
Gio berhari hari kerjaannya hanya mabuk mabukan.Tapi di dalam mabuknya dia masih bisa mengendalikan dirinya.
"Lo kok kayak gini terus sih Dek?" gumam Gino menyelimuti Adiknya.
"Alenka aku cinta sama kamu,aku kangen sama kamu sayank!" ucap Gio mengigau.
Gino kemudian keluar dari kamarnya buat ambil minum.Dia berpapasan sama Papanya yang juga masih belum bisa tidur.
"Gio tidur dikamar kamu lagi?" tanya Papanya ke Gino.
"Iya Pa..Biarin Gio tidur di kamar Gino dulu sampai Cassie pulang,takutnya terjadi hal hal yang diinginkan sama Gio,karena Gio pulang dengan keadaan mabuk terus!" ucap Gino.
Papanya paham apa yang dikhawatirkan oleh Gino.Karena,Papa mereka tahu kalau Gino sangat mendukung hubungan Alenka dengan Gio.
"Iya,.Cassie sudah balik ke Belanda tadi siang kok," ucap Papanya.
"Bagus deh,.Gino sebenarnya nggak suka dengan cara Mama misahin Gio sama Alenka..Alenka itu wanita yang baik Pa,karena dia juga Gino bisa sembuh dari depresi Gino," ucap Gino.
"Papa juga sebenarnya suka sama Alenka tapi Mama kamu keras kepala," kata Papa Gio.
****
Ketika Gio selesai meeting di sebuah Kafe,dia melihat Alenka yang juga sedang di Kafe itu bersama Alex.Gio menghampiri mereka dengan marah dan langsung memukul Alex.
"AH!" teriak Alenka kaget melihat Gio tiba tiba memukul Alex.
"Gue peringatkan sama lo,jangan pernah bermimpi buat dapatin Alenka! Karena dia cuma milik gue!" ucap Gio kembali mau memukul Alex.
"Gio stop!" bentak Alenka mendorong Gio.
"Al,aku kangen sama kamu!" ucap Gio mendekati Alenka.
"Udahlah Gi kita nggak mungkin akan kembali,!" ucap Alenka.
"Kenapa? kamu masih cinta kan sama aku?" tanya Gio.
"Apalah arti nya cinta? seberapa besar cinta aku ke kamu itu nggak akan bisa merubah perbedaan diantara kita..Mending mulai sekarang kita jalani hidup masing masing!" ucap Alenka.
"Nggak Al,aku nggak mau pisah sama kamu!" kata Gio.
"Kamu udah terima surat gugatan dari aku?" tanya Alenka.
__ADS_1
"Udah aku buang..Sampai mati pun aku nggak akan mau tanda tangani surat itu!" ucap Gio.
Gio memohon kepada Alenka supaya mau kembali bekerja di Perusahaannya.Tapi Alenka menjawab tidak mau lagi ada hubungan apapun sama Gio.
"Tapi kenapa harus kerja sama Alex sih?" tanya Gio cemburu.
"Aku udah cari kerja kemana mana tapi nggak ada lowongan hanya di Perusahaan Ayahnya Alex yang ada..Aku juga harus kerja buat mencukupi kebutuhan aku dan anak aku," jawab Alenka.
"Aku yang akan tanggung semua biaya kehidupan kamu dan Keyzan!" kata Gio.
"Maaf Gi! Sebaiknya kamu urus saja kehidupan kamu dan calon istri kamu! Aku masih bisa cari uang sendiri buat biaya kehidupan Keyzan!" ucap Alenka kemudian menarik tangan Alex untuk pergi.
Tapi Gio menahan tangan Alenka,"Jangan tinggalin aku! Kembali ke aku sayank! Aku masih cinta sama kamu," ucap Gio.
"Aku hanya bisa berdoa semoga kamu selalu bahagia dengan wanita pilihan Mama kamu,semoga langgeng sampai ajal memisahkan kalian," ucap Alenka menahan air matanya.
"Omong kosong! Aku nggak akan pernah nikah sama siapapun!" jawab Gio marah.
Alenka kembali menarik tangan Alex untuk meninggalkan Kafe itu sementara Gio mengejar Alenka sampai ke mobilnya Alex.
"Jangan tinggalin aku Al!" ucap Gio mengetuk ngetuk kaca mobil Alex.
Alenka mencoba menahan air matanya dan menyuruh Alex untuk segera menjalankan mobilnya meninggalkan Gio di tengah derasnya hujan.
"Aku udah memutuskan untuk meninggalkan dia tapi kenapa air mata ini justru keluar!" gumam Alenka dalam hati melihat Gio berdiri ditengah hujan yang lebat.
