Tapi lo harus tahu Ram,sikap lo yang kayak gini itu membuat gue nggak nyaman..Atau mungkin gini aja,lo terserah kalau mau suka sama gue tapi mulai sekarang kita nggak usah saling berhubungan,anggap kita nggak kenal!" ucap Alenka kemudian berdiri.
Rama kaget dengan ucapan Alenka kemudian menahan tangan Alenka, "Lo jangan gini dong Al! Oke gue bakal buka hati gue buat wanita lain tapi please jangan jauhin gue!" mohon Rama.
Alenka menatap Rama yang memohon dan memegang tangannya.Tapi tiba tiba Gio muncul san memukul Rama membuat Alenka kaget begitupun Rama.
"Gue kira lo teman gue tapi ternyata lo penghianat!" ucap Gio kembali memukul Rama.
"Gio udah hentikan,ini nggak seperti yang lo pikir!" ucap Alenka menahan Gio.
Alenka memegangi tangan Gio sementara Rama memegang bibirnya yang berdarah karena pukulan Gio.
Alenka meminta maaf ke Rama dan menjelaskan ke Gio apa yang sebenarnya terjadi.
"Jadi lo masih belum bisa move on dari istri gue?" tanya Gio.
"Masalah hati gue nggak kendaliin Gi,gue udah berusaha tapi hati gue masih belum bisa!" jawab Rama.
"Terus lo rebut Alenka dari gue gitu?" tanya Gio marah.
"Kalau gue punya niat kayak gitu dari dulu,apa lo pikir kalian masih bisa bersama sekarang?" jawab Rama yang kembali membuat Gio marah.
Gio kembali meronta kemudian menarik baju Rama dan mau memukulnya lagi.Alenka kembali menahan Gio dan menyuruh Rama buat pergi dulu.Rama hanya bisa nurut apa kata Alenka.
Rama kemudian pergi tapi sebelum dia pergi, "Lo nggak perlu khawatir! Gue nggak akan ganggu rumah tangga kalian,karena kalian adalah sabahat gue! Gue masih bisa kok tahan rasa gue,jadi lo nggak perlu khawatir!" ucap Rama menepuk pundak Gio sambil tersenyum.
Setelah Rama pergi Gio yang masih marah kemudian meninggalkan Alenka.Alenka pun mengejar Gio sampai ke mobil Gio tapi Gio langsung menjalankan mobilnya meninggalkan Alenka.
Alenka menatap mobil Gio yang mulai menjauh kemudian dia menghela nafas dan kembali ke Kantornya.
"Al,lo dari mana aja? Pak Gio barusan marah marah tanpa sebab," ucap Liana.
"Terus sekarang Pak Gio nya kemana?" tanya Alenka.
"Di ruangannya..Lo mending jangan kesana deh kalau nggak mau kena semprot juga kayak yang lain!" ucap Liana memperingati.
"Tenang aja!" jawab Alenka tersenyum kemudian berjalan menuju ruangan Gio.
Di depan ruangan Gio,Alenka berpapasan dengan teman sekantornya yang kena marah Gio juga.Temannya itu keluar dari ruangan Gio dengan takut.
"Kerja nggak pecus semua!" teriak Gio.
Alenka kemudian masuk ke ruangan Gio bermaksud buat menenangkan Gio.
"Gi,lo kenapa?" tanya Alenka pelan.
__ADS_1
"Siapa yang nyuruh lo kesini?" tanya Gio ketus.
"Gi,jangan gini dong! Lo harus percaya sama gue! Gue kan tadi udah jelasin ke lo!" ucap Alenka mendekati Gio.
"Jangan omongin masalah pribadi di Kantor!" jawab Gio masih ketus.
"Gio gue sayang sama lo!" ucap Alenka.
"Nggak denger tadi gue ngomong apa? Jangan omongin masalah pribadi di Kantor! Sekarang kalau nggak ada yang mau diomongin,silahkan keluar!" ucap Gio mengusir Alenka.
Alenka yang sadar akan statusnya di Kantor hanya bisa menurut apa kata Gio.Alenka kemudian keluar dari ruangan Gio.
Setelah Alenka keluar,Gio duduk di kursinya sambil memijit keningnya, "Kenapa lo nggak peka sama perasaan gue sih Al?" gumam Gio pelan.
Waktu pulang kerja pun Gio yang biasanya mencari Alenka buat pulang bareng tapi kali ini Gio pulang langsung pulang tanpa mengajak Alenka buat bareng.
"Kenapa udah dicampakin Pak Bos ya?" sindir salah satu teman Kantor Alenka yang suka gosip.
"Sadar status dong! Pungguk merindukan rembulan!" sindir yang lain.
Tapi Alenka berusaha buat sabar mendengar sindiran itu.Dia kemudian ke Kafe Refan buat membantu Refan sekalian menjemput Keyzan.
"Mami tumben sendirian? Papa kemana Mi?" tanya Keyzan.
"Papa masih ada kerjaan sayank!" jawab Alenka berbohong karena nggak mau Keyzan sedih kalau tahu Mami sama Papanya sedang berantem.
Setelah selesai membantu Refan Alenka kemudian mengajak Keyzan buat pulang.Di jalan,Alenka melihat mobil Gio di dalamnya ada seorang wanita.
"Masa iya itu mobil Gio? Sama siapa dia?" gumam Alenka sendirian.
Tapi kemudian Alenka meyakinkan dalam hatinya kalau yang dia lihat itu bukan Gio tapi orang lain yang punya mobil yang sama seperti Gio.
Sesampainya di apartemen Keyzan yang kangen sama Papanya mencoba menelepon Gio tapi ternyata perempuan yang menjawabnya.
"Papa aku dimana?" tanya Keyzan.
"Papa kamu lagi ke toilet manis," jawab perempuan diseberang telepon.
Keyzan kemudian menutup teleponnya dan berlari ke kamar Alenka.Keyzan ngomong kalau dia telepon Papanya tapi yang angkat wanita.
"Wanita? Terus Tante itu bilang apa?" tanya Alenka.
"Dia bilang Papa lagi ke toilet!" jawab Keyzan.
Alenka kemudian kembali teringat mobil yang mirip mobil Gio itu.Dan Alenka menjadi yakin kalau mobil itu emang punya Gio.
"Ya udah Key bobok dulu,mungkin tadi temannya Papa!" ucap Alenka menyuruh Keyzan tidur supaya tidak punya pikiran curiga ke Papanya.
__ADS_1
"Iya Mi," jawab Keyzan kemudian kembali ke kamarnya.
"Kalau itu beneran lo,gue nggak akan pernah maafin lo Gi!" ucap Alenka sendiri.