
Setelah membahas tentang kerja sama.Erka kemudian menawarkan Gio supaya menginap di penginapannya karena sudah malam juga.
"Iya Gi,nginap aja udah malam juga!" sahut Gino.
"Iya Kak,gue tanya sama Alenka dulu" jawab Gio.
"Al,nginap ya? udah malam juga,besok pagi kita pulang!" ucap Gio dan Alenka menyetujui usulan Gio.
Erka kemudian mengantar Gio dan yang lain ke penginapannya.Karena hanya sisa dua kamar saja,akhirnya Alenka tidur sama Gio dan Keyzan.
"Lo tidur di kasur aja Gi sama Keyzan,gue di sofa aja!" ucap Alenka.
"Kenapa nggak sama sama di kasur aja sih Mi? Ini muat lho!" ucap Keyzan.
Dan karena Keyzan memaksa akhirnya Alenka hanya bisa nurut.Mereka bertiga tidur dalam satu ranjang persis seperti sebuah keluarga.
"Mi,Keyzan kapan punya Adik?" tanya Keyzan.Membuat Alenka membulatkan mata.
"Udah malam ayo bobok!" jawab Alenka gugup dengan pertanyaan Keyzan.
"Emang Keyzan pengen Adik?" tanya Gio tersenyum.
"Iya Pa,teman teman Keyzan pada punya Adik,Keyzan mau dong Pa," ucap Keyzan polos.
"Key!" ucap Alenka.
"Iya Mi,Key bobok," ucap Key memejamkan matanya.
Di satu sisi tangan Gio menggenggam tangan Alenka dan tangan yang lain memeluk Keyzan.Gio tersenyum sambil menatap Alenka.Begitu Keyzan terlelap,Alenka bangun dan kemudian duduk di sofa.
"Kenapa? belum bisa tidur atau mau wujudtin keinginan Keyzan yang katanya mau Adik?" bisik Gio yang membuat wajah Alenka menjadi merah.
"Apaan sih lo?" ucap Alenka mencubit pinggang Gio.
Gio dan Alenka kemudian keluar ke teras buat ngobrol.Gio menarik Alenka ke dalam pelukannya dan mencium kening Alenka.
"Gi!" panggil Alenka.
"Hmm" jawab Gio.
"Gio!" panggil Alenka lebih keras.
"Iya sayankku!" jawab Gio lagi.
"Lo beneran mau ke Belanda?" tanya Alenka.
"Iya,kenapa lo mau ikut?" tanya Gio.
Alenka terdiam hanya menggelengkan kepalanya dengan pelan.Membuat Gio curiga kalau Alenka nggak mau Gio pergi.
"Kalau lo nggak rela gue pergi gue bakal nggak pergi kok!" ucap Gio.
"Gue nggak kenapa napa kok,pekerjaan lebih penting!" jawab Alenka.
__ADS_1
"Lo kenapa sih? lo takut kangen sama gue?" tanya Gio tersenyum.
"Gue takut lo pergi dan ninggalin gue sama Keyzan lagi!" jawab Alenka.
Gio memegang kedua pipi Alenka dan menatap Alenka dengan lembut,"Dengerin gue! gue pergi cuma seminggu buat urusan bisnis,habis itu gue pulang,gue janji hanya seminggu nggak akan lebih!" ucap Gio.
Alenka mengangguk,"Gue bakal tungguin lo pulang!" jawab Alenka.
Gio merasa senang mendengar ucapan Alenka kemudian membopong Alenka ke kamar.Gio menurunkan Alenka dengan pelan di atas kasur kemudian mencium bibir Alenka.
"Udah tujuh tahun lebih kita nggak kayak gini,lo kangen nggak sama gue?" tanya Gio.Alenka hanya mengangguk.
Malam masih panjang....
Keesokan harinya Alenka kaget karena dia dan Gio semalam melakukan hubungan suami istri.Alenka buru buru bangun dan pergi ke kamar mandi sebelum Keyzan bangun.Gio pun yang terbangun kemudian menyusul Alenka ke kamar mandi.
"Gio lo kok masuk ke sini?" tanya Alenka.
"Gue juga mau mandi" jawab Gio.
"Gi semalam kita?" tanya Alenka.
"Iya,dan gue mau mengulanginya lagi!" ucap Gio yang langsung menciumi Alenka.
"Gio udah ya ntar Keyzan keburu bangun!" ucap Alenka.Gio pun nurut tapi masih nggak mau keluar dari kamar mandi.
"Mandi bareng aja biar cepet!" bisik Gio.
Setelah setengah jam mereka keluar dari kamar mandi.Gio pamit buat jalan jalan cari udara segar.Sementara Alenka duduk dan menungguin Keyzan yang masih tidur.