Alenka menangis memegangi dadanya yang terasa sangat sesak.Dia masih mencintai Gio tapi dia juga nggak mau dimadu.
"Lo nggak kenapa napa kan Al?" tanya Alex.
"Nggak apa apa kok Lex," jawab Alenka dengan suara serak sambil mengusap air matanya.
Alenka meminta izin Alex buat pulang lebih awal.Alex yang paham dengan suasana hati Alenka,mengizinkan Alenka buat pulang lebih awal.
"Makasih ya Lex?" ucap Alenka.
Alenka kemudian pulang ke apartemen duluan sementara Keyzan masih di Kafenya Refan.Karena,pikiran Alenka sedang kacau dia mau istirahat sebentar dan menjemput Keyzan nanti.
Begitu sampai parkiran apartemen Alenka terkejut tiba tiba ada seseorang yang memeluknya dari belakang.Ternyata Gio menunggunya dari tadi.
"Gio!" gumam Alenka ketika menoleh.Alenka kemudian mendorong Gio menjauh.
__ADS_1
"Kamu udah nggak mau aku peluk?" tanya Gio sedih.
"Kamu bukan lagi milik aku,kamu sudah jadi milik orang lain!" ucap Alenka sewot.
"Nggak sayank! Aku akan tetap jadi milik kamu!" jawab Gio kembali mendekat.
"Kamu mau apa sih Gi?" tanya Alenka.
"Mau aku,kamu jangan tinggalin aku..Jangan jauhin aku karena aku nggak bisa tanpa kamu sayank!" ucap Gio.
"Hentikan Gio!" bentak Alenka.
Alenka menatap Gio dengan marah,"Kamu selalu aja ngomong kamu cinta sama aku,sayank sama aku tapi buktinya itu semua bohong!" ucap Alenka.
"Kamu harus percaya! Dengan cara apa lagi?buat ngeyakinin kamu kalau cintaku cuma buat kamu!" ucap Gio mulai frustasi.
"Cintaku cuma buat kamu!Aku nggak bisa hidup tanpa kamu! itu semua bohong! Kalau kamu cinta kamu nggak pernah punya niatan buat poligami!" seru Alenka marah.
Gio memeluk Alenka yang hampir menangis,"Jangan nangis sayank,aku nggak kuat lihat kamu nangis!" ucap Gio.
"Asalkan kamu bilang nggak rela,aku nggak akan nikahin orang lain!" lanjut Gio.
"Rela atau nggak rela,aku harus rela melepaskan kamu nikah sama orang lain!" ucap Alenka.
"Kamu nggak cinta sama aku?" tanya Gio sedikit emosi.
"Mending aku nggak cinta sama kamu..Karena cintaku egois Gi! Karena cintaku nggak mau berbagi lelaki yang sama dengan wanitanlain!" jawab Alenka.
"Kalau gitu teruslah mencintai aku! Karena aku juga nggak akan membagi cintaku buat wanita lain!" ucap Gio.
"Tapi faktanya kamu sudah membagi cinta kamu dengan orang lain!" jawab Alenka.
"Itu semua bukan keinginan aku Alenka!" ucap Gio.
"Keinginan kamu atau bukan,kenyataannya sekarang kamu sudah bertunangan sama dia..Aku berharap kamu bisa mencintai dia dan menjaga dia dengan baik,jangan pernah kamu sia siain dia!" pesan Alenka.
"Omong kosong!" ucap Gio marah.
"Aku juga akan membuka hati aku buat orang lain,semoga kita bisa sama sama bahagia dengan pilihan kita masing masing!" ucap Alenka tersenyum kecil yang dipaksakan.
"Silahkan saja kalau kamu mau cari pengganti aku! Tapi harus selalu kamu ingat! Kamu nggak akan pernah tergantikan oleh siapapun!" ucap Gio kemudian berjalan menuju mobilnya.
__ADS_1
Tapi Gio kembali berhenti tepat disamping Alenka,"Hari dimana kamu akan menikah dengan orang lain,dihari itu juga akan jadi hari kematian aku! Karena dihari itu aku akan bunuh diri dan kamu bisa melangsungkan pernikahan kamu didepan mayat aku!" ucap Gio kemudian masuk ke mobilnya dan menjalankan mobilnya dengan kencang.
"Hari dimana kamu menikah dengan wanita lain juga akan menjadi hari kematian aku,karena aku nggak akan pernah rela melihat kamu bersanding dengan wanita lain!" gumam Alenka sendirian.