CINTA BADBOY 2

CINTA BADBOY 2
chapter 28


__ADS_3

"Key,ntar malam ke rumah Papa ya! Kakek sama Oma pulang katanya kangen sama Key!" ucap Gio.


"Iya Pa," jawab Keyzan.


"Lo ikut ya Al?" ajak Gio.Alenka hanya mengangguk menandakan setuju dengan ajakan Gio.


Setelah Keyzan sampai sekolah,Gio dan Alenka langsung ke Kantor.Alenka mengutarakan keraguannya atas ajakan Gio ke rumahnya.


"Tadi katanya iya kok sekarang jadi ragu?" tanya Gio.


"Tadi kan ada Key,gue nggak mau Key tahu masalah gue ama Oma nya..Gue mau Key hanya punya pikiran positif kepada Oma nya," jawab Alenka.


Gio menoleh dan tersenyum menatap Alenka,"Lo tahu nggak? Lo yang kayak gini yang bikin gue nggak mau lepasin lo!" ucap Gio.


"Gombal!" jawab Alenka singkat.


"Di bilangin nggak percaya amat!" ucap Gio mencubit kedua pipi Alenka.


Gio kemudian kasih saran ke Alenka,kalau panggilan mereka mulai sekarang jangan Lo dan Gue tapi Aku dan Kamu.


"Kan biar ngebahasain Key juga," ucap Gio.


"Boleh,kita coba" jawab Alenka tersenyum.


"Aku cinta sama kamu!" bisik Gio membuat Alenka tersenyum dan menipiskan bibirnya.


"Gu- Aku juga cinta kamu!" balas Alenka yang membuat Gio tersenyum senang.


Mereka kemudian turun dari mobil bersama dan masuk ke Kantor membuat teman teman Kantor Alenka pada ngegosipin mereka.


Termasuk Liana yang heboh melihat Alenka dan Gio semakin dekat bahkan berangkat bareng.Padahal sebelumnya mereka juga berangkat bareng tapi Alenka selalu turun di jalan agak jauh dari Kantor mereka.


"Al,lo punya hubungan apa sih sama Pak Gio?" tanya Liana heboh.


"Gue ama Gio itu suami istri!" jawab Alenka.


"Al,serius dong!" omel Liana.


"Ya ampun,gue serius Li,.Gio itu suami gue!" jawab Alenka meyakinkan.


"Serah lo dah Al! Jangan lupa minum obat biar nggak halu!" ucap Liana menjulurkan lidahnya.


Liana masih nggak percaya kalau Gio adalah suaminya Alenka.Karena,setahu Liana,Alenka adalah single parent dan kalaupun mereka udah nikah pasti ada pesta secara Gio kan pengusaha sukses.


"Di kasih tahu nggak percayaan amat yak? Apa emang mungkin gue yang nggak pantes sama Gio?" gumam Alenka sendiri kemudian menggedikkan bahunya dan mulai melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


Sedangkan Gio yang mau ke ruangan rapat mendengar karyawannya pada ngomongin Alenka yang nggak tahu malu menggoda dia,katanya.


Gio yang nggak suka istrinya digosipin yang nggak nggak marahlah dia.


"Kalian disini buat kerja bukan buat ngomongin orang! Kalau udah nggak mau kerja silahkan ajukan surat pengunduran diri kalian!" ucap Gio marah.


"Maaf Pak!" jawab Karyawannya.


"Benarkan? Pak Gio pasti udah diguna guna sama Alenka?" ucap salah seorang karyawan itu setelah Gio pergi.


Karena kejadian tadi pagi membuat gosip tentang Alenka semakin parah.Alenka bukan nggak tahu atau nggak dengar teman teman pada ngomongin dia,tapi dia memilih untuk diam dan tak menghiraukan.


Bahkan ketika Alenka ke toilet dia dicegat oleh beberapa teman yang nggak suka sama dia.Mereka mengolok olok Alenka kerena tak tahu malu berani menggoda Bos mereka.


"Terus kenapa? Orang Bos juga mau ama gue,kenapa kalian yang ribet?" tanya Alenka sembari tersenyum sinis.


"Lo harusnya sadar status lo! Lo harus sadar lo punya anak tanpa bapak!" ucap Lina teman sekantor Alenka.


"Tapi Pak Gio nggak masalah tuh sama status itu,dia bahkan menganggap anak gue sebagai anaknya sendiri," ucap Alenka santai.


"Dasar tak tahu malu!" sewot Riana teman kantor Alenka yang lain.


"Lo bilang gue tak tahu malu? Lebih tak tahu malu mana? Gue atau Lo yang diam diam merayu Pak Gio? Tapi kalau nggak salah lo di tolak ya? Kasian!" tanya Alenka tersenyum meledek.


"Dasar cewek murahan lepasin tangan gue! Gue sumpahin anak haram lo nggak akan pernah ketemu sama Bapaknya!" seru Riana.


