
"Key,jangan nakal! Nurut sama Kakek,sama Oma,juga sama Om Gino!" pesan Alenka.
"Iya Mi,Key tahu!" jawab Keyzan kemudian pamit buat pergi bersama Oma dan Kakeknya.
"Mama sama Papa keluar dulu ya? Jagain Gio ya Al,!" ucap Mamanya Gio.
"Iya Ma," jawab Alenka.
Mereka berempat pergi ke Mall buat makan malam dan mainan.Sementara Alenka di rumah Gio menemani Gio yang masih sakit.
"Udah lama sejak Dio nggak ada kita nggak pernah kayak gini ya Pa?" ucap Mamanya Gio.
"Iya Ma,lihat Key mainan sama Gino dengan gembira jadi teringat sama Dio," jawab Papanya Gio.
Dio adalah Adiknya Gio yang meninggal karena kecelakaan.Setelah Dio meninggal dan Gino harus dirawat karena depresi.Kedua Orang Tua Gio memutuskan untuk berbisnis ke Luar Negeri.
Jadi,Gio yang jadi korban.Karena,nggak dapat perhatian sepenuhnya dari Orang Tua nya.Orang Tua Gio hanya pulang beberapa bulan sekali itu pun tidak lama.
"Selama ini Gio yang nggak dapat perhatian lebih dari kita ya Ma?" tanya Papanya Gio.
"Iya sih Pa..Mama mau membayar kebahagiaan yang selama ini Gio nggak rasain!" jawab Mamanya Gio.
"Sekarang Gino dan Gio udah dewasa Ma,udah berkeluarga juga biarin dia tentuin jalan hidup mereka sendiri..Apa yang menurut dia bahagia kita sebagai Orang Tua hanya bisa mendukung dan mendoakan yang terbaik buat anak anak kita!" kata Papanya Gio.
Setelah dari Mall,mereka berempat pergi ke Taman.Sementara Alenka di rumahnya Gio memasak untuk Gio.Karena,Gio lagi manja ke istrinya kepengen dimasakin dan disuapin sama Alenka.
"Ini infusnya sudah nggak usah dipasang lagi ya? Kamu kan udah sehat,udah ada infus alaminya," ucap Dokter keluarga Gio dengan tersenyum.
"Paman Dokter bisa aja," jawab Gio tersenyum.
"Paman denger dari Papa kamu..Sekarang kamu udah berkeluarga? Udah punya satu Putra juga?" tanya Dokter keluarga Gio.
"Iya,dan itu istrinya Gio," ucap Gio menunjuk Alenka.
"Paman udah tahu,tadi dikasih tahu sama Mbak Ijah" jawab Dokter itu.
Dokter keluarga Gio kemudian pamit pulang.Alenka kemudian duduk bersama Gio sambil ngobrol dan menunggu anak mereka pulang main sama Oma dan Kakeknya.
"Al,tubuh aku lengket banget bisa bantu aku mandi nggak?" tanya Gio.
Alenka mendengus kemudian tersenyum melirik Gio "Iya,yuk!" jawab Alenka sambil membantu Gio berdiri dan berjalan ke kamar mandi.
"Mandi sendiri bisa kan? Aku siapin baju buat kamu!" ucap Alenka.
"Iya bisa kok," jawab Gio.
Alenka kemudian keluar dari kamar mandi dan memilih baju buat ganti Gio.Setelah selesai mempersiapkan baju ganti buat Gio.Alenka kembali masuk ke kamar mandi memberi handuk buat Gio.
"Pelan pelan!" ucap Alenka sambil memapah Gio.
Alenka mengelap tubuh Gio yang basah dengan handuk.Gio terlihat senang melihat istrinya begitu telaten merawatnya.Bahkan,Alenka juga membantu Gio buat memakai bajunya.
"Makasih ya sayank?" ucap Gio sembari menatap Alenka.
__ADS_1
"Iya," jawab Alenka tersenyum.
"Key kok belum pulang ya?" tanya Gio.
"Iya padahal udah dari tadi," jawab Alenka.
"Kamu udah makan?" tanya Gio.
Alenka menggelengkan kepalanya pelan "Belum" jawab Alenka.
"Makan dulu ntar kamu sakit!" suruh Gio.
Alenka kemudian pamit buat makan dulu tapi Gio nggak mau ditinggal sama Alenka.Gio memanggil dan menyuruh Mbak Ijah buat siapin makan buat Alenka.
"Aku makan dibawah aja," ucap Alenka.
Gio yang nggak mau jauh dari Alenka kemudian mengikuti Alenka ke ruang makan.Setelah selesai makan,Gio mengajak Alenka buat duduk di samping rumahnya,di dekat kolam renang.
"Malamnya indah banget ya Gi?" ucap Alenka menyenderkan kepalanya ke bahunya Gio.
"Iya sangat indah karena kamu ada disini bersama aku," jawab Gio mengelus rambut Alenka dengan lembut.
"Gombal," ucap Alenka.
Gio hanya tersenyum mendengar ucapan Alenka,"Malam ini tidur sini?" tanya Gio.
"Kamu mau nya aku tidur sini atau pulang?" tanya Alenka mendongakan kepalanya menatap Gio.
