
"Papa tahu kalau calonnya Kak Gino itu jutek banget orangnya?" tanya Gio.
"Tahu," jawab Papanya Gio menganggukan kepalanya.
"Tapi kenapa Papa sama Mama setuju Kak Gino nikah sama dia?" tanya Gio penasaran.
"Karena Papa sama Mama nggak mau Kakak kamu depresi lagi,kalau kita larang dia menentukan pilihannya sendiri," jawab Papanya Gio.
"Gio sama Alenka aja perlu waktu 12 tahun untuk bikin Mama merestui hubungan kita," ucap Gio.
"Tapi kan justru karena ujian itu,cinta kalian semakin kuat," ucap Papanya Gio.
Gio hanya tersenyum kecil sambil melihat istrinya dan Mamanya juga anaknya sedang bermain.Gio juga menoleh ke arah Gino yang sedang bermesraan sama calon Kakak Iparnya.
Papanya Gio sudah gemes melihat Keyzan yang sedang bermain sama istri dan menantunya,kemudian berdiri dan mendekati mereka untuk ikutan bermain.
"Ah Kakek,Key takut," seru Keyzan ketika digendong Kakeknya dipundak sambil berlari kecil.
Gio juga ikutan mendekat dan memeluk Alenka dari belakang membuat Alenka kaget.Gio kemudian mencium pipi Alenka didepan Mamanya.
"Gio ah,nggak enak kan dilihat sama Mama?" ucap Alenka.
"Nggak apa lah Al,Mama kan juga pernah muda," sahut Mamanya Gio.
"Betul tuh Ma..Mama kan juga pernah muda," ucap Gio kembali mencium pipi Alenka.
Keyzan kemudian mendekat dan menarik tangan Omanya mendekat ke air.Keyzan berlarian kesana kemari dengan senang bersama Oma dan Kakeknya.
"Al boleh nanya nggak?" tanya Gio.
"Boleh,apa?" ucap Alenka.
"Emang kamu nggak capek ya?" tanya Gio.
"Enggak,emang kenapa kok capek?" tanya Alenka nggak tahu maksud omongan Gio.
"Karena kamu jalan jalan terus dipikiran aku," bisik Gio membuat Alenka tertawa.
"Dasar playboy!" ucap Alenka memukul lengan Gio pelan sambil tertawa.
"Hmm,,Mak Lampir!" ucap Gio mendorong kepala Alenka pelan kemudian berlari menjauh dengan tertawa.
"Woi!" bentak Alenka kemudian mengejar Gio.
Gio dan Alenka kemudian saling kejar.Sesekali Gio memeluk Alenka dan mengangkatnya membuat Alenka meronta ronta.Sesekali juga Alenka berlari dan melompat ke punggung Gio.Dan Gio dengan senang menggendong istrinya sambil berlarian membuat Alenka teriak teriak karena takut jatuh.
"Lebay," gumam Sisil.
"Romantis tahu yank!" jawab Gino yang ada disebelahnya.
__ADS_1
Papanya Gio sudah memesan penginapan disekitaran pantai itu yang kebetulan pemiliknya adalah Temannya waktu sekolah dulu.
"Katanya kamu tinggal di Belanda sekarang?" tanya Pemilik penginapan itu.
"Iya,ini kebetulan liburan pulang ke Indonesia,nemenin cucu liburan," jawab Papanya Gio.
"Oh udah punya cucu kamu?" tanyanya lagi.
"Iya,baru satu sih," jawab Papanya Gio.
Sementara Papanya Gio sedang ngobrol dengan Temannya.Yang lain pada beberes barang dan masuk ke kamar masing masing.
"Key bobok sama Oma ya Mi?" ucap Keyzan.
"Sama Mami aja Key!" jawab Alenka.
"Nggak mau!" ucap Keyzan.
"Iya,nanti bobok sama Oma sayank!" ucap Mamanya Gio menyenangkan hati cucunya.
Alenka ke dapur buat bantuin Mbak Ijah memasak buat makan malam.Mamanya Gio nggak mau kalah sama Alenka,dia ke dapur ikutan masak bareng Alenka dan Mbak Ijah.
"Gi kamu jangan disitu terus dong! Bikin istri kamu nggak konsen memasaknya!" ucap Mamanya Gio yang melihat Gio dari tadi berdiri didepan pintu dapur.
"Gio kan bantuin Alenka masak Ma," jawab Gio.
"Bantuin apa? Berdiri disitu?" tanya Mamanya Gio sewot.
"Ish,pinter banget gombalnya persis kayak Papa kamu," ucap Mamanya Gio.
Gio terbahak mendengar ocehan Mamanya,"Masa Papa jago Ma gombalnya?" tanya Gio.
"Jago banget,dulu Papa kamu kan pacarnya banyak sebelum kenal sama Mama," jawab Mamanya Gio.
