
Setelah beberapa bulan menunggu,akhirnya tiba saatnya Alenka melahirkan.Gio nampak takut dan khawatir.Dia mondar mandir di depan ruangan dimana Alenka dirawat dengan mulut yang terus bergumam yang hanya mampu dia dengar sendiri.
"Nggak usah takut Gi!" ucap Papanya yang menemaninya.Gio kemudian dan menengadahkan kepalanya berharap semua akan berjalan baik baik saja.
Dokter belum juga dari pemeriksaan.Kaki Gio sudah gemetar karena terlalu lama mondar mandir.
"Gio takut Pa," ucapnya disela kegelisahanya.
Papanya Gio paham apa yang dirasakan anaknya.Karena itu pertama kalinya Gio nungguin istrinya lahiran.Meskipun kelahiran itu adalah kelahiran kedua buat Alenka,tapi kelahiran pertama kan Gio nggak menemani Alenka.
Tak lama kemudiam terdengar suara sepertinya ada pasien yang mau lahiran juga.Gio dan Papanya sempat menoleh sebentar dan kaget ternyata pasien itu adalah Ana yang juga mulai merasakan kontraksi.
"Loh Gi,Alenka juga sudah mulai kontraksi?" tanya Refan yang juga kaget melihat Gio dan Papanya Gio.
"Iya Bang,udah lumayan lama tapi Dokter belum keluar juga!" ucap Gio sedikit kesal.
Refan melebarkan senyumnya tatkala melihat kegelisahan Gio.Refan menyuruh Gio untuk tetap tenang dan jangan berpikiran berlebih.
"Huh. Kok lo bisa setenang itu sih Bang? Istri lo kan baru pertama mau lahiran?" tanya Gio sambil mengernyitkan dahinya melihat Refan seperti trnang banget nungguin lahiran istrinya.
Refan tersenyum mendengar pertanyaan Gio,"Istri gue emang baru pertama lahiran. Tapi,gue udah 2 kali nungguin wanita lahiran. Alenka dulu kan gue yang nungguin waktu lahirin Keyzan." jawab Refan.
"Makasih ya Bang?" ucap Gio menundukan kepalanya karena kembali merasa bersalah.
"Apaan sih? Alenka kan Adik gue. Adik kesayangan gue,jadi ya wajarlah kalau gue yang nungguin dia. Gue dulu juga khawatir kayak lo gini tapi gue yakin kalau Alenka dan Ana sekarang lebih butuh doa kita daripada kekhawatiran kita!" jelas Refan menenangkan Gio.
Gio dan Papanya menganggukan kepala mereka.Benar apa yang Refan bilang,doalah yang lebih penting dari segalanya.
Tak lama juga Orang Tua Alenka tiba di Rumah Sakit.Sementara Keyzan di rumah bersama Omanya.Bersamaan dengan datangnya Orang Tua Alenka,Dokter keluar dari ruangan dan memberitahu kalau pasien atas nama Alenka Damaristya sudah melahirkan bayi perempuan.
Tangis haru pecah di lorong itu.Gio yang bisa menahan rasa senangnya sampai menangis tersedu sedu.Tapi masalah terjadi dengan Ana.Karena,tubuh Ana yang lemah sehingga tidak memungkinkan untuk lahiran normal sementara air ketuban sudah pecah.Dokter menyarakan untuk melakukan operasi caesar.
__ADS_1
"Lakukan aja Dok! Yang penting anak dan istri saya selamat!" ucap Refan dengan begitu tabah.
Dokter kemudian menyuruh Refan untuk melengkapi berkas dan mengurus biaya operasinya.Setelah semua beres,Dokter pun melakukan tindakan operasi caesar untuk Ana.
"Yang kuat Bang! Mbak Ana dan calon anak lo pasti baik baik saja!" ucap Gio memberi semangat kepada Kakak Iparnya.
Refan menganggukan kepalanya dan tersenyum.Terlihat sedikit kekhawatiran dari Refan tapi dia selalu berusaha untuk yakin kalau semuanya akan baik baik saja.
Suster sudah selesai membersihkan bayinya Alenka kemudian memanggil Gio untuk mengadzani anaknya.Dengan air mata yang masih mengalir Gio menggendong anak perempuannya.Senyumannya mengembang tatkala melihat bayi mungilnya dan dia pun mengadzani anaknya.