Gio keluar jalan jalan dan ketemu sama Sinta sepupu Erka.Gio hampir tidak mengenali Sinta kalau nggak Sinta yang menyapanya.Sinta jalan bersama seorang anak laki laki umur sekitaran 5 tahun.
"Mas Gio ya?" tanya Sinta.
"Siapa ya?" tanya Gio.
"Sinta Mas,sepupunya Erka!" jawab Sinta.
Gio kemudian melihat Sinta dari atas sampai bawah karena Sinta beneran berbeda.Sekarang dia agak gemukan dan berpakaian seksi.
"Ayah!" ucap Anak Sinta.
"Bukan Ayah,..Maaf ya Mas! Dia emang dari lahir nggak ketemu sama Ayahnya jadi tiap lihat lelaki yang agak muda selalu panggil Ayah!" ucap Sinta menjelaskan.
"Ayahnya kemana?" tanya Gio kasihan.
Sinta tak menjawab malah menangis.Sinta kemudian bercerita kalau dia hamil diluar nikah dan pacarnya nggak mau tanggung jawab.
"Maaf aku nggak tahu," ucap Gio.
"Iya nggak apa apa kok Mas,..Mas sendiri gimana? udah nikah?" tanya Sinta.
"Sudah," jawab Gio yang membuat Sinta kecewa.
__ADS_1
"Ayah gendong!" ucap Anak Sinta.
Gio yang merasa kasihan sama anaknya Sinta kemudian menggendongnya membuat anak Sinta senang.Sinta pun tersenyum senang melihat Gio menggendong anaknya.
"Mas,kalau Mas mau,aku mau jadi simpanannya Mas Gio,aku udah lama suka sama Mas Gio!" ucap Sinta yang membuat Gio kaget.
"Maaf Sin,aku cinta banget sama istri aku..Kalau kamu butuh biaya buat anak kamu,aku bisa bantu kamu!" jawab Gio menolak Sinta.
Gio berpikir Sinta menawarkan dirinya untuk menjadi simpanan Gio karena butuh biaya buat anaknya.Gio pun mengeluarkan segepok uang dan dia kasih ke Sinta.
"Terima ini buat anak kamu!" ucap Gio.Sinta pun menerima uang itu dan berterimakasih kepada Gio.Sinta kemudian memeluk Gio membuat Gio kaget dan berusaha melepas pelukan Sinta.
"Gio!" panggil Alenka.
Gio menoleh dan kaget melihat Alenka.Sebenarnya Alenka keluar mau cari sarapan tapi justru melihat pemandangan yang bikin dia kesal.Alenka berlati kembali ke kamarnya.
"Tunggu Al!" seru Gio mengejar Alenka.
Alenka masuk ke kamar dengan marah kebetulan Keyzan belum bangun jadi Keyzan nggak tahu kalau Maminya sedih.
"Hei,dengerin dulu! jangan marah!" ucap Gio jongkok di depan Alenka dengan menggenggam tangan Alenka.
"Siapa yang marah?" jawab Alenka ketus.
"Lo kan tahu kalau cinta gue cuma buat lo dan Keyzan,jadi lo jangan marah karena tadi ya?" tanya Gio lembut.
"Emang tadi siapa kok meluk lo?" tanya Alenka.
"Sinta,sepupu Erka,lo masih ingat nggak?" ucap Gio.
"Oh,mantan pacar! makanya mesra amat!" ucap Alenka.
"Cemburu ya?" tanya Gio menggoda Alenka.
Alenka nggak menjawab tapi terlihat jelas dia cemburu.Gio tersenyum kemudian menarik Alenka sampai Alenka jatuh diatas tubuhnya.
"Lo apaan sih Gi?" ucap Alenka meronta tapi Gio malah makin erat memeluknya.
"Lo ingat ini nggak?" tanya Gio menunjuk bekas ****** dilehernya.
"Ya ampun itu?" tanya Alenka kaget.
"Iya,ini hasil gigitan lo! dan gue belum balas lo!" jawab Gio tersenyum kemudian mendekatkan bibirnya ke leher Alenka.
"Mami sama Papa kenapa tidur dibawah?Kok Mami nindih Papa?" tanya Keyzan yang baru bangun melihat Mami sama Papanya dibawah.
"Iya,tadi Mami kamu mau jatuh terus Papa tangkepin jadinya Papa ketindih deh!" jawab Gio.Alenka kemudian bangun dan kemudian mendekati Keyzan untuk menyuruh Keyzan buat segera mandi.
"Mami sama Papa udah mandi?" tanya Keyzan.
"Udah,tadi Papa sama Mami mandi bareng," jawab Gio yang langsung dicubit oleh Alenka.
"Papa sama Mami mandi bareng?" tanya Keyzan.
__ADS_1
"Key,buruan mandi habis ini kita cari sarapan!" perintah Alenka dan Keyzan pun langsung turun dari kasur dan bergegas buat mandi.