CINTA BADBOY 2

CINTA BADBOY 2
chapter 24


__ADS_3

Keyzan dan anak pertama Purnama bermain bola di taman dekat penginapan mereka.Sementara Alenka bersama Purnama dan Kiara pada ngerumpi.Dan Gio bersama cowok lainnya juga sedang asyik ngobrol.


Tapi tiba tiba anak Sinta yang besar merebut bola yang sedang dimainkan Keyzan dan Bima anak Purnama.


"Maaf,ini bola aku," ucap Keyzan meminta bola dari anaknya Sinta.


"Ini punya aku!" jawab anak Sinta nggak mau kasih kemudian anak Sinta itu mendorong Keyzan.


Keyzan pun nggak terima dan kemudian mendorong balik anak Sinta sampai jatuh.Anak Sinta menangis dan berlari ke arah Sinta dan mengadu.


"Kamu kenapa dorong anak saya?" tanya Sinta marah.


"Dia yang dorong aku duluan Tan," jawab Keyzan membela diri.


"Kamu berani ya sama Orang Tua? Kamu nggak diajarin sopan santun sama Orang Tua kamu?" omel Sinta kemudian mendorong Keyzan sampai terjatuh dan kepalanya terbentur batu.


"Kak Key nggak apa apa kan?" tanya Bima.


Keyzan menangis dengan keras karena dahinya berdarah.Alenka yang mendengar anaknya menangis langsung menghampiri Keyzan dan Bima.


"Jangan cengeng jadi anak,kamu berani dorong anak saya sekarang nangis!" omel Sinta.


"Kamu kenapa marahin anak orang?" tanya Kiara marah yang muncul bareng sama Alenka dan Purnama.


"Dia dorong anak aku sampai nangis Ki,wajarlah kalau aku marah!' jawab Sinta.


"Kamu dorong anak aku sampai dia berdarah kayak gini?" tanya Alenka marah.


"Iya,siapa suruh dorong anak aku..Kalau kamu nggak terima nih gue kasih uang buat berobat!" ucap Sinta melempar uang 100 ribuan ke arah Alenka.


Sinta nggak tahu kalau itu adalah Alenka,istrinya Gio dan anaknya Gio.Karena mungkin Sinta pangling sama Alenka.


"Jangan sombong kalau kamu punya uang,jangan semena semena karena kamu banyak duit!" ucap Alenka menahan sabar.


Sementara Kiara berlari ke rumah buat mengambil perban dan obat buat Keyzan, "Kenapa lari lari yank?" tanya Erka.


"Keyzan kepalanya terluka," jawab Kiara sambil berlari.


Gio dan yang lain kaget mendengar ucapan Kiara kemudian berlari mengikuti Kiara.


"Aku emang punya banyak uang emang kenapa? Kamu tahu nggak Bos yang sedang bangun penginapan disana? itu calon suami aku!" ucap Sinta mengaku ngaku.

__ADS_1


Purnama tersenyum sinis mendengar ucapan Sinta.Karena Purnama tahu betul siapa yang di maksud sama Sinta sebagai calon suaminya.


"Kamu yakin Bos itu mau sama kamu? menurut aku sih lihat kamu aja sudah nggak mau!" ucap Purnama tersenyum membuat Sinta geram.


Gio datang bareng teman temannya yang lain.Sinta menyapa Gio tapi karena Gio panik jadi tidak menghiraukan sapaan Sinta.Dan itu membuat Purnama tersenyum jahat.


"Key kenapa?" tanya Gio panik.


"Didorong tuh sama calon istri lo!" sahut Purnama.


"Calon istri?" ucap Rama bingung.Kemudian Purnama mengisyaratkan dengan kepala menunjuk ke Sinta.


"Tadi aku nggak sengaja mendorong dia kok Mas," ucap Sinta yang sudah ketakutan.


"Kamu yang dorong anaknya Gio?" tanya Erka.


Sinta membulatkan matanya serasa tak percaya kalau anak yang dia marahi tadi adalah anak dari lelaki yang dia sukai.Sinta sangat malu karena tadi mengaku sebagai calon istri Gio di depan istri aslinya Gio.


Gio kemudian berdiri dan mendekati Sinta,itu semakin membuat Sinta takut dan kehilangan muka di depan Gio.Tapi belum Gio ngomong kedua anak Sinta berlari ke arah Gio.


"Ayah.." ucap anak Sinta dan minta gendong Gio.Itu membuat Alenka dan yang lainnya kaget.


"Gi dia,?" tanya Boy mendekati Gio.