"Anak Papa cantik banget," ucap Gio setelah mengadzani anaknya dan langsung menciumnya.
Gio berjalan mendekati Alenka yang masih terbaring di atas ranjang,masih dengan menggendong anaknya.
Gio meletakan bayinya di samping Alenka dan kemudian mencium kening istrinya,"Makasih ya yank sudah dua kali kamu berjuang untuk melahirkan keturunan aku?" ucap Gio menatap Alenka dengan dalam.
Alenka tersenyum dan mengangguk "Iya,mereka kan juga anak aku. Jadi,sudah kewajiban aku buat berjuang untuk mereka sebagai bukti nyata cinta kita." jawab Alenka.
Papanya Gio dan Orang Tua Alenka masuk ke ruangan dan melihat cucu mereka yng cantik dan sehat.Papanya Gio lalu menggendong cucu keduanya itu dengan bahagia.
"Cucu Kakek cantiknya. Jadi anak yang sholekha ya sayang!" ucapnya sambil mencium cucu perempuannya.
Ayah dan Ibunya Alenka tak mau kalah.Mereka menggendong dan menimang nimang cucunya dengan sangat bahagia.Karena,itu adalah cucu perempuan pertama mereka.
Tiba tiba pintu terbuka dan ternyata adalah Refan,"Ini keponakan Papa Refan ya? Duh cantiknya kayak Mama Ana," ucap Refan sambil tertawa.
"Woi Bang! Itu kan anak gue,harusnya cantiknya kayak Maminya dong!" protes Alenka.
"Apaan? Maminya kayak Mak Lampir gitu!" jawab Refan terbahak bahak apalagi ketika Alenka ngomel ngomel.
"Mbak Ana gimana Bang?" tanya Alenka.
__ADS_1
"Masih di ruangan operasi," jawab Refan sambil menggendong dan menimang keponakannya.
"Lah lo kok malah kesini nggak nungguin istri lo?" omel Alenka.
"Gue mau lihat keponakan gue yang cantik ini dulu," jawab Refan menciumi anaknya Alenka.
Papanya Gio kemudian tanya siapa nama untuk cucu perempuannya itu.Gio dan Alenka saling pandangan dan tersenyum.
"Gio mau kasih nama anak perempuan Gio dengan nama BERYL CLARETTA,yang artinya berkilau. Karena,dia akan menerangi rumah tangga kami dan menjadi seorang wanita yang berkilau," jawab Gio tersenyum.
"Cantik namanya kayak orangnya. Uh cucu nenek." ucap Ibunya Alenka mencium cucunya.
Setelah puas melihat keponakannya,Refan kembali ke ruang operasi untuk menunggui istrinya yang sedang berjuang juga melahirkan keturunannya.Tak lama kemudian Dokter keluar dan menyatakan kalau operasi berjalan lancar.Anak dan istri Refan sehat.
"Anak anda laki laki. Selamat ya Pak?" ucap Dokter yang disambut dengan deraian air mata dari Refan.
Setelah setengah jam,bayi Refan selesai dibersihkan dan Suster menyerahkan bayi itu ke Refan untuk diadzani.Sama seperti Gio,Refan nggak kuasa menahan tangis bahagianya.Meskipun itu kedua kalinya dia mengadzani seorang bayi tapi kali ini bayi itu adalah anaknya sendiri.Anak yang sudah dia tunggu selama bertahun tahun pernikahannya.
"Selamat ya nak?" ucap Ibunya juga terharu.
"Akhirnya kesabaran kalian berbuah hasil yang manis semanis cucu Kakek ini," ucap Ayahnya menyentuh lembut pipi cucunya.
"Ana gimana keadaannya?" tanya Ibunya.
"Masih tidur karena obat bius Buk," jawab Refan yang tak mengalihkan pandangannya dari anaknya.
Ayahnya menanyakan nama anak dari Refan dan Ana itu.Refan dengan tersenyum dan masih memandangi anaknya berkata kalau dia akan memberi nama untuk anaknya AL KHAFI PUTRA REFANO.
"Semoga menjadi anak yang sholeh," ucap Ibunya.
"Aamiin" ucap Ayah dan Refan bersamaan.
__ADS_1