
Alenka ke kampung Erka buat meninjau proyek bersama dengan Gio.Karena hari biasa jadi Alenka hanya pergi bersama Gio tanpa Keyzan.Tapi,sebelumnya Alenka sudah berpesan kepada Keyzan dan Ana supaya Keyzan dijemput dan diurus oleh Ana hari itu.
"Key pulang dijemput siapa Al?" tanya Gio.
"Dijemput Mbak Ana,aku udah ngomong tadi sama Mbak Ana sama Key juga," jawab Alenka.
"Key nggak marah kan kita tinggal?" tanya Gio lagi.
"Nggak lah,Key itu biarpun masih kecil tapi dia punya pemikiran yang lebih dewasa dari anak seusianya..Ntar sampai disana kita telepon Key pasti dia seneng banget!" jawab Alenka.
Gio tersenyum senang mendengar penjelasan Alenka.Tapi emang apa yang dikatakan Alenka itu benar semua.Kalau anaknya itu punya pemikiran yang lebih dewasa dari anak seumurnya.
"Emang Key itu menurut aku,anak yang sangat pintar,dia paham situasi dan kondisi Orang Tua nya..Pokoknya hebat deh anak aku itu," ucap Gio bangga.
"Anak kamu? Emang kamu yang mengandung dia? Kamu yang melahirkan dia?" tanya Alenka.
Gio menoleh kemudian tersenyun mendengar pertanyaan Alenk,"Aku emang nggak mengandung dia ataupun melahirkan dia tapi kan aku yang tanam bibit itu dirahim kamu" jawab Gio menjulurkan lidahnya.
Alenka tersenyum sambil memonyongkan bibirnya.Mereka kemudian kembali mengobrol.Gio ngomong ke Alenka kalau penginapan yang dia bangun itu akan diberi nama sesuai nama anaknya.
"Kenapa harus pakai nama Key?" tanya Alenka.
"Karena biar semua orang tahu kalau Key adalah keturunan aku,dan itu semua sebagai bukti rasa sayangku ke anak kita," jawab Gio.
"Kamu sayang banget sama Key?" tanya Alenka.
"Pasti sayang dong,dia kan anak aku..Aku akan berikan dia kebahagiaan yang selama 8 tahun ini nggak pernah dia rasakan..Aku akan menebus kebahagiaan yang hilang itu dengan sisa hidup aku," jawab Gio.
Alenka tersenyum mendengar jawaban Gio.Alenka pun yakin dengan apa yang Gio ucapin karena sama anak otang lain aja dia begitu peduli apalagi sama anaknya sendiri.
"Makasih ya Gi?" ucap Alenka.
"Makasih buat apa?" tanya Gio pelan.
"Karena kamu udah sayang sama Key,udah kasih dia kasih sayang dan cinta yang selama ini belum pernah rasakan yaitu kasih sayang seorang Papa," jawab Alenka.
__ADS_1
"Aku yang justru makasih sama kamu..Karena,kamu udah rawat dan besarin anak kita menjadi anak yang baik,pintar dan sholeh,meskipun tanpa aku tapi kamu tetap jaga dia dengan baik..Terimakasih sayank!" ucap Gio mencium tangan Alenka meski sesekali masih fokus ke jalan.
"Itu udah jadi kewajiban aku karena Key kan juga anak aku," jawab Alenka.
"Seandainya aku tahu kalau kamu hamil dulu,aku nggak akan pernah tinggalin kamu!" ucap Gio sedih mengingat masa lalu.
"Sudahlah yang lalu biarkan berlalu,sekarang kita jalani rjmah tangga kita dari awal demi Key dan demi cinta kita!" ucap Alenka yang membuat Gio tersenyum bahagia.
Sesampainya di kampung Erka,mereka langsung menuju proyek penginapan yang dibangun oleh Gio untuk hadiah buat Keyzan.
"Gimana Ka?" tanya Gio.
"Sudah 30% sih Gi,tapi lo tenang aja gue yakin akan selesai sesuai perkiraan kita," jawab Erka.
"Oke gue percayain semua sama lo!" ucap Gio.
Setelah selesai membahas masalah proyek,Erka mengajak Gio dan Alenka buat makan siang di warung dekat rumahnya Erka.
Alenka kemudian menanyakan tentang Kiara kepada Erka.Dari jawaban Erka,Alenka jadi yakin apa yang diomongin Kiara waktu itu emang benar.Erka mulai berubah semenjak deket sama mantan pacarnya.
"Iya," jawab Erka tersenyum.