Sementara Alenka hanya tersenyum mendengar ucapan Mama mertuanya.Gio yang melihat Alenka senyum senyum kemudian mendekati Alenka.
"Kenapa senyum senyum?" tanya Gio.
"Nggak apa apa,cuma mikir aja" jawab Alenka.
"Mikir apa?" tanya Gio.
"Kalau playboy itu ternyata faktor keturunan ya?" jawab Alenka tertawa kecil.
"Emang Gio playboy?" sahut Mamanya.
Alenka tersenyum dan menganggukan kepalanya.Sementara Mamanya langsung menjewer telinga Gio.Membuat Gio kesakitan.
"Sakit tahu nggak Ma?" omel Gio.
__ADS_1
"Awas aja kalau kamu mainin menantu Mama! Mama jewer sampai putus tuh telinga kamu!" ucap Mamanya Gio.
"Enggak lah..Dulu Gio emang punya pacar banyak,tapi setelah ketemu Maminya Key,cinta Gio cuma buat dia seorang," jawab Gio mencium Alenka tiba tiba.
Mamanya Gio dan Mbak Ijah tersenyum melihat Gio menggoda istrinya dan Alenka yang sedang malu malu.
Setelah selesai masak dan mempersiapkan di atas meja makan.Alenka pamitan buat mandi dan langsung disusul oleh Gio ke kamar mereka.
"Kata Alenka,Gio dulu seorang playboy lho Pa," ucap Mamanya Gio.
"Ya nggak apa apa,Gio kan tampan kayak mudanya Papa," jawab Papanya Gio terkekeh.
"Mama takut Gio bakal sakiti Alenka," ucap Mamanya Gio.
"Jangan punya pikiran berlebih! Kita udah lihat sendiri seberapa cintanya Gio ke Alenka,Papa yakin Gio nggak akan pernah sakiti Alenka," ucap Papanya Gio memeluk istrinya.
"Semoga ya Pa? Karena Mama udah terlanjur sayang sama Alenka," ucap Mamanya Gio.
"Aamiin Ma," jawab Papanya Gio.
Waktu makan malam tiba,Sisil mulai bikin ulah.Dia nggak mau makan bareng,alasannya karena Mbak Ijah dan suaminya ikut makan semeja dengan keluarganya Gino.
"Saya sama Ijah makan di belakang aja Pak,Buk!" ucap Suaminya Mbak Ijah.
Sementara yang lain hanya menghela nafas melihat tingkahnya Sisil.Padahal Sisil itu juga dari keluarga biasa biasa aja.Orang Tuanya juga bisa kaya karena warisan dari Kakeknya Sisil.Ya bisa dibilang Sisil itu OKB alias Orang Kaya Baru.
"Ya sudah kita lanjut aja makannya!" ucap Papanya Gio mendinginkan suasana.
"Ini kamu yang masak Al?" tanya Gino.
"Iya Kak,bareng Mama sama Mbak Ijah juga," jawab Alenka."Emang kenapa Kak? nggak enak ya?" tanya Alenka.
"Ini enak banget Al," jawab Gino sambil makan dengan lahap.
"Tuh Ma,lihat sendiri kan! Cuma dipandangin sama Gio aja,Alenka bisa masak makanan yang enak," ucap Gio sembari tersenyum.
"Tuh Pa anak kamu narsis banget,persis kayak Papa," ucap Mamanya Gio mendengus.
"Kan emang anaknya Papa,masa iya persis orang lain ntar Papa malah jadi bingung," jawab Papanya Gio sambil tersenyum.
Setelah selesai makan,Alenka seperti biasa membantu Mbak Ijah membereskan meja makan dan mencuci piring.Di dapur,Alenka meminta maaf kepada Mbak Ijah atas sikap Kakak Iparnya.
"Nggak apa apa Non,orang kayak saya sudah terbiasa dengan perlakuan seperti itu..Dulu pacarnya Mas Gio yang namanya Non Yura juga mirip kayak Non Sisil itu..Mbak Ijah bersyukur banget karena akhirnya Mas Gio putus sama Non Yura dan punya istri sebaik Non Alenka," Mbak Ijah.
Alenka kemudian memeluk Mbak Ijah "Mbak Ijah kan mertuanya Abangnya Alenka,jadi Alenka harus hormat sama Mbak Ijah..Tapi bukan hanya karena itu saja Alenka hormat sama Mbak Ijah,tapi emang seharusnya sesama manusia emang harus saling menghormati,apalagi sama yang lebih tua..Tanpa memandang status sosialnya," ucap Alenka.
"Mas Gio beruntung punya istri kayak Non Alenka," ucap Mbak Ijah.
Gio yang dari tadi memperhatikan Alenka tersenyum senang melihat Alenka berpelukan dengan Mbak Ijah.
__ADS_1
"Kamu emang istimewa sayank!" gumam Gio.