Gio juga menunduk menatap Alenka,"Pengen aku sih kamu jangan pulang,tidur disini terus! Kalau bisa tinggal disini juga!" jawab Gio.
"Karena Ayah masih belum restui hubungan kita?" tanya Gio menebak.Dan Alenka hanya mengangguk pelan.
"Aku yakin suatu saat Ayah bakal kasih kepercayaan ke aku buat jagain kamu lagi..Seperti Mama sekarang yang sudah mulai merestui hubungan kita..Itu semua karena kekuatan cinta kita," ucap Gio.
Alenka tersenyum kemudian memeluk Gio dengan erat,"Aamiin..Semoga apa yang kita semogakan,tersemogakan!" ucap Alenka.
"Aamiin!" jawab Gio kemudian mengecup kening Alenka dengan lembut.
Tak lama kemudian Keyzan pulang dengan senang bersama Om,Oma dan Kakeknya.Keyzan berlari ke kamar Papanya tapi tidak menemukan Papa dan Maminya.
"Papa sama Mami kok nggak ada sih Oma?" tanya Keyzan yang kembali turun ke ruang tamu.
"Papanya Key ada di situ tuh!" jawab Papanya Gio menunjuk dimana Alenka dan Gio berada.
"Papa...Mami.." panggil Keyzan sambil berlarian.
"Key,jangan lari lari ntar jatuh!" ucap Gio.
Keyzan kemudian duduk ditengah tengah Papa sama Maminya.Keyzan memamerkan mainan dan baju yang dibelikan sama Kakeknya.
"Bagus kan Pa,Mi?" ucap Keyzan senang.
"Bagus banget..Tapi Key udah bilang makasih belum sama Oma sama Kakek?" tanya Alenka.
__ADS_1
"Udah Mi!" jawab Keyzan.
"Besok kalau Papa sembuh..Papa beliin mainan dan baju buat Key yang banyak," ucap Gio.
"Beneran Pa? Janji?" tanya Keyzan mengangkat kelingkingnya.
"Iya sayank,Papa janji! Apapun yang Key mau Papa pasti beliin," jawab Gio mengaitkan kelingkingnya ke kelingking Keyzan.
"Papa baik,Key sayang sama Papa!" ucap Keyzan mencium pipi Papanya.
"Sama Mami nggak sayang?" tanya Alenka.
"Sayang dong!" jawab Keyzan juga mencium pipi Maminya.
Mama dan Papanya Gio melihat dari dalam rumah dengan tersenyum bahagia.Papa Gio kemudian memeluk istrinya.
"Mama nggak kepengen kayak mereka?" bisik Papanya Gio.
"Ah Papa!" ucap Mamanya Gio malu malu.
Karena sudah malam dan semakin dingin.Gio beserta anak dan istrinya masuk ke dalam rumah.Alenka memapah Gio dengan hati hati.
"Kok infusnya udah dicopot?" tanya Papanya Gio.
"Iya Pa,tadi kata Paman Dokter,Gio udah baikan jadi nggak perlu diinfus lagi," jawab Gio.
"Ternyata Alenka adalah obat yang mujarab ya Pa? cuma ditemenin bentar aja udah sembuh tuh Gio," ucap Mamanya Gio sembari tersenyum.
"Mama jangan gitu dong! Alenka jadi malu tuh!" sahut Gino keluar dari kamar.
Sementara Gio dan Alenka hanya tersenyum mendengar godaan Mamanya Gio.Papanya Gio kemudian menyusulkan buat pergi piknik besok.Keyzan langsung melompat kegirangan.
"Key mau Kek," ucap Keyzan senang.
"Boleh tuh idenya Papa..Besok kamu ajak calon istri kamu juga Gin! Biar makin ramai!" suruh Mamanya Gio.
"Iya Ma..Kalau gitu kita bobok yuk Key! Besok biar nggak kesiangan! Key bobok sama Om Gino aja ya!" ucap Gino.
"Iya Om," jawab Keyzan kemudian menggandeng tangan Gino dan masuk ke kamar Gino.
"Kalau gitu Gio juga mau istirahat dulu ya Ma,Pa?" pamit Gio.
"Iya Gi," jawab Papanya Gio.
Gio kembali ke kamar dengan masih dipapah Alenka.Orang Tua Gio tersenyum senang melihat Alenka yang begitu telaten merawat Gio yang lagi sakit.
"Alenka anak yang baik ya Pa? Dia kelihatannya sayang banget sama Gio?" ucap Mamanya Gio sembari melihat Alenka dan Gio.
"Kalau nggak sayang sama Gio,masa iya dia mau nungguin Gio selama 7 tahun lebih dengan status yang nggak jelas," jawab Papanya Gio.
"Mama jadi merasa bersalah Pa," kata Mamanya Gio.
Papanya memeluk istrinya,"Sudahlah Ma,yang terpenting sekarang Mama sudah melihat mana yang bisa membahagiakan Gio,.Kita tidur yuk! Kita kan masih ada pekerjaan yang lain juga!" ajak Papanya Gio sembari tersenyum dan menuntun istrinya ke kamar.
__ADS_1
"Papa genit ah!" ucap Mamanya Gio tersenyum.