Erka kemudian ngobrol sama wanita itu dan terlihat dari obrolannya mereka seperti sudah kenal lama.Bahkan sesekali Erka menyentuh pipi anak dari wanita itu.
"Itu mantannya Erka kali ya yang diceritain sama Kiara?" tanya Alenka ke Gio.
"Nggak tahu yank," jawab Gio.
Alenka kembali memperhatikan mereka yang sedang ngobrol dan bercanda.Tapi kemudian Alenka berpura pura tanya dimana Kiara ke Erka.
"Ada kok di rumah," jawab Erka berbohong karena Kiara ada di rumah Orang Tua nya semalam baru bertemu sama Alenka.
"Dirumah Orang Tua nya?" tanya Alenka sarkas.
Erka terlihat gugup mendengar pertanyaan Alenka.Begitu juga wanita tadi merasa nggak enak hati.
__ADS_1
"Mbak tahu nggak kalau istrinya Erka kabur karena Mbak?" tanya Alenka.
Wanita itu nggak kaget sama sekali seolah dia sudah tahu apa yang terjadi sama rumah tangganya Erka.Wanita itu hanya mengangguk pelan.
"Kalau Mbak tahu kenapa Mbak masih deketin Erka?" tanya Alenka yang mulai marah.
"Pertengkaran gue ama Kiara nggak ada hubungannya sama dia!" ucap Erka.
"Sebelumnya sorry Ka! Gue nggak mau ikut campur urusan tumah tangga lo,tapi lo harus tahu setiap malam Kiara datang ke apartemen gue dengan nangis nangis ceritain rumah tangga kalian..Lo jangan menutup mata lo hanya karena ingin belain wanita ini,lo mikirin nggak perasaan Kiara?" tanya Alenka mulai geram.
"Gue harus gimana Al? Gue juga pengen punya anak tapi selama ini Kiara belum bisa kasih gue seorang anak!" jawab Erka.
"Picik banget pikiran lo! Apa lo kira Kiara nggak kepengen punya anak? Dia berusaha berbagai cara tapi emang Tuhan yang belum kasih keturunan ke kalian!" jawab Alenka.
"Sudah sayank!" ucap Gio menenangkan Alenka.
Mantan Erka itu kemudian pergi dari warung itu karena mungkin merasa nggak enak hati mendengar perdebatan antara Alenka dan Erka.
"Gue cuma mau ngomong! Jangan pernah lo sia siakan orang yang selama ini ada bersama lo saat duka dan suka lo! Dalam sebuah hubungan rasa bosan dan godaan itu sering kali muncul,tapi itu bukan sebuah alasan untuk saling melepaskan! Karena cinta nggak sesederhana itu Ka,..Jangan pernah sia sia kan orang yang selama bertahun tahun menerima kekurangan dan kelebihan lo hanya untuk orang lo anggap bisa membahagiakan lo!" ucap Alenka kemudian pergi.
Gio membayar makan mereka kemudian menepuk pundak Erka,"Apa yang Alenka bilang benar,lo pikirin baik baik!" ucap Gio kemudian menyusul Alenka yang sudah menjauh.
Alenka berlari sampai samping jurang,dia berteriak sembari menangis merasakan sakit hati seperti yang Kiara rasain.Gio kemudian memeluk Alenka dan menenangkannya.
"Aku kasihan sama Kiara,.Dulu Erka bukan orang yang seperti itu tapi kenapa sekarang dia berubah?" tany Alenka yang menangis dalam pelukan Gio.
"Sudah ah,mereka sudah dewasa pasti mereka tahu apa yang harus mereka lakukan dengan permasalahan dalam rumah tangga nya," ucap Gio mengelus punggung Alenka.
"Kiara bukannya nggak mau kasih anak tapi emang karena belum dikasih aja,.Kiara udah terapi kesana kesini,konsultasi kesana kemari tapi hasilnya masih sama..Kenapa Erka malah salahin Kiara dan memilih buat menghianati rumah tangga yang sudah dia bangun selama bertahun tahun?" ucap Alenka.
Gio setuju apa yang diomongin Alenka.Karena masalah punya keturunan atau nggak itu kan urusan Tuhan.Gio juga menyesali tindakan Erka yang malah memilih lebih dekat sama mantan pacarnya.
"Kita cuma bisa mendoakan mereka supaya masalah dalam rumah tangga mereka cepat terselesaikan!" ucap Gio mencium kening Alenka.
Alenka hanya mengangguk dan masih terisak dalam dekapan suaminya.
__ADS_1