Tapi Alenka nggak mau melepaskan malah menampar pipi Riana dengan keras.Lina kaget Alenka menampar Riana pun mencoba membalas Alenka tapi tangan Lina dipelintir sama Alenka.


"Kalian boleh hina gue! Tapi jangan pernah kalian hina anak gue!" ucap Alenka geram.


Liana yang juga ke toilet kaget melihat Alenka bertengkar dengan Lina dan Riana.Liana pun menarik tangan Alenka dan membawa Alenka kembali ke ruangannya.


"Lo kenapa Al bertengkar sama mereka?" tanya Liana.


"Mereka hina anak gue,mereka bilang anak gue haram!" jawab Alenka.


Liana menatap Alenka dengan kasihan.Setahu Liana,Keyzan emang anak Alenka dengan seorang cowok yang nggak mau bertanggung jawab.Karena,Liana selama berteman dengan Alenka belum tahu Ayahnya Keyzan.


"Lo juga berpikiran sama kayak mereka?" tanya Alenka menebak pikiran Liana.


"Jujur,iya Al..Karena selama ini gue belum lihat Ayahnya Key,.Maaf kalau gue salah!" ucap Liana nggak enak hati sama Alenka.


Alenka hanya tersenyum kecil,"Tiap hari lo juga ketemu sama Papanya Key!" ucap Alenka.


"Sadar Alenka! Lo masih berpikiran Pak Gio itu suami lo? Papanya Keyzan?" tanya Liana.

__ADS_1


"Emang Gio Papanya Keyzan!" jawab Alenka santai.


"Udah ah nggak usah dibahas lagi,gue cuma nggak mau lo berharap sesuatu yang nggak pasti..Karena lo bakal sakit sendiri dengan kenyataan yang lo jalani!Jangan hanya karena kalian teman sekolah dulu lantas lo berpikir Pak Gio selevel dengan kita,kita harus sadar diri Alenka!" ucap Liana meninggalkan ruangan Alenka.


"Terserahlah mereka mau berpikiran tentang gue seperti apa yang jelas fakta nggak bisa dipungkiri kalau gue emang istri dari Bos mereka dan anak gue adalah anak kandung dari Bos mereka," gumam Alenka sendirian.


Alenka sadar dengan perbedaan status dia dengan Gio pasti bakal banyak orang yang menganggap mereka nggak pantas buat bersanding.Tapi cinta tetaplah cinta yang bersemayan dihati seseorang tanpa melihat status,perbedaan dan kekurangan.


Pak Henry,Direktur Alenka memanggil Alenka ke ruangan PresDir.Disana juga sudah ada Lina dan Riana didalam ruangan PresDir.


"Ada apa ya Pak panggil saya?" tanya Alenka.


"Apa benar tadi kamu bertengkar sama Lina sama Riana?" tanya Pak Henry.


"Iya Pak,tapi mereka duluan Pak yang mulai!" jawab Alenka.


"Kalian tahu ini Kantor? buat kerja bukan buat bertengkar!" ucap Pak Henry.


"Tapi Alenka itu Pak nampar saya dan juga memelintir tangannya Lina!" ucap Riana bermaksud mengadu.


"Karena lo emang pantas buat ditampar!" ucap Alenka geram.


Gio kemudian memperingati mereka bertiga untuk tidak mengulangi perbuatan mereka lagi kalau nggak Gio bakal surat peringatan ke mereka.


"Pak kita ini korban lho,tapi kenapa Bapak pilih kasih?" tanya Lina nggak terima.


"Iya Pak,jangan karena Bapak suka sama Alenka jadi Bapak nggak adil gini! Jangan campur aduk masalah pribadi dengan kerjaan dong Pak!" protes Riana nggak mau kalah.


"Harusnya kalian berterimakasih hanya diperingati saja,kalau gue ngomong apa yang udah lo katakan ke gue tadi sampai sampai gue nampar lo,apa kalian pikir masih bisa kerja disini?" sahut Alenka.


"Alenka jaga sikap kamu!" bentak Pak Henry.


"Emang apa yang mereka omongin sampai kamu tampar dia?" tanya Gio penasaran.


"Ngomong aja kalau lo mau ngomong! Emang Pak Gio akan peduli gitu sama anak haram lo?" tanya Lina tersenyum meledek.


"Siapa yang anak haram?" tanya Gio mulai marah.


"Anaknya Alenka Pak,dia kan punya anak tapi nggak punya Bapak!" jawab Riana tertawa kecil.


"Kalian tahu siapa yang kalian omongin sebagai anak haram itu?" tanya Gio melotot ke arah Lina dan Riana.


Lina dan Riana menjadi takut karena tatapan Gio.Mereka tak menjawab hanya menggelengkan kepala mereka.


"Anak yang kalian omongin anak haram itu adalah anak saya! Anak kandung saya! Anak kandung dari Giovanni Rajendra!" ucap Gio membuat Lina dan Riana kaget setengah mati begitu juga Henry.

__ADS_1


__ADS_2