Erka kemudian menggendong keponakannya supaya tidak membuat salah paham antara Gio dan Alenka.


"Kamu kenapa dorong anak aku sampai kepalanya terluka?" tanya Gio.


"Aku nggak sengaja tadi Mas..Beneran nggak sengaja Mas jangan marah sama aku!" ucap Sinta seolah menunjukan ada sesuatu yang special antara dia sama Gio.


"Terus kenapa kamu ngaku calon istri aku?" tanya Gio lagi.


Sinta yang sudah malu akhirnya menjadi tak tahu malu, "Kan bener aku calon istri kamu? Kamu suka kan sama aku? Kamu kan perhatian banget sama aku dan anak aku,waktu itu Mas kan kasih biaya buat anak aku..Itu kalau Mas nggak suka sama aku nggak mungkinlah Mas kasih," ucap Sinta.


"Kamu nggak malu ngomong kayak gitu dihadapan istrinya Gio?" tanya Kiara geram.


"Kamu salah paham tentang uang yang aku kasih waktu itu! Aku kasih itu karena kasihan sama anak anak kamu,bukan karena aku suka sama kamu..Karena,di dunia ini orang aku cintai hanyalah istri dan anak aku," ucap Gio.


Gio kemudian berbalik tapi dia kembali berhenti, "Mulai sekarang jangan pernah nyapa satu sama lain karena kamu sudah dorong anak aku sampai terluka!" ucap Gio lagi.


"Tapi aku beneran nggak sengaja Mas dorong anaknya Mas!" jawab Sinta membela diri.

__ADS_1


"Nggak sengaja tapi kamu tadi marah marahin Key!" sahut Purnama yang udah mulai geram juga.


"Iya Key? Ngomong sama Papa kenapa Tante ini dorong Key!" ucap Gio.


Keyzan kemudian menjelaskan apa yang terjadi sebelumnya. "Tapi kan bener itu bolanya Key kan Pa? yang Papa beliin tadi?" tanya Keyzan.


"Iya," jawab Gio sembari menatap Sinta dengan marah.


Erka kemudian menarik tangan Sinta dan membawa anak anaknya juga untuk menjauh.Erka memarahi Sinta atas sikap tidak tahu malunya Sinta.


Sementara Gio mendekati Keyzan dan Alenka yang sedari tadi cuma diam aja membuat Gio kebingungan.Karena,berpikir pasti Alenka sedang marah sama Gio.


"Lo marah? Kok sedari tadi diam aja?" tanya Gio.


"Nggak,ngapain harus marah?" tanya Alenka.


"Ya cemburu mungkin," jawab Gio sembari senyum.


"Kenapa harus cemburu? Gue kan udah tahu dari awal kalau lo emang playboy," jawab Alenka.


Gio manyun mendengar jawaban Alenka tapi kemudian dia tersenyum dan mencium pipi Alenka,membuat teman temannya pada bersorak heboh.


"Nasib kita yang jomblo Boy," ucap Rama.


"Kayaknya bentar lagi Key bakal punya Adik nih," seru Boy yang kembali bikin heboh.


"Masih sakit sayank?" tanya Gio menyentuh lembut pipi anaknya.


"Nggak Pa,tapi Key pusing" jawab Keyzan.


Gio kemudian menggendong anaknya ke kamar tapi Keyzan nggak mau.Dia pengen jalan jalan katanya.Gio pun nurut apa mau anaknya.Gio menggendong Keyzan dan mengajaknya berkeliling.


"Pak Gio!" sapa seorang lelaki paruh baya yang ternyata adalah Mandor di proyek penginapan yang sedang Gio bangun.


"Iya Pak Mandor!" ucap Gio tersenyum.


"Jalan jalan sama keponakan nih?" tanya Mandor itu.


"Ini anak saya Pak," jawab Gio.


Mandor itu terkejut mendengar jawaban Gio.Karena,Gio rumornya di Perusahaan dia masih single.

__ADS_1


Gio kemudian berpamitan buat kembali jalan jalan bersama anaknya.Gio masih menggendong Keyzan sambil sesekali berlari dan bercanda dengan Keyzan yang masih menempel di punggungnya.Mandor itu melihat Gio yang semakin menjauh dengan kagum.


"Pengusaha sukses,masih sangat muda,berpenampilan biasa biasa aja dan sangat fasih momong anaknya..Nggak kelihatan kalau dia adalah seorang pengusaha yang sukses,seorang anak konglomerat," gumam Mandor itu dengan tersenyum kecil.


__ADS_2